Tuesday, June 30, 2009

TVC Gudang Garam Merah



Agency: PT Petakumpet Creative Network // Client: PT. Gudang Garam, Tbk // Director: Iman Brotoseno // PH: Orangewaterland

Saturday, June 27, 2009

Jacko


Image pinjem dari www.opposingdigits.com/racistparadigm/michael%20jackson%201.jpg

Semua menulis tentang kematian Jacko,sang legenda pop kini harus memenuhi panggilan mendadak-Nya. Rasanya ada magnet raksasa yang menggerakkan jutaan keybord itu menderetkan huruf-huruf duka cita. Magnet itu juga menarik saya yang lama tak ngeblog.

Jacko adalah cermin terbaik untuk kita semua dalam menjalani hidup.Dibalik gemerlap hidupnya ada rapuh di dalam, sebuah tanya besar menunggu jawab. Jacko meng-update wajahnya habis-habisan, yang ternyata tak dibawanya saat pulang. Wajah itu akan menyatu dengan tanah dan hilang. Kita mungkin tak sekaya Jacko, tapi mungkin juga tak mau tukeran nasib dengannya kayak acara di tv. Kita hanya bisa doakan, kabar-kabarnya doi sudah jadi muallaf setahun lalu. Entahlah kebenarannya, semua itu kembali kepada yang menjalani dan Tuhannya. Tapi kita selalu berharap akhir yang baik dari kehidupan setiap hamba Tuhan, bukan yang menyisakan tanya dan beban buat yang ditinggalkan.

Jacko, ternyata kesuksesan, ketenaran, kekayaan, uang yang segunung - sekali lagi terbukti - tak bisa membeli kebahagiaan. Bahkan membeli waktu yang hanya beberapa hari untuk konser pembukanya yang direncanakan sangat dahsyat di London pun tak bisa. Bahkan untuk menyambung detak jantung beberapa menit sambil menunggu pertolongan rumah sakit tak bisa.

Lalu untuk apa kita kejar-kejar kekayaan, keuntungan, kekuasaan itu dengan saling sikut dan telikung, sampai melupakan anak istri, saudara bahkan Tuhan. Toh di akhirnya, kita hanya akan menuai kekosongan. Kita hanya bawa pulang amal, hal-hal baik yang sempat kita lakukan di dunia fana ini. Kita yang masih punya kesempatan - entah berapa lama atau berapa singkatnya - lebih baik menyegerakan bersiap. Menjalani sisa hidup kita dengan syukur (hitam dan putih sama saja, lihat metamorfosa wajah Jacko yang tak banyak gunanya) dan sabar (saat diuji dengan kekuarangan maupun keberlimpahan). Syukur dan sabar jika kita genggam erat-erat Insya Allah selamat.

Jacko, terima kasih untuk inspirasi dan semua pelajaran hidup yang kau berikan. Selamat menikmati istirahat panjangmu. Mungkin di sana bisa kau dapatkan bahagia yang begitu mahal harganya saat kau masih berada di dunia-Nya...

Monday, June 08, 2009

Menunggu Launching

Menangani brand nasional adalah sebuah pekerjaan yang selalu saya harapkan, saat pertama kali buka kantor di Jakarta. Alhamdulillah sekarang Petakumpet bisa pegang 2 brand, yang waktunya dekat-dekat ini akan segera di-launching kampanye promosinya. Jika tidak ada halangan, Insya Allah menyusul brand ketiga yang saat ini memasuki proses negosiasi.

Tadi malam baru menyelesaikan satu lagi pekerjaan, supervisi jingle. Ini adalah rangkaian setelah iklan TVC yang panjang dan penuh liku, juga materi ATL BTL lainnya yang seru dan melatih kesabaran menjalaninya. Bukan pekerjaan yang mudah tapi rasanya sangat layak menjadi fundamental untuk doing another national campaign.

Dan hari-hari ini rasanya tak sabar lagi menunggu, setelah bekerja lebih dari 6 bulan sejak mulai preparation. Jika on schedulle, Insya Allah pertengahan bulan ini sudah di-launch dua-duanya. Rasanya seperti menunggu masuk sekolah baru atau seperti seorang cowok yang telah mengirimkan surat cintanya menanti jawaban cewek incerannya.

Begitulah setiap pekerjaan yang didasari passion. Pengennya segera ditayangkan, mendapat feedback dari audiens dan masyarakat untuk berkarya lebih baik lagi ke depan.

Jika ada yang sedang tidak sibuk, mari bersama saya menunggu kerjaan kreatif Petakumpet yang terbaru. Sambil corat-coret untuk menjaring ide segar lainnya untuk brand baru lainnya, dan bersyukur atas semua kepercayaan yang telah diberikan dengan selalu menjaganya sepenuh hati.

Menengok sejenak atas apa yang telah kita kerjakan di masa lalu dengan kemampuan terbaik, lalu melesat lagi ke masa depan dengan hasil yang lebih baik lagi. Good is not enough, kan?

Tuesday, June 02, 2009

Live On Aducation DKV ISI Jogja

Tuesday, May 26, 2009

Bicara Film Iklan di Salihara



Bicara Film Iklan
Teater Salihara, Pejaten
Jumat, 19 Juni 2009, 19.00 - 22.00 WIB

Pembicara:

M. Arief Budiman
Executive Creative Director Petakumpet

Berbicara tentang konsep kreatif iklan, strategi, pencarian ide sekaligus pemahaman iklan sebagai alat pemasaran

Iman Brotoseno
Sutradara Film Iklan

Berbicara tentang implementasi menjadi sebuah shooting board dan eksekusi film iklan di lapangan

Mira Lesmana
Producer / Miles Production

Berbicara tentang bagaimana memproduksi sebuah film iklan dan aspek-aspek manajemen produksi

Goenawan Mohamad
Penulis & Budayawan

Berbicara tentang aspek film iklan sebagai bagian dari budaya modern

Monday, May 25, 2009

Ketika Harapan Tak Terwujud

Ketika segala sesuatu yang telah kita rencanakan dengan baik, terjadual dan hampir sempurna pada waktunya tidak bisa terwujud, reaksi pertama kita biasanya akan kecewa.

Udah dandan rapi-rapi disemprot Axe Chocolate mau ngapelin cewek untuk pertama kali, begitu naik motor menyusuri jalan tiba-tiba - tanpa peringatan - hujan mengguyur dan bresss.. basahlah semuanya.

Seorang direktur sudah mendapatkan deal sebuah project senilai 500 milyar, semua kesepakatan sudah diterjemahkan dalam bentuk kontrak detail sejumlah 40 halaman oleh manajernya masing-masing. Tinggal tanda tangan doang besok dan akan diliput pers secara nasional menjadi deal terbesar untuk kedua perusahaan. Tapi pena tak pernah digoreskan karena direktur kliennya tak pernah sampai di ruang press conference: meninggal mendadak terkena serangan jantung di kamar mandi hotelnya menginap.

Seorang manajer perusahaan telah berkarier cemerlang selama 20 tahun, melakukan apapun yang diperlukan sehingga hampir setiap tahunnya terpilih menjadi Manager of The Year di perusahaannya bekerja. Dan pada umur 55 tahun, ia pensiun membawa uang pensiun yang telah dikumpulkan dari hasil usahanya sebesar 10 milyar. Karena ingin menikmati usia senjanya ia tak mau lagi bekerja. Datang seorang kawan menawarkan investasi, kawan ini reputasinya luar biasa dan punya jaringan internasional. Jika invest keuntungannya bisa naik 20-40% setahun. Sang pensiunan tertarik lalu invest 1 milyar dan untung. Lalu 5 milyar dan untung. Lalu 10 milyar dan bummm! Krisis moneter internasional menghantam, uangnya jadi abu dan sengketa panjang di pengadilan. 20 tahun pengabdiannya ludes dalam waktu kurang dari setahun.

Dari beberapa kejadian di atas, sepertinya nasib begitu kejam menghantam dan seolah-olah kita sebagai manusia tak bisa berbuat apa-apa saat itu terjadi. Jika tak kuat mental, maka terguncanglah jiwanya dan mungkin berakibat hal-hal yang lebih fatal. Mantan presiden Korea Selatan Roh baru saja bunuh diri setelah dituduh korupsi meskipun saat dia naik julukannya adalah Mr Clean. Hancur hidupnya setelah tak menjabat lagi. Antasari Azhar. Caleg-caleg yang tak terpilih. Caleg yang meninggal 3 hari sebelum diputuskan KPU terpilih.

Dan cerita beginian, banyak banget bertebaran di sekitar kita.


Jadi teman-teman semua, menyiapkan segala sesuatu untuk masa depan kita itu memang baik, perlu dan bahkan wajib. Tapi mohon selalu ingat untuk tak melewati hukum-hukum alamnya agar tak kecewa di ujung.

Salah satu yang saya percaya adalah:
Jika ingin dapat bagian keuntungan terbesar, maka dapetnya harus paling belakangan. Jika ingin dapet duluan, maka bagian keuntungannya paling kecil.

Di perusahaan manapun: office boy, satpam, driver pasti dibayar duluan ketimbang direkturnya. Jika perusahaan lagi miring, mereka tetap gajian duluan dan bisa jadi direkturnya gak kebagian. Tapi jika perusahaan lagi bagus, mereka juga tetap gajian duluan tapi tentu tak sebesar jatah sang direktur yang baru diterima setelah semua yang pangkatnya lebih rendah dapat bagian.

Jika hukum ini dilanggar, maka resikonya jelas. Office boy yang pengen dapet jatah lebih besar akan mencoba mengkorupsi biaya rumah tangga kantor, satpam mungkin akan membocorkan data rahasia perusahaan, driver akan me-mark up biaya bensin dengan nota palsu. Jika sampai ketahuan dan pasti ketahuan, mereka akan dipecat.

Jika sang direktur pengen dapet gede dan duluan, maka uang proyek dipake dulu buat DP mobil Lexus terbaru, buat bayar cicilan rumah mewah atau mendandani caddy golf untuk diajak yang bukan golf. Jika terbongkar, ia akan menghabiskan sisa kariernya di penjara sebagai pesakitan.

Silakan kejar dunia, sekencang-kencangnya. Silakan mendaki tangga karier setinggi-tingginya. Silakan menumpuk kekayaan sebesar-besarnya. Tapi di ujung karier kita, di puncak sukses kita, di ujung hidup kita: itu semua takkan kita bawa. Semua akan ditinggalkan meskipun kita tak rela. Takdir akan merenggut paksa apa-apa yang kita dapatkan dengan cara yang di luar cara-Nya. Alam akan selalu menyeimbangkan diri, kita tak bisa menolaknya.

Kita ini tak pernah punya milik. Kita ini sendiri hanyalah pinjaman. Sebaiknya kita mulai bersih-bersih dari sekarang, sekiranya ada bagian dari hidup kita yang bukan hak kita. Sehingga ketika waktunya tiba dan apa yang kita peroleh diminta kembali oleh yang Maha Punya: kita ikhlas dan tak berat hati.

Tukang parkir mengajari kita hal yang luar biasa, saat motor atau mobil diambil pemiliknya ia relakan karena ia sadar semua itu hanya titipan.

Saat apa yang kita rencanakan tak bisa berjalan seperti harapan kita, ambillah cermin. Mungkin ada bagian diri kita yang harus dibersihkan, mungkin ada dosa yang belum dimintakan maaf dan tobat, mungkin ada kedzaliman dan kebohongan dalam mengejar cita-cita dan harapan.


Insya Allah masih ada kesempatan, jika kita tak menunda lagi. Kita tunggu undangan-Nya dengan senyum keikhlasan dan bukan dengan muka terkaget-kaget karena tak pernah menyiapkan bekal...

See the Unseen


Sampailah di tujuan sebelum engkau berangkat
- Pepatah Pelaut Bugis -

Saturday, May 23, 2009

Quote of The Day

Jika hidup melelahkan dan terlalu berantakan, buatlah lebih teratur. Jika hidup terlalu rapi dan membosankan, buatlah lebih berantakan agar dinamis. Kreativitas adalah kemampuan untuk menikmati hidup dengan sudut pandang yang baru.

Tuesday, May 19, 2009

Magnet Raksasa Penanggungan







Sosoknya yang gagah, tegap dan tak tergoyahkan menyapa saya pagi itu, menjelang perginya sang fajar di Grand Trawas, sebuah Hotel di daerah Trawas, Mojokerto. Betapa dari pintu kamar yang saya buka, terasa magnet yang begitu kuat dan agung, menyeret saya untuk mendekat. Dan saya terpaku: sang gunung seolah ingin menunjukkan kekuatan dan keperkasaannya sambil menyambut sang mentari yang pelan-pelan semburatnya menyapa. Betapa ia seolah membisikkan bahwa saya akan pergi lebih dulu menghadap-Nya, sementara ia akan tetap tinggal sampai mendekati kiamat tiba,

Mmmm, kemungkinan memang begitu ceritanya kelak.


Seharusnya pagi itu saya duduk manis menikmati kesegaran taman hotel, membaca buka The Science & Miracle-nya Mas Erbe Sentanu sambil menyeduh kopi panas di kamar hotel. Menunggu waktu saya presentasi di acara Public Speaking for CEO yang digelar teman-teman ITS di sini, 08.30.

Tapi sang gunung menantang saya dan ia terlalu memprovokosi seolah mengejek: ngapain datang jauh-jauh kalo hanya untuk menikmati klangenan.
Sayapun beranjak, meningggalkan zona kenyamanan. Hati saya terbakar. Dengan Hp Nokia E51 saya mulai mencari beberapa obyek yang menarik di sekitar hotel itu. Menuju pinggir lereng, melewati alang-alang di pagar batas taman hotel. Saya merasakan hidup, tak sekedar nikmatnya pagi. Bahkan tak sempat persiapan sarapan, bahkan tak menyentuh buku, bahkan saya malah memutuskan untuk mengkompilasikan hasil perburuan foto dengan gadget terbatas pagi itu menjadi sebuah artwork audio visual berbentuk video sederhana kepada audience presentasi saya.

Semoga ada kesempatan saya meng-upload-nya di blog ini dalam beberapa waktu ke depan. Saya sedang takut berjanji karena jadual kehidupan telah membuat saya mesti kluyuran dalam batas yang sedikit berlebihan. Saya menghabiskan 6 hari saya sejak Rabu sampai Senin dengan berpindah-pindah 7 bandara dan 7 pesawat dari Jakarta, Balikpapan, Lampung , Surabaya, Jogja. Anugerah luar biasa yang akan selalu saya syukuri karenanya.


Sambil menunggu, silakan menikmati sebagian dari foto-foto saya di Trawas. Semoga kebahagiaan, kesuksesan dan keberkahan selalu melingkupi hidup Anda dalam jalan-Nya. Amien...

Sunday, May 17, 2009

Jangan Nanggung Karena Mimpi Gratis



Dari Majalah Gatra 27 / XV 20 Mei 2009

Baik cover maupun isinya rasanya sama: bermimpi itu boleh-boleh saja. Masalah nanti tercapai atau tidak akan embali kepada upaya ikhtiar kita dan persetujuaan alias acc Tuhan untuk mewujudkannya ke alam nyata. Yang menarik adalah bahwa sang cawapres namanya sama dengan nama ayah saya, jadi ketika saya ditanya nanti mau dukung yang mana: saya jawab saya akan mendukung Boediono.

Mengapa? Lho, tidakkah setiap anak yang baik mendukung orang tuanya? He he he....

Untuk analisa yang canggih-canggih tentang poltiknya saya serahkan saja pada para pengamat yang nampaknya jauh ebih sibuk ketimbang para capres cawapresnya sendiri. Selamat berkompetisi, semoga hanya yang paling dekat dengan Tuhan dan rakyat yang akan memimpin bangsa ini ke depannya. Amien...

Saturday, May 02, 2009

Antasari Azhar & Two Face



Membaca berita tentang Antasari Azhar baru-baru ini, mengingatkan saya pada musuh Batman di The Dark Knight. Namanya Harvey Dent alias Two Face. Dua-duanya adalah penegak hukum, Antasari Ketua KPK yang sakti mandraguna, Harvey adalah Jaksa yang sedang naik daun di Gotham. Dan keduanya menghadapi tantangan hidup yang luar biasa besar di depan matanya, karena apa yang telah mereka lakukan.
Harvey berujar,"Engkau bisa mati sebagai pembela kebenaran atau hidup lama tapi pelan-pelan menjadi penjahat."

Pacarnya Rachel diledakkan Joker, Harvey pun mukanya terbakar separuh. Integritasnya pun terbakar separuh, oleh dendam. Sehingga Sang Harvey menjadi Two Face, makhluk ganjil berkepribadian ganda. Sang penegak hukum, lalu menjadi sang penghukum yang menuntut balas. Harvey alias Two Face yang bersekutu dengan Batman di awal akhirnya berhadapan di akhir cerita. Hidupnya berakhir sebagai pesakitan, meskipun Batman memilih melihatnya dari sisi putih, atas jasanya di masa lalu dalam menegakkan kebenaran. Sesaat sebelum tragedi besar mengubah jalur hidup selanjutnya.


Lihatlah Antasari sekarang. Polisi dan Kejaksaan yang ia kenal baik karena seringnya bekerjasama dengan KPK menangkap koruptor: kini berbalik menjadi pihak yang memintanya menjadi saksi. Beberapa berita menyebutnya tersangka kasus pembunuhan. Tapi kebenarannya masih harus ditunggu,apakah terbukti sang pembasmi korupsi itu juga adalah sang otak pembunuhan. Jangan buru-buru men-judge. Sebelum hakim mengetok palu, setiap tersangka harus dianggap tidak bersalah sampai tiba status hukum yang sifatnya tetap.

Ah, Antasari... melihat rekonstruksi penembakan yang diperankan model di televisi, rasanya tak masuk logika kalo master plan-nya melibatkan sang Ketua KPK. Bagaimana bisa setega itu? Mmm, inilah cermin buat kita semua yang saat ini sedang berjuang menyeimbangkan diri. Jasa dan kebaikan yang menjulang bagai gunung bisa runtuh dalam sekejap jika Tuhan menghendaki. Lihat juga Bill Clinton, Al Amien Nasution, Roy Marten, Aulia Pohan, masih banyak lagi...

Harta, tahta dan wanita masih jadi godaan cukup ampuh yang bisa membuat seorang ksatria bertekuk lutut melakukan hal-hal yang mengingkari hati nuraninya. Padahal Tuhan telah menunjukkan jalan: kejarlah dunia, maka engkau akan mendapatkannya. Kejarlah akhirat, maka engkau akan mendapatkan akhirat, sekaligus dunia. Harta tahta dan wanita tak perlu dikejar agar tak silap mata. Genggamlah taqwa, tiga hal yang selalu menggoda Insya Allah akan terkendali dengan baik. Karena Tuhan akan menerangi langkah kita dengan cahaya-Nya.


Antasari Azhar. Harvey Dent. Siapa lagi. Mungkin saya. Mungkin Anda. Godaan itu selalu ada di sana, menunggu yang lengah terpedaya. Cermin buram itu bahan kita belajar, agar cerita hitam tak terulang.

Agar Batman dan kepolisian bisa sedikit beristirahat, karena banyak penjahat dan calon penjahat balapan bertobat...

Saturday, April 25, 2009

Dekatkan Dirimu ke Allah

Dear sobat pengunjung blog ini, tak biasanya saya copy paste sebuah tulisan ke blog ini. Tapi pagi ini ada sesuatu yang menggelitik saya - sebuah tulisan dari Ustadz Yusuf Mansur - yang Insya Allah bisa menjadi pencerahan bagi sahabat-sahabat yang membutuhkan jalan keluar atas kesulitan hidup yang sedang dialami. Sekaligus ini melengkapi jawaban-jawaban saya atas pertanyaan sejenis yang pernah disampaikan sobat, teman dan kenalan via sms, email maupun saat bertemu langsung. Kali ini, saya mengajak teman-teman untuk langsung belajar dari gurunya, Insya Allah akan mengundang mukjizat-Nya.

Taqorrub Ilallaah

Ustadz Yusuf Mansur

(+) 0815840xxxxxxx:

Ass, maaf ustad kalau saya mengganggu. Saya minta bantuan dan do'a nya agar saya keluar dari masalah besar yang sedang saya hadapi. Saya sudah keluarga dengan 2 anak. Saat ini saya sedang terlilit hutang yang cukup besar dan saya bingung cara melunasinya, karena ibarat lebih besar pasak daripada tiang. Mungkin bagi ustad ini masalah biasa, tapi bagi saya ini sangat besar dan saya tidak tau harus bagaimana? Saya kasihan dengan istri dan anak-anak, karena belum bisa membahagiakan mereka. Mohon bantuannya. Jazakalloh khoiron katsiro. (hamba Alloh)

Yth. Penikmat DhuhaaCoffee, banyak banget pertanyaan kayak begini. Sungguh pun ini soal hutang, tapi bisa digunakan untuk semua keperluan; jodoh, anak keturunan, penyakit, pekerjaan, karir, beli rumah, beli mobil, pengen kaya, pengen senang, pengen dicintai Allah, pengen disayang Allah, dll; dan bisa pribadi sifatnya, bisa dikerjakan untuk orang lain fadhilahnya; untuk perusahaan, yang dikerjakan oleh karyawan-karyawannya, untuk keluarga yang dikerjakan oleh anggota keluarga yang lain, dan lain sebagainya. Inti dari semua sms ini adalah bagaimana mengejar Allah dan fokus ke pertolongan Allah. Ini saya sebut dengan Perjalanan Taqorrub Ilallaah/Proses Mendekatkan Diri ke Allah.

Selamat memasuki gerbang amaliyah dan ibadah. Bungkus semua ini dengan ridha, ikhlas, pasrah, yakin, dan penuh spirit dalam pengerjaannya. Insya Allah selama melakukan apa yang saya tulis, Allah akan jamin makan minum hariannya, kehormatan dan kemuliaannya, keselamatan, ongkos harian, hingga akhirnya final dan hadiah-hadiah setiap perjalanan yang dilalui.

Apa yang saya tulis ini bukan sesuatu yang sulit dikerjakan. Saya pribadi melakukannya. Hampir dalam kurun waktu 7 tahun yang boleh dibilang berturut-turut. Subhaanallaah... Mengasyikkan. Walau tetap saja banyak kekurangannya, saya tetap saja merasa masih kurang maksimal dalam pengerjaannya. Ok, saya doakan semoga istiqamah.


Ikuti tahapan-tahapan ini:

  1. Bangun kepasrahan di awal. Terjemahkan kepasrahan yang dimaksud seluas-luasnya: rasa malu diketahui tetangga, kemungkinan hilang aset, kemungkinan menghilangkan aset orang lain yg kita jaminkan barangkali, terima itu semua dengan segala resiko.
  2. Terima resiko terburuk dengan lapang dada: cerai, dipenjara, dihina dan sebagainya.
  3. Kejar dengan shalat taubat dari dosa-dosa: syirik, ninggalin shalat (termasuk ga beres shalat wajib/sering telat dan meninggalkan shalat sunnah muakkad), durhaka sama orang tua, zina, makan rizki haram, judi, minum-minuman/obat-obatan, mutusin silaturrahim, kikir, ghibah.
  4. Kejar dengan shalat malam dari jam 02.30 sampai akhiri dengan shubuh berjamaah di masjid. Variasikan dengan baca Al Qur'an, shalat-shalat tasbih, hajat, istighfar, yang semuanya dilakukan di malam hari.
  5. Dhuha saban hari, tuntaskan sampe 12 rakaat dengab 6x salammasing-masing 2 rakaat.
  6. Baca asmaa-ul husnaa yaa fattaahu yaarozzaaqu sekurang-kurangnya 111x ba'da sholat dhuha.
  7. Minta maaf sama orang tua, mertua, istri, dan anak-anak.
  8. Rapikan shalat berjamaah, qabliyah ba'diyah dan jaga wudhu-nya.
  9. Baca 3 surah ini masing-masing 1x sehari: yaasin, al mulk, waaqi'ah.
  10. Sedekahkan sisa uang dan barang.
Rapikan semua ini dalam 3, 7, 14, 21, 40, 100 hari. Insya Allah kekejar semua hutang. Jangan ada keluhan, jangan ada pertanyaan lagi. Jalanin aja. Jangan ada bolongnya. Umpama kata nanti sampe di penjara, tambah enak tuh. Bisa konsentrasi melakukannya. Lakukan sepenuh hati. Suruh anak-anak dan istri siap-siap untuk semua perkara yang terburuk sambil memasrahkan semuanya kepada Allah. Insya Allah semua akan baik-baik saja. Kalau berkenan, jelajah isi website ini, khususnya yang terkait dengan Riyadhah 40 hari. Ikuti dengan seksama. Jangan lupa pula berdoa di setiap awal dan akhir setiap poin di atas.

Insya Allah bukan hanya bakal selesai, tapi juga bakal melesat dah jadi kaya, sukses, tawadhu', taat, dan penuh hikmah hidupnya sebab pernah pahit.


Semoga bermanfaat. Salam...

Saturday, April 18, 2009

On Location




Setelah syuting sebuah brand nasional ini kelar, besok waktunya post. 2 hari yang asyik banget di Bandung, segala sesuatunya Alhamdulillah berjalan lancar. Hope bisa segera tayang on schedulle, diberikan kemudahan dalam segala prosesnya. Kemarin sempet ada denger syuting sebuah iklan yang harus diulang, bisa jadi karena faktor cuaca atau ketidaksesuaian treatment di lapangan. Bagaimanapun, dalam sebuah syuting iklan, kerjasama klien + agency + PH + sutradara sangatlah krusial dan penting. Jika salah satu saja tidak maksimal dan kurangnya pemahaman atas bagian yang lain: hasilnya tentu bukan the best sesuai harapan.

Dan ini bukan sekedar hal teknis semata, hal-hal non teknis juga penting. Saat sebuah take mesti diulang-ulang, kadang gak cuma sutradaranya yang mulai nampak kesel, pemainnya yang capek beradegan itu-itu aja juga akan terpengaruh. Belum jika ada extras, figuran dan pemain kroyokan lainnya yang biasanya bukan aktor: makin komplekslah situasinya. Misalnya waktu syuting PSA Gudang Garam tahun lalu saat adegan di sebuah pasar Kota Gede yang melibatkan semua orang termasuk pengendara yang lewat sebagai background, satu detail kecil luput dari pengamatan: take-nya mesti diulang.

Setiap kali syuting, selalu ada hal baru untuk dipelajari. Selalu ada case berbeda untuk dipecahkan. Selalu ada spirit baru untuk doing better than before. Saya akan sharing lebih detail lagi setelah iklannya tayang, semoga ini menjadi karya Petakumpet yang lebih baik dari yang kemarin. Tolong didoakan, amien...

(Foto koleksi Mas Iman Brotoseno)

Tuesday, April 07, 2009

Minggu Tegang

Minggu tenang buat para calon pemilih, tentulah merupakan minggu tegang buat para Caleg dan bos-bos partainya. Dengan milyaran bahkan triliunan anggaran yang entah dari mana asalnya, mereka telah mempertaruhkan hampir segalanya. Sehingga katanya, RSJ pun menyiapkan tambahan kamar VIP khusus caleg yang stres. Jumlah itu belum ditambah dari pengeluaran dari kantong pribadi para Caleg, yang jumlahnya tak kalah besar jika digabungkan. Utamanya buat keperluan promosi, meskipun buat kita para calon pemilih rasanya mereka hanya berlomba mengotori lingkungan. Calon wakil rakyat itu sedikit sekali yang punya keramahan terhadap lingkungan (sedih!).

Dan setelah banyak cara dilakukan - yang putih, hitam maupun abu-abu - tibalah saat menentukan itu, 9 April 2009. Celakanya banyak pula diantara kita yang memilih abstain alias golput: bermacamlah sebabnya. Utamanya kekecawaan dan patah hati pada wakil-wakil rakyat sebelumnya yang sekarang malah banyak berkasus.

Jadi mari kita tunggu. Mereka yang berjudi dengan nasibnya akan menerima hasilnya sebentar lagi. Mereka yang dana nyalegnya berasal dari sumber tak bersih, bersiaplah kecewa. Mereka yang ikhlas untuk mengabdi pada bangsa, semoga diberikan ketabahan jika kelak terpilih atau tidak terpilih.

Kemenangan kita sebagai bangsa yang besar adalah jika Pemilu besok bisa berlangsung damai. Yang menang bersyukur, yang kalah bersabar. Indonesia harus terus belajar mendewasakan diri. Salah satunya dengan tak marah saat tak kebagian kursi...

Monday, March 23, 2009

Join 8th INS.IDE

Atas undangan Mas Eric dari Thinking Room, Insya Allah saya akan hadir untuk presentasi 10 menit tentang sebuah topik yang masih saya rahasiakan. Pesan Panitia, topik yang saya bawakan bebas, terserah mau presentasi apaan aja. Cool! Peraturannya hanya waktu present-nya 10 menit. Presentasi ini akan di-record dan semoga hasilnya bisa di-upload ke web sehingga bisa diakses lebih banyak orang. Bersama saya akan presentasi juga: Bernhard Subiakto, Hanung Bramantyo (sutradara hebat), Anton Ismail (fotografer hebat), juga Ramya Prajna S. & Anantya. Buat teman-teman yang mau join, berikut informasinya. Insya Allah seru deh!



Friday, March 13, 2009

Perasaan Bersalah

Apakah di hati Anda akan terbit perasaan bersalah ketika seorang faqir lapar berpapasan dengan Anda dan di dompet Anda tersimpan uang 300 ribu rupiah sementara kebutuhan Anda 500 ribu rupiah sehingga Anda terdiam membiarkannya pergi berlalu?

Apakah di hati Anda akan terbit perasaan bersalah ketika Anda membelikan hp anak Anda senilai lebih dari sejuta rupiah sementara saat temannya yang tak punya apa-apa mencoba meminjam hp itu anak Anda tak meminjamkannya?

Apakah di hati Anda akan terbit perasaan bersalah ketika Anda menghadiri seminar motivasi mahal dengan pembicara internasional dari pagi sampai sore tapi Anda tak ingat sedikitpun waktu Dhuhur dan Asar yang lewat di sela kutipan kata-kata mutiara yang disampaikan pembicara?

Apakah di hati Anda akan terbit perasaan bersalah ketika mobil Anda melaju di kampung-kampung becek kumuh melewati kaum miskin karena Anda menghindari kemacetan jalan besar?

Apakah di hati Anda akan terbit perasaan bersalah ketika anak Anda minta dibelikan buku tulis tapi uang terakhir Anda sudah terlanjur disedekahkan pada seseorang di jalan pulang menuju rumah?

Mari kita bercermin.

Daftar di atas bukan pertanyaan benar salah. Ini pertanyaan yang akan menuntun kita untuk memilih dengan bijak setiap pilihan yang hadir di hadapan kita. Kebaikan dan keburukan bisa setipis silet perbedaannya. Percayalah bahwa mengikuti hati nurani itulah yang terbaik, meskipun pasti bukan yang termudah. Siapa Anda sesungguhnya akan terbaca dari jawaban-jawaban Anda atas pertanyaan di atas.

Seperti yang dikatakan oleh seorang bijak, lidah memang bisa bersilat tapi kejujuran hati lebih memikat.

Tuesday, March 10, 2009

Snapshot from Cebu 2


Delegasi Young Enterpreneur Indonesia ke Cebu: Dicky Sukmana (Bandung), Jeff Kristianto (Bali) dan eh... siapa sih yang satu lagi nih?


Tarian para penghuni CPDRP yang menampilkan foto orang-orang besar sebagai inspirasi yang luar biasa bagi para napi untuk mempunayi harapan tinggi

Tarian anak-anak muda saat latihan di acara One Visayas


Maen melulu lu!

Bersama Kepala Penjara CPDRP dengan napi yang berseragam oranye. Seger banget kan jika dibanding seragam napi Indonesia? He he he :)

Friday, March 06, 2009

Snapshot from Cebu 1

Sunset di Cebu
Para pengunjungn sedang berdoa di pelataran gereja Basilica Santo Nino sambil membakar lilin
He he he... Ada Extra Joss di Cebu, Cool!
Parklane Hotel, tempat delegasi Creative Programme Asia Pasifik menginap
Jeepney, kendaraan umum khas Cebu. Perpaduan bisa 3/4 dan kereta kelinci.

Inside Jeepney, bersama arek-arek Cebu asli

Monday, March 02, 2009

Creative Visit Trip ke Cebu

Just inform buat teman-teman yang mau ketemu saya atau ada keperluan, selama tgl. 4 -12 Maret saya off sementara karena ada creative visit trip ke Cebu atas undangan British Council bersama Mas Jeff dari Bali, Mas Ridwan Kamil dan Mas Daniel dari Bandung. Semoga banyak oleh-oleh hal baru yang bisa dipelajari dari sana untuk mengembangkan industri kreatif di Jogja maupun Indonesia tentunya. Jika bisa terkoneksi internet, saya usahakan untuk bisa posting dan balas email.

Kunjungan ini salah satunya juga akan mendasari pembuatan jejaring creative city: Bandung Jogja Bali dalam waktu tidak lama lagi. Mohon doanya.

Sunday, March 01, 2009

Ikut Asuransi Allah

Apa bedanya asuransi manusia dengan asuransi Allah?

Dengan membayar jumlah tertentu untuk premi asuransi, maka perusahaan asuransi manusia akan meng-cover biaya recovery, pengobatan dan penggantian jika terjadi musibah pada klausul yang diasuransikan. Misalnya: jika bayar premi asuransi kesehatan Rp 200.000,-/bulan (Rp 2.400.000,-/tahun), maka saat kita sakit akan ter-cover biaya pengobatannya sampai maksimal Rp 15.000.000,- Jika tidak sakit ya uang preminya habis (jadi haknya perusahaan asuransi), atau jika sakitnya lebih ya nambahin sendiri.

Yang saya maksudkan sebagai asuransi Allah adalah dengan amalan zakat dan sedekah. Bedanya adalah jika asuransi manusia mengganti setelah musibah, asuransi Allah ini mencegah datangnya musibah, dengan tambahan bonus: menambah rejeki, memperpanjang umur dan menyembuhkan penyakit sekaligus. Masih ditambah faktor kali 10, 700 bahkan tak terhingga tergantung kasih sayang Allah dan amal kebaikan kita lainnya. Jika misal sedekahnya Rp 2.400.000,- per tahun maka benefit-nya bisa sampai Rp 24.000.000,- ditambah terjaga keselamatan kita di dunia dan akhirat.

Banyak orang berbondong-bondong ikut asuransi karena khawatir masa depannya, anak-anaknya dan hartanya sehingga memperkaya perusahaan asuransi yang sekarang malah ruwet terlilit krisis moneter dunia. Lihat apa yang terjadi pada perusahaan asuransi terbesar di dunia, AIG yang sekarang malah butuh bantuan pemerintah Amerika Serikat.

Banyak orang mau membayar mahal semata-mata demi keselamatan duniawi. Banyak orang yang tak ragu-ragu mengeluarkan jutaan bahkan ratusan juta rupiah untuk melindungi dirinya sendiri sambil melupakan bahwa di sekitarnya banyak sesamanya yang jangankan melindungi dirinya sampai setahun ke depan, buat makan besok saja masih belum terpikirkan.


Cobalah pertimbangkan asuransi Allah, saya menyediakan diri sebagai salesman-nya dengan senang hati: fee dari jualan saya tentang asuransi Allah ini tak usah Anda bayarkan ke saya, karena Allah yang akan membayar saya.

Bayarnya asuransinya pun bukan ke saya tapi langsung ke Allah. Ke saudara-saudara kita yang kekurangan, anak-anak yatim, korban bencana, korban perang, silakan pilih sendiri yang sesuai hati dan keinginan. Tak perlu melapor ke saya atau repot bikin kontrak segala macam, karena Allah tidak pernah tidur dan malaikat-Nya tak berhenti mencatat.


Insya Allah dengan berbekal keimanan yang kuat, musibah akan jauh, rejeki akan deras mengalir jika Anda istiqomah mengikuti asuransi Allah. Bersama Allah, tak ada perniagaan yang rugi. Pasti menguntungkan, dunia dan akhirat. Ini bukan sekedar janji saya - salesman yang baru belajar - tapi janji Allah dan Rasul-Nya. Ini saatnya Anda memikirkan ulang apakah asuransi yang selama ini Anda bayarkan mampu melindungi semua musibah yang mungkin terjadi saat perusahaan asuransi itu sendiri belum tentu mampu melindungi dirinya sendiri saat musibah terjadi.

Jika belum pernah berfikir tentang hal ini, saran saya cobalah. Mantapkan hati, ucapkan bismillah. Kabari saya jika tiba-tiba ada keajaiban dan rejeki dari arah tak disangka-sangka mendatangi Anda. Saya tidak akan minta bagian, tapi jika Anda ingin berbagi: berbagilah ke Allah. Sang pemilik alam semesta ini adalah satu-satunya yang paling mampu melindungi Anda, keluarga Anda, anak-anak Anda dan harta Anda.

Bukan perusahaan asuransi manusia. Atau yang semacamnya.

Sunday, February 15, 2009

Sebuah Cerita Tentang Otak



Dalam sebuah lelang tingkat dunia di London, nampaklah beberapa otak yang akan dilelang kepada penawar dengan harga tertinggi. Nampak otak para ilmuwan dan tokoh top dunia seperti Einstein, Thomas Alva Edison, Benjamin Franklin juga beberapa lagi lainnya.


Pengunjung 1:

Lihat itu otak Einstein, nampaknya capek sekali. Pasti selama hidupnya sudah digunakan secara maksimal sehingga sisa energinya tinggal sedikit. Harganya juga gak mahal, mulai dari 1000 dollar.


Pengunjung 2:

Otak Edison juga tuh, pemiliknya pasti terus menggunakannya untuk menemukan hal-hal penting saat hidup. Ini juga mulai dari 1000 dollar.


Pengunjung 3 (dengan mata-berbinar-binar):

Lihat itu ada otak yang masih segar, nampaknya belum pernah dipake. Ayo kita beli aja yang itu. Sedikit lebih mahal sih, mulai dari 1500 dollar...


Pengunjung 1:

Oooo... Itu otaknya orang Indonesia, ya ya ya... katanya emang jarang dipake. Jadi fresh banget! Ya udah, masing-masing kita beli 10 deh. Sekalian buat persediaan.


Tiba-tiba petugas lelang yang sedang berdiri di belakang mereka berkata:

Tuan-tuan, otaknya orang Indonesia itu memang boleh dibeli. Tapi tidak sekarang, paling tidak sepuluh tahun lagi atau tergantung kabar dari Indonesia.

Pengunjung 2:

Maksudnya?


Petugas lelang:

Otak itu baru boleh dibeli kalo pemiliknya sudah meninggal. Nanti rumah sakit di sana akan memberi kabar. Pemilik otak dari Indonesia itu sekarang masih hidup, mereka menitipkan otaknya buat dipajang di sini karena katanya jarang dipakai. Apalagi mereka sekarang sibuk kampanye pemilu, bikin repot katanya kalo mesti pake otak dalam kampanyenya...


Pengunjung 1, 2 dan 3:

???!!!#%***


(sebuah humor untuk mengingatkan bahwa menyia-nyiakan harta termahal adalah lelucon yang paling tragis) Image pinjem dari http://www.simpsonstrivia.com.ar/simpsons-photos/wallpapers/homer-simpson-wallpaper-brain-1024.jpg

Tuesday, February 10, 2009

Sekali Lagi: Jihad

Anda sudah pernah melihat video Manhattan Raid? Film ini sendiri diproduksi oleh As-Sahab, sayap media dari Al Qaidah. Persiapan Ekspedisi Manhattan (11 September 2001). Tokoh utamanya Usamah bin Laden (di film ini disebut sebagai Syaikh) yang melepas para pelaku serangan 11 September. Dalam video ini disebutkan sebab-sebab dilakukannya aksi itu. Versi Indonesianya dikeluarkan oleh Ar Rahmah Media. VCD-nya banyak tersedia di persewaan.

Jika kita perhatikan apa yang disampaikan Usamah, hampir semua kata-katanya mengatasnamakan Allah, Muhammad dan penderitaan Palestina. Orang-orang Al Qaeda sangat yakin bahwa upaya-upaya di luar serangan yang mengandalkan TNT dan bom bunuh diri sudah tidak mempan lagi untuk menyadarkan Amerika, Israel dan sekutu-sekutunya. Nyawa dibayar nyawa, darah diganti darah: dan keyakinan penuh bahwa setiap yang melakukan serangan untuk menimbulkan kerusakan pada kaum kafir (mereka menyebutnya begitu) adalah jalan terbaik memasuki surga-Nya.

Pengikut mereka ini banyak sekali, mungkin hampir dari pelosok dunia. Dengan home base di Afganistan, disini kitapun mengenal Imam Samudera, Ali Gufron, Amrozi sebagai otak bom Bali.

Kemarin di sebuah masjid saya mengikuti pengajian yang pembicaranya berasal dari salah satu ormas Islam bertema Serangan Israel ke Gaza. Setelah dipaparkan sejarahnya, penderitaan saudara-saudara kita di Palestina, kesimpulan yang disampaikan pembicara sebagai solusi salah satunya adalah Jihad. Sudah tidak diperlukan perundingan lagi, dan jihad dalam hal ini adalah perang membela Palestina. Melawan Israel dan melawan para pemimpin negara Islam yang dianggap berkhianat karena tidak menolong perjuangan Hamas. Termasuk PLO (faksi lain di Palestina) yang dianggap boneka Amerika. Pemahaman jihad yang seperti ini membuat saya prihatin.

Bagi saya, menulis tema jihad ini bukanlah sesuatu yang mudah. Misalnya jika saya ajukan pertanyaan kepada Anda: Usamah bin Laden itu mujahid atau teroris?
Usamah bin Laden itu memperjuangkan Islam atau bukan? (jawaban atas pertanyaan ini akan lebih membingungkan lagi setelah Anda melihat videonya)

Saat saya menulis tentang eksekusi trio bomber, sikap saya dalam serangan Israel ke Gaza dan ketidaksetujuan saya untuk mendekatkan kata jihad dengan kekerasan: beberapa orang dengan sangat keras menentang pendapat saya. Sesuatu yang sudah saya perkirakan sebelumnya.

Pendekatan saya yang cenderung berbasis perdamaian dan rahmatan lil 'alamien sering diterima sebagai hal yang utopis dan tidak kontekstual di jaman sekarang. Jihad - celakanya - telah dimaknai oleh sebagian besar masyarakat bahkan kaum muslimin sendiri sebagai perang dalam arti yang sesungguhnya. Sebagai tindakan pembalasan, sebagai upaya untuk memenangkan pertempuran atas kaum kafir.

Untuk pertama kalinya di blog ini, saya ingin mengutip sebuah terjemahan ayat dalam Al Qur'an:

Dan (kenikmatan di sisi Allah bagi) orang-orang yang apabila diperlakukan dengan dzalim, mereka membela diri. Balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa. Maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik, pahalanya menjadi tanggungan Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang dzalim. Sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada suatu dosa pun atas mereka. Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat dzalim pada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih. Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.

(QS. Al Syura: 39-43)

Jika kita membalas kejahatan yang ditimpakan kepada kita dengan balasan yang setimpal, Islam membolehkan. Jika para pejuang Hamas menembakkan roketnya untuk membalas serangan keji Israel: Islam mempersilakan. Saya hanya mengingatkan: itu bukan satu-satunya pilihan yang ada untuk dilakukan. Jika kita baca ayat di atas sekali lagi, saya memahaminya seperti ini: jika kita memilih untuk bersabar dan memaafkan, sesungguhnya itulah perbuatan yang yang diutamakan dalam pandangan Allah. Mengapa? Karena tentu saja ini lebih sulit: mengorbankan ego kita, melupakan penderitaan kita, mengikhlaskan kejahatan yang menimpa kita dan memberikan maaf pada orang-orang kafir penjahat? Allah sangat memahami kemampuan kita sebagai manusia biasa dengan segala kelemahannya, jadi Allah mempersilakan kita untuk membalas.
Tapi Allah juga men-challenge kita: mau nggak sampai di maqam yang lebih tinggi?

Bukan maksud saya untuk mengajak umat Islam menjadi lemah saat diperlakukan tidak adil. Bukan seperti itu. Tapi mendudukkan jihad dalam makna yang lebih positif adalah upaya kecil saya agar Islam yang ramah, yang bersinar sebagai rahmat, menjadi cahaya bagi terbitnya keindahan hidup bersama di muka bumi Allah ini.

Saya pun sadar bahwa media massa barat dengan segala bentuknya
(yang modalnya banyak dikuasai Yahudi) telah melakukan manipulasi pemberitaan yang menjelek-jelekkan Islam, menyamakannya dengan teroris, mencap kaum muslimin sebagai kaum radikal dan ekstrim. Nah, jika Anda seorang muslim dan kebetulan mempunyai kekuasaan untuk mengendalikan media yang jaringannya meliputi seluruh dunia seperti itu: apakah hal yang sama akan Anda lakukan meskipun kali ini dengan obyek lawan-lawan Islam?

Saya tidak. Saya hanya akan menyiarkan kebenaran. Nothing but the truth. Nabi Muhammad menumbuhkan Islam tidak dengan memburuk-burukkan kafir Quraisy, tidak dengan membumihanguskan lawan-lawannya, tidak dengan fitnah dan tipu muslihat. Rasulullah menunjukkan suri tauladan, Islam masih hidup sampai sekarang bahkan sampai akhir zaman kelak karena Islam membawa perdamaian, keselamatan, kasih sayang dan kebersamaan yang menyejukkan bahkan untuk mereka yang tidak memeluk agama Islam.

Dengan tujuan indah seperti itu - dalam pemahaman saya - jihad seharusnya diarahkan. Wallahu A'lam.

Tuesday, February 03, 2009

Putih Abu-abu Memilih

Monday, February 02, 2009

Jangan Pernah Bilang Tidak Bisa




Saya termasuk orang yang sangat terganggu melihat polusi visual kampanye Caleg yang sekarang memenuhi seantero kota dan desa-desa, bahkan sampai kampung-kampung. Saya tidak menolak kampanye Pemilu, tapi saya katakan: sense of art dan daya komunikasi para Caleg itu sangat lemah. Bagaimana kita mau percaya bahwa Caleg-caleg itu akan mampu membawa suara kita di parlemen jika cara mereka menjual dirinya kepada calon konstituen-nya begitu 'menyedihkan'?

Asumsi yang selalu dipakai biasanya karena rakyat masih belum maju pemikirannya, sehingga sebaiknya dijejali saja dengan pas photo dan pesan-pesan politik yang ngecap: ayo, pilihlah saya! Tapi saya yakin, para politisi itu terlalu underestimate terhadap kecerdasan rakyat Indonesia. Buktinya film Laskar Pelangi & Ayat-ayat Cinta lebih laris ketimbang film Genderuwo, Suster Ngesot dan Tiren-nya Dewi Perssik! Jadi rakyat malah lebih punya taste of art ketimbang calegnya kan?


Nah, saya bawakan sample promosi ala Obama. Bener sih ini emang beda konteksnya, rakyat Amerika mungkin lebih maju pemikirannya, tingkat edukasi lebih tinggi: tapi toh kita sama manusianya. Kita bahkan bisa lebih baik daripada bangsa Amerika: paling tidak dalam kasus krisis ekonomi sekarang.

Jadi tolong jangan pernah bilang kita tidak bisa jadi bangsa yang lebih maju, yang promosi calegnya lebih bagus, yang lebih komunikatif, yang lebih demokratis. Jangan sibukkan diri mencari alasan ini-itu banyak sekali hanya untuk mengatakan bahwa perbaikan tidak bisa dilakukan.
Perbaikan pasti bisa dimulai sekarang, dari diri kita sendiri, dari yang kecil-kecil dulu. Ah, ngutip AA Gym lagi: jangan jadi Caleg ya Aa'.

Sunday, February 01, 2009

Tribute to Wedding Danan & Putri


Wong Ndeso Kondangan (lihat kadonya)

Dari desa mencium bau kota, semua kado asli dari kebun orang

Gerombolan Petakumpet setelah kenyang makan lalu pulang

Sang Penjaga Teh

Langlang menyumbangkan lagunya Tompi 'Saya Bundar'

Bima menyumbangkan keberaniannya menyanyikan lagu instrumentalia

Yang berbahagia Danan & Putri, Selamat ya.. :)

Friday, January 23, 2009

Ada Apa Dengan PKS?



Saya sebetulnya tidak begitu berminat lagi menulis tentang politik, tapi entah kenapa beberapa kejadian yang berhubungan dengan PKS membuat saya merasa perlu membuat sedikit catatan, kejadian itu diantaranya:

  • Iklan politik PKS yang menyertakan Alm. Mantan Presiden Soeharto sebagai Guru Bangsa yang disayangkan oleh banyak pihak dan malah kontraproduktif dalam upaya membangun brand PKS.
  • Dilaporkannya Tifatul Sembiring ke kepolisian oleh Panwaslu Jakarta dengan dugaan pelanggaran ketentuan kampanye Pemilu dalam demo menentang Israel beberapa saat lalu
  • Terbongkarnya upaya penyuapan dari pengacara PKS, M. Anwar Junaidi sebesar 10 jt rupiah kepada kepolisian yang ternyata malah berujung penipuan
Hal-hal yang seharusnya tidak perlu dialami PKS. Tiga kejadian ini saja seharusnya bisa membuat para petinggi PKS untuk berintrospeksi: apa sesungguhnya yang sedang terjadi di dalam tubuh PKS? Apakah ini sekedar ujian atau apa? Adakah sebuah upaya pergeseran strategi politik yang mulai merambah wilayah abu-abu dan bukannya putih bersih seperti slogannya: Bersih Peduli dan Profesional? Atau sumber pendanaan PKS yang mesti dicek betul darimana asalnya, halal dan haramnya? Atau pengurus PKS yang mungkin terlalu goal oriented sehingga agak melupakan prosesnya yang juga harus bersih seperti dulu?

Beredar juga kabar-kabar miring bahwa mereka yang berkuasa di masa lalu mulai menebarkan jaringnya dengan menyebar anggaran yang jumlahnya luar biasa besar kepada partai-partai peserta pemilu yang berpotensi meraup suara banyak. Tentu saja dengan harapan bahwa kelak kepentingan mereka akan masuk jadi agenda pemerintahan baru. Dan seperti kita semua tahu: sama sekali tidak ada jaminan kejelasan atas bersihnya sumber pendanaan itu.


Saya menaruh hormat atas upaya PKS dalam berpolitik secara bersih dan Islami. PKS berpolitik dan melakukan pendidikan politik serta berperan bagi rakyat banyak hampir sepanjang tahun, tak cuma 5 tahun sekali. Lihatlah saat terjadi bencana alam, PKS seringkali tiba paling depan di lokasi kejadian. Juga respek saya yang luar biasa pada Pak Hidayat Nurwahid, politisi bersih dan sederhana yang menyejukkan hati.


Saya akan sangat menyayangkan jika karena keinginan untuk meningkatkan jumlah pemilih, PKS harus meninggalkan akar keislamannya untuk jadi plural dan 'seolah-olah' mengharapkan semua pihak untuk bergabung. Termasuk mungkin anasir dan pewaris orde baru, para oportunis dan mereka yang berpolitik hanya atas nama kepentingan. Dari survey yang digelar pun - entah benar entah salah - PKS semakin jauh dari representasi Partai Islam, akar kekuatan awalnya.
Ah, saya sih tidak berandai-andai mengharap ada partai yang 100% bersih. Ini Indonesia Bung! Jadi saya akan melihat dengan hati: pesta demokrasi ini akan berjalan seperti apa. Saya hanya akan berharap pada Allah yang terbaik untuk negeri ini, karena berharap pada partai atau tokoh nasional atau caleg atau capres seringkali harus nyahok lagi dan lagi.

Selamat berjuang memperbaiki diri teman-teman di PKS. Juga partai-partai yang lain. Lebih penting daripada menang atau kalah di pemilu besok, saya dan banyak rakyat negeri ini sungguh butuh partai yang bersih dalam menjalankan ikhtiar politiknya dan peduli pada rakyat yang diminta suaranya.

Lebih baik kalah tapi terhormat daripada menang tapi tidak berkah.
Saya akan memilih partai yang seperti itu.

Image pinjem dari: http://anditoaja.files.wordpress.com/2008/04/pks-rally1.jpg

Sunday, January 18, 2009

Save Palestina

Friday, January 16, 2009

Udah Baca Sex After Dugem?



Saya beli buku itu masih kinyis-kinyis saat Seminar Highlight di ISI Jogja, mungkin saat belum beredar di seluruh Indonesia. Buku Mas Budiman terbaru ini rasanya lebih 'wild', kalo di Jogja kayak makan oseng-oseng mercon.. OOM (singkatan dari Oseng-Oseng Mercon, lho kok malah panjang) dijamin keringatan, mata melotot dan terjaga sepanjang malam saking pedesnya! Jadi jika Anda berfikir bahwa dunia periklanan itu hanya seputar presentasi, meeting, brainstorm dan complaint klien: pake dulu sabuk pengaman sebelum mulai membaca.

Buku Mas Bud ini sengaja keluar jalur industri periklanan dengan manisnya, menerjang jalan yang penuh batu kerikil, off road di jalanan kreatif karena ide-idenya meluber kemana-mana.
Buku ini membantu saya menemukan teman yang percaya bahwa kreatif itu bukan hanya soal kerjaan, iklan, bikin headline atau body copy. Kreatif itu sebaiknya - maaf - seharusnya bisa menjadi the way of thinking dan selanjutnya menjadi the way of live.

Buku ini mengajarkan bagaimana hidup ugal-ugalan tapi bertanggung jawab. Tetap gila ya Mas Bud, dunia periklanan kita berhutang ide-ide kreatif pada kenekadan Mas Bud untuk jadi berbeda! Untuk tetap kreatif dimanapun saja. Congratz:)

Monday, January 12, 2009

Mencintai Musuh Kita

Awalnya dari sebuah comment di tulisan saya sebelumnya, Palestina Mengetuk Hati Kita. Seorang sahabat yang berkunjung menuliskan: waduh bukanya yahudi itu laknatulloh yg harus di perangi ,di musnahkan. bukan di cintai. mereka musuh ALLOH ...

Nah, berikut pemikiran saya.

Israel alias Yahudi adalah kaum yang memang berbakat nyengiti dari dulu. Pinter sekaligus licik, rakus, tidak berperikemanusiaan dan sok punya kuasa. Beberapa hari kemarin mereka bergaya sok menolong ketika mengumpulkan kurang lebih 100 orang Palestina di sebuah gedung untuk - Masya Allah - sehari setelahnya mengirimkan serentetan peluru menghujani gedung tersebut dan menewaskan lebih dari 30 orang tak berdaya yang sedang berlindung ketakutan di dalamnya. Tentu saja ini adalah pembantaian terencana dan PBB pun menganggapnya demikian. Sebuah kejahatan perang. Belum lagi lebih dari 800 orang - jumlah itu terus bertambah - yang meninggal jadi korban kebiadapan Israel.

Lha, secara logika dan hati nurani kemanusiaan kita bukankah tipe bangsa kayak begini emang wajib dimusuhi, dibakar benderanya, kalo perlu ditembak dan dibunuh karena kejahatannya yang luar biasa?

Sebelumnya, saya akan meminta maaf terlebih dahulu. Saya muslim 100% dan Insya Allah sedang mencoba untuk taat dan mendekat pada Allah, Tuhan saya dan Tuhan kita semua. Tapi pendapat saya ini murni ijtihad saya sendiri dan tidak mewakili muslim lainya. Saya akan mulai dengan beberapa pertanyaan:

Jika Nabi Muhammad Rasulullah diludahi orang dan dilempari batu sampai berdarah-darah, apa yang akan Anda lakukan?

Jika engkau ditodong pedang dan hendak dibunuh lantas berhasil merebut pedang itu untuk balik menodong penyerang Anda, apakah yang akan Anda lakukan setelahnya?

Jika seseorang atau sekelompok orang karena alasan sepele memukuli dan menghajar salah satu orang di kampung Anda dan penduduk kampung Anda berkumpul untuk menyerbu kampung si pemukul dan mengajak Anda ikut serta menghancurkan kampung lawan, apa yang akan Anda lakukan?

Jawaban paling logis bisa jadi seperti ini: pertama, nasib orang yang berani meludahi bahkan melempari Rasulullah pasti tidak selamat. Rasulullah junjungan kita umat Islam diperlakukan seperti itu, kurang ajar betul. Bahkan Salman Rushdie-pun - oleh sebagian ulama Islam - dihalalkan darahnya. Kedua, mata ya dibalas dengan mata. Saya berhak membunuh dia karena dia telah berniat membunuh saya. Kalau tidak saya bunuh maka saya yang akan dibunuhnya. Pedang lawan akan saya pakai untuk mengirimnya ke neraka karena kejahatannya pada saya. Ketiga, namanya juga solidaritas. Bisa jadi sekarang kawan saya, besok mungkin saya. Jadi saya akan segera pulang ambil senjata secukupnya - bukan kita kok yang mulai bikin masalah - dan berangkat memberi pelajaran pada orang kampung sebelah agar tidak macam-macam lagi dan mengganggu orang kampung saya.

Dengan segala hormat, berikut jawaban saya:

Pertama, Rasulullah sendiri memberikan teladannya. Beliau tidak balas meludahi orang yang meludahi beliau. Ketika suatu hari beliau lewat dan tidak ada yang meludahinya, beliau bertanya kemana gerangan Si Fulan yang biasa meludahiku? Saat tahu Si Fulan sakit, beliau membawa bingkisan menjenguk ke rumahnya dan mendoakannya cepat sembuh. Saat beliau dilempari batu oleh kaum Thaif, beliau tidak balas melempari mereka atau menyerbu dengan pasukan yang lebih besar. Rasul terpilih itu malah memintakan ampunan buat kaum Thaif pada Allah. Rasul kita bukan pendendam, pemarah dan tukang perang.

Kedua, Rasul sekali lagi membawa keindahan saat seseorang menodongkan pedang untuk membunuhnya. Terjadi dialog dan suatu ketika pedang itu terjatuh. Rasul kita memungut pedang itu dan mengembalikannya pada penodongnya, bukan menggunakannya untuk membalas dendam.

Ketiga, saya akan tinggal dan tidak pergi untuk menyerbu kampung sebelah meskipun resikonya akan dimusuhi orang sekampung. Saya akan mencegah penyerbuan itu. Saya akan jelaskan semampu saya bahwa membalas sebuah kejahatan kecil dengan kejahatan lebih besar seperti merusak rumah orang yang mungkin tidak bersalah itu lebih banyak dosa dan mudharat-nya. Saya mungkin tidak akan didengarkan, saya mungkin dituduh tidak setia kawan dan tidak solider. Apa boleh buat, untuk menjadi jernih dalam situasi kalut memang membawa resiko. Punya keyakinan yang berbeda dengan banyak orang membang beresiko. Tapi apa salahnya mengambil resiko jika kita yakin benar?

Kembali ke pertanyaan sahabat yang berkunjung di blog ini:
waduh bukanya yahudi itu laknatulloh yg harus di perangi ,di musnahkan. bukan di cintai. mereka musuh ALLOH ...

Saya setuju bahwa Yahudi itu laknatullah. Saya setuju bahwa Iblis itu nanti masuk neraka. Saya setuju bahwa setiap penjahat harus dihukum. Saya setuju bahwa musuh-musuh Allah harus diperangi dengan jihad.

Tapi saya memilih cara jihad yang berbeda. Saya memilih meninggalkan cara kekerasan dan pembalasan. Saya memilih mengikuti Rasulullah dalam menegakkan Kalimat Allah di bumi yang penuh rahmat ini. Bahkan Mother Teresa tidak mau menghadiri demo anti perang, karena artinya itu demo yang mengutuk dan mengecam perang.

Semakin banyak kata perang disebut, semakin banyak orang membenci, mengutuk dan mengecam makin besarlah kemungkinan perang akan terus berlanjut. Karena hukum ketertarikan akan bekerja, jika kita terus berfikir tentang perang - tidak peduli setuju atau tidak setuju - maka perang makin eksis di pikiran kita dan akhirnya menjadi kenyataan. Makin kita mengutuk-ngutuk Israel, maka Israel makin eksis di pikiran kita dan kita ketularan kejahatannya: jadi gampang mengutuk, memaki, marah dan jika seseorang meminjamkan senapan M16: bukan mustahil kita akan jadi pembunuh. Sama dengan Israel yang kita musuhi.

Saya tidak menentang demo anti Israel dan Amerika. Silakan jika ingin membakar bendera Israel atau melempari tokoh Israel dengan sepatu yang paling bau. Saya pun berdoa agar saudara-saudara tercinta saya di Palestina tabah memnjalani cobaan ini dan dikuatkan hatinya sekuat baja.

Saya memilih menyerukan penghentian perang, mewujudkan perdamaian dari kedua belah pihak. Saya memilih mengumpulkan bantuan kemanusiaan semampunya buat warga Palestina dan warga sipil Israel. Saya memilih menyampaikan pendapat saya secara terbuka seperti ini agar kita bisa bertukar pikiran untuk menuju kebenaran sejati.

Saya memilih mencintai musuh kita ketimbang memusuhinya. Saya memilih melawan kebiadapan dengan kasih sayang dan cinta. Saya memilih meluluhkan hati seorang tentara Israel sehingga dia sadar dsn kembali mendengarkan hati nuraninya, ketimbang menembak kepalanya dengan pistol di tangan. Saya memilih berdoa agar Allah menggerakkan hati para pejabat, militer di Israel, Amerika dan sekutunya untuk menghentikan serangan. Saya berdoa teman-teman Hamas mau sedikit bersabar untuk tak buru-buru melontarkan roketnya ke warga sipil Israel.

Karena ketika roket dibalas roket, peluru dibalas peluru, bom dibalas bom: makin banyaklah manusia yang menderita dan setan makin kencang tertawanya.

Inilah pilihan saya dan kemungkinan besar tak banyak yang sependapat dengan apa yang saya saya sampaikan ini. Saya mungkin utopis atau fatalis. Tapi saya tidak mau ikut arus hanya agar diterima sebagai bagian mayoritas.

Saya percaya, saya tidak sendiri dalam hal ini. Tuhan tahu apa yang saya pikirkan dan nawaitu-nya Insya Allah demi terciptanya Islam sebagai Rahmatan lil 'Alamien. Karena - seorang teman memberitahu - Islam berasal dari kata Salam, artinya selamat.

Semoga keselamatan segera hadir memenuhi hamparan bumi kita. Dan bersemayam di relung hati kita masing-masing. Amien ya Robbal 'Alamien...





Friday, January 02, 2009

Jika Saya Jadi Caleg...