Mybothsides

Saturday, April 25, 2009

Dekatkan Dirimu ke Allah

Dear sobat pengunjung blog ini, tak biasanya saya copy paste sebuah tulisan ke blog ini. Tapi pagi ini ada sesuatu yang menggelitik saya - sebuah tulisan dari Ustadz Yusuf Mansur - yang Insya Allah bisa menjadi pencerahan bagi sahabat-sahabat yang membutuhkan jalan keluar atas kesulitan hidup yang sedang dialami. Sekaligus ini melengkapi jawaban-jawaban saya atas pertanyaan sejenis yang pernah disampaikan sobat, teman dan kenalan via sms, email maupun saat bertemu langsung. Kali ini, saya mengajak teman-teman untuk langsung belajar dari gurunya, Insya Allah akan mengundang mukjizat-Nya.

Taqorrub Ilallaah

Ustadz Yusuf Mansur

(+) 0815840xxxxxxx:

Ass, maaf ustad kalau saya mengganggu. Saya minta bantuan dan do'a nya agar saya keluar dari masalah besar yang sedang saya hadapi. Saya sudah keluarga dengan 2 anak. Saat ini saya sedang terlilit hutang yang cukup besar dan saya bingung cara melunasinya, karena ibarat lebih besar pasak daripada tiang. Mungkin bagi ustad ini masalah biasa, tapi bagi saya ini sangat besar dan saya tidak tau harus bagaimana? Saya kasihan dengan istri dan anak-anak, karena belum bisa membahagiakan mereka. Mohon bantuannya. Jazakalloh khoiron katsiro. (hamba Alloh)

Yth. Penikmat DhuhaaCoffee, banyak banget pertanyaan kayak begini. Sungguh pun ini soal hutang, tapi bisa digunakan untuk semua keperluan; jodoh, anak keturunan, penyakit, pekerjaan, karir, beli rumah, beli mobil, pengen kaya, pengen senang, pengen dicintai Allah, pengen disayang Allah, dll; dan bisa pribadi sifatnya, bisa dikerjakan untuk orang lain fadhilahnya; untuk perusahaan, yang dikerjakan oleh karyawan-karyawannya, untuk keluarga yang dikerjakan oleh anggota keluarga yang lain, dan lain sebagainya. Inti dari semua sms ini adalah bagaimana mengejar Allah dan fokus ke pertolongan Allah. Ini saya sebut dengan Perjalanan Taqorrub Ilallaah/Proses Mendekatkan Diri ke Allah.

Selamat memasuki gerbang amaliyah dan ibadah. Bungkus semua ini dengan ridha, ikhlas, pasrah, yakin, dan penuh spirit dalam pengerjaannya. Insya Allah selama melakukan apa yang saya tulis, Allah akan jamin makan minum hariannya, kehormatan dan kemuliaannya, keselamatan, ongkos harian, hingga akhirnya final dan hadiah-hadiah setiap perjalanan yang dilalui.

Apa yang saya tulis ini bukan sesuatu yang sulit dikerjakan. Saya pribadi melakukannya. Hampir dalam kurun waktu 7 tahun yang boleh dibilang berturut-turut. Subhaanallaah... Mengasyikkan. Walau tetap saja banyak kekurangannya, saya tetap saja merasa masih kurang maksimal dalam pengerjaannya. Ok, saya doakan semoga istiqamah.


Ikuti tahapan-tahapan ini:
  1. Bangun kepasrahan di awal. Terjemahkan kepasrahan yang dimaksud seluas-luasnya: rasa malu diketahui tetangga, kemungkinan hilang aset, kemungkinan menghilangkan aset orang lain yg kita jaminkan barangkali, terima itu semua dengan segala resiko.
  2. Terima resiko terburuk dengan lapang dada: cerai, dipenjara, dihina dan sebagainya.
  3. Kejar dengan shalat taubat dari dosa-dosa: syirik, ninggalin shalat (termasuk ga beres shalat wajib/sering telat dan meninggalkan shalat sunnah muakkad), durhaka sama orang tua, zina, makan rizki haram, judi, minum-minuman/obat-obatan, mutusin silaturrahim, kikir, ghibah.
  4. Kejar dengan shalat malam dari jam 02.30 sampai akhiri dengan shubuh berjamaah di masjid. Variasikan dengan baca Al Qur'an, shalat-shalat tasbih, hajat, istighfar, yang semuanya dilakukan di malam hari.
  5. Dhuha saban hari, tuntaskan sampe 12 rakaat dengab 6x salammasing-masing 2 rakaat.
  6. Baca asmaa-ul husnaa yaa fattaahu yaarozzaaqu sekurang-kurangnya 111x ba'da sholat dhuha.
  7. Minta maaf sama orang tua, mertua, istri, dan anak-anak.
  8. Rapikan shalat berjamaah, qabliyah ba'diyah dan jaga wudhu-nya.
  9. Baca 3 surah ini masing-masing 1x sehari: yaasin, al mulk, waaqi'ah.
  10. Sedekahkan sisa uang dan barang.
Rapikan semua ini dalam 3, 7, 14, 21, 40, 100 hari. Insya Allah kekejar semua hutang. Jangan ada keluhan, jangan ada pertanyaan lagi. Jalanin aja. Jangan ada bolongnya. Umpama kata nanti sampe di penjara, tambah enak tuh. Bisa konsentrasi melakukannya. Lakukan sepenuh hati. Suruh anak-anak dan istri siap-siap untuk semua perkara yang terburuk sambil memasrahkan semuanya kepada Allah. Insya Allah semua akan baik-baik saja. Kalau berkenan, jelajah isi website ini, khususnya yang terkait dengan Riyadhah 40 hari. Ikuti dengan seksama. Jangan lupa pula berdoa di setiap awal dan akhir setiap poin di atas.

Insya Allah bukan hanya bakal selesai, tapi juga bakal melesat dah jadi kaya, sukses, tawadhu', taat, dan penuh hikmah hidupnya sebab pernah pahit.


Semoga bermanfaat. Salam...

Saturday, April 18, 2009

On Location




Setelah syuting sebuah brand nasional ini kelar, besok waktunya post. 2 hari yang asyik banget di Bandung, segala sesuatunya Alhamdulillah berjalan lancar. Hope bisa segera tayang on schedulle, diberikan kemudahan dalam segala prosesnya. Kemarin sempet ada denger syuting sebuah iklan yang harus diulang, bisa jadi karena faktor cuaca atau ketidaksesuaian treatment di lapangan. Bagaimanapun, dalam sebuah syuting iklan, kerjasama klien + agency + PH + sutradara sangatlah krusial dan penting. Jika salah satu saja tidak maksimal dan kurangnya pemahaman atas bagian yang lain: hasilnya tentu bukan the best sesuai harapan.

Dan ini bukan sekedar hal teknis semata, hal-hal non teknis juga penting. Saat sebuah take mesti diulang-ulang, kadang gak cuma sutradaranya yang mulai nampak kesel, pemainnya yang capek beradegan itu-itu aja juga akan terpengaruh. Belum jika ada extras, figuran dan pemain kroyokan lainnya yang biasanya bukan aktor: makin komplekslah situasinya. Misalnya waktu syuting PSA Gudang Garam tahun lalu saat adegan di sebuah pasar Kota Gede yang melibatkan semua orang termasuk pengendara yang lewat sebagai background, satu detail kecil luput dari pengamatan: take-nya mesti diulang.

Setiap kali syuting, selalu ada hal baru untuk dipelajari. Selalu ada case berbeda untuk dipecahkan. Selalu ada spirit baru untuk doing better than before. Saya akan sharing lebih detail lagi setelah iklannya tayang, semoga ini menjadi karya Petakumpet yang lebih baik dari yang kemarin. Tolong didoakan, amien...

(Foto koleksi Mas Iman Brotoseno)

Tuesday, April 7, 2009

Minggu Tegang

Minggu tenang buat para calon pemilih, tentulah merupakan minggu tegang buat para Caleg dan bos-bos partainya. Dengan milyaran bahkan triliunan anggaran yang entah dari mana asalnya, mereka telah mempertaruhkan hampir segalanya. Sehingga katanya, RSJ pun menyiapkan tambahan kamar VIP khusus caleg yang stres. Jumlah itu belum ditambah dari pengeluaran dari kantong pribadi para Caleg, yang jumlahnya tak kalah besar jika digabungkan. Utamanya buat keperluan promosi, meskipun buat kita para calon pemilih rasanya mereka hanya berlomba mengotori lingkungan. Calon wakil rakyat itu sedikit sekali yang punya keramahan terhadap lingkungan (sedih!).

Dan setelah banyak cara dilakukan - yang putih, hitam maupun abu-abu - tibalah saat menentukan itu, 9 April 2009. Celakanya banyak pula diantara kita yang memilih abstain alias golput: bermacamlah sebabnya. Utamanya kekecawaan dan patah hati pada wakil-wakil rakyat sebelumnya yang sekarang malah banyak berkasus.

Jadi mari kita tunggu. Mereka yang berjudi dengan nasibnya akan menerima hasilnya sebentar lagi. Mereka yang dana nyalegnya berasal dari sumber tak bersih, bersiaplah kecewa. Mereka yang ikhlas untuk mengabdi pada bangsa, semoga diberikan ketabahan jika kelak terpilih atau tidak terpilih.

Kemenangan kita sebagai bangsa yang besar adalah jika Pemilu besok bisa berlangsung damai. Yang menang bersyukur, yang kalah bersabar. Indonesia harus terus belajar mendewasakan diri. Salah satunya dengan tak marah saat tak kebagian kursi...