Mybothsides

Wednesday, June 30, 2010

Saat Hidup Begitu Melelahkan

Jumat, 18 Juni 2010 kemarin saya dijadualkan oleh panitia untuk menjadi khotib pada Sholat Jumat di Hotel Gumaya saat acara Caraka Festival Kreatif. Tapi gak tahu gimana ceritanya, saat saya sampai di tempat sholat, seorang bapak sudah berada di mimbar khotib dan muadzin pun mulai mengumandangkan adzan. 

Allah pasti punya alasan tertentu mengapa saya urung jadi khotib hari itu. Sambil mendengar khotbah tentang Palestina-Israel saya pun tertunduk, mohon ampun atas segala dosa dan kekhilafan saya. Sesungguhnya tak ada kejadian apapun yang menimpa kita semua kecuali akibat perbuatan kita sendiri, baik atau buruk.

Saya memang sudah siapkan catatan untuk khutbah itu - meskipun tidak jadi saya sampaikan - saya masih bisa memuatnya di sini. Bahkan hikmahnya mungkin bisa dinikmati lebih luas oleh lebih banyak orang, tidak hanya jamaah Jumat saja. Ini sekaligus sebagai permohonan maaf saya untuk teman-teman yang hadir di seminar Caraka yang menunggu khotbah saya tapi nyatanya saya tak pernah berada di mimbar untuk menyampaikannya.

Mohon maaf jika tulisan arab aslinya disajikan dengan versi latin, semata-mata karena keterbatasan saya yang tak paham bagaimana memasukkan huruf Arab di blog ini. Monggo: 


Alhamdulillahi robbil ‘alamien
Asyhadu alla ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadarrasuulullah
Allahummma shalli wa sallim wa barik ala sayyidina Muhammadin wa ala ali sayyidina Muhammad
Yaa ayyuhalladziina aamanuu ittaqullaaha haqqa tuqaatihi wa laa tamuutunna illaa wa antum muslimuun


Ma’asyirol muslimin rohimakumullah
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah

Saya akan mulai khotbah ini dengan sebuah puisi dari Kyai Mustofa Bisri, seorang ulama besar, tetangga saya di Rembang yang berjudul Syahadat:

Inilah kesaksianku
Inilah pernyataanku
Inilah ikrarku:

Laa ilaaha illa Llah
Tak ada yang boleh memperhambaku kecuali Allah
Tapi nafsu terus memperhambaku

Laa ilaaha illa Llah
Tak ada yang boleh menguasaiku kecuali Allah
Tapi kekuasaan terus menguasaiku

Laa ilaaha illa Llah
Tak ada yang boleh menjajahku kecuali
Allah Tapi materi terus menjajahku

Laa ilaaha illa Llah

Tak ada yang boleh mengaturku kecuali Allah
Tapi benda mati terus mengaturku

Laa ilaaha illa Llah

Tak ada yang boleh memaksaku kecuali Allah
Tapi syahwat terus memaksaku

Laa ilaaha illa Llah
Tak ada yang boleh mengancamku kecuali Allah
Tapi rasa takut terus mengancamku

Laa ilaaha illa Llah
Tak ada yang boleh merekayasaku kecuali Allah
Tapi kepentingan terus merekayasaku

Laa ilaaha illa Llah
Hanya kepada Allah aku mengharap
Tapi kepada siapa pun aku mengharap

Laa ilaaha illa Llah
Hanya kepada Allah aku memohon
Tapi kepada siapa pun aku memohon

Laa ilaaha illa Llah
Hanya kepada Allah aku bersimpuh
Tapi kepada apa pun aku bersimpuh

Laa ilaaha illa Llah
Hanya kepada Allah aku bersujud
Tapi kepada apa pun aku bersujud

Laa ilaaha illa Llah
Masya Allah!
 
Untuk memperjelas makna dari puisi indah ini, saya akan bercermin pada perjalanan hidup yang telah saya lalui.

Sempat terjadi dalam periode kehidupan saya saat awal-awal bersama teman-teman memulai Petakumpet sekitar 10 tahun lalu, waktu 24 jam sehari rasanya tak cukup. Hari-hari itu begitu melelahkannya, rasanya tak kuat saya menyelesaikan begitu banyak tanggung jawab menyangkut komunitas, pekerjaan maupun kehidupan personal saya yang berantakan.

Saya pun mengadu pada Allah,"Ya Allah, jika sehari bisa lebih dari 24 jam rasanya saya akan punya kesempatan lebih banyak untuk menyelesaikan semua tanggung jawab saya..."

Tapi rasanya Allah tak mendengar doa saya. Atau saya nya yang tak punya kemampuan mendengarkan-Nya. Pekerjaan sepertinya datang tak habis-habis, ada duitnya emang, tapi duit nya pun mengalir lancar keluar tak pernah terpegang barang sebentar.

Hidup saya begitu capeknya, badan pegel-pegel tiap malam, Sabtu Minggu pun dihajar pekerjaan.

Sampai suatu hari saya menemukan ciri-ciri yang dikemukakan Ustadz Yusuf Mansur dalam kehidupan saya:
-        Sibuk tiada henti
-        Kurang tiada cukup
-        Rugi tiada untung
Begitulah, saya sibuk tiada henti. Pekerjaan satu belum selesai datang lagi pekerjaan berikutnya. Presentasi ke satu klien sedang berjalan, hp sudah berbunyi karena klien berikutnya sudah tidak sabar nunggu. Jadual berantakan, banyak acara penting datangnya barengan, seolah-olah solusi yang tersedia adalah menjadi amuba yang bisa membelah diri jadi dua atau sepuluh. Saya ditarik ke kanan, ditarik ke kiri rasanya tak punya hak untuk menentukan jadual sendiri. Seringkali dalam kondisi pikiran penuh dan penat, badan luluh lantak tapi harus pasang senyum manis di depan klien yang tak ramah, sampai sebuah lagu dangdut pun menyindir: itu senyum membawa luka. Saya tak punya lagi waktu baca buku, nulis catatan harian apalagi nonton film. Saya sibuk sesibuk-sibuknya, terlihat sukses di luaran tapi sungguh menderita di dalam. Tidur pun jadi begitu mahal buat saya padahal jiwa raga saya sudah ringsek seringsek-ringsiknya.

Dan anehnya lagi, rejeki saya tidak terjamin karena kerja keras itu. Betul bahwa puluhan bahkan ratusan juta rupiah bersliweran saat itu tapi rasanya cuma numpang lewat aja di rekening. Berapapun uang yang kita terima, selalu kurang untuk memenuhi kebutuhan. Sehingga saat kantor butuh komputer baru untuk mengimbangi permintaan, terpaksa hutang atau kredit. Bahkan saat sakit dan harus periksa ke dokter dan butuh obat ratusan ribu rupiah, uangnya tak tersedia. Klien yang harusnya bayar sekian juta saat itu - sehingga bisa dikasbon dulu untuk beli obat - tak ada kabarnya, ditelepon tidak aktif, didatangi kantornya sepi. Jadual masuknya uang seringkali tidak tepat waktu sesuai kebutuhan. Saat perlu banget, kas malah kosong. Hari-hari saya diisi kepanikan karena takut mengecewakan orang lain, mengecewakan klien, saya selalu merasa kekurangan tak pernah cukup.

Lalu puncaknya, kerugian demi kerugian melengkapi penderitaan saya. Tadi saya cerita di awal, beberapa komputer didatangkan dengan kredit untuk memenuhi permintaan pekerjaan. Tapi justru pekerjaannya itu malah ada aja yang keliru, lalu dikomplain, jika bukan kita yang salah malah kliennya yang mencari-cari kesalahan agar bisa bayar murah. Bikin divisi bisnis baru untuk mengembangkan sayap, bangkrut juga. Hanguslah ratusan juta. Sehingga karena cash flow tak lancar, hutang pun makin menumpuk untuk memenuhi tagihan-tagihan. Seringkali di akhir hari menjelang tidur, saya termenung: ini gimana ceritanya bikin perusahaan biar bisa mandiri dan menolong banyak orang malah jadi menyusahkan diri sendiri begini. Pengennya untung malah buntung....

Setelah saya bercermin pada apa yang saya lakukan setiap hari, saya coba mengambil jarak dari semua masalah-masalah berat yang hadir, ketemulah saya sebabnya mengapa saya jadi begini. Ketemulah saya asal-muasal mengapa hidup saya minus, rugi melulu, panik terus-menerus, rasanya kurang dan selalu kelelahan mengejar cita-cita. 

Ketemulah saya dengan Al Qur’an Surat At Talaq ayat 2 dan 3:

Wa mayyatakillahaa yaj’all lahu makhrajaa / wa yarzuqhu min haitsu laa yahtasib / wa may yatawaqqal ‘alallahi fahuwa hasbuh / innallaha ballighu amri qad ja’alallahu kulli syai’in qadra

Barangsiapa bertakwa kepada Allah tentu diadakan-Nya jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari pintu yang tidak diduga-duga. Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, maka Tuhan akan mencukupkan kebutuhannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan segala urusan-Nya dan Allah telah mengadakan ketentuan bagi segala sesuatu.

Lalu apa yang diperlukan untuk mengendalikan kesibukan, mengundang keuntungan dan mendapatkan waktu yang cukup untuk menikmatinya?

Jarak saya dengan Allah begitu jauuuuhnya karena saya tidak berada di jalur taqwa. Saat adzan memanggil, saya masih mendesain di depan komputer, saya masih presentasi di depan klien, saya masih negosiasi, saya masih dalam perjalanan ke PH, saya masih syuting. Adzan yang merupakan panggilan-Nya untuk menyelamatkan hidup saya, saya anggap hanya sebagai backsound belaka, sebagai ringtone, saya luput menangkap makna.
 
Jawaban yang saya dapatkan adalah: bereskan dulu jadual shalat kita. Dari mulai shalat wajib 5 waktu yang jarang lengkap, jauhnya jarak sholat kita dari adzan memanggil, jarangnya jamaah di mesjid. Itulah masalah terbesar yang menghancurkan jadual hidup saya.

Sholatlah tepat waktu, usahakan jamaah. Jika mau lebih hebat lagi, tambahin sholat sunnahnya: qobliyah, bakdiyah, tahajjud, dhuha, semampunya.


Sholat akan memberikan kita tambahan waktu, ketenangan dan ketentraman.

Makin tertib dan makin tinggi frekuensi sholat kita, makin banyaklah Allah akan sediakan tambahan waktu luang pada kita. Makin tertib kita pada jadual-Nya, Allah akan atur jadual kita sebaik-baiknya. Insya Allah jadual kehidupan kita (baik bisnis, keluarga maupun personal) akan nyaman dijalani.

Alhamdulillah hari ini saya masih bisa menyelesaikan baca 3-5 buku setiap minggu. Nonton film di bioskop pun bisa sekali seminggu. Setiap sore masih sempat ngopi atau ngeteh dengan tenang, kerjaan di kantor juga lancar dan sangat sangat sangat jarang komplain-nya. Saya bertanggung jawab atas pekerjaan yang lebih banyak saat ini dibanding dulu tapi saya lebih bisa menikmati prosesnya, tak terburu-buru, tak panik, tidak kelelahan di ujung hari. Hidup saya lebih tenang, lebih damai.

Sampai hari ini, saya belum pernah berdoa lagi untuk menambah 24 jam sehari menjadi lebih banyak jamnya. 24 jam sehari itu sudah cukup, jika kita tak hanya mengandalkan logika untuk mengaturnya. Tak kemrungsung, tak buru-buru tapi tanggung jawab terselesaikan dengan baik.

Jika suatu hari saya menemukan jadual saya kembali berantakan, banyak tabrakan waktunya atau tidak jelas karena menunggu konfirmasi terlalu lama: segera saya cek jadual sholat saya. Pasti di situlah masalahnya dan saya harus segera beresin sehingga jadual saya akan teratur lagi sebaik-baiknya.

Barakallahu lii wa lakum fill qur’aanil azhiim wa nafa’nii wa iyyaakum bima fiihi minal aayaati wa dzikril hakiim. Aquulu qowlii hadzaa wa astaghfirullaaha lii wa lakum wa lisaa iril muslimiina min kulli danbin fastaghfiruuhu innahu huwal ghafuurur rahiimu.

  

Alhamdulillahi robbil ‘alamien
Allahummma shalli wa sallim wa barik ‘ala sayyidina Muhammadin wa ala ali sayyidina Muhammad


Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah

Istiqomah alias konsisten menjalankan ini tentu banyak godaannya. Tidak semua orang bisa sukses kecuali yang telah melewati godaan, hambatan, rintangan. Jadi emang harus tough, kuat menjalaninya, jangan malas, jangan cengeng.

Semoga Allah menemani ikhtiar dalam perjuangan kita di dunia ini. Banyak yang tidak mungkin jika kita hanya bergantung pada akal semata. Tapi bersama-Nya, impossible is nothing. Di tangan-Nya tak ada yang tak mungkin.

Innama amruhuu idza arodza syai’an / ayyakuulalaahu kun faya kun. Fasubhanalladzii biya dzihii mala kuutukulli syaii’ wa ilaihi turja’uun


Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata ‘Jadilah’ maka jadilah sesuatu itu. Mahasuci Allah yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya kamu dikembalikan.

QS. Yasin: 82-83

Mari kita berdoa bersama untuk mengundang keajaiban kuasa-Nya.

Allahummagh fir lilmuslimiina wal muslimaati, wal mu’miniina wal mu’minaatil ahyaa’I minhum wal amwaati, innaka samii’un qoriibun muhiibud da’waati.
Robbanaa laa tuaakhidznaa in nasiinaa aw akhtho’naa.

Robbanaa walaa tahmil ‘alaynaa ishron kamaa hamaltahuu ‘alalladziina min qoblinaa.
Robbana walaa tuhammilnaa maa laa thooqotalanaa bihi, wa’fu‘annaa wagh fir lanaa war hamnaa anta maw laanaa fanshurnaa ‘alal qowmil kaafiriina.
Robbana ‘aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil aakhiroti hasanah wa qinaa ‘adzaabannaar. Walhamdulillaahi robbil ‘aalamiin.

Demikian, semoga manfaat. Dan kepada Allah-lah segala kebaikan dikembalikan. Amien amien ya Robbal 'Alamien... 

Image pinjem dari:
- http://agustian.files.wordpress.com/2008/10/sbsh0402.jpg
- http://www.pasarkreasi.com/dirmember/00001/sinun/content/content-1440-20081023-6-32-74/large/herianus-sholat_1440_l.jpg
- http://problemamuslim.files.wordpress.com/2009/04/shalat-jumat.jpg
- http://divapress-online.com/katalog/Mengapa_Saya_Menjadi_Sangat_Sibuk_ok.jpg
- http://i266.photobucket.com/albums/ii279/kolorbolong_album/picdump-19wwwbildschirmarbeiter2.jpg

- http://khasanah3.files.wordpress.com/2009/07/p1010673.jpg

Wednesday, June 9, 2010

Kunci Sukses Bisnis 6

Setelah begitu lama tak beroleh kesempatan untuk meneruskan seri Kunci Sukses Bisnis ini, Alhamdulillah Allah berikan kesempatannya malam ini di kamar 407 Hotel Ciputra Semarang, di sela-sela persiapan saya untuk seminar 'Sold Out Ideas' bersama Beswan Djarum besok pagi. Malam yang dingin dan sepi, saya pun memaksa jari-jari pemalas ini untuk mulai mengetik.

Saya mulai dengan cerita beberapa kejadian, yang membuat saya sedih.

Cerita pertama tentang seorang kawan saya sebut saja A, yang punya saudara sudah terkena kanker stadium 4, tingkatan paling parah dan sisa waktu hidupnya sudah dihitung kurang dari 2 minggu. Yang kedua kawan saya bernama B, yang punya istri sedang mengandung dan telah didiagnosa dokter dengan kemungkinan keguguran. Yang ketiga kawan saya lain lagi sebut saja C, mengalami masalah menyangkut tiadanya pekerjaan (pengangguran), istrinya yang sakit-sakitan dan keluarganya yang miskin papa. 

Untuk ketiga kawan saya itu, saya pernah menyampaikan pada mereka tentang perlunya bersedekah, secepatnya dan dalam jumlah yang cukup (baca: sebesar mungkin) mengingat ukuran masalah yang sedang dihadapi. Saya bilang: jika emang saran saya cocok silakan diikuti jika tidak ya ditinggalkan saja.

Dan beberapa saat kemudian kabar yang sampai ke saya dari A, saudaranya yang terkena kanker akhirnya meninggal. Dari B, istrinya keguguran dan tentang C, istrinya malah harus opname di rumah sakit. Saya shock mendengar kabar-kabar itu.

Saya coba cari informasi, ada satu hal sama yang dilakukan ketiganya: mereka memang sudah bersedekah tapi kemungkinan tak cukup jumlahnya sehingga tak kuasa menahan bala' atau malapetaka yang sedang dihadapi.

Mereka tak cukup punya keyakinan bahwa sedekah bisa menyembuhkan penyakit (untuk kanker), memanjangkan umur (mencegah keguguran) dan membuka pintu rejeki (untuk pengangguran dan kemiskinan). 

Bahkan sampai kesedihan itu berlalu, mungkin mereka masih juga belum bisa menerima pengertian dasar sedekah bahwa secara logika akan tidak percaya: wong sakit kanker kok diobati sedekah? Mana bisa, lalu darimana mengobatinya, virus kankernya itu kan harus dikemoterapi, diminumin obat, mana bisa malah ngasih sedekah ke orang lain? Hubungannya apa?

Ini keguguran sudah takdir Tuhan, kita manusia hanya bisa menerima dan pasrah, ikhlas menjalani takdir-Nya. Lagipula emang faktor kesehatan penyebabnya bukan karena sedekahnya kurang. 

Satu lagi kawan C, darimana saya sedekah Mas? Makan anak istri aja tidak teratur, beli obat tidak mampu, tiap hari keluarga mengeluh saya suami yang tidak mampu cari nafkah. Saya seharusnya yang diberikan sedekah, bukannya malah diminta sedekah.

Tapi bukankah kesembuhan, umur dan kekayaan semua itu sumbernya hanya dari Allah? Mengapa kita malah terkungkung pada logika (itupun lebih sempit lagi: otak kiri) semata-mata sehingga stress karena tak kuat menanggung beban hidup?

Begitulah, jika tanpa keyakinan dan iman yang penuh pada Allah: ilmu berbagi yang luar biasa ini tak akan ada dan terasa manfaatnya. Kunci sukses bisnis keempat yang saya akan share adalah berbagi lewat zakat dan sedekah.

Untuk melindungi harta kekayaan kita, kuncinya ada di zakat yang 2,5% itu. Dan untuk mengembangkan dan menambah jumlahnya lewat sedekah yang seminimalnya 10% dari pendapatan kotor kita, syukur-syukur bisa 50% biar kenaikan kekayaannya lebih ngebut kayak lewat jalan tol. Tapi secara manusiawi tentu saja berat, saya juga sama dengan Anda sekalian masih belajar.

image pinjem dari http://infokorupsi.com/datafile/id/images/korupsi/p4b76036d33c9c_sekolah-miskin1.jpg

Yang saya pelajari, kuncinya adalah konsistensi. Usahakan tidak ada satu haripun yang tidak bersedekah, biarpun seribu rupiah. Belajar dari Billi Lim (penulis buku best seller 'Berani Gagal') jika ingin dapat uang lebih banyak maka sedekahkan uang yang ada. Jika ingin dapat ilmu lebih tinggi maka sedekahkan ilmu yang kita dapatkan. Kalau ingin A berlimpah, maka sedekahkan A yang ada sekarang. Kalau ingin panjang umur, Billi Lim seringkali pergi ke tempat pemotongan hewan dan membeli beberapa hewan untuk ia perpanjang hidupnya.

Dan pada hari-hari atau momen tertentu, bersedekahlah dalam jumlah besar. Jika sedekah kecil atau sedang itu reguler, sedekah besar ini semacam lari sprint yang membuat jalan maraton menuju sukses lebih cepat dilalui. 

Misalnya setiap Jumat sedekah Rp 100.000,-, saat baru terima gaji langsung potong 10%. Jika gajinya Rp 5 jt maka sedekahnya Rp 500 rb. Saat menang tender langsung potong 10% dari proyeksi keuntungan. Belilah kambing atau sapi untuk qurban Idul Adha.

Sedekah besar itu ukurannya apa? Ukurannya adalah yang di hati rasanya berat mengeluarkan: itulah ukuran sedekah yang besar. Kalo dari jumlah rupiah pasti beda tiap orang.

Banyak sudah cerita nyata bertebaran tentang keajaiban sedekah. Bagaimana sebuah Blackberry Bold seharga Rp 4,5 jt diperoleh dengan menyedekahkan Nokia E52 senilai Rp 1,2 jt. Sedekah Rp 4 jt kepada panti asuhan dan yatim piatu diganti Allah kontan Rp 40 jt. Biaya pembayaran haji yang Rp 40 jt, diganti Allah persis Rp 40 jt dari panenan hanya 2 bulan setelahnya. Sedekah Rp 200 rb telah menghindarkan operasi polip senilai Rp 7,5 jt. Sedekah Jumat Rp 100 rb diganti Allah Rp 1 jt seminggu kemudian. Sedekah lg Rp 100 rb di hari Jumat diganti lagi Rp 3,5 jt seminggu kemudian. Dan seribu satu kisah lainnya.

Di tulisan ini saya tidak akan berpanjang-panjang cerita kisah nyata lagi, cukup sudah bukti-bukti. Tinggal keyakinan kita untuk mengerjakan sesuatu yang jika kita tak yakin: akan dirasakan sebagai resiko.

 image pinjem dari http://www.primaironline.com/images_content/2009629warga miskin.jpeg

Contohnya ini tantangan buat saya sendiri: Bagaimana mendapatkan rumah senilai Rp 400 jt tapi tanpa kredit, tanpa beli dengan uang sendiri, tanpa hutang. Jika kredit per bulan seperti orang-orang lain, saya rasakan gak ada seninya, kurang menantang.

Jadi modal saya hanya iman, ikhtiar dan sedekah. Alhamdulillah saya udah jalani kurang lebih 6 bulan dan belum terkabul. Saya masih teruskan perjalanan ini, saya usahakan tambah terus sedekahnya. Sudah ketemu foto rumahnya, bentuknya sudah terbayang tinggal kekuatan tekad dan kesabaran saya untuk meng-convert keyakinan itu menjadi kenyataan. The law of attraction. Saya percaya, terwujudnya impian ini adalah dari arah yang saya tidak pernah sangka-sangka.

Kapan bisa diwujudkan? Target saya paling lama satu tahun lagi atau Juni 2011. Terlalu percaya diri? Insya Allah tidak, saya pernah mendapatkan Hp Nokia tanpa beli, Blackberry Bold tanpa beli, hanya modal iman pada Allah dan sedekah sekuatnya saja. Keyakinan dan ikhtira saya ini akan jadi permainan yang menarik.

Teman-teman boleh tidak setuju dengan yang saya tuliskan ini: semuanya berpulang pada keyakinan masing-masing. Seperti kata saya pada teman-teman saya dan mereka tidak lakukan: jika dirasa logis boleh diikuti tapi jika dianggap mengada-ada ya tinggalkan saja.

Sesungguhnya pada Allah-lah segala takdir terbaik dan keajaiban kita mintakan. Innama amruhu idzaa arodza syai'an. Ayyakulalahuu kun faya kun. Kita memang terbatas, tapi Allah Tak Terbatas. Kita mungkin sekarang miskin, tapi Allah Maha Kaya. Allah ijinkan kita menggapai dunia-Nya dengan cara-caranya yang luar biasa baik dalam kehidupan  bisnis, keluarga maupun personal, kita tinggal ikuti petunjuk-petunjuk-Nya.

Tapi jika suatu hari nanti kita telah genggam harta dan kekayaan itu, kita harus melepaskannya, merelakannya, mengikhlaskannya: bahkan sebelum kita mati menghadap-Nya. Kapan?

Kita boleh memiliki kekayaan sebesar-besarnya, jadi ranking 1 orang terkaya di dunia versi Majalah Forbes atau punya pesawat terbang 100 jumlahnya. Tapi sekali-kali, itu semua hanya duniawi. Hati dan iman kita tak boleh terpikat padanya, hati dan iman kita hanyalah untuk Allah, Sang Pemilik Segala. Waktunya Ia memanggil, kita harus datang, meninggalkan dunia seisinya di belakang kita. Hanya selembar kain putih yang menemani kita menghadap-Nya.

Kapan? Dimana? 

Insya Allah saya akan bahas lanjutannya pada Kunci Sukses Bisnis berikutnya. Jangan bosan menunggu karena orang sabar disayang Tuhan dan dibenci setan. 

Semoga sukses dan berkah untuk upaya kebaikan teman-teman sekalian. Ketemu lagi secepatnya, mohon doanya untuk selalu diberi kekuatan super agar bisa terus sharing dan berbagi kebaikan, bersama-sama menjadi rahmatan lil 'alamiiin


Sunday, June 6, 2010

PERF9CT10NIST Petakumpet Online Exhibition

Bukan karena semua karya yang ditampilkan di pameran online ini perfect maka judul pamerannya jadi PERF9CT10NIST. Bukan juga karena tanpa kekurangan, tanpa cela, tanpa kritikan. Apa yang hadir dalam pameran ini semata-mata lahir dari hasrat yang terus menerus untuk mengejar kesempurnaan. Itulah PERF9CT10NIST.

Dalam ketidaksempurnaan itulah justru menyala semangat untuk makin dekat dan makin dekat pada yang sempurna. Semacam utopi yang diperjuangkan tanpa henti, bagai Icarus yang terbang menuju matahari.

Dari semua karya yang ditampilkan, separuhnya adalah karya Petakumpet yang dikerjakan secara teamwork, separuhnya lagi adalah upaya creative development dari masing-masing personil untuk mengembangkan sense of creative-nya, sense of art-nya. Sinergi antara individual achievements dan team achievements inilah yang coba dikolaborasikan menjadi simfoni yang semoga bisa meninggalkan makna, tak cuma visual semata.

Selamat menikmati PERF9CT10NIST. Karena tingkatan baik saja – bagi kami – tak pernah cukup. Good is not enough.

Mulai 7 Juni 2010, DGI bekerjasama dengan Desainer-desainer Petakumpet mengadakan pameran karya-karya team dan personal secara online. Silakan kunjungi Petakumpet online exhibition PERF9ECT10NIST

Saturday, June 5, 2010

Seminar Beswan Djarum Semarang

Creative ways to sell creative ideas

Speaker: M. Arief Budiman
Managing Director PT. Petakumpet Yogyakarta
Penulis buku Jualan Ide Segar
Chairman ADGI (Asosiasi Desainer Grafis Indonesia) Jogja Chapter
Secretary PPPI (Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia) Jogja Chapter
Kamis, 10 Juni 2010, pukul 09.00-12.00
Ruang Teater Thomas Aquinas UNIKA, Semarang

CP: Yoshepine 0817290540 atau hubungi CP yang tertera di Universitas masing-masing // Fasilitas: Snack,seminar kit, sertifikat and Doorprize, // Gratis, Peserta Terbatas