Skip to main content

Posts

Iklan Hard Sale atawa Heart Sale?

Berbicara iklan media cetak, setahu saya pilihannya tak banyak: kalo nggak hard sale ya branding . Agency yang creative minded tentu lebih senang yang branding , meskipun bikinnya sering lebih sulit dan makan waktu. Tapi agency yang pro selling tentu akan lebih recommend iklan hard sale karena impact jangka pendeknya lebih cepat dan lebih sering bisa memuaskan klien yang butuh bukti cepet bahwa iklannya efektif. Tapi jika iklan media cetak tersebut merupakan bagian dari strategi kampanye promosi yang meliputi above the line maupun below the line : dua-duanya bisa digunakan untuk mencapai target jangka panjang tanpa melupakan pencapaiannya dalam jangka pendek. Mencari Ide Dari Akarnya Saat ini iklan pemenang award tersedia dimana-mana, dari buku, cd, dvd bahkan youtube dan milis di internet.Begitu juga image bank , getty images atau free image yang lain. Karena saya berada di Jogja, saya sungguh merasakan kemudahan yang luar biasa untuk mengakses iklan-iklan terbaik di dunia d...

Dua Puluh Ribu Pas

Libur Kecil Kaum Kusam

Nikmat kau hisap asap tembakau Di bangku rumah kontrakan Sore selesai kerja sehari Tunggu istri berdandan J anji pergi berkencan Tak kalah dengan orang gedean Dalam rasakan senang Walau lembaran gaji sebulan Hanya cukup untuk kakus Soal rekreasi sih harus Setianya anak istri Menantikan bahagia Sehari bagaikan sang raja Selesai anak istri berdandan Tembakau kau matikan Jendela pintu lalu kau kunci Tentu tak sabar mereka pergi Stop bis kota dengan pasti Libur kecil kaum kusam Yang teramat manis begitu romantis Walau sekali setahun Tuhan rangkullah Jangan kau tinggalkan Waktu mereka Pergilah derita ini hari Berilah tawa yang terkeras Untuk obati tangis lalu Limpahkan senang paling indah Agar luka tak nyeri Agar duka tak menari Catatan: Album Wakil Rakyat 1987Iwan Fals mengakui bahwa lagu ini adalah lagu yang paling disukai dia selama berkarya. Dan jujur, ini juga lagu favorit saya jika kebetulan sedang lupa bersyukur. Lagu ini begitu sederhana sehingga kemiskinan dalam keikhlasan nampak b...

Miracle? Ah Ndak Juga

Malam ini saya lewat 8 lampu lalu lintas, yang persis lampu hijau pas saya lewat ada 7 buah. Not bad lah... Dan yang penting, ini bukan kebetulan karena saya merencanakannya demikian. Tentu saja dibantu Tuhan. He he he :)

Sedekah Memundurkan Kereta

Minggu 27 Mei 2007, kereta api Lodaya yang saya naiki dari Bandung ke Jogja berhenti di Warung Bandrek (bukan warung, tapi semacam stasiun kecil). Entah kenapa iseng saya kumat, saya ingin sedekah pada orang yang saya temui yang saya anggap pantes menerima. Di saku saya ada uang 40 ribu, saya niatkan 20 ribu untuk sedekah. Kebetulan keretanya agak lama, jadi saya sempat turun mencari-cari dan tidak ketemu. Hanya ada para penumpang dan petugas PJKA. Tiba-tiba dari jarak sekitar 50 meter, ada seorang bapak membawa sabit dan karung untuk mencari rumput berjalan tapi arahnya menjauhi saya. Saya pikir: Nah, ini dia! Agar saya bisa menyampaikan sedekah dengan cara wajar (agak aneh rasanya kalo saya lari mengejar dia trus memberikan sedekah) di dalam batin saya memanggilnya: Ayo Pak, tolong saya.. Balik, balik, balik.. Tapi dia terus saja berjalan semakin jauh. Batin sayapun iseng lagi: Kalo Bapak gak balik, maka kereta ini yang akan mundur. Sebentar kemudian penumpang diminta naik. Dan Subha...

Catatan Setahun Gempa

Hanya syukur yang memenuhi rongga dada Walau remuk redamnya nasib tak bisa terkata Saat air mata darah mengalir bagai sungai dalam banjir Saat nyawa pergi sebelum pagi hadir Membawa nasib pada akhir Satu tahun telah berlalu dalam jejak waktu Saat Tuhan masih memberi hidup padaku Tapi bukan jaminan bahwa gempa tak mampir lagi Justru saat kita menikmati selamat Masih ada waktu mengejar hakikat