Skip to main content

Posts

Yang Terindah

Tak ada keindahan yang akan tertangkap oleh mata dan terdengar oleh telinga jika kita membutakan dan menulikan hati. Mencintai keindahan dimulai dengan keikhlasan untuk menerima ketidaksempurnaan, mensyukurinya sehingga terbitlah cahaya dari hal-hal biasa - yang dengan ijin-Nya - menjadi luar biasa.  Yang terindah di alam semesta takkan tertangkap oleh panca indera, yang terindah di alam semesta tak butuh panca indera, yang terindah di alam semesta tak membutuhkan syarat-syarat duniawi. Keindahan tak dimulai dari luar diri kita, keindahan sejati sudah hadir dari dalam diri sejak kita nongol di bumi, dari hati yang tak pernah terlepas dari-Nya.

Ayo Ikut IGDA 2010

Info selengkapnya tentang Indonesia Graphic Design Award silakan kunjungi: http://www.igda.web.id/

Menjemput Rejeki di Ananda Bookshop

Pekerjaan sesungguhnya seorang penulis dimulai setelah bukunya diterbitkan, bukan - seperti yang dipahami dan dipraktekkan sebagian penulis - sebelum diterbitkan. Jika dimasukkan dalam bahasa periklanan, content (isi buku) itu WHAT TO SAY, cara mengkomunikasikan setelah buku itu beredar di pasaran disebut HOW TO SAY. WTS bisa bagus luar biasa tapi jika HTS-nya tidak direncanakan dan dieksekusi dengan baik: buku itu bisa merana di pojokan display toko, bersahabat dengan laba-laba merah. Rugilah semua pihak karena bukunya tak laku: penulisnya, penerbitnya, toko bukunya, calon pembacanya. Padahal isi buku itu bagus tapi tidak dipromosikan dengan baik, tidak diketahui orang, sehingga dilirikpun belum. Penulis yang baik tidak berhenti bekerja setelah tulisannya selesai. Ia hanya nambah job desc: jadi cheerleader, jadi provokator, jadi pembicara dadakan, jadi tukang pos untuk anterin buku pesanan, jadi apapun yang diperlukan: agar buku yang susah payah ditulisnya dengan...

Ikon Ekonomi Gatra 2009

Terima kasih untuk keluarga besar Petakumpet di Jogja & Jakarta, sejujurnya bukan saya yang pantas nampang di sini karena kerja keras teman-teman semua lah yang membuat Gatra memilih Petakumpet sebagai salah satu Ikon Ekonomi 2009. Sedikit catatan koreksi untuk client's lists Petakumpet: di artikel Gatra tertulis PT. Lokaniaga Adipermata (Djarum Super, LA Lights, Djarum 76, Djarum Coklat, Djarum Black, Inspiro, Senior).  Lokaniaga Adipermata dulu adalah klien kami untuk pengerjaan promo BTL wilayah Jogja & Jawa Tengah pada 2000-2006. Sejak 2008, untuk produk cigarette kami hanya mengerjakan promosi untuk PT. Gudang Garam Tbk. (Gudang Garam Korporat, Gudang Garam Merah, Gudang Garam Djaja) untuk wilayah nasional. Terima kasih banget untuk Mas Arief Koes yang telah meliput dan Mas Ardy atas kerja keras saat sesi pemotretan di dalam toilet, di kantor Jakarta, di depan Mall Ambassador Mega Kuningan (yang terakhir yang terpilih).  Mas Eri Kuncoro un...

Mengantar Gus Dur Pulang

Selamat jalan, Gus.  Bukan asisten atau paspamres yang mengawalmu lagi, tapi ribuan malaikat Allah yang takjub atas kebesaran jiwamu. Banyak pelajaran yang telah kau bagikan saat hidupmu bersama kami, makin banyak gagasan dan pelajaran yang kau wariskan setelah kau pergi. Beristirahatlah dengan tenang setelah mewakafkan ... seluruh pikiran, waktu dan seluruh umurmu bagi negeri ini, negeri yang tak kunjung dewasa menyikapi perbedaan, negeri yang tak kunjung sadar bahwa perbedaan adalah rahmat bukan alasan pertikaian. Dari yang saya rasakan beberapa hari terakhir, Malaikat Izrail 'seolah' membocorkan rahasia-Nya sehingga Gus Dur tahu  bahwa waktunya telah dekat. Sekitar dua minggu sebelum wafat, Gus Dur telah membaca tanda-tanda itu dan mengikuti kata hatinya. Maka diapun pulang ke Jombang untuk berziarah ke makam beberapa kyai besar. Saat balik dari Jombang ke Surabaya, sesampainya di Mojokerto ia minta balik lagi ke Jombang karena merasa wajib lapor dulu ke Kakeknya Ha...

Jalan yang Lebih Baik, Bukan yang Lebih Mudah (Bagian 1)

Datang sebuah kabar kepada saya: Mas, pengumuman CPNS-nya udah keluar. Aku gak diterima. Teman-temanku yang diterima ada 6 orang padahal formasinya waktu awal diumumkan hanya 4 orang. Dan mereka memang memenuhi 'syarat-syarat'nya. Bayar Rp 70 - 100 juta/orang. Gimana ya Mas? Mengapa untuk jadi pegawai negeri syaratnya bukan lebih pinter, lebih capable tapi malah berdasar uang semata? Datang lagi kabar yang lain dari sohib saya: Eh, Si A kemana aja ya Rief? Kok lama gak terdengar kabarnya. Facebooknya gak aktif.  Saya coba maen ke facebook -nya, temen saya itu jadi member 'gerakan tuntut klarifikasi pencairan dana ustad lihan'. Saya belum berhasil kontak, tapi sepertinya dia juga ikut menitipkan sejumlah uang ke Ustadz Lihan - entah berapa puluh atau ratus juta - untuk investasi dan belum jelas bagaimana memintanya kembali.  Dua kabar ini membuat saya merenung.  Yang pertama, sebulan sebelum CPNS, saya sudah menyarankan sobat saya ini untuk tidak membayar Rp 70 jt y...

Soe Hok-gie di Grand Indonesia

Disinilah saya, menjelang tengah hari di cafe Gramedia lantai 3 Grand Indonesia dengan secangkir coffee latte dan sebuah buku yang baru saja saya beli: Soe Hok-gie... Sekali lagi , dengan editor Rudy Badil dan teman-teman Gie yang lain. Di seberang jalan, di pinggiran bundara HI nampak tiga puluhan orang sedang demo dengan topik yang tidak begitu jelas, kemungkinan tentang revisi peraturan pemerintah. Spanduk-spanduk dibentangkan asal-asalan tanpa semangat, beberapa orang berdasi orasi dengan memekik-mekik sementara peserta demo melihat dengan tatapan mata kosong menyiratkan ketidakmengertian. Tahulah saya - sebagai mantan demonstran amatir - dari gerak-gerik dan antusiasme-nya yang palsu dan menyedihkan, sebagian peserta adalah pendemo bayaran. Dari seorang ojek yang kebetulan melintas - sebelum saya masuk Grand Indonesia - saya ketahui bahwa tarif pendemo bervariasi, antara 35 rb sampai 50 rb tergantung atas suruhan siapa. Si ojek kemarin ikut demo kasus Century di dekat Ista...