Mybothsides

Sunday, September 21, 2008

Ramadhan yang Segera Pergi

Berapa kali seekor keledai jatuh di lubang yang sama? Tiga kalikah? Ok deh ngaku, jika dibandingkan keledai: saya pastilah lebih bodoh darinya. Atau lebih tolol. Saya memaki-maki wajah di cermin itu: kualitas ibadah saya tak mengalami peningkatan yang berarti di Ramadhan ini. Usia saya sudah 33 tahun, artinya Tuhan telah memberi kesempatan saya untuk memperbaiki diri - tidak jatuh di lubang yang sama - 33 kali. Keledai mana yang lebih bodoh dari saya coba?

Di tengah malam itu - saat i'tikaf di masjid Syuhada - saya merasa begitu kotor dan bodoh. saya telah menyia-nyiakan karunia agung Illahi itu. Saya hanya bisa menerawang, sayup-sayup terdengar lantunan shalawat dan dzikir dari sesama muslim yang sedang i'tikaf.

Tuhan, aku begitu takut Ramadhan meninggalkanku kembali - untuk kesekian kalinya - dalam kesepian yang sungguh. Saat amal tak bertambah, saat ajal semakin dekat. Kuserukan nama-Mu dalam kuatirku yang sangat.

Tuhanku, masihkah kau ijinkan aku tuk meraih-Mu di sisa Ramadhan ini? Dalam sujudku yang panjang aku hanya bisa pasrah. Kasih sayang itu hak-Mu, dan aku hanyalah sebutir debu di padang pasir. Termangu sendirian di ujung malam, merasa begitu kotor dan bodoh...

No comments: