Mybothsides

Saturday, March 31, 2007

Dosa Mematikan Cahaya

Orang yang terbiasa berbuat dosa akan mengalami kejadian jatuh bangun yang berulang-ulang: sebentar sukses sebentar terpuruk, sebentar untung sebentar rugi, sebentar sehat sebentar sakit. Setiap ia menemukan cahaya yang akan menyelesaikan masalahnya, Allah melenyapkan cahaya itu.

Jika ia segera bertobat, maka Allah akan mengangkat keburukan nasibnya. Jika ia makin memperbanyak dosanya lantaran tidak percaya ampunan Allah, maka Allah akan meninggalkan mereka dalam besarnya masalah yang tak mampu ia tanggung penyelesaiannya.

Saya berlindung kepada Allah dari ketidaksadaran bahwa hidup saya ini telah bergelimang dosa. Saya berlindung dari buta hati dan kerasnya kepala untuk menerima kebenaran dari Allah, sepahit apapun. Semoga dalam kehidupan yang masih akan saya jalani ke depan, Allah langsung menjewer saya jika melakukan kelalaian dan mulai terbiasa merancang kebiasaan melakukan dosa kecil-kecilan. Saya ingin menemukan cahaya dan memanfaatkan terangnya untuk hanya melangkah di jalan-Nya. Saya takut Allah menggelapkan cahaya karena tanpa-Nya kegelapan hidup akan sangat menyiksa.

Friday, March 30, 2007

Tidak Percaya Tuhan

Ini sharing cerita dari teman saya. Beberapa kali dia berhubungan dengan bank untuk urusan pinjaman modal, investasi atau pembiayaan. Hampir semuanya tidak berbuah kesepakatan karena satu hal: ketiadaan agunan. Nasib yang hampir sama pernah saya alami juga.

Sesuatu yang telah saya ketahui sejak lama: bank hanya akan meminjami payung saat cuaca cerah, tapi meminta kembali payungnya saat cuaca hujan. Jika kita tidak butuh uang, justru bank akan berlomba menawari kita uang. Misalnya kartu kredit. Cuma fotokopi KTP doang tanpa mengisi formulir apapun, kartu bisa dikirim beberapa hari kemudian. Tapi saat kita butuh banget, mereka balapan menutup pintunya lantaran ketakutan pinjamannya takkan kembali.

Dari asal muasalnya, agunan berfungsi membuat bank lebih percaya pada yang meminjam. Jika ada masalah, agunannya akan dilelang untuk menyelamatkan pinjaman. Tapi jika kita percaya atau dipercaya, maka garansi sering tidak diperlukan. Misalnya pinjam meminjam personal dengan teman dekat atau saudara sekeluarga.

Sayangnya, urusan percaya tidak percaya ini harus berhenti pada hal-hal yang sifatnya fisik belaka. Padahal kepercayaan itu hal yang abstrak. Saya berandai-andai jika besok-besok giliran saya ditanya saat akan mengajukan pinjaman. Kira-kira dialognya seperti ini:

Bank: Mas, agunannya apa untuk pinjaman ini?

Saya: Agunan fisik saya tidak punya. Tapi saya punya Tuhan yang menjamin bahwa saya tidak akan menyalahgunakan pinjaman ini. Tuhan saya itu pemilik alam semesta, termasuk semua kekayaan bank ini.

Saya kok meyakini bahwa bank tidak akan pernah mengucurkan kredit pada orang yang penjaminnya adalah Tuhan, meskipun direktur banknya orang Islam. Tuhan tidak laku dalam transaksi bisnis.

Bank - karena sifatnya yang kapitalis - sangat wajar jika tidak percaya pada Tuhan. Atau minimal, tidak percaya pada kata-kata saya dan menganggapnya aneh. Bank tidak akan memberi pinjaman pada orang-orang aneh. Dan celakanya, mengikutsertakan Tuhan dalam membimbing langkah kita untuk membangun bisnis yang diridhoi-Nya - bagi sebagian besar orang - adalah hal yang aneh.

Seperti kata Nabi: kelak ada suatu jaman dimana mempertahankan kebenaran Islam itu ibarat menggenggam bara api. Jika digenggam tangan terasa sangat panas bahkan terbakar, jika dilepaskan maka lepaslah Islam sebagai pedoman hidup.

Saya kira jaman itu sudah tiba, sudah kita alami sehari-hari. Kita semestinya bersyukur jika bank tidak meminjami modal, karena kita dianggap aneh. Sungguh berbahaya sebenarnya buat bank dan mereka yang tidak dianggap aneh, jangan-jangan bara api itu sudah dibuang entah dimana...

Sunday, March 25, 2007

Daya Ungkit Dalam Bisnis

Salah satu kiat sukses terkenal adalah jika bisa mendapatkan leverage (daya ungkit) dalam berbisnis. Kata Newton, tak perlu jadi raksasa untuk bisa melihat dari tempat tinggi. Cukup jadi manusia biasa yang berdiri di pundak raksasa. Banyak sekali daya ungkit yang bisa dimanfaatkan untuk memajukan bisnis: tokoh masyarakat, networking, media massa, investor, dll.

Saya baru 'ngeh' ada yang terlewat dalam pencarian daya ungkit, yang celakanya tidak bisa dibandingkan kehebatannya dari daya ungkit yang saya sebutkan sebelum ini. Yang tepat mungkin Mahadaya Ungkit. Yaitu Allah, Tuhan semesta alam. Jika Dia berkehendak bisnis kita bakal jadi yang terbesar di dunia, maka seribu satu penghalang tidak ada artinya. Jadilah yang menjadi kehendak-Nya.

Saya lalu terfikir tentang mimpi saya dan teman-temen untuk membangun Petakumpet menjadi The Most Admired Company in The World versi Fortune Magazine. Mmm... untungnya saya punya Allah. Cuma saya belum tahu bagaimana melobiNya agar merestui mimpi-mimpi ngawur saya dan menjadi daya ungkit terbesar untuk mewujudkannya menjadi kenyataan....

Logika Kesuksesan dan Sedekah

Ini hanya sekelumit catatan waktu diskusi menjelang malam dengan Ismail 'Sukribo' (Sebikom) dan Andino (Pensil Terbang). Diskusi mendadak ini dilakukan, setelah mereka berdua menemani saya menerima kunjungan wakil British Council (Prof. David, Martin dan beberapa stafnya) untuk pendataan (scouping visit) ke Petakumpet. Lha kunjungan kok jam 21.30 malam, kantor pas lagi sepi. Tapi kata mereka OK aja, jadinya ber-inggris ria selama kurang lebih 1 jam menjelaskan ini itu tentang Petakumpet. Setelah mereka pulang, baru terasa kalo lidah jadi lebih kriting. Maklum terbiasa makan nasi kucing, bukan burger atau hot dog (saya tidak suka anjing, apalagi yang panas).

Kembali ke diskusi dengan duo gokil, tema yang paling hangat adalah tentang kesuksesan dan sedekah. Seperti yang kami bertiga rasakan, masing-masing mengelola perusahaannya yang kebetulan memang sedang diuji Allah dengan beberapa kekurangan. Kurang order lah, kurang modal, kena musibah, kurang lancar cash flow-nya, dsb. Berikut beberapa yang kita bicarakan:
  • Orang akan sukses jika memiliki sikap konsisten/istiqomah terhadap pilihan yang diyakininya untuk dijalankan. Baik dalam kelebihan maupun kekurangan, tetep konsisten. Ditawari uang lebih atau harta bertumpuk tidak mengubah pendirian. Diuji Allah sampai hidup berantakan, tidak putus asa. Dan konsisten ini tidak harus meliputi seluruh bidang kehidupan. Tak ada manusia sempurna. Misalnya: AA Gym dikenal karena konsisten mengelola hati (manajemen qalbu) dalam berdakwah. Yusuf Mansur dikenal sebagai ustadz sedekah. Kemana-mana bicaranya sedekah. Rhoma Irama menyanyi dangdut. Dimana-mana nggak pernah nyanyi trash metal, selalu dangdut. Mereka sukses karena istiqomah di satu bidang tertentu, bukan karena sempurna.
  • Orang yang sukses sebagian besar punya kebiasaan baik (meskipun terlihat sepele) yang dijalankan secara konsisten. Orang yang punya kebiasaan baik meskipun banyak dosanya, tidak akan sampai hancur hidupnya di dunia. Orang yang sangat sukses akan jatuh hidupnya jika punya kebiasaan buruk yang konsisten. Anda masih ingat Harmoko, Sudomo, Soeharto yang merupakan tokoh teras orde baru? Ketika Orba tumbang dan puluhan pejabat korup disidang dan masuk bui, mereka masih bisa menikmati hidupnya di luar. Seorang teman mengatakan, Soeharto punya kebiasaan selalu menghormati orang tua dan sangat rajin sholat subuh tepat waktu. Wallahu 'alam. Saya tidak tahu apa kebiasaan Harmoko dan Sudomo, tapi saya menduga mereka juga punya kebiasaan berbuat baik (meskipun kecil) sehingga Allah menangguhkan hukuman atas dosanya di dunia. Ada anak muda yang dijamin menjadi ahli surga oleh Nabi Muhammad karena sangat menyayangi ibunya, sampai menggendongnya berhari-hari ke Mekkah untuk berhaji. Meskipun ibadahnya yang lain belum tentu sempurna, kebiasaan merawat ibunya itu sudah cukup membawanya ke surga. Yang baru adalah kasus Kepala Bulog Widjanarko yang diduga korupsi import sapi atau Yahya Zaini yang selingkuh dengan Maria Eva. Kedua tokoh ini jatuh kariernya, karena melakukan perbuatan buruk yang konsisten (berlangsung cukup lama) tanpa sempat bertobat. Widjanarko malah ketambahan 3 kasus korupsi lagi yang katanya melebihi kasus import sapi fiktif, bukti bahwa penyalahgunaan 'mungkin' telah dilakukannya secara konsisten pula meskipun awalnya sedikit-sedikit. Terungkapnya kejahatan untuk mereka yang sengaja berbuat dosa (meskipun pinter menghilangkan jejak) hanya menunggu waktu saja.
  • Orang yang sedekah dalam pandangan mata biasa, akan berkurang jumlah hartanya. Ini benar, jika melihat fisiknya. Tapi setahu saya zakat tidak dinilai oleh Allah dari fisiknya semata, yang terpenting justru dari aspek non fisiknya: dari keikhlasan hatinya. Ibaratnya harta itu seperti selembar foto yang kita scan untuk jadi image di komputer. Image itu kita upload di blog, bentuk fisik lembarannya telah berubah jadi digital. Lalu siapapun di seluruh dunia bisa meng-copy file foto itu untuk diprint dimana saja, berapapun jumlah lembarnya, dengan kualitas foto yang sama dengan aslinya, tanpa mengurangi size image yang pertama, tanpa mengurangi lembar foto aslinya. Benda aslinya tetap, tapi penggandaannya tak terbatas jumlahnya. Inilah logika sedekah menurut saya. Terjadi transformasi: fisik - non fisik - fisik. Dan penggandaannya tak terbatas, terserah Allah. bisa sepuluh kali, tujuh ratus kali, atau semilliar kali. Mengikuti hukum alam, di dunia ini sampai kapanpun tidak akan terjadi penambahan atau pengurangan massa benda, yang ada adalah perubahan wujud semata. Jika kita sedekah, harta kita tidak hilang tapi berubah wujud menjadi file digital versi Allah yang jika dikehendaki-Nya akan balik lagi ke kita dalam bentuk fisik atau non fisik berlipat-lipat dari nilai awalnya. Lihat udara yang tak pernah habis meskipun dihisap 5 milyar makhluk bumi selama jutaan tahun, rasakan sinar matahari yang tak berkurang kekuatannya meskipun telah menyinari bumi milyaran tahun.

Demikianlah, diskusi singkat malam itu. Saat jam melewati angka 12 malam, dua teman baik saya itupun pulang. Kami bertiga mengalami pencerahan, tanpa merasa kehilangan apapun. Ilmu yang dibagikan, memperbanyak dirinya tanpa mengurangi bagian si pemilik ilmu. Anda boleh meng-copy tulisan ini dan mendiskusikannnya atau membaginya ke siapapun, tulisan ini takkan berkurang sedikitpun.

Sedekah hanya akan memperbanyak, tidak pernah mengurangi harta kita. Lacaklah dengan logika dan iman. Allah menyediakan perniagaan yang tidak pernah rugi. Tidak sekalipun merugikan. Jika Anda belum percaya, silakan dicoba.

Friday, March 23, 2007

Jika Tersesat Dalam Kesibukan

Jika seseorang tersesat di hutan lebat, dan tak tahu arah mana yang harus ditempuh, semestinya ia tidak terus berjalan, atau membabat semak sana-sini.

Yang seharusnya dilakukan adalah berhenti sejenak, menghitung dimanakah sesungguhnya posisi diri ini berada, menengadah ke langit mencari cahaya mentari atau rembulan, menunduk ke bumi mengukur bayang-bayang diri. Baru setelah itu menentukan kembali arah yang harus dituju, lalu berjalan penuh hati-hati, sembari terus mengukur bayang-bayang. Penjelajah yang sejati tahu kapan harus bergerak, berhenti dan beristirahat.

.

Jika anda tersesat dalam kesibukan yang anda sendiri tak tahu mengapa melakukan apa. Semestinya anda juga berhenti sejenak. Membuka peta diri anda, merujuk kembali pada tujuan besar hidup anda, lalu meniatkan hati untuk melangkah. Tujuan tak tercapai karena kita bergerak secepat-cepatnya.

Tujuan tercapai karena kita tahu mana yang sedang dituju, serta bergerak penuh kesadaran dan kewaspadaan.


(Dapet ini dari milis, just for enlightment, ilustrasi dari http://www.ffitz.com/ff/main/graphic2/busy.jpg)

Wednesday, March 21, 2007

Tiga Puluh Dua

Tak ada apa-apa. Tak ada siapa-siapa. Hanya berteman waktu dan sunyi yang dilewati dengan syukur hati. Saat langkah kaki mulai lemah tergerus jalan yang makin mengeras, hidup tetap meminta untuk segera bergegas.

Di ruang paling tersembunyi, kupeluk Tuhan dalam damai tak ketulungan. Sampai detik ini kutuliskan: masih tersisa udara untuk kuhirup dan pintu toilet yang terbuka saat kebelet sampai di ujung pantat. Kenikmatan tak pernah berhenti hanya pada yang hadir di mata, kesejatian selalu harus dilihat dengan pandangan jiwa.

Apakah hidup akan berjalan lebih bahagia setelah injakan kaki ketiga puluh dua? Mungkin tidak, mungkin iya. Toh aku tak perlu pusing memikirkannya, asal selalu berjalan dalam naungan ridho-Nya.

Sunday, March 18, 2007

Tricks from Spiderman 3



300



Terlepas dari film ini menggunakan efek digital imaging yang luar biasa canggih, saya menyukai cara penggarapan adegan yang setiap detailnya diperhatikan betul aspek art-nya. Angle dan tata cahayanya juga luar biasa. Tone warnanya pun aduhai, ambillah adegan manapun untuk di-freeze: rasanya bakal kerena jadi poster. Beginilah jika ada Frank Miller, kreator komik yang menginspirasi film ini. 300 diharapkan mengikuti kesuksesan Sin City yang juga luar biasa art-nya.



Gaya bertutur yang simple, tidak njlimet, perang kolosal yang megah maupun adegan pertarungan satu lawan satu yang 'enak dipandang' walau beberapa kali dihias kepala menggelinding terlepas dari tubuhnya. Sungguh film ini mengisi battery otak kanan dan mata kita sehingga fresh kembali.



Satu kritikan, tagline film ini: Prepare for Glory menurut saya kurang inspired, gak jelek sih tapi biasa aja. But in the end, saya sepakat untuk mengingat film ini dari keagungan aspek artistiknya seperti kutipan kata-kata Leonidas,"Remember us.."

Tuesday, March 13, 2007

Kembali ke Jaman Batu


Entah apa yang dipikirkan institusi kepolisian kita saat memutuskan untuk mengkasuskan materi iklan LA Light 'Polisi Lagi Tidur'. Saya tak habis pikir, bahwa institusi di bawah Jenderal Soetanto yang lumayan sukses melawan terorisme ini begitu kebakaran jenggot karena merasa disentil iklan rokok bergaya anak muda yang 'enjoy aja' ini. Kan mereka bicara polisi tidur alias gundukan melintang di jalan untuk membuat kendaraan yang melintas jadi pelan? Tapi kenapa yang marah polisi beneran?
Kebetulan rekan-rekan agency yang bikin iklan ini saya kenal baik dan saya sungguh merasa tindakan kepolisian ini sebuah tindakan kembali ke jaman batu: ketika pendapat yang berbeda harus ditakut-takuti dengan pendekatan keamanan. Nasib iklan, pengiklan dan agency LA Light bisa jadi menimpa saya, Anda dan kita semua yang bergulat setengah mati untuk mencari ide-ide kreatif dalam membuat iklan. Tanpa adanya penghormatan yang serius terhadap kreativitas: industri ini akan sangat menjemukan. Nanti yang keluar iklan-iklan yang aman, yang datar, yang biasa-biasa saja, yang boring, yang bikin ngantuk, yang bikin tidur. Tak ada lagi breaktrough, karena setiap ide baru akan membawa resiko 'diamankan'.

Atau sebenarnya, iklan ini justru efektif untuk membangunkan polisi - yang - tidur? Jadi bener dong, kalo selama ini polisi tidur? Bukannya dari dulu yang namanya polisi tidur ya tidur terus? Begitu dibangunin marah-marah, lha wong tidur kok dibangunan.. eh, dibangunin!

Buat temen-temen kreator iklan LA Light, tetap semangat Bro! Jangan buru-buru tiarap, industri ini membutuhkan ide-ide segar dari temen-temen yang berani berinovasi. Think positive, polisi dengan sukarela telah memberikan publisitas gratis.. He he he..

Buat kepolisian, ini saatnya membuktikan bahwa polisi emang selalu bangun saat terjadi kasus kejahatan. Dengan kinerja terbaik dari kepolisian, masyarakat tak akan peduli kok ada iklan polisi tidur atau tidak. Jangan lupa kita punya masyarakat yang cerdas, yang tak mudah diarah-arahkan oleh iklan. Tindakan nyata berteriak lebih kencang ketimbang kata-kata.
Btw, daripada mensomasi iklan yang belum tentu salahnya, lebih baik mengejar Noordin M. Top, koruptor-koruptor, pembalak liar dan penjahat-penjahat yang sesungguhnya. Setahu saya, itu tugas kepolisian yang utama.

Berita selengkapnya disini.

Yang Paling Penting

Yang paling penting bukan punya uang banyak, sampai susah dihitung. Yang paling penting bukan punya klien multinasional sehingga ordernya ngalir terus nggak habis-habis. Yang paling penting bukan dapet Agency of The Year Citra Pariwara 10 tahun berturut-turut. Yang paling penting bukan berangkat ke Adfest di Pattaya. Yang paling penting bukan menikah tahun ini, lalu menikah lagi tiap tahun sampai empat kali. Yang paling penting bukan punya kantor buesar yang super nyaman. Yang paling penting bukan terus menerus menang pitching sehingga terpaksa pindah ke Jakarta nyari lawan yang lebih jago. Yang paling penting bukan punya VW Beetle yang harganya lebih dari setengah milyar. Yang paling penting bukan pensiun umur 40 tahun dengan tabungan 500 milyar rupiah. Yang paling penting bukan menjadi The Most Admired Company versi Majalah Fortune. Yang paling penting bukan menggantikan posisi Bill Gates menjadi orang terkaya di planet bumi.

Yang paling penting apakah Allah ridlo apa tidak terhadap diri kita dan apa yang kita lakukan. Kalo Allah tidak ridlo, sia-sialah segala impian yang menembus langit. Jika Allah tidak ridlo, dalam sekedipan mata saja hilanglah semuanya seperti debu diterbangkan angin. Tapi kalo Allah ridlo, tak ada siapapun yang bisa menghalangi untuk mencapai hal-hal yang ribuan kali lebih besar dari yang saya tuliskan di atas.

Ridlo Allah yang paling penting buat saya saat ini dan seterusnya, yang lain-lainnya itu tidak penting sama sekali...

Saturday, March 10, 2007

Join Inspiration Light Up

17 – 19 APRIL 2007, CROWNE PLAZA JAKARTA

"2 Biggest Creative Conference:Brand Communication Conference & Computer Graphic Conference”

Brand Communication Conference:Inspiration Brandstory from the Creative Maven

Tuesday, 17 April 2007 9.30- 16.00, featuring:

Inspiring Brand through Ambient Media,
BIRGER LINKE, Creative Director JWT Vietnam, Winner more than 90 International Advertising Award

Local Advantage-Local Resource Global Market, DJOKO HARTANTO (CONCEPT MAGAZINE)The Creator for the leading Creative Design Magazine in Indonesia

The Making of a Brand, PATRICK CHEAH (DPC DESIGN) Singapore-based International Brand Consultant

Indonesia Design Power: Inspiration from Indonesian Product, Packaging & Branding, IRVAN A. NOEMAN (BD+A) Indonesia Design Power Conceptor

Smile in the Mind: Witty Inspiration in Brand Communication, M. ARIEF BUDIMAN (PETAKUMPET), 3 times Agency of the Year at Pinasthika Ad.Festival

Designing the Brand Driven Business, NICO PRANOTO (ADGI) Indonesia Design Association

Computer Graphic Conference:Inspiration from the World Class Animation & Content Creation

Wednesday, 18 April 2007 9.30 - 16.00, featuring:

Inspiring Character through Storytelling – Learning from International Animation Production, PHIL MITCHELL (INFINITE FRAMEWORKS) The Pioneer Behind the World's First CG Animated Series

The Power of Creative Economy, BRIAN MC LAREN, Scotland Creative Industries Senior Consultant

Creating Animation for the Global Market: Competing in the Outsourcing Industry, CHRISTIAN TIRTA & LUCAS HO (PROGRES Animation) An Animation Studio with International Outsourcing Facility

Mobile Content Creation–Developing for World Market, CALVIN KIZANA (ELASITAS)The Leading International Mobile Content Developer

Indonesia Initiative in Global Content Industry, ANDI S. BOEDIMAN (DIGITAL STUDIO) The Creative Industry Evangelist

The Future of Gaming & Mobile Content, BOLEH.COM, The Biggest Game Portal in Indonesia

Information:
JCI PRODUCTION 021 6884 1132 (Joan) 0856 9329 8010 (Oesman) DIGITAL STUDIO 021 270 1518, 021 633 0950, 021 4585 0107 REDAKSI MAJALAH CONCEPT 021 831 7106, 021 831 7118



Thursday, March 8, 2007

Tuhan = Persangkaan Kita

Kadang kita merasa tak berdaya dalam menghadapi masalah yang hadir di kehidupan kita. Bisa jadi masalah sepele, sedang atau bahkan gawat. Banyak hal terjadi di luar kehendak kita, yang celakanya dalam pandangan awam: terasa begitu menghancurkan. Kita sering menudingnya sebagai ketidakadilan Tuhan. Kita tak bercermin ke dalam, kita menghancurkan cermin di luar diri kita. Kita meradang, menuding-nuding langit: berharap Tuhan mendengar bahwa kita sedang didholimi oleh takdirNya.

Hidup terasa begitu sempit. Kuatir, cemas, kepala pusing sebelah, jantung berdebar-debar, takut keluar rumah: bencana selalu membawa cemas sampai tulang belulang. Kita ingin bebas dari derita, kita ingin hidup bahagia, kita ingin selamat dunia akhirat. Bahaya - dari peristiwa yang terjadi beberapa waktu terakhir - seolah hanya seujung kuku di depan hidung kita. Mengintai bagai burung bangkai kelaparan.

Saudara-saudara kita di Sumatera Barat runtuh rumahnya, puluhan orang dipanggil-Nya. Sahabat-sahabat kita terpanggang di pesawat Garuda, menyusul penumpang Adam Air yang tak ketahuan rimbanya. Beberapa yang sedang baca postingan ini mungkin baru saja putus cinta, terlilit hutang yang tahunan tak terbayar, susah mencari pekerjaan, malu karena hamil di luar nikah, stres karena kebutuhan keluarga mencekik sementara gaji tak naik-naik.

Saya hanya ingin berbagi. Tuhan tidak tidur atas semua derita kita ini. Masih banyak saudara kita yang lebih menderita daripada nasib terburuk yang kita alami. Pilihannya adalah Anda mau sedih dan mengurung diri di kamar mandi atau tabah menyongsong tantangan hidup dengan mata terbuka. Jika bencana hadir, seribu tangisan tak menolong.

Tapi iman kita pada Tuhan akan besar maknanya: bukan pada masalahnya tapi pada diri kita sendiri. Saat kita berbagi, maka Tuhanpun akan berbagi. Jika kita menolong sesama dengan ikhlas, Tuhanpun tak akan itung-itungan menurunkan pertolongannya.

Tuhan hadir menuruti persangkaan kita. Jika kita bilang Ia kejam, maka kejamlah Tuhan kita. Jika kita anggap tak penyayang, maka kesengsaraanlah yang kita terima. Daripada mengisi pikiran dengan persangkaan negatif, gimana kalo dibikin positif saja? Tetaplah bersyukur, meskipun bencana selalu hadir sebagai bagian takdir.. hidup kita akan baik-baik saja. Tuhan selalu sayang pada umatNya, selama kita percaya bahwa Ia sungguh menyayangi kita dari lubuk hatiNya.

Monday, March 5, 2007

Berbuat Iseng Pada Tung Desem

Sekedar iseng aja, setelah gak sengaja liat brosur seminar One Minute Millionaire-nya Tung Desem Waringin. Seminarnya udah lewat, semoga sudah boleh diisengin. Meskpun secara content menarik (what to say-nya kuat) tapi secara komunikasi menurut saya kurang pas (how to say-nya norak). Kebanyakan jenis font, warna gak matching dan lay out teks yang kurang enak dibaca. Seminar bagus selayaknya dijual dengan kemasan yang bagus, meskipun mungkin dengan brosur jadul toh nama Pak Tung akan tetap laku dijual. At least, he has a remarkable brand...

Tapi apa ya puas jika hanya laku seminarnya, next step-nya untuk brand building kan mesti dibuat lebih baik lagi. Mulai dengan hal yang kecil-kecil dulu, misalnya desain brosur ini. Agar terlihat lebih simple, eye catching tanpa mengurangi menariknya teks berderet yang memang jadi power of selling-nya Pak Tung. Font type pake satu jenis aja, lebih fokus di headline, warna disederhanakan tapi kuat karakternya dan lay out teks dibuat sederhana sehingga lebih mudah dibaca. Secara umum, tetep jualan tapi terlihat lebih nice.

Btw, mohon maaf jika tidak berkenan. Saya bermaksud sumbang saran agar lebih baik meskipun awalnya hanya iseng...


Desain Brosur Awal


Desain Brosur Setelah Revisi