Sosoknya yang gagah, tegap dan tak tergoyahkan menyapa saya pagi itu, menjelang perginya sang fajar di Grand Trawas, sebuah Hotel di daerah Trawas, Mojokerto. Betapa dari pintu kamar yang saya buka, terasa magnet yang begitu kuat dan agung, menyeret saya untuk mendekat. Dan saya terpaku: sang gunung seolah ingin menunjukkan kekuatan dan keperkasaannya sambil menyambut sang mentari yang pelan-pelan semburatnya menyapa. Betapa ia seolah membisikkan bahwa saya akan pergi lebih dulu menghadap-Nya, sementara ia akan tetap tinggal sampai mendekati kiamat tiba, Mmmm, kemungkinan memang begitu ceritanya kelak. Seharusnya pagi itu saya duduk manis menikmati kesegaran taman hotel, membaca buka The Science & Miracle-nya Mas Erbe Sentanu sambil menyeduh kopi panas di kamar hotel. Menunggu waktu saya presentasi di acara Public Speaking for CEO yang digelar teman-teman ITS di sini, 08.30. Tapi sang gunung menantang saya dan ia terlalu memprovokosi seolah mengejek: ngapain datang jauh-jauh kalo ...