Mybothsides

Monday, March 5, 2007

Berbuat Iseng Pada Tung Desem

Sekedar iseng aja, setelah gak sengaja liat brosur seminar One Minute Millionaire-nya Tung Desem Waringin. Seminarnya udah lewat, semoga sudah boleh diisengin. Meskpun secara content menarik (what to say-nya kuat) tapi secara komunikasi menurut saya kurang pas (how to say-nya norak). Kebanyakan jenis font, warna gak matching dan lay out teks yang kurang enak dibaca. Seminar bagus selayaknya dijual dengan kemasan yang bagus, meskipun mungkin dengan brosur jadul toh nama Pak Tung akan tetap laku dijual. At least, he has a remarkable brand...

Tapi apa ya puas jika hanya laku seminarnya, next step-nya untuk brand building kan mesti dibuat lebih baik lagi. Mulai dengan hal yang kecil-kecil dulu, misalnya desain brosur ini. Agar terlihat lebih simple, eye catching tanpa mengurangi menariknya teks berderet yang memang jadi power of selling-nya Pak Tung. Font type pake satu jenis aja, lebih fokus di headline, warna disederhanakan tapi kuat karakternya dan lay out teks dibuat sederhana sehingga lebih mudah dibaca. Secara umum, tetep jualan tapi terlihat lebih nice.

Btw, mohon maaf jika tidak berkenan. Saya bermaksud sumbang saran agar lebih baik meskipun awalnya hanya iseng...


Desain Brosur Awal


Desain Brosur Setelah Revisi

3 comments:

Anonymous said...

salam hangat mas,..:)

kalo boleh mau comment soal design brosur tung desem waringin nich,..

memang benar mas, secara design, brosure hasil karya mas memang lebih rapi, sbg seorang designer saya sangat setuju dengan arief.

saya pertama kali melihat pak tung ini dari iklan koran di kompas, bukan dari brosure, dan dia cukup sering iklan disana. pertama kali melihat, rasanya saya juga gatal ingin rasanya mengulik2 agar designnya menjadi lebih baik, tapi kemudian saya juga melihat seminar2 lainnya yang boleh dikatakan didesain dgn baik.

tetapi saya justru melihat karena iklannya pak tung didesain agak berantakan seperti itu, justru dia menjadi lebih menonjol daripada iklan lain yang didesain dengan "baik" karena layoutnya rata2 sama, jadi saya mengurungkan niat untuk usil :)

yang kedua, yang saya tahu pak tung ini hanya membagikan brosure didalam free seminarnya, bukan disebar sembarangan. jadi ilmunya pak tung itu, dia mengadakan seminar gratis dan setelah orang2 kumpul untuk mendengarkan seminarnya lalu dia mulailah "berjualan ria". istilah yang ia sering pakai adalah "berburu di kebon binatang"

kira-kira begitu mas comment dari saya, saya akan sangat senang sekali bila ada tanggapan dari mas arief.


thx
daniel
denmuel@yahoo.com

Anonymous said...

salam hangat mas,..:)

kalo boleh mau comment soal design brosur tung desem waringin nich,..

memang benar mas, secara design, brosure hasil karya mas memang lebih rapi, sbg seorang designer saya sangat setuju dengan arief.

saya pertama kali melihat pak tung ini dari iklan koran di kompas, bukan dari brosure, dan dia cukup sering iklan disana. pertama kali melihat, rasanya saya juga gatal ingin rasanya mengulik2 agar designnya menjadi lebih baik, tapi kemudian saya juga melihat seminar2 lainnya yang boleh dikatakan didesain dgn baik.

tetapi saya justru melihat karena iklannya pak tung didesain agak berantakan seperti itu, justru dia menjadi lebih menonjol daripada iklan lain yang didesain dengan "baik" karena layoutnya rata2 sama, jadi saya mengurungkan niat untuk usil :)

yang kedua, yang saya tahu pak tung ini hanya membagikan brosure didalam free seminarnya, bukan disebar sembarangan. jadi ilmunya pak tung itu, dia mengadakan seminar gratis dan setelah orang2 kumpul untuk mendengarkan seminarnya lalu dia mulailah "berjualan ria". istilah yang ia sering pakai adalah "berburu di kebon binatang"

kira-kira begitu mas comment dari saya, saya akan sangat senang sekali bila ada tanggapan dari mas arief.


thx
daniel
denmuel@yahoo.com

M. Arief Budiman said...

Makasih Mas Daniel, saya sih salut ama cara P Tung berpromosi: dengan desain kayak apapun, saya percaya masih akan laku.

Sekali lagi, ini masalah brand building. Agar image yang dibangun makin solid di setiap elemen-nya. Saya kebetulan koleksi beberapa VCD Pak Tung: backdropnya tulisan ala spanduk biasa. Padahal dicopy jadi VCD mungkin ribuan: desain yang baik akan meningkatkan efektivitas message-nya. Coba dicek Website-nya Mas, masih bisa dibikin lebih unik & menarik menurut saya.

Hmmm, btw.. mungkin saya jadi terasa sok tahu. Mhn maaf, semangat awalnya kan emang mau usil aja? He he he :)