Mybothsides

Tuesday, February 28, 2006

Tuhan Masih Bujangan


Ada yang bilang perjalanan hidup ini seperti roller coaster. Orang-orang tua dulu bilang kayak roda. Kadang naik kadang turun, menikung dan terbalik. Beberapa orang cukup tabah menjalani gejolak putaran hidupnya tanpa banyak mengeluh, sementara yang lain protes berat sama suaminya, tetangganya, rekan kerja, pemerintah atau - jika semua itu tak memuaskannya - ke Tuhan.

Tapi mau tak mau toh hidup ini harus kita jalani, salahnya sendiri mau dilahirkan ke dunia. Kalau takut memikul resiko hidup mending perpanjang aja kontraknya di alam barzah sana. Ini sekaligus warning buat calon-calon bayi: pertimbangkan baik-baik resikonya jika mau daftar jadi calon manusia!

Soal bahwa setelah dijungkirbalikkan sama roller coaster, kepala jadi pusing dan muntah-muntah atau malah tertawa gembira dan pengin naik lagi: itu pilihan.

Dusta terbesar di dunia adalah ketika kita percaya segala sesuatu menyangkut hidup kita ini telah digariskan Tuhan dan kita sekedar menjalani takdir-Nya (kalo mau lengkap kutipannya baca aja di Alkemis yach).

Kita masih mempunyai pilihan, suatu hal yang membuat kita sah disebut manusia. Dengan memiliki pilihan, kita bisa merdeka menentukan nasib. Jangan menggantungkan hidup pada siapapun, apalagi jika kita sedang berada di roller coaster yang melaju kencang.

Ada cerita mengenai seseorang yang sulit dapat jodoh sehingga berdoa sama Tuhan,"Tolong berikan pada saya istri yang cantik, sholehah dan bisa membahagiakan suaminya." Temannya yang barusan bercerai malah tertawa dan bilang,"Kamu ini mau berdoa atau menyindir. Tuhan aja masih bujangan kok dimintai istri!"

Monday, February 27, 2006

Transfer System in Creative World



Saya sedang mencoba merancang usulan sistem transfer staf kreatif antar perusahaan (hope skup-nya bisa nasional dulu) untuk antisipasi kutu loncat dan pindah berombongan. Bukan bermaksud menghalangi itu semua tapi ingin agar perpindahan itu bisa diatur dan antar perusahaan terjalin hubungan harmonis dan tidak saling merugikan.

Sistemnya mengacu di sistem transfer pemain bola atau basket. Jadi saat terjadi perpindahan staf kreatif atau manajer atau jabatan apapun, perusahaan yang mendapatkan sdm tersebut selain menggaji stafnya juga membayar fee yang cukup buat perusahaan asalnya. Dengan fee tersebut perusahaan asal bisa merekrut staf yang baru, mengirimnya ke seminar, pelatihan, workshop, whatever untuk pengembangan kemampuan attitude dan skill-nya.

Yang bakal jadi FIFA-nya buat ngatur itu semua ya asosiasi atawa PPPI di levelnya masing-masing. Kira-kira segitu dulu deh ide dasarnya, saya mohon bantuan pemikiran teman-teman.

Feed Back:

Greg wrote:

Gagasan Inovasi yg buwagus Bunk..!! Apreciate 4 u!


Sistem transfer pemain (baca: karyawan) kreatif di perusahaan periklanan memang sekilas sangat menarik bung, dan mari kita tengok sebentar pola ala sepak bola ini:

  1. Transfer fee untuk klub ditentukan oleh negoisasi kedua pihak dari penawaran yg dibuka oleh pihak I. Jadi disini kita perlu menggolongkan berbagai klub (baca: perusahaan) yang akan mengikuti bursa. Tentunya, pemain yg pernah bermain di klub besar memiliki nilai transfer yg berbeda dengan pemain dari klub kecil atau gurem. Harus ada badan khusus yang menentukan klub tersebut main di Divisi Utama/Premiereship/Seri A dan sebagainya atau main di Divisi I/Seri B/Seri C/ atau seri J70 (itu HP ku SonyJ70 he..he..)
  2. Di sepak bola, para pemain bekerja di bawah PERJANJIAN KONTRAK. Jadi, memang bursa tersebut bisa untuk mendapatkan PEMAIN KONTRAK atau OUTSOURCING (baca buku Proses Bisnis Outsourcing, Dr. Richardus Eko Indrajit), tetapi agak sulit bagi PEMAIN TETAP, karena untuk pemain tetap, selain bermain, dia juga BISA MENJADI manager atau menjalankan rumah tangga klub (kalau di sepakbola, dia pemain sekaligus manajemen klub: MANA BISAAA....!!!)
  3. Setiap klub berusaha mendapatkan pemain yang BAGUS atau MINIMAL SETARA dengan pemain yang sudah dimilikinya. Nah, penilaian ini didasarkan pada KOMPETENSI pemain. Dia ada pada level berapa dalam bidang tersebut. Dalam Manajemen SDM Berbasis Kompetensi, komponen pokoknya adalah Pengetahuan(Knowledge), Perilaku (Attitude), & kemampuan (Skill). Jadi, sebenarnya bukan hanya pemain di bagian kreatif saja, tetapi bisa juga bagian marketing, sdm, atau yg lain ikut bursa (sesuai kompetensinya). Ini mungkin juga bisa digunakan untuk penilaian pemain dan sebagai referensi untuk membantu tim untuk menentukan harga pemain ybs.

(Gregorius bekerja di Humas PLN Menado, dulu Senior AE di Petakumpet)

Ayu wrote:

It means aturan transfer staf itu (kelak) berlaku untuk agency2 yang 'meratifikasi' peraturan itu aja kan? Terus kalo ada staf atau team yang mau pindahan (ditawarin) ke agency yang 'tidak' menjadi anggota asosiasi gimana? Masa staf mau melarikan diri... atau dari awal diikat pake surat perjanjian (ngeri juga ya...)? Tapi sebenernya apa sih yang bikin orang betah atau suka jadi kutu loncat? Kayaknya sih bisa dari pribadi orangnya sendiri, bisa juga dari kondisi perusahaannya. Gitu kaleee...

(Ayu adalah Sekretaris Direktur Pemasaran Harian Kedaulatan Rakyat, dulu AE di Petakumpet)

Fahroni wrote:

Menarik tenan idemu, mas arip. Dulu di Amerika (aku lupa baca dimana), pernah ada usulan semacam ini. Saat itu, ilmu periklanan bener-bener nggak merata. Cuma agency2 gede yang tau gimana caranya bikin iklan yang bener dan bagus. Akhirnya, masing-masing agency gede itu mengklaim bahwa temuan-temuan ilmu baru tentang periklanan diciptakan oleh mereka. Dan itu berlaku sampe sekarang. Ada yang namanya 360nya ogilvy, ada black diamond, fresh ideas-nya petakumpet.. dsb. Intinya sama semua! Nyari ide dengan cara yang out of the box.

Pada saat itulah banyak agency2 kecil yang merasa ditinggalkan oleh industri, karena ternyata lisensi atas temuan ilmu2 baru itu sangat eksklusif. Nggak pernah diajarkan apalagi dipublikasikan untuk umum. Mereka akhirnya membuat usulan baru yang memungkinkan setiap orang staf agency kecil saling share ilmu dengan cara magang resmi. Yakni magang antar perusahaan. Namun, bukan industri periklanan namanya kalo agency2 itu menjadi baik hati dengan membagikan pengetahuan dan tentu saja rahasia dapur mereka. Nggak ada satupun yang rela. Masing-masing malah semakin mati-matian mempertahankan egoismenya. Ini kapitalisme, man! Mungkin begitu teriak mereka. Ya sudah. Konsep itu nggak pernah berlangsung. Sampe sekarang. Yang justru tumbuh subur adalah konglomerasi dan afiliasi antar perusahaan.

Memang, akhirnya ilmu-ilmu langka itu menyebar luas. Tapi hanya untuk perusahaan yang berada dalam satu grup kepemilikan. Dan proses simpan-pinjam karyawan pun menjadi hal biasa diantara anggota grup itu. Sampe sekarang! Kalo temen2 pernah denger yang namanya WPP Group. Pasti nggak heran. Ya nggak Zen? huehehu. WPP adalah perusahaan multi industri asal Inggris, konsentrasi utamanya pada jual beli kapal tanker & eksplorasi minyak, semacam Bakrie Group kalo di Indonesia. Nah WPP itu juga memiliki divisi konglomerasi yang gila-gilaan gedenya. Periklanan! Ya... periklanan. Aneh to?

Nggak juga, karena ternyata Ogilvy, Grey, Wunderman, Asatsu, Dentsu Y&R (beda dengan Dentsu Inc), Landor, John Walter Thomson, Young & Rubicam dan Bates hanyalah sebagian kecil dari ratusan perusahaan iklan yang mereka miliki. Nah, relevansinya dengan konsepnya mas arip. Di WPP, ada aturan yang melarang staf dari perusahaan yang berada dalam grup WPP pindah kerja ke perush WPP lainnya. Kalo mau pindah, harus ada surat persetujuan dari "pengurus" regional mereka. Temenku mengalaminya. Heheh. Kecuali kalo nggak ketahuan. :D

WPP ini juga punya sistem pertukaran pelajar yang memungkinkan stafnya belajar di perush WPP lainnya. Kurang lebih mirip koyo konsepe mas arif, minus transfernya. Tapi yo kuwi, cuma untuk yang tergabung dalam WPP thok dan nggak pernah berlaku di Indonesia. Semoga konsepe mas arip ini nantinya disepakati oleh agency2 disini, paling ora agency lokal lah. Soale kalo multinasional, terlalu banyak hambatan dollar disana.

(Fahroni adalah Art Director di Astana International, dulu Graphic Designer di Petakumpet)

Zaini wrote:

Ck...ck...ck... pinter tenan kowe Ron! rakalap!:) Idenya keren Mas arif...

Tapi....mungkin insight dari kutu loncat berikut ini bisa memperkaya ide itu:) ada benernya kata greg dg segala teorinya (btw: greg, kowe kok adoh tenan to Le....apakah rumput di jawa sudah gak ijo lagi? :D) sistem transfer itu based on contract.

Padahal....periklanan itu paling gak nyaman dengan status kontrak. Dari creative side...kontrak itu penjara, komitmen...padahal selalu ada segudang alasan untuk bikin ngebet pindah, selain tentu saja karena pindah agency adalah cara tercepat meng'kuadrat'kan salary :)

Sementara buat agency...kontrak itu resiko (terutama di bagian kreatif), karena gak ada pemain cadangan di agency:) mending dia jadi kutu loncat drpd nunggu sampe kontrak abis. ini bukan masalah capable gaknya sdm, tapi lbh ke kecocokan: internal maupun eksternal (sdm cocok ama team-nya bukan berarti dia cocok sm klien, soalnya banyak jg kasus orang kreatif yg 'dipecat' sm klien). Btw, dunia perkutuloncatan menurutku adalah original sin-nya dunia periklanan selain lembur :)

(Zaini adalah Art Director di Ogilvy One, dulu General Manager Blank! Magazine)

Arief wrote:

To All Smart Guys ‘n Girls :)

Tenkiu untuk seluruh responnya yang saya serap baik-baik atas ide awal tentang mekanisme transfer staf atau manajer antar perusahaan kreatif. Saya copy semua reply yang masuk, saya jadiin satu file, saya baca berulang-ulang sambil bersyukur bisa berteman dengan manusia-manusia cerdas yang bikin dunia ini jadi tempat yang lebih baik. Saya belum selesai ngumpulin bahannya dari tempat lain, analisanya juga masih setengah-setengah.. Jadibelum bisa kasih comment atas ide yang telah masuk, yang sangat menarik dan inspired!

Tapi ada progress yang saya pengin cerita: Kamis kemarin saya ke Jakarta ikut rapat Steering Committee Kongres PPPI Pusat & Citra Pariwara. Agak lucu sebabnya, karena saya mewakili Mas Eri Kuncoro (Ketua PPPI Jogja) yang kena cacar air. Di forum itu dibahas agenda kongres di Surabaya.

Nah, saya udah sampaikan konsep singkat tentang itu kepada seluruh yang hadir: RTS Masli (Ketua PPPI), Aswan Soendojo (Sekjen PPPI), Yusca Ismail (PerwanalSaatchi ’n Saatchi), Goenadi Sugiharso (LOWE), RickiPesik, Koes Pudjianto (Markatama) Adnan Iskandar dan seluruh ketua Pengda yang hadir. Sambutan mereka sangat baik, very very welcome. (Sangat baik visualnya lho, saya belum tahu bener insight-nya). Saya gak GR bahwa ide itu bakal diterima nanti di kongres, prediksi saya butuh sekitar 5 tahunan untuk sampai diimplementasikan sebagai aturan dalam bisnis periklanan. Paling tidak, ide itu udah didengarkan oleh tokoh-tokoh periklanan Indonesia. That’s enough for the first.

Buat teman-teman, cita-cita saya dengan konsep ini adalah bahwa bukan hanya pengusaha atau perusahaannya aja yang akan untung tapi teman-teman kreatif (atau marketing atau departemen lainnya) juga bakal bisa lebih berkembang, lebih cerah masa depannya, lebih mampu berkiprah di worldwide. Akan indah jika dunia periklanan Indonesia diisi tokoh-tokoh yang setangguh dan sepopuler di dunia olahraga macam Michael Jordan, David Beckham, Robinho,Van Nistelrooy, Arjen Robben, Jose Mourinho, sebut deh siapa lagi.

Orang-orang profesional yang bisa menentukan gajinya sendiri, bahkan sering lebih tinggi ketimbang gaji manajernya. Tentu ada kontraknya (kata Pak Yusca, klausulnya bisa sampai puluhan lembar di perush. multinasional). Tapi kontrak ini wajar karena gajinya juga luar biasa.Sesuatu yang masih belum pas diterapkan di daerah karena salary-nya masih belum segede itu. Klub yang melatihnya pun rela melepas mereka ke klub yang lebih besar karena dapat fee yang cukup untuk mendapatkan gantinya.

In the end, every one’s happy. Isn’t that wonderful? (ini rahasia ya, saya setengah mati pengin agar mereka yang berprestasi di Petakumpet bisa dapat salary +bonus yang gak kalah ama Jakarta, seriously! Sehingga teman-teman yang terlanjur ke Jakarta bisa pindah semua kesini.. kaya raya dan menikmati ketentraman Jogja yang gak bisa digantikan Jakarta.

Sejujurnya, saya agak capek melihat perkembangan periklanan Indonesia yang mediocre. Kemarin saya lihat suasana penjurian Citra Pariwara2005. Entrinya hanya 800an karya, padahal tahun kemarin 1300 entri. Coba bandingkan dengan Pinasthika yang 758 entri (tahun kemarin 450an entri). Saya tidak merasa senang karena jumlah peserta Pinasthika udah makin dekat dengan Citra Pariwara, tapi justru sedih. Citra Pariwara itu wajah kita semua di mata dunia (keluh!)

(Arief adalah orang yang biasanya iseng nulis di blog ini)

-------------------------------------

Notes:

Konsep ini molor lama banget belum sempat saya follow up sejak Agustus 2005 lalu. Saya sedang mau me-refresh lagi dan bergerilya untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan yang tertunda termasuk pemikiran ini. Semoga ada diantara pembaca yang mau bantu, tentu saja demi membangun bisnis kreatif Indonesia yang lebih unggul. Makasih sebelumnya...

Saturday, February 25, 2006

25 Years Later



Look at Bill Gates and Paul Allen, the founders of Microsoft. The pictures tell us - clearly - what happened to them 25 years after. When a journey to reach dream is started, we never know where it brings us to the future. Be prepare...

Mati Muda



Sebuah kutipan lama yang hadir kembali. Yang terbaik adalah tidak pernah dilahirkan. Atau dilahirkan tapi mati muda. Yang paling sengsara adalah mati tua, sakit-sakitan, dan ditinggalkan. Berbahagialah mereka yang mati muda. Mereka yang mati tua, sebaiknya juga berbahagia dengan menyiapkan bekal hari tuanya ketika masih muda. Urip ki mung mampir ngombe. Ya karo nulis blog sithik-sithik...

Si Bandel



Bila situasi menjadi sulit, ketika jalan yang Anda tempuh semuanya terasa mendaki, ketika kesusahan menekan Anda, ketika keuangan menipis dan hutang membengkak. Ingin tersenyum, namun yang terdengar hanyalah keluh kesah.

Berhentilah sejenak, tetapi jangan menyerah!

Hidup ini misteri yang penuh dengan segala tikungan dan belokan, kegagalan datang membayang ketika kita merasa yakin dapat menang. Bagaimanapun, jangan menyerah meskipun hanya dapat melangkah perlahan.

Anda mungkin akan berhasil dengan cara lain.


Anda tidak akan pernah tahu seberapa dekat tujuan akan tercapai, mungkin sudah sangat dekat meskipun tampaknya masih sangat jauh. Karena itu tetaplah berjuang saat menerima benturan yang paling keras, ketika situasi menjadi terlalu sulit diatasi.

Tetaplah tersenyum, dan jangan pernah menyerah!

(Source: Pakde Kumisgede)

Mewadahi Kepahitan

Suatu hari seorang tua bijak didatangi seorang pemuda yang sedang dirundung masalah. Tanpa membuang waktu pemuda itu langsung menceritakan semua masalahnya. Pak tua bijak hanya mendengarkan dgn seksama, lalu ia mengambil segenggam serbuk pahit dan meminta anak muda itu untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya serbuk pahit itu ke dalam gelas, lalu diaduknya perlahan.

"Coba minum ini dan katakan bagaimana rasanya ", ujar pak tua.


"Pahit, pahit sekali ", jawab pemuda itu sambil meludah ke samping.

Pak tua itu tersenyum, lalu mengajak tamunya ini untuk berjalan ke tepi telaga belakang rumahnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan dan akhirnya sampai ke tepi telaga yg tenang itu. Sesampai disana, Pak tua itu kembali menaburkan serbuk pahit ke telaga itu, dan dgn sepotong kayu ia mengaduknya.

"Coba ambil air dari telaga ini dan minumlah."

Saat si pemuda mereguk air itu, Pak tua kembali bertanya lagi,"Bagaimana rasanya ?"

"Segar ", sahut si pemuda.

"Apakah kamu merasakan pahit di dalam air itu ?" tanya pak tua.

"Tidak," sahut pemuda itu.

Pak tua tertawa terbahak-bahak sambil berkata,"Anak muda, dengarkan baik-baik.”

“Pahitnya kehidupan, seperti segenggam serbuk pahit ini, tak lebih tak kurang. Jumlah dan rasa pahitnyapun sama. Tetapi kepahitan yang kita rasakan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Jadi saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu yang dapat kamu lakukan, lapangkanlah dadamu menerima semuanya itu, luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu."

“Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi jangan jadikan hatimu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu menampung setiap kepahitan itu, dan merubahnya menjadi kesegaran."


(Source: dari milis marketing)

Wednesday, February 22, 2006

From Hero to Zero



Finally I feel so excited. Refresh! Refresh! Refresh!

Pameran Non Budgetter



Selamat menikmati ide-ide aneh sambil merasa beruntung di dunia ini masih tersedia banyak orang gila. Tanpa harus kemana-mana, tanpa takut nggak dapet bis atau khawatir dicopet di jalan. Stay where you are and be a part of these wildness!

Peserta pameran:

Apa yang harus kulakukan untuk mewarnai hari ini selain urusan lay out, bitmap, vector, revisi, brainstorm, atau pun deadline?
what can i do? // agung / art director
http://adityagung.blogspot.com

Walaupun nenek itu hemat energi, namun tetap tua. Dan, dengan ketuaannya itu dia menjalankan emotional marketing, hingga mampu menggerakkan hati saya untuk berbelanja kepadanya.
salt n pepper // apep / marketing
http://aapep.blogspot.com

Saya kok punya feeling bakal hidup sampai 21 Maret 2042. What do you think?
mybothsides // arief / managing director
http://mybothsides.blogspot.com

Untung iklan McCann Erickson ini ga pake fotonya Nabi Muhammad, coba klo sampe pake...bisa dibayangkan apa reaksi yang akan terjadi di dunia ini...
hello? // dedy / rokkin visualizer
http://thededi.blogspot.com

Ny. Lis akhirnya meninggal (i`m sorry to hear that) karena flu burung, padahal Ny. jelas-jelas tertera di depan namanya, Ny kan artinya korban gak punya burung... kok bisa terjangkit.
nggakpentingmagz // erwan / copywriter
http://erwanjaya.blogspot.com

Yang tidak membuat kita hancur, akan membuat kita lebih kuat.
...dezign for better life! // eko / creative head
http://ecodezign.blogspot.com

Turun dr balon udara bersamaku adalah 666 seorang Assasin dr Batavia, beberapa hari kemudian muncul juga Corleo seorang Hitman dr Jiran.
ninja action // eri // board of commission
http://debrutz.blogspot.com

Ingin berkunjung ke surga untuk menemui the old man......
topeng on brownies // dian / account executive
http://browniestone.blogspot.com

Beruntung bagi Soekarno memerintah Indonesia jaman dulu. mungkin dia bakal kram otak kalo hidup di jaman sekarang...
republik indranesia // indra / graphic designer
http://indratewe.blogspot.com

Udah jelas berita ini kayak nemuin duit segepok dalam saku celana di cucian..
GameMe Hardly // danan / graphic designer
http://danans.blogspot.com

Ini hari perayaan seminggu bangun pagi terus!
Inside Me // gema / graphic designer
http://gema-yugi.blogspot.com

This blog exhibition is supported by: Petakumpet Blogger.com

Tuesday, February 21, 2006

'Penjual' Tender

Anda yang belum pernah berhubungan dengan instansi pemerintah dan merasa kalo bisnis bisa dilaksanakan hitam putih, saya beritahu: siap-siaplah kecewa. Anda yang berharap reformasi akan membongkar struktur korupsi dan suap menyuap: sebaiknya mulai memanjangkan usus alias menyiapkan kesabaran super ekstra.

Bukan hanya pentolan departemen yang korup. Bukan hanya direktur dan pimpinan proyek yang korup. Bahkan staf yang tugasnya fotocopy dan bikin surat, satpam sampai tukang sapu - ini serius - bagai orang lapar yang butuh suapan. Dan celakanya: nggak pernah merasa kenyang.

Tolong sebutkan mana instansi pemerintah yang sudah dicap bersih, saya akan tunjukkan sekelompok orang yang sibuk nyari proyek ketimbang menjadi pelayan masyarakat. Nggak perlu repot-repot cek dokumen tender atau laporan keuangan, mainlah ke kantin, parkiran atau tempat orang-orang berkumpul dan dengarkan obrolan mereka: semua bicara proyek, orang dalam, uang mundur, ponakannya direktur, titipannya pak menteri..

Saya bukan orang yang sok suci, tapi sungguh miris melihat kenyataan yang begitu mengerikan. Saya malu sama Soe Hok Gie yang mati di puncak gunung.. Saya melihat gunung korupsi dan penyelewengan sehabis sholat di musholla sebuah depertemen yang 'dianggap' mewakili legalitas Tuhan sambil mendengarkan pegawai golongan rendahan meributkan proyek sambil matanya berbinar-binar dan liurnya menetes-netes.. Bagian gue mana? Elo menang kemarin ngasih pak anu berapa? Eh monyet, ini tender mau elo jual berapa?

Saturday, February 18, 2006

Apa yang Disukai Dari Sebuah Blog?

- Isi Tulisan, Materinya 42,86%
- Tata Letak, Artistiknya
19,06%
- Fiturnya (Multimedia, Download, etc)
19,05%
- Warnanya
14,28%
- Kepopulerannya (banyak pengunjungnya, dll)
4,76%

(Source: www.blogawards2006.com)

Friday, February 17, 2006

Tribute to Hasnan Habib

Entah kenapa saya merasa kehilangan ketika ada sms masuk semalam jam 22.46 dari Mas Irfan Ramli (Sekjen PPPI Pusat) yang mengabarkan wafatnya Bp. Hasnan Habib. Bukan karena beliau adalah ayah dari bang Narga Habib (Ketua PPPI Pusat), bukan. Saya udah lebih dulu tahu Pak Hasnan, sebelum kenal Bang Narga. Jika dibanding gaya bicaranya Bang Narga ketika di seminar, gaya Pak Hasnan lebih menarik buat saya. Soul-nya dapet banget. Maaf bang Narga, saya jujur lho...

Arief muda (waktu itu sekitar kelas satu SMA) begitu terpesona oleh analisis Pak Hasnan tentang perang teluk (Irak vs Amerika) di TPI sekitar tahun 1991. Very smart, sangat bersemangat, dan yakin betul dengan ilmu strategi perang yang dimilikinya. Saya selalu terbawa untuk mengikuti analisisnya, sehingga beberapa kali telat sekolah (acara itu ditayangkan sekitar jam setengah tujuh pagi).

Now he's gone. Dan saya belum pernah ketemu langsung, kecuali dengan anaknya. Banyak yang membekas di hati saya, terutama semangat heroiknya. Selamat jalan Pak Hasnan, semoga Tuhan menyambut Bapak dengan limpahan kasih sayang-Nya yang kekal.. Amien :)

Thursday, February 16, 2006

Beriklan di Masa Krisis Sangat Menguntungkan

Menggali sumur ada baiknya di saat musim kemarau,
dan bukan di musim penghujan
- pepatah lama -

Memasuki tahun 2006, data IMF mengatakan: tingginya harga minyak akan berdampak buruk pada putaran roda perekonomian di Asia Tenggara. Lonjakan harga ini memicu tingkat inflasi yang pada gilirannya akan mendorong naiknya suku bunga. Bunga yang tinggi akan menekan permintaan barang. Barang dan jasapun menjadi makin mahal.

Penyediaan lapangan kerja akan tersendat dan hanya akan menyerap sekitar 10% dari total tenaga kerja yang tersedia, sehingga akan muncul pengangguran puluhan juta orang. Rupiah masih akan labil di tengah menguatnya dollar. Bisnis properti makin suram. Jual beli mobil makin lesu. Belum lagi rencana down sizing dan lay off ribuan karyawan terutama di industri padat karya, seperti tekstil, sepatu, pabrik, dsb.

Belum lagi jika kita kaitkan dengan rencana kenaikan TDL (Tarif Dasar Listrik), maka lengkap sudah beban dunia bisnis Indonesia.

Dengan melihat beberapa kenyataan di atas, maka secara umum akan terjadi juga pengurangan budget untuk marketing atau promosi secara drastis. Kenapa? Dalam pemahaman para pemimpin perusahaan, promosi itu biaya alias pemborosan anggaran. Sebelum hal-hal lainnya dihemat, anggaran promosi pasti dipangkas lebih dahulu.

Melihat Dari Sudut Pandang Berbeda

Tapi saya punya masukan yang mungkin terdengar ’aneh’ bagi Anda. Saran saya: naikkan anggaran promosi Anda. Setidaknya jangan mengurangi anggaran promosi. Atau jika terpaksa dikurangi, cari jalan keluar agar Anda tetap bisa promosi dengan efektif.

Kenapa? Bukankah keputusan terus beriklan itu hanya akan menguntungkan agency?

Mari menggunakan logika. Jika ekonomi sedang bagus, maka banyak perusahaan akan berpromosi karena mereka sedang untung. Artinya jika Anda mengeluarkan dana promosi 1 milyar, dan beberapa kompetitor Anda mengeluarkan 1 milyar juga maka pesan Anda harus bertarung terlebih dahulu dengan kompetitor Anda sebelum bisa mempengaruhi konsumen. Efektivitas iklannya akan berkurang karena ada begitu banyak pesan di benak konsumen. Tapi jika ekonomi memburuk, maka banyak perusahaan akan menghentikan promosinya karena budgetnya terbatas. Jika Anda tetap mengeluarkan dana promosi 1 milyar, sementara kompetitor Anda tidak berpromosi maka pesan Anda akan jauh lebih efektif mempengaruhi konsumen.

Keuntungan lainnya, brand Anda akan tetap terpelihara di masa krisis sementara banyak brand lain tiarap tanpa aktivitas sehingga lama-lama akan lenyap ditelan waktu. Ketika krisis ini mulai membaik, maka Anda telah memiliki brand yang jauh lebih kuat dan lebih terpercaya di mata konsumen sementara brand kompetitor Anda telah sangat jauh berkurang jumlahnya. Ini menjadi investasi yang sangat tinggi nilainya, ketimbang budget yang mesti Anda keluarkan di saat krisis.

Anda tidak percaya? Berikut saya tunjukkan beberapa buktinya:

2006, Permintaaan Handset Nokia Kian Kuat
(detiknet, Selasa , 11/10/2005 16:44 WIB)

Permintaan yang kuat akan ponsel Nokia dikabarkan akan terus berlanjut hingga tahun depan. Padahal pasar memperkirakan permintaan ponsel (secara umum) menurun. "Kami memang sedang beruntung di pertumbuhan pasar yang sehat ini," papar Jorma Ollila, Kepala Grup Ponsel terbesar di dunia. Rupanya komentar Ollila itu malah membuat saham-saham Nokia melonjak. Saham mereka pun naik 1,5 persen pada 13,97 euro (1 euro = Rp 12.264, sumber: detik.com). dan mengungguli indeks yang ada di DJ Stoxx European Technology.

Citra Merek Sampoerna Tetap Dijaga
(Kompas, Sabtu, 3 September 2005)

PT. Philip Morris akan tetap mempertahankan merek produk rokok HM Sampoerna yang sudah ada karena memang memiliki citra khusus, yaitu citra rokok keretek yang sudah memiliki konsumen dan aroma tersendiri. Philip Morris tak akan memasukkan namanya di kemasan rokok Sampoerna. Demikian yang dikemukakan Presiden Direktur HM Sampoerna Martin King, mewakili investor dari perusahaan multinasional yang masuk dan menanamkan modal 5 miliar dollar AS (setara Rp 45 triliun saat transaksi) di Jakarta Rabu (31/8). ”Citra merek Sampoerna dengan berbagai produknya sudah sangat baik. Kami masuk ke sini itu membeli citra merek yang bagus, manajemen dan sistem kerja yang bagus. Ibaratnya ini kami beli harta karun. Kami tidak akan membuang harta karun ini dan menggantinya begitu saja dengan yang baru, yang tak dikenal oleh konsumen. Kami justru akan membuatnya semakin bernilai,” katanya.

Nah, bukti-bukti di atas saya harap bisa membuka mata kita semua tentang pentingnya memahami kekuatan merk dalam membangun bisnis untuk jangka waktu yang panjang. Nokia dan Sampoerna adalah contoh keberhasilan merk, yang sekali lagi berbentuk intangible assets. Tidak semua orang bisa melihat ini, tapi Anda yang melihatnya dan mengimplementasikannya dalam bisnis akan mendapatkan keuntungan yang luar biasa.

Dengan keberhasilan merk tersebut siapa yang untung? Perusahaan Anda juga kan? Tentu saja wajar jika perusahaan Anda mendapatkan keuntungan, agency yang men-support Andapun akan mendapatkan bagiannya. Itulah mekanisme win-win solution yang akan membangun bisnis Indonesia dengan positif.

Menjalankan kampanye promosi di masa sulit seperti menggali sumur di musim kemarau. Mencari tempatnya lebih sulit dan butuh menggali lebih dalam untuk mendapatkan sumber air. Tapi jika berhasil, sumur seperti ini akan tetap berair jika kemarau tiba di musim-musim mendatang sementara sumur yang lain mengering. Apalagi jika musim penghujan tiba.

Berhentilah berfikir negatif, dalam setiap krisis selalu ada peluang jika pikiran kita positif dan selalu terbuka terhadap ide-ide baru. Saya percaya rejeki tidak akan berkurang di masa krisis maupun ketika gemah ripah loh jinawi. Hanya pindah tempat. Cara kita mencarinya yang harus disesuaikan dengan konteksnya.

Anda ingin bisnis yang terus untung bahkan di masa sulit?


Berinvestasilah di merk Anda, berkomunikasilah secara intens dengan customer Anda, berpromosilah dengan efektif dan kontinyu. Jika kemarin belum dimulai, maka sekarang adalah saat terbaik.

Mengurangi pengeluaran itu perlu, bahkan mungkin harus. Tapi tolong pertimbangkan dan jangan asal pangkas anggaran. Semoga bisnis Anda bisa melewati krisis ini dengan baik dan menyongsong masa panen kelak ketika keuntungan melimpah tak perlu lagi Anda kejar-kejar, tapi berebutan mendatangi Anda.

Wednesday, February 15, 2006

Nocturno

Entah kenapa ada yang terasa aneh malam ini. Rasanya sepi sekali di sekelilingku, juga di dalam hatiku. Tak biasanya begini, sepertinya sesuatu sedang terjadi tapi tak kutahu apa. Perasaan yang sama pernah kurasakan sekitar tiga tahun yang lalu. Entah kapan persisnya. Rasanya kosong, sebuah keindahan yang aneh dan sayu. Sejujurnya, kesedihan yang menusuk tanpa sebab yang jelas, tak ada luka menganga.. Hanya kosong. Dan waktu pelan-pelan membeku...

Kuis Porno



Ini tes IQ buat para anggota DPR yang sedang polemik soal UU Anti Pornografi dan Porno Aksi: lukisan ini termasuk kategori porno ndak? Kalo belum bisa jawab, ya mungkin emang belum pantes dibikin undang-undangnya. Atau emang bapak-ibu wakil rakyat itu belum nyampe ilmunya. Apalagi kalo masih sok tersinggung jika dkritik rakyat begini. He he he...

(Source: Reclining Nude in the PaddockChris WakeAustralian Contemporary Artist - Paintings)

Sunday, February 12, 2006

Tuhan Menguji Mourinho

Siapa bilang hanya kita - manusia normal - yang diuji Tuhan dengan banyak kegagalan? Pada saat bersamaan, Manchester United mengalahkan Porstmouth 3-1 ketika Chelsea dipermalukan Middlesborough 0-3. Hati kecil saya senang karena MU menang sehingga bisa mepet ke tangga teratas, tapi sebagian lagi sedih: ternyata timnya Mourinho bisa antiklimaks begitu.

Tak ada kesuksesan yang gratis di dunia ini, setiap orang yang menginginkannya harus berjuang untuk itu. Tak peduli siapakah Anda: Tuhan akan mengujinya tanpa pandang bulu. Bahkan seorang Nabi sekalipun masih harus diuji. Juga umatnya. Tolong perhatikan kasus karikatur Nabi Muhammad di media massa Denmark: itu juga ujian apakah kaum muslimin dewasa menyikapi pelecehan Rasul yang dijunjung dan dianutnya. Orang Denmark tahu apa soal Nabi Muhammad kecuali bahwa mereka hanya bodoh dan tak paham etika beragama? Mbok sekalian bikin karikatur Tuhan biar lebih kontraversial, kok nanggung.

Balik ke soal Chelsea yang akhirnya harus belajar lagi main bola, kita semua mestinya siap ketika dunia suatu ketika menunjukkan realitasnya yang kejam pada kita. Ketika hal buruk menimpa kita, satu hal yang terpenting adalah jangan sampai kehilangan harapan. Dan bangkit dengan sisa keyakinan untuk membangun kesuksesan di atas puing-puing.

Tapi menurut saya kok, Tuhan sedang bercanda saja akhir-akhir ini. Mungkin agar permainan hidup di dunia ini jadi lebih menarik. Dan tidak membosankan. Let's flashback: lagi sibuk urusan nuklir Iran, ada selingan karikatur Nabi. Lagi ribut mau terbit Playboy Indonesia, muncul RUU Anti Pornografi. Saya sedang nyari bukunya Mourinho 'Made in Portugal' buat belajar, eh Chelsea malah kalah.

Ada-ada saja Tuhan kita ini...

From Future to Present



Mohon pengertian buat para pembaca yang saya cintai, beberapa tulisan di blog ini berasal dari masa depan. Sangat wajar jika ada beberapa tulisan yang - jika dibaca saat ini ketika waktunya belum tiba - akan terkesan arogan, sok tahu, sok prediksi atau malah terlihat sembrono.

Seperti pernah ditulis Bill Gates, jika prediksi saya menjadi kenyataan maka orang-orang akan menganggap saya jenius. Jika tidak, saya akan ditertawakan. I take that risks. Saya berhak membuat skenario buat hidup saya sendiri, di masa sekarang maupun di masa mendatang. Andapun berhak.

Sekali lagi, harap tulisan saya ini jangan disalahpahami dan disalahartikan. Keep your mind open. Always open. Anda percaya keajaiban? Semoga Anda bisa menemukannya disini, tentu saja jika Anda beruntung.

Friday, February 10, 2006

Good is Not Enough Launching



Yogyakarta, February 10, 2006, 07.00 pm – Petakumpet, a creative company based on Gedongkiwo Yogyakarta is launching a new corporate and brand identity that will include a reworked company logo, titled Good is Not Enough.

"This tagline 'Good is Not Enough' means that every person of this company should not get satisfied with our past or present achievements. It's not enough just being the good, while others working hard of being the great. Everybody should love challenges to be better, not to hide from them," said M. Arief Budiman, Petakumpet's Managing Director at kick off speech.

The company drops the eye from it's previous logo, change typeface and bring it together with the new face: a compact modification of frutiger bold with a hiding shape of orange 'e' and leaf on it. Combination colour of black dan familiar orange represents new spirit to create more fresh ideas in fast growing company and being tough in the harder competition to achieve greatness. The new logo was created by Eko Eddi Sucipto (Creative Head), the winner of internal new logo competition. Eko becomes the first designer from 2nd generation after the previous logos created by Petakumpet's founders: Radetyo Sindhu Utomo (President Director) and M. Arief Budiman (Managing Director) and Petakumpet’s community at their first studio at Pakuncen Yogyakarta, 1995.

Board of Directors and Board of Commisions are joining all staffs of Petakumpet on ceremony at headquarter since evening before the show 'till the party ends at 10.00 pm with praying leads by M. Bagoes Priambada (Business Development Director).

In a move that's credited with raising public awareness of the new logo, Petakumpet also launched an aggressive marketing action that use the power of low budget campaign including above and below the line.

For further information about the new corporate and brand identity, please visit www.petakumpetworld.com


10 Des 2007: The Chosen

Ini saat yang paling menentukan, ketika harus mencari seseorang untuk melanjutkan proses ini. Mempercayakan tongkat estafet kepemimpinan ke tangan yang paling tepat: orang yang lebih cerdas, lebih bersemangat, bahkan lebih mampu ketimbang saya sendiri. Dua tahun menjalankan fungsi Managing Director memberi pelajaran banyak pada saya. Sebuah tanggung jawab yang tidak mudah.

Dan saat ini saya harus menentukan pilihan dari beberapa kandidat yang - sejujurnya - semuanya masuk kualifikasi baik. Tapi kita memang hanya membutuhkan yang terbaik. Meskipun masih berada di posisi puncak, saya akan sedikit bergeser ke belakang menjadi semacam Supervisor. Mempersilakan calon pemimpin baru untuk menunjukkan kemampuannya. Meng-empower sambil mengawasinya dengan hati-hati.

Kali ini saya dan direksi tidak boleh salah, sedikitpun. Masa depan Petakumpet - sekali lagi - sedang dipertaruhkan.

Teaser Ad. Bikin Boros Pulsa



Ahhh, salah saya sendiri bikin teaser beginian. jadi malah repot balesin puluhan sms nanyain mana logo barunya Petakumpet. Sekarangpun belum boleh kasih tau logonya, masih secret. Nasib saya mesti relain puluhan sms lagi buat minta temen-temen sabar. Nanti kalo waktunya tiba, pasti diumumin ke seantero dunia. Tinggal nanti malam kok launching-nya. Sabar ya, sabaaaaarrrrr....

Sunday, February 5, 2006

Kalah Kok Sangar

Dari dulu saya benci arak-arakan massa yang memekakkan telinga. Utamanya saat pemilu. Juga sore ini. Ratusan motor dengan knalpot blombongan (entah bahasa teknisnya apa), meraung-raung sambil pengemudinya mbleyer gasnya (bahasa yang aneh) dan yang bonceng mengibarkan bendera PSIM besar-besar. Semangat sekali di tengah hujan gerimis, sekaligus kurang ajar dan mengganggu jalanan, menerobos lampu merah, menakuti pemakai jalan lain.

Waktu iseng kutanya,"Emangnya menang berapa Mas kok meriah banget?"

Salah satu supporternya (yang sedang istirahat makan bakso) bilang,"Kalah kok Mas, 2-0."

Lengkap sudah keheranan saya. Lha wong cuma lawan Persib (kesebelasan yang selalu kalah aja) PSIM masih gak bisa menang. Tapi gaya pendukungnya di jalan udah kayak Juara Liga aja. Duuh, mbok ngaca Mas... Ngaca! Udah sangar, kalah. Udah kalah masih sok sangar...

Jobs-pun Jual Pixar-nya


Entah apa yang ada di otak Steve Jobs ketika menjual Pixar ke Disney. Mungkin sama dengan yang ada di otak Putera Sampoerna. Dua-duanya saya tidak bisa pahami sampai detik ini. Tapi pasti bukan karena mereka berdua bodoh lantaran menjual mesin pengumpul uangnya. Pastilah karena saya yang bodoh tak bisa mengeja rencana mereka untuk menangkap masa depan.

Tapi berbeda dengan Sampoerna, Jobs masih berada di dalamnya sebagai pemegang saham terbesar Disney. Entahlah, ini bisnis tingkat tinggi. Otak saya belum nyampe ke sana. Tapi saya tahu suatu hari nanti saya akan pahami itu: bagaimanapun caranya. Mungkin dengan bertanya langsung pada orangnya. Siapa tahu?

(image dari www.time.com)

Real Ad Makes Me Cry