Mybothsides

Wednesday, September 22, 2010

Berbagi Amplop Rejeki

Ini adalah program untuk secara kecil-kecilan mencoba mengurangi jumlah para pengemis di negeri ini, utamanya yang menjadikan mengemis sebagai profesinya, karena keterdesakan kurangnya harta atau karena malas tidak mau bekerja yang lain. Sedangkan untuk pengemis berdasi, biarlah KPK dan kepolisian yang urus saja, program ini tidak mengarah ke sana.

Ide awalnya berasal dari pembicaraan antara teman-teman di Petakumpet, Rekarupa (Iqbal, Rahmat) dan Mas Bram Satya (Lunar).

Oya, sekali lagi target audiens yang disasar adalah: pengemis, baik asli maupun tiban. 

Program ini bertujuan mengubah mindset dari pola pikir miskin menjadi berpola pikir kaya. Dari kebiasaan meminta menjadi memberi. 

Intinya: daripada ngasih duit doang ke pengemis yang tidak mendidik, dengan ini dikasih bonus pemahaman sederhana tentang manfaat memberi dan mencari rezeki dengan cara yang benar. 

Kita siapin beberapa Amplop Rejeki di dashboard mobil sehingga bisa dibagikan di lampu merah, saat Sholat Ied, saat selesai Jumatan, saat di pasar, dimana saja kita melihat Saudara-saudara kita yang perlu diperbaiki mental dan pola pikirnya dalam mencari rezeki. 

Tingkat keberhasilan program ini seperti apa? Jika kita berikan 10 amplop, Insya Allah 1 atau 2 orang yang tergerak hatinya untuk mulai berfikir ulang tentang pekerjaannya mengemis itu sudah cukup. 1 orang pengemis saja mau mulai memberi lima ratus rupiah pada kawannya sesama pengemis itu modal awal yang cukup. Tentu, program ini akan ada kelanjutannya lagi.



Program ini telah mulai dijalankan di akhir Ramadhan 1431 H kemarin, saat Lebaran maupun setelahnya. Program ini pun terus dilanjutkan karena para pengemis masih banyak di sekitar kita.


Desain ini juga silakan disebarkan seluas mungkin, sebanyak-banyaknya, oleh siapapun yang tertarik untuk sama-sama berjuang menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang gemar berbagi, bukan bangsa dengan mental peminta-minta. Tak perlu sebutkan sumbernya, desainer awalnya, konseptornya, tak perlu. Ini semacam software Linux, biarlah menggelinding bagai bola salju menebarkan kebaikan. Mau kasih nama perusahaan, merk atau apapun di materi amplopnya juga boleh, it's freedom to do good things. 



Demikian, mohon masukan, kritikan untuk perbaikannya. Dan mari bekerjasama untuk melakukan hal-hal yang baik, mewujudkan Rahmatan lil 'Alamiin.

8 comments:

mas opang said...

Mas Arief, keren nih pencerahan dan ide BERTINDAK-nya!

InsyaAllah saya bagikan ide ini ke istri dan orang rumah.

Baarakallah...

Affandhi Arief said...

Setan-pun pasti geram... :D

koeshariatmo said...

waah bagus idenya..langkah konklit untuk merubah pola pikir..

akan saya coba mulai dari diri sendiri untuk belajar memberi

terimakasih mas atas pencerahannya!

HAIRI CIPTA said...

ide bagus mas,,tapi saya membayangkan kalau untuk para tunanetra dan tunaaksara apa ada amplop khusus?

redhy said...

makasih iinfonya mas...sukses selalu

salam

salam said...

Pak, ijin ambil idenya utk diterapkan di Madiun. suwun

Fatoni said...

ide ini benar adanya.... Buktikan

Ukah Fatthurochman said...

Sgt2 bagus ide ny..tp maaf.itu tulisan yg d uang kertasny pake stiker atau apa..
apa klo d cabut nda sobek?