Mybothsides

Friday, January 5, 2007

Sebuah Hari yang Biasa



Tak ada yang perlu diistimewakan hari ini. Dirimu yang bilang begitu. Tak ada kue tart dengan lilin di atasnya, tak ada candle light dinner. Tak ada jalan-jalan ke tempat romantis. Tak ada puisi. Tak ada yang berlebihan.

Hanya sempet telpon tengah malam dan kirim sms. Dan sedikit hadiah kecil (yang ini tentu rahasia). Besoknya mau breakfast di sop Cak Nur-pun tutup. Dirimu malah memilih dinner di angkringan, duduk di tikar dan lahap menyantap nasi kucing diterangi sorot lampu jalan. Dan kita bicara, bercanda, tertawa. Mentertawakan nasib tepatnya.

Saat menjelang tidur menutup hari itu: dari dalam hatiku terbit cahaya. Inilah hari terindah itu, ketika kita tak perlu lagi bertopeng. Ketika kita jujur dan menjalani realitas hidup dengan biasa-bisa saja. Dan momen selangka ini tak bisa ditukar dengan apapun.

Met Ulang Tahun, Hun. My love is going deeper...

1 comment:

andika dwijatmiko said...

nikah saja mas arief... akan lebih arif...