Mybothsides

Wednesday, April 25, 2007

Just Kidding, No Hard Feeling


Don't think inside the box.
Don't think outside the box.
Coz there is no box.
- Nico Pranoto, Banana Inc. -

Sunday, April 22, 2007

Logika Bumi & Logika Langit

Rasio kita (alias akal) sangat terbatas kemampuannya. Tapi seringkali kita menyerahkan keputusan-keputusan penting hidup kita pada kekuatannya yang terbatas itu. Logika akal sering disebut logika bumi, yang mendasarkan mekanismenya pada hukum 'ilmu pengetahuan alam' yang terlihat, teraba, terdengar oleh panca indera kita. Jadi ketika segala sesuatu telah kita pikirkan, laksanakan sesuai logika tapi hasilnya gak logis: streslah kita! Misalnya, menerbangkan pesawat untuk membuat hujan tapi hujan tak turun-turun. Rugilah puluhan juta. Tapi saat mendatangkan pawang hujan yang bayarnya 200 ribu rupiah, hujan deras tak terbendung membasahi sawah ladang kita.

Jadi ada baiknya kita mengenal logika langit, logika yang tak hanya mengandalkan kekuatan akal kita yang terbatas. Logika yang mengajak serta kemahakuasaan Tuhan atas hukum alam yang tak terlihat, seperti energi yang mengatur matahari, bumi dan bulan tetap berotasi pada porosnya. Jadi memang akal kita bukan satu-satunya alat untuk mencerna semesta.

Satu lagi yang terpenting adalah iman. Saat akal tak menjangkau, iman menyelamatkan kita dari stres. Saat logika diputar balik, iman menjernihkan. Iman juga memampukan kita untuk terus berjalan saat akal memberitahukan kita untuk berhenti dan menyerah kalah. Kombinasi antara logika bumi dan logika langit akan menjadi kunci untuk memenangkan pertarungan pada diri sendiri dalam mengarungi kehidupan fana ini.

Jika kita memenangkan ruh sejati atas dunia, maka dunia dengan perangkat akalnya akan tunduk mengikuti keinginan kita, dengan ijin kuasa-Nya. Saat itulah kehidupan sesungguhnya dimulai, saat kita berfikir, bekerja, berbuat sebagai perpanjangan kehendak-Nya. Dan alam semesta akan mengantarkan kita mewujudkan impian terbesar kita.

Thursday, April 19, 2007

Quote of The Day

Menikahlah dengan orang yang kau cintai
Lalu cintailah orang yang telah kau nikahi

- anonymus -

Enjoy Uncomfort Presentation



Ini hutang saya buat Om Rony dan Mas Muliadi yang gak sempet hadir di Seminar 1001 INSPIRATION, 17 April 2007 di Hotel Crown Plaza, 09.30 WIB - 16.00 WIB. Berhubung saya belum sempat menulis, ternyata ada yang berbaik hati menuliskan report-nya di milis komvis (erick.wibowo@ gmail.com) dan saya copy disini. Makasih ya Mas Erick :)

--------------------------------------------------------------

Yap seperti layaknya acara di Indonesia...acara baru dimulai pukul 10.00. Seminar ini dibagi menjadi 3 sesi. Dengan pembicara Djoko Hartanto (Majalah Concept), Patrick Cheah (DPC Design), Nico A. Pranoto (ADGI) , M. Arief Budiman(Petakumpet), Andi S Budiman (digital studio) dan Graham Kelly.

Sesuai dengan tema branding yang diusung, pembicaran ini dimulai dengan perkenalan akan branding itu sendiri, lalu mulai berkembang ke arah, kenapa kita harus concern akan branding, apa gunanya branding, dan berbagai pokok bahasan mengenai branding. Overall sebenernya bahasan yg diangkat pada seminar kali ini cukup menarik...karena gw sendiri lagi tertarik sama branding, kususnya ke self branding. Tapi dari penjelasan yang diberikan selama seminar itu, ko kayanya seperti mimpi saja yah, ko kaya kita ga dikasih input unutk mewujudkan atau merealisasikan mimpi tersebut. Gw ga tau mereka yg terlalu di awang2 atau emang otak gw ga nyampe, tapi itulah yang gw rasain. Seperti mereka tidak memberikan solusi atau pemecahan akan masalah2 branding itu sendiri. Khususnya buat orang berkemampuan tangkap yg rendah kaya gw...

Tapi ada sedikit penyegaran saat Arief Budiman dari Petakumpet berpresentasi. Karena presentasi yg diberikan cukup meng-provoke orang untuk mencoba berfikir out of the box lah...to think opposite..yah cukup membakar lah, apalagi dengan layout presentasi yg dikasih, memaksa pala kita miring kiri-kanan...karena bahan presentasinya sengaja dibikin miring2...

Yah paling gak, even agak2 ga ngerti, seminar tadi bisa membuat isi kepala gw cukup penuh dengan wacana2 yg mungkin belum pernah gw temuin di tempat laen...dan mudah2an berguna di suatu waktu...Yah segitu dulu kali ulasan dari gw, maaf kalo ada salah2 kata, dan pihak2 yg dirugikan atas ulasan yg acak2 ini...hehehe. ..no offence loh....Mudah2an buat seminar
besok bisa kasih review lagi, dan mudah2an juga otak gw nyangkut...

--------------------------------------------------------------

Ha ha ha, paling tidak satu hal telah membuat saya lega: Mas Erick ini tidak keberatan untuk memiringkan kepalanya ke kanan dan ke kiri karena teks di presentasi kemarin saya puter 90% sehingga bacanya mesti vertikal. Semata-mata untuk menajamkan message saya: LEAVE THE COMFORT ZONE. Btw, buat yang telah rela hati saya siksa sejenak kemarin, saya tidak akan minta maaf. Semoga Anda terus mengingat kekejaman saya yang membuat leher pegal-pegal, agar Anda ingat: there is no comfort zone in this creative world. You have to create a breaktrough. That's not comfort but needed to be in front of your competitors. Leaving the comfort zone is the key factor of a winner. Run run run, as far as you can...

Saturday, April 7, 2007

Belajar Presentasi Dari Nol

Mengikuti metode Fallon Worldwide di buku Juicing The Orange, saat ini saya sedang giat-giatnya mencari satu metode presentasi yang unik, scratch from zero. Istilah wagunya: redefining presentation's techniques. Presentasi telah membawa banyak hal positif bagi diri saya, diantaranya yang paling penting: menyembuhkan penyakit gagap saya.

Sejak SD sampai menjelang SMU saya terjangkit penyakit gagap yang parah, tidak bisa bicara di depan umum. Apalagi pidato, lebih-lebih menyanyi. Rasanya sungguh menyiksa sekali. Tapi penyakit gagap tak kuasa menandingi kenekadan untuk terus memaksa berinisiatif mengangkat tangan menjawab pertanyaan guru, meskipun jika ditunjuk saya pasti menderita untuk mengucapkan jawabannya.

Dan bolapun bergulir, saya mulai mendapat kepercayaan untuk bicara sedikit-sedikit di forum, dari mulai 2 orang audiensnya sampai pernah lebih dari 500 orang. Pada awalnya saya belajar dari Mas Ung (Adquantum) gimana biar bisa ngomong runtut tapi tidak kaku, bagaimana menyelipkan humor untuk ice breaker, bagaimana trik saat tiba-tiba hilang kata-kata di tengah presentasi. Lalu mulai mengamati Steve Jobs, Bill Gates, Tung Desem, Hermawan Kertajaya dan beberapa pembicara yang menurut saya harus diserap ilmunya. Saya terus mencari referensi untuk menggenapkan pemahaman saya dalam berbicara dengan audiens.

Tapi malam ini saya merasa stag: rasanya teknik presentasi saya sudah mulai begitu-begitu saja. Meskipun ada sedikit perkembangan, tapi sejujurnya saya mulai bosan. Seperti pesulap di film The Prestige: saya butuh trik baru. Saya butuh suatu terobosan metode presentasi yang belum pernah dilakukan pembicara lain. Saya butuh performance yang sedikit beresiko. Saya ingin membuat audiens inspired dan itu adalah kewajiban utama seorang pembicara.

Besok 17 April saya akan coba teknik baru itu, di Seminar Inspiration Light Up di Hotel Crown Plaza Jakarta. Saya belum akan tuliskan skenarionya di sini. Tentu tekniknya masih rahasia, apalagi karena saya memang harus belajar lagi dari nol. Resiko adalah sahabat karib saya, jadi mempertaruhkan sedikit reputasi untuk sebuah lompatan ke depan dalam hal presentasi saya pikir adalah pilihan yang tepat.

Saat kebosanan memuncak, saya pasti akan minggat dari zona kenyamanan. I will leave the comfort zone.

Enjoy Free Wallpaper


Friday, April 6, 2007

Quote of The Day

Zakat akan menjaga kekayaan kita. Sedekah membuat kekayaan itu terus tumbuh. Tidak ada yang salah dengan menjadi kaya atau terus tambah kaya tambah kaya, selama ridlo Allah tujuan akhirnya.