Mybothsides

Tuesday, June 30, 2009

TVC Gudang Garam Merah



Agency: PT Petakumpet Creative Network // Client: PT. Gudang Garam, Tbk // Director: Iman Brotoseno // PH: Orangewaterland

Saturday, June 27, 2009

Jacko


Image pinjem dari www.opposingdigits.com/racistparadigm/michael%20jackson%201.jpg

Semua menulis tentang kematian Jacko,sang legenda pop kini harus memenuhi panggilan mendadak-Nya. Rasanya ada magnet raksasa yang menggerakkan jutaan keybord itu menderetkan huruf-huruf duka cita. Magnet itu juga menarik saya yang lama tak ngeblog.

Jacko adalah cermin terbaik untuk kita semua dalam menjalani hidup.Dibalik gemerlap hidupnya ada rapuh di dalam, sebuah tanya besar menunggu jawab. Jacko meng-update wajahnya habis-habisan, yang ternyata tak dibawanya saat pulang. Wajah itu akan menyatu dengan tanah dan hilang. Kita mungkin tak sekaya Jacko, tapi mungkin juga tak mau tukeran nasib dengannya kayak acara di tv. Kita hanya bisa doakan, kabar-kabarnya doi sudah jadi muallaf setahun lalu. Entahlah kebenarannya, semua itu kembali kepada yang menjalani dan Tuhannya. Tapi kita selalu berharap akhir yang baik dari kehidupan setiap hamba Tuhan, bukan yang menyisakan tanya dan beban buat yang ditinggalkan.

Jacko, ternyata kesuksesan, ketenaran, kekayaan, uang yang segunung - sekali lagi terbukti - tak bisa membeli kebahagiaan. Bahkan membeli waktu yang hanya beberapa hari untuk konser pembukanya yang direncanakan sangat dahsyat di London pun tak bisa. Bahkan untuk menyambung detak jantung beberapa menit sambil menunggu pertolongan rumah sakit tak bisa.

Lalu untuk apa kita kejar-kejar kekayaan, keuntungan, kekuasaan itu dengan saling sikut dan telikung, sampai melupakan anak istri, saudara bahkan Tuhan. Toh di akhirnya, kita hanya akan menuai kekosongan. Kita hanya bawa pulang amal, hal-hal baik yang sempat kita lakukan di dunia fana ini. Kita yang masih punya kesempatan - entah berapa lama atau berapa singkatnya - lebih baik menyegerakan bersiap. Menjalani sisa hidup kita dengan syukur (hitam dan putih sama saja, lihat metamorfosa wajah Jacko yang tak banyak gunanya) dan sabar (saat diuji dengan kekuarangan maupun keberlimpahan). Syukur dan sabar jika kita genggam erat-erat Insya Allah selamat.

Jacko, terima kasih untuk inspirasi dan semua pelajaran hidup yang kau berikan. Selamat menikmati istirahat panjangmu. Mungkin di sana bisa kau dapatkan bahagia yang begitu mahal harganya saat kau masih berada di dunia-Nya...

Monday, June 8, 2009

Menunggu Launching

Menangani brand nasional adalah sebuah pekerjaan yang selalu saya harapkan, saat pertama kali buka kantor di Jakarta. Alhamdulillah sekarang Petakumpet bisa pegang 2 brand, yang waktunya dekat-dekat ini akan segera di-launching kampanye promosinya. Jika tidak ada halangan, Insya Allah menyusul brand ketiga yang saat ini memasuki proses negosiasi.

Tadi malam baru menyelesaikan satu lagi pekerjaan, supervisi jingle. Ini adalah rangkaian setelah iklan TVC yang panjang dan penuh liku, juga materi ATL BTL lainnya yang seru dan melatih kesabaran menjalaninya. Bukan pekerjaan yang mudah tapi rasanya sangat layak menjadi fundamental untuk doing another national campaign.

Dan hari-hari ini rasanya tak sabar lagi menunggu, setelah bekerja lebih dari 6 bulan sejak mulai preparation. Jika on schedulle, Insya Allah pertengahan bulan ini sudah di-launch dua-duanya. Rasanya seperti menunggu masuk sekolah baru atau seperti seorang cowok yang telah mengirimkan surat cintanya menanti jawaban cewek incerannya.

Begitulah setiap pekerjaan yang didasari passion. Pengennya segera ditayangkan, mendapat feedback dari audiens dan masyarakat untuk berkarya lebih baik lagi ke depan.

Jika ada yang sedang tidak sibuk, mari bersama saya menunggu kerjaan kreatif Petakumpet yang terbaru. Sambil corat-coret untuk menjaring ide segar lainnya untuk brand baru lainnya, dan bersyukur atas semua kepercayaan yang telah diberikan dengan selalu menjaganya sepenuh hati.

Menengok sejenak atas apa yang telah kita kerjakan di masa lalu dengan kemampuan terbaik, lalu melesat lagi ke masa depan dengan hasil yang lebih baik lagi. Good is not enough, kan?