Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Personal

Sibuk Entah Untuk Apa

Kita berpacu, berpacu, berpacu Kita begitu sibuk berpacu Tanpa sempat berfikir untuk apa kita berpacu Atau perlukah kita berpacu Kita berpacu karena orang lain berpacu Kita berpacu karena takut berbeda dengan yang lain Kita berpacu karena kita tak tahu apa yang harus kita lakukan selain menjadi orang lain Kita berpacu karena kita tak tahu apa yang harus kita lakukan selain berpacu Kita berpacu meninggalkan diri sendiri yang terus bertanya-tanya mengapa harus terus berpacu sampai habis waktu ----------------------- Di jaman yang serba digital ini, semakin sulit untuk meraih ruang hening, ruang yang terbebas dari intervensi dan interupsi segala hal yang berhubungan dengan internet. Yang paling mudah dirasakan adalah makin sulitnya menjadi fokus dalam menyelesaikan berbagai tanggung jawab kehidupan. Makin sulit untuk berfikir mendalam, menuangkan fikiran dengan jernih. Di dalam keseharian, seolah-olah ada pasar yang riuh yang terus kita baw...

Malika Alia Sofia, 11.11.11

Alhamdulillah telah lahir putri pertama kami, Malika Alia Sofia, dengan persalinan normal di RSIA Adinda Jl. Soragan Jogja, berat 2,5 kg, panjang 46 cm pada hari Jumat, pukul 22.35, 11.11.11. Terima kasih tak terhingga utk doa teman2 semua :)

Be Unstoppable!

Tidak semua yang bermimpi, akan mendapati impiannya terwujud. Secara statistik berbasis hukum paretto , maksimal hanya 20% dari para pemimpi yang akan mampu merealisasikan impiannya. Lha yang 80% kemana? Gugur di medan juang, terseleksi secara alamiah. Suka tidak suka, faktanya demikian. Salah satu sebabnya, karena tak mampu melewati rintangan besar yang pertama. Tak cukup keras kepala untuk maju, tapi justru memilih berkompromi dan menegosiasikan tujuan. Atau tergoda oleh tawaran-tawaran yang memikat di sepanjang jalan menuju masa depan sebuah impian. Atau tiba-tiba kehilangan passion untuk mewujudkan mimpi itu lalu memilih berbelok pada impian yang lain. Rumput tetangga seringkali terlihat lebih indah, tapi begitu kita jatuh cinta pada rumput tetangga, saat itu juga rumput kita akan mulai menghitung hari menuju kematiannya. 80% jumlahnya dan itu adalah mayoritas. Artinya, jika engkau mempunyai sebuah impian, kemungkinan gagalnya adalah 80%, 4 banding 1. Makanya kita tidak melihat ...

Waktunya Install Ulang

Badan saya remuk. Dihajar perjalanan panjang dan tugas yang tak habis-habis. saya telah dholim pada diri saya sendiri, tubuh saya yang ringkih menjerit. Badan saya menggigil, mata saya merah dan batuk hadir bersahut-sahutan dengan deras hujan yang menyapu pelataran. Sepulangnya saya dari Kongres PPPI di Bandung kemarin, tubuh saya pun menyerah. Saya ambruk, menerima resiko atas pemaksaan kemampuan yang keterlaluan. Saya terlalu memforsirnya. Padahal minggu sebelumnya saya sudah muntah-muntah dalam perjalanan dari Bandung ke Purwokerto via darat. Padahal minggu-minggu sebelumnya saya sudah mendekam di kamar hotel di Malang, menggigil karena demam di sela-sela memberikan workshop Indosat. Ya, inilah pelajaran yang harus saya terima dengan besar hati. Saat malam-malam yang dingin dan basah saya sibuk batuk tak henti-henti. Tak sedikitpun mata bisa terpejam, capek sekali. Sebegitu capeknya sampai saya tertidur karena capek, bukan karena ngantuk. Tubuh lemas sekali tak mau digerakkan, ngilu...

Ke Bumi Laskar Pelangi

Minggu depan kesempatan itu akhirnya hadir: Insya Allah saya akan berkunjung ke bumi Laskar Pelangi. Menjenguk kampung halaman calon istri saya di Pangkal Pinang. Dan rencananya juga main ke Belitung: yang telah melahirkan Andrea Hirata dan Laskar Pelangi-nya. Filmnya saya belum bisa nonton, masih nunggu antrian meskipun bukunya yang luar biasa ajaib sudah khatam saya baca. Mmm... kayak apa ya suasana dan pemandangan di sana? Kalo ke Sumatera saya pernah ke Palembang. Tapi baru sekali saya ke Pangkal Pinang. Dan yach, saya paling seneng menuju ke tempat yang baru, mengalami hal-hal baru, meninggalkan kebiasaan yang lama-lama membelenggu. Semoga ada banyak cerita indah yang saya bisa bagikan ke temen-temen semua pembaca blog ini. Dan semoga perjalanan ini bermakna sebagai pondasi masa depan saya. Saya merindukan hal-hal yang belum pernah saya alami. Dan seseorang yang setia menunggu saya di sana.

Balada Blackberry

Ya, ini bukan teknologi yang baru-baru amat. Tapi kebetulan saja beberapa teman dekat di PPPI sudah mulai menyeragamkan diri dengan gadget ini: maraklah komunitas blackberry yang anggotanya tokoh-tokoh periklanan Indonesia. Seperti testimony penggunanya: dengan blackberry maka urusan email dan YM jadi lebih mudah dan simple. Bisa terkontrol setiap saat dan gak perlu donlot lama karena GPRS-nya unlimited dan hanya Rp 150.000,-/bulan. Nah, sebagai Sekretaris PPPI Pengda DIY: sayapun menjadi sasaran untuk dijadikan anggota berikutnya komunitas ini, supaya lebih gaul dan update informasi periklanan katanya. Hmm, tentu saja saya mau ter-update dan enggan menjadi anggota kaum jadul. Tapi kok saya belum tertarik untuk melengkapi diri saya dengan gadget itu ya? Atau karena saya memang bukan gadget mania? Saya masih setia dengan Nokia 6300 yang begitu simple pengoperasiannya dan buat sms sangat nyaman. Tak ada fitur selengkap blackberry mungkin, tapi itu sudah cukup memenuhi kebutuhan saya. Seb...

Cuaca Aneh dan Bodi Ringkih

Beberapa hari ini, cuaca makin tak menentu. Hanya dalam hitungan kurang dari satu jam, dari panas terik lalu turun hujan, mendung lagi, terik lagi dan hujan (lagi). Cuaca panas terik membakar tapi badan basah kuyup diguyur air dari Tuhan. Akibatnya tubuhpun gampang remuk redam lantaran bingung beradaptasi. Yang pilek lah, batuk lah, pusing atau meriang. Sebenernya tidak sulit membentengi tubuh kita dari akibat kebocoran lapisan ozon ini: banyak makan yang bergizi dan banyak isirahat (paling baik ya cukup tidur). Tapi cilakanya, namanya orang sakit ya gak doyan makan. Dan lantaran didera pekerjaan, tidurnya pun didiskon habis-habisan. Sehari bisa dapet 3-4 jam udah syukur luar biasa. Jadi, tubuh yang terus dihajar daya tahannya pun lama-lama ngambek. Tak berfungsi optimal. Gampang capek, gampang lemes. Gampang ambruk. Dan gejala ambruknya kondisi fisik kita adalah alarm alamiah yang harus kita perhatikan benar-benar jika tak ingin segera kadaluarsa dari dunia ini. Untuk apa kaya raya ...

Menjalani Hari Demi Hari

Ada hari-hari dimana tak semua harapanmu terpenuhi. Ada hari-hari dimana kebahagiaan seolah hanya ditakdirkan untuk orang lain. Ada hari-hari dimana keburukan seperti mengumpul dan menjadi palu godam yang menghantam nasibmu. Ada hari-hari dimana saat begitu dibutuhkan, teman-teman terdekat menjadi yang paling jauh. Ada hari-hari dimana engkau merasa telah melakukan segalanya sebaik-baiknya, mengikuti dengan hati-hati semua jalan Tuhan, tapi yang engkau terima adalah duka cita. Ya, secara manusiawi kita boleh dan wajar berteriak histeris, memaki-maki dan mempertanyakan keadilan Tuhan ada dimana. Ya, sebagian besar orang yang pernah hidup di bumi ini akan melakukan hal yang sama: untuk semua hal buruk yang terjadi maka jawaban yang paling masuk akal adalah menyalahkan apa saja, siapa saja. Tapi jika engkau memilih menerima dengan besar hati dan bersyukur atas semua 'keburukan' yang terjadi: akan kau temukan di akhir hari bahwa sebenarnya Tuhan hanya sekedar 'menggoda'. Tu...

Proses Belajar yang Sejati

Inilah yang sedang saya coba jalani, dengan berdarah-darah. Proses belajar yang orang jawa bilang ‘ngelmu’. Angel yen durung ketemu, sulit kalo belum ketemu. Jadi sebagai suatu proses kewajaran, maka pencarian atas jawaban yang tersembunyi – supaya ketemu – terus saya lakukan. Seringkali setelah melewati serangkaian kesalahan, kegagalan, kebodohan bahkan ketololan. Juga kerugian yang luar biasa besar, baik jiwa maupun raga. Dan pagi ini, seberkas sinar putih melesat melewati neuron saya yang sedang dalam posisi alfa: saya ‘merasa’ menemukan 'sesuatu yang hilang' itu. Belajar sejati adalah saat kita mampu mengintegrasikan keyakinan, pikiran, ucapan dan tindakan kita dalam satu bahasa . Klop. Tanpa jarak. Tidak terbelah. Tidak warna warni. Ini pastinya bukan penemuan abad ini. Malah inilah bentuk kearifan kuno yang telah ada di semua kitab suci dan di budaya manapun. Tapi itulah, saking sederhananya kebenaran penting ini: kita sering melewatkannya. Menganggapnya sepele dan tak be...

Ah, Ketemu Lagi!

Tidak, saya tidak melupakan blog ini. Tegur sapa dari banyak teman telah membuat saya berusaha keras mencuri waktu dari daily live saya yang sebulan belakangan memang meningkat intensitasnya. Atau ngaku saja deh, saya masih pemula di bidang kecerdasan membagi waktu. Dan, ya.. konsentrasi. Kalo mau jujur, waktu sebenernya sih cukup. Tapi tidak di semua waktu luang yang saya miliki, saya juga bisa konsentrasi. Saya mencoba fokus pada salah satu bidang yang saya tekuni: dan inilah hasilnya. Beberapa hal yang tidak masuk highest priority ya mesti menunggu, satu demi satu. Tapi saya memang tidak sedang merencanakan pensiun dari blog ini, hanya jeda. Hanya menjaga jarak sedikit, hanya istirahat sejenak. Dengan itu, saya berharap bisa lebih jernih untuk melanjutkan perjalanan saya dimana sebagiannya saya tuliskan di sini. Dan di sela kesibukan yang menguras jiwa raga, alhamdulillah saya masih sempat bermimpi. An active dream , bukan sekedar kembang tidur. Mimpi-mimpi yang menghiasi masa dep...

2008

Saya ingin benar-benar lahir kembali, meninggalkan diri saya yang usang di masa silam. Saya ingin lahir kembali, tertawa, belajar, bernyanyi dan berekspresi seperti bayi. Saya ingin mata yang baru, yang memandang dunia ini dengan cara yang sama sekali berbeda yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Saya ingin berfikir dengan rileks, sehingga imajinasi bisa terbang menembus atap cakrawala. Saya ingin mengambil resiko yang belum pernah saya ambil sebelumnya. Saya akan memikirkan ulang bisnis saya, hidup saya, masa depan saya dengan pemikiran yang belum pernah ada di benak saya sebelumnya... Saya adalah manusia baru: dan ini adalah perkenalan saya yang pertama buat teman-teman semua. Saya belum tahu apakah blog ini akan berubah juga secara revolusioner karena mencerminkan apa yang sedang bergemuruh dalam diri saya. Saya memutuskan diri untuk melompat dari atas tebing masa lalu dan mencoba menumbuhkan sayap-sayap saya sendiri untuk terbang ke masa depan. Saya nglungsungi, me- reinventin...

Hepi B'Day Hun

Met Ultah ya Hun, terima kasih untuk terus berusaha memahami manusia aneh yang selalu membutuhkan treatment berbeda ketimbang manusia lainnya. Tak banyak yang punya cukup kesabaran untuk memahami kesablenganku, mungkin hanya engkaulah yang masih tersisa. Semoga tahun-tahun yang telah kita lewati bersama membuat kita makin dewasa, tanpa harus kehilangan keceriaan kanak-kanak yang selalu membuat indah dunia...

Saya Tak Sanggup Menolong...

Saat itu jam 16.00 lalu lintas di jalan menuju Godean macet, di tengah kemacetan ada 2 mobil berhenti di tengah jalan posisinya agak meyamping. Empat orang laki-laki berperawakan besar turun dari mobil yang di depan, tanpa ba bi bu memukuli sopir yang ada di dalam mobil belakangnya. Pengemudi naas itu tidak berdaya dan hanya bertahan mukanya ditonjokin, terlihat darah mulai mengucur. Tapi empat orang pengeroyoknya tak peduli dan terus memukul dari jendela yang terbuka, lalu menggedor kap dan atap mobil. Beringas sekali! Mungkin tadi ada serempetan atau tabrakan kecil, saya kurang tahu. Lalu seorang perempuan keluar dari mobil yang di belakang dan mencoba menghentikan pemukulan, tapi justru perlakuan kasar diterimanya. Dia didorong tepat di muka oleh seorang laki-laki dengan sangat kasar sambil mengeluarkan sumpah serapah. Setelah puas menghajar, mereka berempatpun masuk mobil lagi dan dengan kasar menstarter mobilnya keluar dari kerumunan. Tinggal pengemudi mobil babak belur berdarah d...

Saya Belum

Saya belum bikin resolusi untuk tahun 2008. Saya belum bikin list calon penerima Mybothsides Award 2007. Saya belum menentukan tanggal pernikahan. Saya belum posting blog lagi secara teratur. Saya belum menyelesaikan beberapa pekerjaan kantor. Saya belum beresin urusan pindahan rumah. Saya belum tobat (lagi). Saya belum menulis diary. Saya belum... Saya belum... Saya belum... Sudah 5 hari ini saya dianugerahi Allah demam tinggi, hidung mampet dan sakit kepala yang alhamdulillah bikin saya tak bisa bekerja maksimal: saya bahkan tak bisa undur diri sekejap untuk memasukkan rongsokan tubuh saya ke tempat beristirahat yang lebih nyaman. Saya ini manusia tak tahu diuntung, punya tubuh titipan Tuhan pakenya sembarangan. Terus menerus dihajar pekerjaan dan pemikiran yang memeras keringat dan syaraf: mencapai puncaknya saat saya memutuskan untuk pulang ke Rembang setelah memberikan pelatihan pada dosen-dosen ASDI di Solo. Perjalanan nonstop sepanjang 18 jam membuat tubuh saya berteriak-teriak ...

Tempat Berteduh

Kejadian ini saya alami - kalo tidak salah ingat - saat saya masih kelas 5 SD. Saat itu bersama ayah saya naik motor dari Rembang ke Sragen. Motornya Honda CB 70, jarak tersebut ditempuh dalam 5 jam-an. Karena masih kecil, saya biasanya dibonceng di depan. Duduk di atas tanki bensin. Menjelang maghrib sekitar jam 17.30 kami mulai masuk kota Sragen saat tiba-tiba hujan mengguyur deras. Karena tak bawa jas hujan, ayah saya meminggirkan motor dan kita berteduh di bawah teras sebuah toko yang tampak tua dan kebetulan sedang tutup. Tapi beberapa bagian baju telah terlanjur basah sehingga saya yang kecil mulai merasa dingin. Kami ada di situ kurang lebih seperempat jam dan hujan belum juga reda. Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka dan tampaklah pemilik rumah, seorang Tionghoa tua yang tertatih-tatih membuka pintu kayu yang emang berat dan besar. Dia berkata,"Sini masuk dulu, minum teh di dalam." Ayah saya terkejut, sayapun demikian. Ayah berkata demi sopan santun,"Terima k...

Ziarah ke Diri Sendiri

Menyusuri sepanjang kota yang kosong dan toko serta supermarket yang tutup. Warung makan yang tutup. Pedagang kaki lima yang tutup. Merasakan kesendirian dalam jalan yang lengang. Mencoba mengakrabi sunyi, berlebaran dalam diam. Tak ada sms, tak ada telepon basa basi, seluruh maaf sudah kusiapkan sebelum kesalahan dilakukan. Tapi entahlah apakah dunia juga menyediakan maafnya untuk di- download gratisan, juga maafnya saudara dan handai taulan atas kesalahan yang kulakukan. Sekali lagi, saya hanya perlu minggat dari tradisi, kapok oleh rutinitas dan melawan itu semua meskipun sekedar jadi negasi. Tak mudah mencari makna, tapi tak larut menjadi sekedar bebek budaya pastinya perlu diperjuangkan: kita kadang masih sungkan dan tak enak hati. Tapi relung hati terdalam juga perlu dikunjungi dan diajak silaturrahmi. Jiwa kita yang mati karena beban kerja dan tuntutan duniawi juga perlu diziarahi. Agar senyum itu mengembang dari dalam dan cahayanya menerangi yang di luar. Saat sepi menyesap, ki...

Lebaran Itu...

Saat lebaran datang, pertanyaan itu hinggap: pantaskah saya lebaran? Saat takbir bergaung di sudut-sudut kota, seseorang dalam gelap mengorek-ngorek sampah mencari yang tersisa. Saat keluarga berkumpul dalam tawa riang, seorang ibu menidurkan bayinya tanpa selimut di trotoar pinggir jalan. Saat milyaran sms terkirim bertarif 300-an, sebungkus nasi hampir basipun tak mudah didapatkan. Mmmm... Mungkin tak penting benar bertanya tentang kepantasan. Ini hidup, begitulah warnanya. Setiap makhluk menerima nasibnya. Lebaran ya lebaran, tapi setelah itu hidup toh tak seluruhnya kembali suci. Tak banyak yang berubah, kasih sayang dan kemurahan yang ditempa Ramadhan pun akan kembali sunyi. Tapi jangan bersedih, Saudaraku. Tak selamanya hidup akan bergelut kesedihan dan penderitaan. Tak selamanya mereka yang berlebihan akan sanggup menikmati kemewahan itu sendirian. Lebaran selalu datang setiap tahun, membawa nikmat yang mungkin sekejap. Tapi lebaran selalu hadir di hati, untuk yang tunduk dan ik...

Malu Pada Anak Muda

Ini pengakuan jujur saya: rasanya usia yang beranjak pelan-pelan telah merenggut api kreativitas saya, kengototan saya, keberanian untuk breakin' the rule, anti kemapanan saya, pemberontak kecil di otak saya, spirit petualangan saya, ke'keras'an kepala saya... Begitu banyak yang pelan-pelan tanggal, seperti ular yang mlungsungi alias ganti kulit. Sialnya, kulit pengganti yang baru tak juga lebih baik: dalam hitungan bisnis posisi modal saya di bidang kreativitas minus. Makin tambah umur tapi makin tak kreatif. Sebentar-sebentar puas, gampang capek, mudah ngantuk, selalu kepayahan setiap terbentur masalah yang seolah tanpa solusi. Kalo mungkin saya akan gulingkan penguasa dalam diri saya saat ini dan saya akan gantikan dengan Arief yang berumur 6 tahun: yang masih polos dan tak takut apapun. Ah, saya malu pada anak-anak muda yang dulu sering saya maki-maki ketika desainnya jelek, saya malu pada mereka yang tertunduk di hadapan saya menyetorkan revisi iklannya yang ke-8, set...