Mybothsides

Tuesday, May 26, 2009

Bicara Film Iklan di Salihara



Bicara Film Iklan
Teater Salihara, Pejaten
Jumat, 19 Juni 2009, 19.00 - 22.00 WIB

Pembicara:

M. Arief Budiman
Executive Creative Director Petakumpet

Berbicara tentang konsep kreatif iklan, strategi, pencarian ide sekaligus pemahaman iklan sebagai alat pemasaran

Iman Brotoseno
Sutradara Film Iklan

Berbicara tentang implementasi menjadi sebuah shooting board dan eksekusi film iklan di lapangan

Mira Lesmana
Producer / Miles Production

Berbicara tentang bagaimana memproduksi sebuah film iklan dan aspek-aspek manajemen produksi

Goenawan Mohamad
Penulis & Budayawan

Berbicara tentang aspek film iklan sebagai bagian dari budaya modern

Monday, May 25, 2009

Ketika Harapan Tak Terwujud

Ketika segala sesuatu yang telah kita rencanakan dengan baik, terjadual dan hampir sempurna pada waktunya tidak bisa terwujud, reaksi pertama kita biasanya akan kecewa.

Udah dandan rapi-rapi disemprot Axe Chocolate mau ngapelin cewek untuk pertama kali, begitu naik motor menyusuri jalan tiba-tiba - tanpa peringatan - hujan mengguyur dan bresss.. basahlah semuanya.

Seorang direktur sudah mendapatkan deal sebuah project senilai 500 milyar, semua kesepakatan sudah diterjemahkan dalam bentuk kontrak detail sejumlah 40 halaman oleh manajernya masing-masing. Tinggal tanda tangan doang besok dan akan diliput pers secara nasional menjadi deal terbesar untuk kedua perusahaan. Tapi pena tak pernah digoreskan karena direktur kliennya tak pernah sampai di ruang press conference: meninggal mendadak terkena serangan jantung di kamar mandi hotelnya menginap.

Seorang manajer perusahaan telah berkarier cemerlang selama 20 tahun, melakukan apapun yang diperlukan sehingga hampir setiap tahunnya terpilih menjadi Manager of The Year di perusahaannya bekerja. Dan pada umur 55 tahun, ia pensiun membawa uang pensiun yang telah dikumpulkan dari hasil usahanya sebesar 10 milyar. Karena ingin menikmati usia senjanya ia tak mau lagi bekerja. Datang seorang kawan menawarkan investasi, kawan ini reputasinya luar biasa dan punya jaringan internasional. Jika invest keuntungannya bisa naik 20-40% setahun. Sang pensiunan tertarik lalu invest 1 milyar dan untung. Lalu 5 milyar dan untung. Lalu 10 milyar dan bummm! Krisis moneter internasional menghantam, uangnya jadi abu dan sengketa panjang di pengadilan. 20 tahun pengabdiannya ludes dalam waktu kurang dari setahun.

Dari beberapa kejadian di atas, sepertinya nasib begitu kejam menghantam dan seolah-olah kita sebagai manusia tak bisa berbuat apa-apa saat itu terjadi. Jika tak kuat mental, maka terguncanglah jiwanya dan mungkin berakibat hal-hal yang lebih fatal. Mantan presiden Korea Selatan Roh baru saja bunuh diri setelah dituduh korupsi meskipun saat dia naik julukannya adalah Mr Clean. Hancur hidupnya setelah tak menjabat lagi. Antasari Azhar. Caleg-caleg yang tak terpilih. Caleg yang meninggal 3 hari sebelum diputuskan KPU terpilih.

Dan cerita beginian, banyak banget bertebaran di sekitar kita.


Jadi teman-teman semua, menyiapkan segala sesuatu untuk masa depan kita itu memang baik, perlu dan bahkan wajib. Tapi mohon selalu ingat untuk tak melewati hukum-hukum alamnya agar tak kecewa di ujung.

Salah satu yang saya percaya adalah:
Jika ingin dapat bagian keuntungan terbesar, maka dapetnya harus paling belakangan. Jika ingin dapet duluan, maka bagian keuntungannya paling kecil.

Di perusahaan manapun: office boy, satpam, driver pasti dibayar duluan ketimbang direkturnya. Jika perusahaan lagi miring, mereka tetap gajian duluan dan bisa jadi direkturnya gak kebagian. Tapi jika perusahaan lagi bagus, mereka juga tetap gajian duluan tapi tentu tak sebesar jatah sang direktur yang baru diterima setelah semua yang pangkatnya lebih rendah dapat bagian.

Jika hukum ini dilanggar, maka resikonya jelas. Office boy yang pengen dapet jatah lebih besar akan mencoba mengkorupsi biaya rumah tangga kantor, satpam mungkin akan membocorkan data rahasia perusahaan, driver akan me-mark up biaya bensin dengan nota palsu. Jika sampai ketahuan dan pasti ketahuan, mereka akan dipecat.

Jika sang direktur pengen dapet gede dan duluan, maka uang proyek dipake dulu buat DP mobil Lexus terbaru, buat bayar cicilan rumah mewah atau mendandani caddy golf untuk diajak yang bukan golf. Jika terbongkar, ia akan menghabiskan sisa kariernya di penjara sebagai pesakitan.

Silakan kejar dunia, sekencang-kencangnya. Silakan mendaki tangga karier setinggi-tingginya. Silakan menumpuk kekayaan sebesar-besarnya. Tapi di ujung karier kita, di puncak sukses kita, di ujung hidup kita: itu semua takkan kita bawa. Semua akan ditinggalkan meskipun kita tak rela. Takdir akan merenggut paksa apa-apa yang kita dapatkan dengan cara yang di luar cara-Nya. Alam akan selalu menyeimbangkan diri, kita tak bisa menolaknya.

Kita ini tak pernah punya milik. Kita ini sendiri hanyalah pinjaman. Sebaiknya kita mulai bersih-bersih dari sekarang, sekiranya ada bagian dari hidup kita yang bukan hak kita. Sehingga ketika waktunya tiba dan apa yang kita peroleh diminta kembali oleh yang Maha Punya: kita ikhlas dan tak berat hati.

Tukang parkir mengajari kita hal yang luar biasa, saat motor atau mobil diambil pemiliknya ia relakan karena ia sadar semua itu hanya titipan.

Saat apa yang kita rencanakan tak bisa berjalan seperti harapan kita, ambillah cermin. Mungkin ada bagian diri kita yang harus dibersihkan, mungkin ada dosa yang belum dimintakan maaf dan tobat, mungkin ada kedzaliman dan kebohongan dalam mengejar cita-cita dan harapan.


Insya Allah masih ada kesempatan, jika kita tak menunda lagi. Kita tunggu undangan-Nya dengan senyum keikhlasan dan bukan dengan muka terkaget-kaget karena tak pernah menyiapkan bekal...

See the Unseen


Sampailah di tujuan sebelum engkau berangkat
- Pepatah Pelaut Bugis -

Saturday, May 23, 2009

Quote of The Day

Jika hidup melelahkan dan terlalu berantakan, buatlah lebih teratur. Jika hidup terlalu rapi dan membosankan, buatlah lebih berantakan agar dinamis. Kreativitas adalah kemampuan untuk menikmati hidup dengan sudut pandang yang baru.

Tuesday, May 19, 2009

Magnet Raksasa Penanggungan







Sosoknya yang gagah, tegap dan tak tergoyahkan menyapa saya pagi itu, menjelang perginya sang fajar di Grand Trawas, sebuah Hotel di daerah Trawas, Mojokerto. Betapa dari pintu kamar yang saya buka, terasa magnet yang begitu kuat dan agung, menyeret saya untuk mendekat. Dan saya terpaku: sang gunung seolah ingin menunjukkan kekuatan dan keperkasaannya sambil menyambut sang mentari yang pelan-pelan semburatnya menyapa. Betapa ia seolah membisikkan bahwa saya akan pergi lebih dulu menghadap-Nya, sementara ia akan tetap tinggal sampai mendekati kiamat tiba,

Mmmm, kemungkinan memang begitu ceritanya kelak.


Seharusnya pagi itu saya duduk manis menikmati kesegaran taman hotel, membaca buka The Science & Miracle-nya Mas Erbe Sentanu sambil menyeduh kopi panas di kamar hotel. Menunggu waktu saya presentasi di acara Public Speaking for CEO yang digelar teman-teman ITS di sini, 08.30.

Tapi sang gunung menantang saya dan ia terlalu memprovokosi seolah mengejek: ngapain datang jauh-jauh kalo hanya untuk menikmati klangenan.
Sayapun beranjak, meningggalkan zona kenyamanan. Hati saya terbakar. Dengan Hp Nokia E51 saya mulai mencari beberapa obyek yang menarik di sekitar hotel itu. Menuju pinggir lereng, melewati alang-alang di pagar batas taman hotel. Saya merasakan hidup, tak sekedar nikmatnya pagi. Bahkan tak sempat persiapan sarapan, bahkan tak menyentuh buku, bahkan saya malah memutuskan untuk mengkompilasikan hasil perburuan foto dengan gadget terbatas pagi itu menjadi sebuah artwork audio visual berbentuk video sederhana kepada audience presentasi saya.

Semoga ada kesempatan saya meng-upload-nya di blog ini dalam beberapa waktu ke depan. Saya sedang takut berjanji karena jadual kehidupan telah membuat saya mesti kluyuran dalam batas yang sedikit berlebihan. Saya menghabiskan 6 hari saya sejak Rabu sampai Senin dengan berpindah-pindah 7 bandara dan 7 pesawat dari Jakarta, Balikpapan, Lampung , Surabaya, Jogja. Anugerah luar biasa yang akan selalu saya syukuri karenanya.


Sambil menunggu, silakan menikmati sebagian dari foto-foto saya di Trawas. Semoga kebahagiaan, kesuksesan dan keberkahan selalu melingkupi hidup Anda dalam jalan-Nya. Amien...

Sunday, May 17, 2009

Jangan Nanggung Karena Mimpi Gratis



Dari Majalah Gatra 27 / XV 20 Mei 2009

Baik cover maupun isinya rasanya sama: bermimpi itu boleh-boleh saja. Masalah nanti tercapai atau tidak akan embali kepada upaya ikhtiar kita dan persetujuaan alias acc Tuhan untuk mewujudkannya ke alam nyata. Yang menarik adalah bahwa sang cawapres namanya sama dengan nama ayah saya, jadi ketika saya ditanya nanti mau dukung yang mana: saya jawab saya akan mendukung Boediono.

Mengapa? Lho, tidakkah setiap anak yang baik mendukung orang tuanya? He he he....

Untuk analisa yang canggih-canggih tentang poltiknya saya serahkan saja pada para pengamat yang nampaknya jauh ebih sibuk ketimbang para capres cawapresnya sendiri. Selamat berkompetisi, semoga hanya yang paling dekat dengan Tuhan dan rakyat yang akan memimpin bangsa ini ke depannya. Amien...

Saturday, May 2, 2009

Antasari Azhar & Two Face



Membaca berita tentang Antasari Azhar baru-baru ini, mengingatkan saya pada musuh Batman di The Dark Knight. Namanya Harvey Dent alias Two Face. Dua-duanya adalah penegak hukum, Antasari Ketua KPK yang sakti mandraguna, Harvey adalah Jaksa yang sedang naik daun di Gotham. Dan keduanya menghadapi tantangan hidup yang luar biasa besar di depan matanya, karena apa yang telah mereka lakukan.
Harvey berujar,"Engkau bisa mati sebagai pembela kebenaran atau hidup lama tapi pelan-pelan menjadi penjahat."

Pacarnya Rachel diledakkan Joker, Harvey pun mukanya terbakar separuh. Integritasnya pun terbakar separuh, oleh dendam. Sehingga Sang Harvey menjadi Two Face, makhluk ganjil berkepribadian ganda. Sang penegak hukum, lalu menjadi sang penghukum yang menuntut balas. Harvey alias Two Face yang bersekutu dengan Batman di awal akhirnya berhadapan di akhir cerita. Hidupnya berakhir sebagai pesakitan, meskipun Batman memilih melihatnya dari sisi putih, atas jasanya di masa lalu dalam menegakkan kebenaran. Sesaat sebelum tragedi besar mengubah jalur hidup selanjutnya.


Lihatlah Antasari sekarang. Polisi dan Kejaksaan yang ia kenal baik karena seringnya bekerjasama dengan KPK menangkap koruptor: kini berbalik menjadi pihak yang memintanya menjadi saksi. Beberapa berita menyebutnya tersangka kasus pembunuhan. Tapi kebenarannya masih harus ditunggu,apakah terbukti sang pembasmi korupsi itu juga adalah sang otak pembunuhan. Jangan buru-buru men-judge. Sebelum hakim mengetok palu, setiap tersangka harus dianggap tidak bersalah sampai tiba status hukum yang sifatnya tetap.

Ah, Antasari... melihat rekonstruksi penembakan yang diperankan model di televisi, rasanya tak masuk logika kalo master plan-nya melibatkan sang Ketua KPK. Bagaimana bisa setega itu? Mmm, inilah cermin buat kita semua yang saat ini sedang berjuang menyeimbangkan diri. Jasa dan kebaikan yang menjulang bagai gunung bisa runtuh dalam sekejap jika Tuhan menghendaki. Lihat juga Bill Clinton, Al Amien Nasution, Roy Marten, Aulia Pohan, masih banyak lagi...

Harta, tahta dan wanita masih jadi godaan cukup ampuh yang bisa membuat seorang ksatria bertekuk lutut melakukan hal-hal yang mengingkari hati nuraninya. Padahal Tuhan telah menunjukkan jalan: kejarlah dunia, maka engkau akan mendapatkannya. Kejarlah akhirat, maka engkau akan mendapatkan akhirat, sekaligus dunia. Harta tahta dan wanita tak perlu dikejar agar tak silap mata. Genggamlah taqwa, tiga hal yang selalu menggoda Insya Allah akan terkendali dengan baik. Karena Tuhan akan menerangi langkah kita dengan cahaya-Nya.


Antasari Azhar. Harvey Dent. Siapa lagi. Mungkin saya. Mungkin Anda. Godaan itu selalu ada di sana, menunggu yang lengah terpedaya. Cermin buram itu bahan kita belajar, agar cerita hitam tak terulang.

Agar Batman dan kepolisian bisa sedikit beristirahat, karena banyak penjahat dan calon penjahat balapan bertobat...