Mybothsides

Sunday, August 16, 2009

Dari Google Untuk Indonesia

Jika Google aja peduli untuk mengingatkan kita semua bahwa hari ini - 17 Agustus 2009 - bangsa besar ini sedang merayakan hari kemerdekaannya, apa bentuk kepedulian kita pada kemerdekaan kita sendiri?

Tidak usah buru-buru menjawab. Mari kita lihat di cermin masing-masing, apakah sebentuk sosok yang nampak di hadapan kita itu sudah cukup berbuat untuk bangsanya sendiri, untuk sebuah kata yang membuat kita takjub: INDONESIA.

Yang sudah terlanjur ya sudah. Saatnya menatap tajam ke depan, menunjukkan pada dunia sebuah pekik yang takkan tertelan oleh jaman, yang akan bergema 1000 tahun bahkan lebih lama lagi: MERDEKA!

Lalu kita wujudkan pekik itu dalam gerak hidup kita selanjutnya. Dengan kemandirian dan keberanian. Jangan lagi kita mempermalukan para pendahulu kita, para pejuang yang gagah berani mengusir penjajah. 

Kemerdekaan bukanlah akhir perjuangan. Kemerdekaan justru awal bagi perjalanan Indonesia untuk menjadi bangsa yang besar, yang kita banggakan bersama.



Saturday, August 15, 2009

Kreativitas Dalam Keterbatasan

Beruntunglah orang-orang yang karena kondisinya (psikologis, ekonomi, sosial) berada dalam keterbatasan. Dianugerahi masalah, kesulitan, tantangan. Tak banyak orang yang bersedia menanggung kehidupan seperti ini, tapi jika hal-hal yang tidak menyenangkan itu hadir - atas kehendak Allah - tak ada satupun yang akan mampu menolaknya.

Di dunia ini, tak ada orang yang tidak punya kesulitan. 

Beberapa hari kemarin, ada angin puting beliung dan banjir melanda Taiwan, 500 orang tewas. Siapa saja korban-korban yang tewas itu sehari sebelum kejadian? Siapa saja ribuan pengungsi yang harus meninggalkan semua hartanya demi untuk menyelamatkan diri?

Sehari atau bahkan beberapa jam sebelum musibah hadir, mungkin mereka adalah pengusaha sukses, anak sekolah yang ranking satu, preman penguasa terminal, pengembang mall terbesar, konglomerat pemilik bisnis, polisi teladan, wakil rakyat dan mereka yang oleh masyarakat dan media massa digolongkan sebagai orang-orang yang 'sukses' hidupnya. 

Tapi nasib berubah 180% hanya sekejap mata. Apa yang dicari susah payah puluhan tahun hilang begitu saja diterjang bencana. Konglomerat dan gelandangan yang tenggelam dalam air bah punya kemungkinan selamat yang sama. Sang konglomerat tak bisa menggunakan Mercy-nya saat bernafas aja susah, konglomerat tak bisa menghubungi koleganya yang jadi Menteri karena hpnya basah dan konslet. Konglomerat tak bisa minta petugas security yang digajinya, manajer operasional hotelnya, wakil rakyat yang dulu disumbangnya saat kampanye untuk menolongnya saat timbul tenggelam.

Lalu apa bedanya dengan sang gelandangan yang memang dari dulu tak punya apa-apa, dia malah tidak harus bingung untuk minta tolong karena memang tak punya teman dan kolega sebanyak sang konglomerat.

Orang-orang besar dengan ide orisinal luar biasa yang akan mengubah dunia, jarang sekali berasal dari orang-orang yang mapan, yang kaya, yang semua keperluannya tercukupi. Beethoven tuli telinganya. Oprah Winfrey pernah diperkosa saat kanak-kanak. Yusuf Mansur pernah dipenjara 2 kali sebelum jadi Ustadz yang menginspirasi. Thomas Alva Edison dikeluarkan dari sekolah.

Keterbatasan, masalah, kesulitan hidup akan mengasah diri kita seperti mesin yang menggosok batu hitam menjadi intan yang kemilau. Prosesnya menyakitkan, perih dan tidak semua bisa tahan sampai hasilnya terlihat. Banyak yang menyerah, tak tahan menderita. Banyak yang sibuk menyalahkan orang lain dan tidak belajar dari anugerah Tuhan yang luar biasa itu. Kita semua punya batu hitam calon intan di dalam diri kita masing-masing, seringnya kita tak sadar dan tak mau menggosoknya agar berkilau.

Ketika masalah datang, kreativitas kita mandeg justru saat seharusnya bisa tumbuh. Saat kesulitan rasaya tak terpecahkan kita memilih menyerah karena itulah pilihan yang paling mudah. Saat tantangan yang lebih besar hadir menghadang di depan mata, kita lari menjauh 'menyelamatkan' jiwa kita yang kerdil. 

Beruntunglah orang-orang yang karena kondisinya (psikologis, ekonomi, sosial) berada dalam keterbatasan. Dianugerahi masalah, kesulitan, tantangan. Karena dia tidak perlu menyiapkan mentalnya untuk pura-pura susah, pura-pura lapar, pura-pura menderita untuk mampu mendapatkan ide-ide besar. 

Tapi jika Anda  temasuk orang-orang yang hidupnya lancar, sukses, kaya luar biasa: masih ada kesempatan untuk jadi orang besar. Dengan menemani mereka yang kekurangan. Dengan berbagi. Dengan turun ke jalan dan menggunakan kesuksesan, kekayaan, anugerah Tuhan itu untuk menjadi berkat bagi mereka yang lama diabaikan. 

Selamat menyiapkan diri memasuki Ramadhan, siapa tahu Ramadhan yang segera tiba ini adalah Ramadhan kita yang terakhir.

Friday, August 14, 2009

Gudang Garam Merah Spektafest 2009

Client: PT Gudang Garam, Tbk / Agency: PT. Petakumpet Creative Network / Production House: RT Films / Director: Teddy Suryaatmaja

Monday, August 10, 2009

Apa Kabar Negeri Blog?

Pergeseran trend dari blog ke facebook tidak terelakkan lagi, seperti saat dulu terjadi pergeseran dari website yang teknologinya kurang user friendly di kalangan awam. Masyarakat dunia ingin yang serba cepat untuk mengakses sesuatu dan tersedia hanya dari satu layanan.

Selain bahwa ini menjadi keunggulan jejaring sosial ala facebook, ini juga menjadi cermin atas keengganan mayoritas kita untuk menggali pengertian lebih dalam atas peristiwa-peristiwa yang bersliweran di sekitar kita. Kita tahu peristiwa ini dan itu, tapi apa maknanya dalam kehidupan kita mungkin tak sempat kita selami.

Di jaman ini, yang instant akan memperoleh banyak pengikut. Yang ngajak mikir dan merenung akan berkurang fansnya. Yang instant menawarkan kemeriahan, yang memerlukan waktu untuk mencernanya akan menyediakan ketenangan.

Bahagia makin susah dicari saat ini karena letaknya bukan di permukaan, bukan di gemerlap, bukan di basa-basi pergaulan.

Kebahagiaan harus digali dengan usaha yang mungkin tak mudah karena tak terlihat seketika dan letaknya jauh di dalam hati kita yang kesepian atas makna.

Sunday, August 9, 2009

Cara Menangkap Noordin M. Top


Berikut usulan saya tentang ikhtiar yang bisa dilakukan untuk menangkap Noordin M. Top, kalau-kalau yang tertangkap kemarin bukan dia. Jika tidak sesuai keyakinan usulan ini boleh tidak dipercayai, atau ditertawakan. Tapi jika semua upaya seolah menempuh jalan buntu, silakan baca lagi usulan ini baik-baik, semoga ada gunanya:
  1. Untuk mendapatkan titik terang keberadaan Noordin M. Top, seluruh Jenderal dan pasukan Densus 88 yang beragama Islam mendisiplinkan sholat lima waktu, sholat sunnah tahajud dan sholat hajat. Jangan karena ngejar teroris kemana-mana, sampai lupa waktu, lupa sholat, lupa Allah. Nanti capek sendiri, buronannya melarikan diri.
  2. Senjata terhebat bagi pasukan anti teror adalah doa, bukan senjata laras panjang atau bom tangan. Sudah terbukti di Temanggung, untuk menewaskan satu teroris saja Densus 88 butuh amunisi satu truk.
  3. Sedekahkan 20% dari dana operasi anti teror untuk membantu keluarga-keluarga korban teroris (saya tidak tahu total dananya sampai berapa ratus milyar). Mintalah doa mereka, doa dari yang teraniaya mustajab kabulnya.
  4. Ikhtiar yang selama ini sudah dilakukan (penyamaran, pemeriksaan, penggeledahan, dll.), silakan dilanjutkan, silakan dimaksimalkan. Urutannya: doa - ikhtiar - doa. Jangan ikhtiar doang. Kemampuan otak kita terbatas, kemampuan intelejen juga terbatas. Dengan diterangi cahaya Allah, takkan ada lagi salah tangkap, salah geledah, salah tembak, salah sasaran, dll.
  5. Buka mata, buka hati: ikuti petunjuk yang dititipkan Allah kepada panca indera dan intuisi kita, dari hal yang paling sepele. Serpihan bom, keterangan saksi, teroris yang tertangkap, bekas persembunyian, apa saja. Coba lihat film Inside Man, semoga dapet ide dari situ. Seringkali info terpenting sudah di tangan kita tapi karena terlalu sibuk malah nyarinya di tempat yang jauh-jauh.
Usulan ini saya sampaikan dengan doa yang penuh semoga Allah membimbing jalan kita semua. Tak boleh lagi ada oknum yang merusak keindahan Islam yang Rahmatan lil 'Alamien dengan teror, di manapun di seluruh muka bumi.

Kepada Tim Densus 88 dan semua elemen keamanan negeri ini, selamat menunaikan tugas negara. Kami seluruh rakyat Indonesia akan mendukung sepenuhnya. Bersama Allah dan kesucian niat untuk memberantas terorisme, takkan ada yang bisa lolos kali ini, termasuk Noordin M. Top atau siapapun juga dalangnya. 

Amien.. Amien... Amien... Ya Robbal 'Alamien...

Image pinjem dari: http://syair79.files.wordpress.com/2009/07/noordin-mochammad-top.jpg

Oleh-oleh Dari Pinasthika 2009

T Shirt JOGJA DOG D4Y
Finalis T Shirt (Graphic Design)
Poster SAMBEL BLEDHEG SUPER
Finalis Poster (Graphic Design)
Poster KING KOMP Yogyakomtek
Finalis Poster Event (Graphic Design)
Poster DELTOID Body Building
Silver Award Poster (Bawana)
Company Profile UK PETRA Surabaya
Gold Award Company Profile (Graphic Design)

Petakumpet terpilih sebagai The Most Creative Graphic Design Agency di Pinasthika 2009. Terima kasih untuk seluruh kerja keras teman-teman di Kreatif (Dedy Rokkinz, Danan Mc. Kagan, Husny, Adit, Emyr, Bimalizer, Yudi) dan bantuan tim Petakumpet di departemen lain atas pencapaian ini. Next time, we will do better lah. As always :)