Skip to main content

Posts

Twice Upon a Time

Mmmm... kayaknya pernah kenal deh..

Presiden Sadar Merek

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta kepada pengrajin untuk mengembangkan merek. Hal ini penting agar produk tersebut memiliki daya saing di pasar internasional. "Kebiasaan menunggu pemesanan secara perlahan harus diubah dengan mengembangkan merek. Mari kita ubah cara berpikir kita," kata SBY saat membuka pameran Inacraf 2006 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Rabu (19/4/2006). Dalam pandangan SBY, penggunaan merek merupakan kunci dan strategi dalam bersaing di pasar. Ia mengakui tidak mudah membangun merek. "Tapi itu untuk inventasi masa depan, maka kita harus berani membangun merek dagang," katanya. (source: www.detik.com )

Once Upon A Time

Mmmm... kayaknya pernah kenal deh..

Di Pintu-Mu Aku Mengetuk

Dalam hidup saya yang sementara ini, saya hampir tidak bisa menghitung berapa banyak orang yang telah tersinggung karena ucapan maupun tindakan saya. Pasti buuanyak sekali. Beberapa mungkin saya sengaja, karena saya merasa perlu mengungkapkan sebuah 'kebenaran' (atau paling tidak yang saya yakini benar). Beberapa tidak sengaja, meskipun lalu saya sadari belakangan. Dan banyak yang lain, sebenernya karena mereka merasa menjadi korban kata-kata dan tindakan saya (meskipun sesungguhnya saya tidak mengarah ke sana). Dari mereka, saya juga mendapat balasan: beberapa langsung menyerang balik dan kadang lebih kejam pembalasannya. Beberapa hanya diam termenung atau menangis. Beberapa yang lain menyimpan sakit hatinya diam-diam, tidak mau mengklarifikasi 'kesalahan' saya namun memilih menyakiti dirinya sendiri dengan memasang stempel jahat pada diri saya. Untuk semua itu, biasanya saya punya alasan yang kuat ketika saya melakukan sesuatu. Saya masih percaya sebenarnya niat saya ...

Takhayul Playboy

Kenapa majalah Plaboy edisi Indonesia didemo mati-matian sementara yang lain seolah didiemin? It's a power of brand. Playboy sudah diakui sebagai ikon majalah porno. Seperti Indonesia diakui sebagai ikon negara koruptor. Jadi biar tampil bagaimanapun, cap itu akan melekat apapun yang coba ditampilkannya. Jika Playboy menggunakan bahasa Arab dan modelnya berjilbab semua, nama Playboy-nya sendiri tidak akan tertolong. Itulah kekuatan sebuah brand, bisa sangat positif bisa juga sangat negatif. FPI dkk sekarang sedang mendemo sebuah brand , bukan content . Jadi akan terjawab pertanyaan: kenapa FHM, Male Emporium, Popular, dsb. tidak didemo sehebat itu? Tentu saja karena brand mereka belum jadi ikon, meskipun dari content mungkin lebih dahsyat. Dalam terminologi yang sederhana, brand itu sebuah takhayul: image yang dibikin, dikomunikasikan berulang-ulang sampai nancep di otak dan banyak orang percaya. Jadi sebenernya FPI itu sedang mendemo takhayul, mereka juga korban atas kekuatan br...

Kagak Islami Gitu Loohh

Jumat kemarin di sebuah mesjid di Gayam dekat Geronimo FM, ada sebuah khotbah menarik yang isinya tentang penyebab krisis ekonomi Indonesia yang oleh sang khotib disebut karena sistem kapitalisme. Jadi kalo mau bener, mesti pake sistem ekonomi Islam. Khotbahnya berapi-api, sangat bersemangat sekali. Bahkan pada suatu kesempatan khotib berkata,"Berani taruhan bahwa sistem ekonomi Islam akan jauuuh lebih baik dan bisa mengatasi krisis ketimbang kapitalisme." Anda melihat ada yang aneh dari pernyataan itu? Saya yang Islam sejak lahir saja terkejut, masa' di mimbar mesjid saat Ibadah Jumat seorang khotib ngajak taruhan? He he he.. mungkin keselip lidah, tapi kok kebangetan. Gimana ekonomi Islam bisa mendapat kepercayaan, kalo baru gagasan aja udah ngajak taruhan. Kagak Islami gitu loooh...

Smile Up

When a toughest day come, don't run. Don't hide. It's very hard to face it, but facing a danger with eyes open is better than closing them. God always play His game like that, before bright destiny comes He will give the darkest first. No matter what, live continuous...