Skip to main content

Posts

Kreativitas dan HAKI

Hambatan yang paling sering dihadapi oleh desainer grafis atau biro iklan (terutama di Yogyakarta) adalah yang menyangkut HAKI terhadap suatu image (ilustrasi, fotografi atau bahan desain lainnya) yang akan digunakan dalam suatu creative artwork . Dengan adanya keterbatasan budget akibat nilai jual jasa kreatif yang masih rendah, agak sulit jika seluruh proses kreatif yang memerlukan image yang baik (berkualitas tinggi) dan dengan prosedur yang benar (tidak ngambil punya pihak lain). Apalagi masih buanyak (perhatikan tambahan sisipan ‘u’nya) klien yang maunya cuma membayar biaya produksi atas sebuah output kreatif, atau biaya placement doang. Realitanya, memang agak sulit buat biro iklan untuk men- charge biaya fotografi, ilustrasi, model atau bahkan – ironisnya - biaya desain sendiri. Sehingga sebagai jalan pintas, mereka menggunakan image bank yang meskipun sebagian bisa di- download free dari internet (makanya sering ada image sama yang digunakan oleh biro desain yang berbeda...

Setelah Pesta Usai

24 Juli 2004, pukul 20.00 WIB. Ada keriuhan di garden Jogjakarta Plaza Hotel. Sebuah panggung berdiri megah. Di kanan kirinya terlihat maskot mumi memegang piala di-print di atas colybrite berukuran besar dan tepat di tengah-tengah backdrop panggung terpampang tulisan besar: Show Up Nite . Juga 2 buah giant screen tempat penayangan multimedia. Di belakang panggung, tampak para kru menyiapkan segala sesuatunya. Muka-muka tegang dan berkeringat mengawasi seluruh peralatan, memastikan semuanya telah terpasang dengan tepat sehingga tidak terjadi gangguan sekecil apapun. Ketegangan juga terlihat di deretan kursi undangan yang ditutup tenda besar dimana para tokoh iklan dari daerah maupun nasional berada. Malam itu adalah puncak dari rangkaian acara Pinasthika Ad.Festival 2004 yang terdiri dari lomba karya iklan, pameran, pemutaran film iklan, seminar kreatif dan meet the jury. Lebih dari 500 pasang mata dan puluhan kamera wartawan media cetak dan televisi berfokus ke panggung. Malam itu 57...

Sebuah Laptop Adalah Sebuah Start Up

Ini adalah tulisan pertama dari laptop pertama yang dimiliki oleh PT. Petakumpet. Saya juga gak tahu kenapa mesti nulis di atas mobil begini. Laptom ber-Pentium 4 ini adalah salah satu mimpi saya yang telah capek menjadi mimpi, lalu mewujudkan dirinya dalam kenyataan. Saya jadi agak percaya kalo Tuhan itu Maha Baik. Dan saya juga percaya tidak ada yangt instant untuk mewujudkan mimpi menjadi kenyataan.

Cinta Pada Pandangan Keseratus

Love has nothing to do with what you are expecting to get Only with what you are expecting to give Katherine He Burb Agak sedikit ragu ketika saya memulai tulisan Salvo untuk edisi ini. Dan sungguh ini bukan dalam rangka basa-basi. Hal yang telah lama saya tinggalkan dalam perjalanan hidup saya sampai saat ini, meskipun saya bukan perokok, apalagi penggemar A Mild. (Sekedar informasi kecil: saya hanya penggemar wortel. Sesuatu yang tidak begitu trendy). Maka, apa yang bisa dibicarakan oleh sebuah majalah desain grafis ketika ia memilih cinta sebagai pokok bahasannya? Atau, apa yang bakal terjadi ketika energi cinta memasuki dunia desain grafis? Dunia eksplorasi kreatif? Jika terjadi proses simbiosis: apakah itu mutualisme, komensalisme atau parasitisme? Saling menguntungkan, tidak berpengaruh atau malah merugikan salah satunya? Atau justru luruh jadi satu seperti konsep manunggaling kawula gusti-nya Siti Jenar? Atau malah gak nyambung, seperti Aqua dan Bimoli? Dunia Visual: Cinta Perta...

Mapping The Future Diaries

Annual Creative Retreat I Board of Directors Petakumpet Kaliurang, 29 Oktober – 1 November 2002 Prolog Eh, ngapain sih mesti repot-repot ke Kaliurang? Ngapain harus meninggalkan kantor dan membawa seperangkat komputer, printer dan seabrek makanan ke daerah dingin di pinggiran Merapi? Ataukah ini hanya semacam kamuflase: bahwa tiga orang sok pinter yang mengaku Board of Directors itu cuma trio yang sedang stress berat atas urusan kantor dan menyepi untuk melakukan penyembuhan mental dengan bersenang-senang? Apalagi dengan tambahan: seluruh biaya atas Creative Retreat ini ditanggung oleh perusahaan. Lagipula, apakah bijak meninggalkan kantor pada manajer level 2 dan staf yang pasti akan mendapatkan cukup kesulitan ketika menghadapi situasi riil di lapangan saat direkturnya – tiga-tiganya sekaligus – menghilang selama 4 hari? Banyak yang harus dijelaskan atas beberapa keraguan di atas. Dan saya akan mulai untuk memotret 4 hari ini dengan pandangan yang bukan teknis, yang semoga bisa menja...

Yahoo Remember My Birthday