Mybothsides

Wednesday, April 13, 2016

Bakal Calon Walikota JOINT Hasil Pra Konvensi



Kami mengajak seluas-luasnya warga Yogyakarta berpartisipasi dalam proses menemukan sosok yang paling Pantas dan Mampu sebagai Calon Walikota dan Calon Walikota Yogyakarta versi JOINT. Warga dipersilakan mengirimkan secara tertulis kepada JOINT mengenai integritas ke 5 orang Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota JOINT. Batas waktu pengiriman laporan integritas adalah 15 April 2016. Laporan dikirimkan ke Sekretariat JOINT via email: Jogjaindependent@gmail.com atau dikirim langsung ke Sekretariat JOINT di Kedai Kebun Forum, Jl. Tirtodipuran No. 3 Yogyakarta. Kontak Sekretariat dengan Yustina Neni (081804054271). Laporan disertai nomer kontak dan identitas yang bisa dipertanggungjawabkan.

Berikut adalah 5 Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota JOINT yang melanjutkan  ke tahap Konvensi pada 17 April 2016. Profil ke 5 Bacalon bisa dibaca di website JOINT www.jogjaindependent2017.com

1. Adrie Primera Nuary
2. Emmy Yuniarti Rusadi 
3. Fitri Paulina Andriani 
4. Garin Nugroho 
5. Rommy Heryanto 

Karakter yang diharapkan dari calon wali kota adalah: WANI lan SEMBADA.
Karakter tersebut dijabarkan ke dalam lima (5) elemen: 

        Berani Jujur dan Terbuka
        Berani Melawan Korupsi
        Berani Memihak Kepentingan Rakyat
        Berani Visioner
        Berani Kreatif dan Berbudaya

YOGYAKARTA: DULU, SEKARANG, dan di MASA DEPAN

Hal yang penting untuk kita catat bersama dari sejarah keistimewaan Jogja adalah bahwa Jogja menjadi istimewa karena kebijakan Kasultanan Yogyakarta yang mengintegrasikan kekuasaan monarkinya ke dalam kesatuan Republik Indonesia. Dengan kata lain, hal utama yang perlu kita semua banggakan dari keistimewaan Jogja tak lain adalah perhatian tinggi Sultan Yogyakarta terhadap situasi sosial-politik nusantara. Sehingga bisa dikatakan bahwa yang salah satu Keistimewaan Jogja itu adalah sejarah  keberanian sikap politis yang mampu melampaui batas-batas formal kekuasaan dengan cara menghadirkan diri sebagai bagian dari satu kesatuan kepentingan bersama yang lebih besar: Indonesia.

Orang-orang Yogyakarta baik itu warga asli atau pendatang dari beragam latar belakang kebudayaan adalah elemen penting penyumbang identitas Yogyakarta sebagai kota yang terbuka dan beragam. Sebagai kota Pendidikan, Yogyakarta adalah tempat dimana mobilisasi manusia dan pertukaran kebudayaan terjadi dengan frekuensi yang tinggi dan sangat bersifat internasional.

Sebagaimana terlihat, dengar, dan rasakan, kota Jogja saat ini mengalami penurunan kualitas  kehidupan bermasyarakat, pembangunan, dan pelayanan publiknya. Meningkatnya konflik antar warga berlatarbelakang perbedaan keyakinan yang berujung pada kekerasan fisik, ratusan ijin baru hotel yang menimbulkan masalah lingkungan, kemacetan, serta persaingan yang tidak sehat , dan ijin pasar modern berjejaring yang sangat merugikan ekonomi  masyarakat kebanyakan, dll. Hal-hal tersebut menunjukkan contoh bahwa Kota Jogja dikelola oleh sistem pemerintahan dan birokrasi tanpa landasan visi misi serta implementasi program yang jelas dan tanpa keberpihakan pada masyarakat banyak.
 
Dalam pengambilan keputusan, pengelola kota sangat nampak abai dengan potensi budaya dan keunggulan Sumber Daya Manusianya, sehingga kota ini kehilangan ruh, etika, dan estetikanya. Masalah-masalah yang timbul kemudian bisa dikelompokkan ke dalam 9 isu.


9 ISU: TANTANGAN JOGJA SEKARANG dan KE DEPAN 

Pemimpin Jogja di masa depan akan berhadapan dengan kenyataan-kenyataan masa sekarang. Dia akan bercermin pada masa lalu dan menyiapkan strategi menghadapi tantangan ke depan. Berikut adalah 9 ISU yang harus mendapat perhatian dari Walikota dan Wakil Walikota Jogja yang akan datang:

1.     Etika Kepemimpinan
2.     Tata Ruang dan Lingkungan
3.     Perempuan dan Kesehatan Masyarakat
4.     Keuangan Publik
5.     Perbaikan Birokrasi
6.     Anti Korupsi & Penegakan Hukum
7.     Dunia Usaha, UMKM, dan Pariwisata
8.     Budaya, Seni dan Politik Seni
9.     Hubungan Luar Negeri dan Politik Perkotaan

Terimakasih telah menjadi mitra warga Jogja yang menyintai dan berharap masa depan kampung halaman yang nyaman dan berkualitas sebagai ruang hidup bersama-sama.

Salam JOINT,
Yustina Neni, Relawan JOINT

1 comment:

jarwadi said...

semoga kultur independen ini menular dan menyebar. sudah saatnya melupakan parpol :)