Mybothsides

Saturday, February 24, 2007

Bikin Desain Pake MS Word?


Saat persiapan pasang stand Petakumpet di Adex 2007 yang penuh tipografi alias tulisannya puuuanjang banget. Meskipun desainnya pake Corel Draw, sebenernya diketik di MS Word juga bisa. Mmm, tapi emang print ukuran besar bisa pake file MS Word? He he he... Menurut pengamatan saya, ini adalah stand yang menggunakan paling banyak huruf. Sempat kepikir untuk bikin kuis: berapa jumlah huruf yang ada di stand Petakumpet? Saya sedang siapin hadiahnya yang super unik. Pengin ikutan menghitung, ke Gale deh.. He he he :)

Next Move


Thursday, February 22, 2007

Semua Dilarang Masuk

Beberapa hari kemarin, beberapa ruas jalan yang terkena terjangan angin puting beliung masih ditutup. Di tengah jalan dipasang penghalang berupa kayu melintang atau potongan pohon lengkap dengan sisa daunnya. Kebetulan saya dan beberapa teman sedang di dalam mobil dan ingin melintasi jalan yang ditutup karena salah satu kantor yang kami akan datangi berada di ruas jalan itu.

Temen A: Kok masih ditutup ya jalannya.. Kan pohon yang tumbang udah dibersihkan? Masih takut orang bakal memanfaatkan kesempatan untuk berbuat jahat po?

Temen B: Di Jogja banyak orang asing yang suka mengambil keuntungan saat orang lain menderita, mereka sekedar menjaga. Juga yang suka nonton bencana, terhibur melihat oranglain menderita. Jadi mereka yang tugasnya mulia demi keamanan harus dihormati. Wong kampungnya sendiri kok..

Temen A: Tapi kok bawa kayu mirip pentungan? Dan gayanya itu lhoo.. Bikin sesak napas karena rasanya kita semua dicurigai bakal berbuat jahat..

Temen B: Udah, mending kita muter aja ato janjian di tempat yang gak ditutup jalannya. Gitu malah baik buat semua. Daripada nyusahin banyak orang!

Temen C (dari tadi diam sambil baca buku): Ooo... aku tahu kenapa mereka masih jaga! Sejak bencana kemarin semua tak boleh masuk kampungnya, termasuk angin puting beliungnya jika datang lagi!!!

Temen A, temen B, saya: Ooooo..... (pura-pura paham)

Tuesday, February 20, 2007

Menyiapkan Pasukan Berani Mati


Tidak mudah untuk bergerak dari ruang kenyamanan yang telah lama kita nikmati. Yang seolah sudah take it for granted. Tidak mudah menghilangkan sifat merasa puas atas achievement yang kita capai, apalagi jika prestasi kita 'dianggap' hebat di masa lalu. Baik oleh diri kita sendiri (narcist) atau oleh orang lain (arogant).

Tapi saya percaya, di dunia ini tidak ada winning success formula yang bisa dipakai selamanya. Jika satu cara dianggap sukses pada masa lalu, belum tentu akan sukses juga jika diterapkan sekarang. Biasanya malah sering gagalnya. Kita selalu memerlukan pemikiran ulang, redefining success. Dan celakanya, mengubah formula kesuksesan masa lalu itu membawa serta aspek resiko. Dan kemungkinan gagal.

Dilema inilah yang sedang saya temui ketika dihadapkan pada situasi dimana saya bersama anggota tim Petakumpet yang lain dituntut untuk terus bergerak ke level yang lebih tinggi lagi. Tapi saya sih yakin saja (sebenarnya sok yakin), dalam kebimbangan selalu ada petunjuk. Tinggal kita mau bersusah payah mencarinya atau menyerah saja tanpa berikhtiar.

Kami sedang menyiapkan pasukan berani mati dengan target ambisius (kata beberapa orang malah ngawur): menjadi Agency of The Year Citra Pariwara 2007. Saat ini seluruh pasukan sedang dalam masa persiapan Upgrading, istilah untuk pelatihan di creative camp kami yang berlokasi di kantor baru.

Saya putuskan untuk memberikan materi yang sama sekali baru, dengan teknik dan cara penyampaian yang baru. Mmm... bentuk pelatihannya masih saya rahasiakan. Selama sebulan penuh mereka akan dihajar mental dan fisiknya, dalam arti yang sebenarnya.

Comfort zone saya hancurkan berkeping-keping. 57 award Pinasthika, Jawapos Adfest, finalis Djie Sam Soe Award, Cakram Award, dll. semuanya akan pindah dari ruang display ke gudang dan tidak boleh ada yang membanggakan prestasi masa lalu. Menurut saya itu bull shit. Everything start from zero: tanpa prestasi apapun kecuali yang menjadi target kita bersama ke depan. Semua orang kembali lagi jadi bayi.

Sekarang waktunya membakar kapal dan mulai bekerja. Jangan menengok ke belakang dan bergayut sia-sia di masa lalu. Setiap samurai yang menyiapkan dirinya setengah mati untuk sebuah pertempuran yang mematikan, biasanya jarang menemui kematian.

Tuhan memberi kesempatan mereka terus hidup untuk mengabarkan pada kita semua: kehidupan menghormati mereka yang berjuang untuk tujuan tertinggi - entah berhasil atau gagal. Tidak pernah ada perjuangan yang berakhir sia-sia.

Image dari hangkasturi1984.tripod.com

Monday, February 19, 2007

Teh Panas yang Tidak Panas

Saya punya warung soto langganan favorit, tempatnya di Jl. Tamsis. Namanya Soto Ayam Pak Tur. Saya dan Supie sering sarapan kesitu kalo lagi libur. Sotonya pas racikannya, pas juga rasanya. Dan harganya murah meriah, makan berdua udah pake tambah sate, gorengan plus minuman: tak nyampe 10 ribu rupiah.

Nah, satu kelemahannya di bidang minuman: kalo kita pesen teh panas, dapetnya teh anget. Pesen teh anget juga dapet yang sama. Kadang saya terima dengan ikhlas, tapi kalo lagi kumat isengnya malah pesen es teh. Mungkin ini penyakit saya, kalo minuman angetnya nanggung nggak bikin inspired: jadi kesannnya biasa-biasa saja. Lagipula kalo di angkringan, kita bisa dapet teh panas. Jadi lama waktu meminumnya bisa lebih panjang. So, di akhir sruputan masih tersisa angetnya. Tapi kalo teh anget, ditinggal makan semangkok soto ya dingin kalo pas minum. Saya sempat berfikir: apakah saya tidak layak mendapatkan segelas teh panas saja untuk menyempurnakan sarapan saya di warung soto ini? Pertanyaan ini tinggal di otak saya berbulan-bulan tanpa ketemu solusinya.

Minggu kemarin, kami ke situ lagi: pesan soto dan teh panas seperti biasa meskipun tahu yang datang pasti soto dan teh anget. Lalu ada tisu yang tertinggal di motor sehingga saya perlu ambil. Nah, pas mau duduk lagi - entah gimana gerakan saya - tangan saya menyenggol gelas teh sehingga tumpah seluruh isinya ke bawah. Saya yang pake celana pendek basah kuyub dari pinggang ke bawah: lokasi di sekitar TKP di dalam celana maupun di kulit kaki terasa anget...

Ternyata Tuhan memberi saya jawaban atas pertanyaan yang selama ini mengganjal. Saya baru merasa bersyukur justru ketika harapan saya tidak terpenuhi. Coba kalo tadi beneran dapat teh panas? Ampuuuunnnn....

Sunday, February 18, 2007

Nambah Wawasan Dengan Belajar



Hanya ingin menyebarkan kabar baik, kalo-kalo ada temen-temen yang pengen dapet ilmu baru dan berjumpa komunitas bisnis dalam rangka networking. Tiketnya terjangkau, pembicaranya keren. Topiknya praktis. Seminar yang client minded begini jarang-jarang diadakan PPPI Jogja yang biasanya creative minded. Untuk maju banyak jalannya, seminar ini hanya salah satu sarana untuk terus belajar dan menjadi selalu upto date.. He he he :)

Info selengkapnya di sini

Saturday, February 17, 2007

Smart Corner on Air

Buat temen-temen yang lagi boring gak ada kerjaan, ato yang banyak kerjaan sampe malah stres, ato yang ngerayain imlek tapi kehujanan, ato yang baru habis ditinggal pacarnya pas Valentine kemarin, ato yang gak kehujanan tapi gak ngerayain Imlek, ato yang udah terlanjur baca prolog ini kelamaan: boleh dengerin I Radio di 88,7 FM Minggu malam (18 Febr ini) mulai jam 19.00 wib. Saya jadi korban Smart Corner on Air-nya MM UGM untuk cerita tentang behind the scene-nya PT. Petakumpet. Dan karena ini sekaligus promosi, mohon diingat bahwa tahun kemarin Petakumpet masuk 9 Finalis Djie Sam Soe Award 2006 dan tahun ini sedang menyiapkan diri untuk jadi Agency of The Year-nya Citra Pariwara 2007.

He he he... kalo kesannya norak mohon dimaklumin. Namanya juga usaha, Dab ;)

Thursday, February 15, 2007

Tentang Malam


Apa yang hadir saat gelap menikam
Kala riuh dan teriak lenyap di lorong waktu
Gemuruh anginpun mati telentang

Saat detak menikam jantungku
Dingin yang tajam menyobek ruang
Aku terperosok dalam pusaran ketakutan
Dilingkupi lingkaran api yang merah sempurna

Menerjang kegetiran dan ngilu di ujung genggaman
Melahirkan tetes darah sepanjang jalan
Tapak lunglai yang pincang terseret-seret
Dihembus angin jahat di sela robeknya hati

Aku diantar seribu gagak menuju sunyi
Merangkak hampir mati... demi ruh yang sejati

The Power of Packaging

Disampaikan dalam Smartpreneur Coffee Break
Dixie Easy Dining, 10 Februari 2007


Hari ini pasar dipenuhi oleh ribuan bahkan jutaan merk, sehingga sangat sulit bagi seorang pemasar untuk menyelipkan merk produknya ke benak konsumen melihat buuuuanyaknya pilihan.

Tidak lebih dari 1% dari seluruh merk di muka bumi ini yang diingat oleh konsumen. Alasan pertama, karena banyak sekali merk yang tidak dikomunikasikan dengan cara yang baik dan benar. Kedua, karena otak konsumen terbatas daya ingatnya.

Masih Bergulat di Produk, Bukan Merk

Packaging awalnya hanya berfungsi pelindung, dan itu terlihat di banyak perusahaan di Indonesia yang berada di fase manufacture yang product oriented, padahal saat ini dibutuhkan perusahaan yang berorientasi kepada market dengan menciptakan brand (merk).

Perlu diingat bahwa:
- Produk dibikin di pabrik
- Merk dibangun di otak
- Loyalitas konsumen dibangun di hati.

Fungsi Desain Packaging

Berikut beberapa fungsi desain packaging:
- Sebagai senjata mempengaruhi konsumen
- Sebagai senjata penjualan
- Sebagai senjata berkompetisi di pasar
- Sebagai senjata membangun merk

Telah terbukti bahwa packaging sebagai salah satu ujung tombak pemasaran bukan sekedar bungkus pelindung, tetapi bagian dari consumer touching point yang mengkomunikasikan positioning, diferensiasi produk serta mampu menciptakan impulse buying (pembelian seketika di titik penjualan).

Desain Packaging: Jujur Tapi Menggoda

Fungsi ideal sebuah desain packaging adalah mampu bercerita secara jujur isi produk di dalamnya, tidak kurang tidak lebih. Desain packaging sebagus dan sekreatif apapun tidak akan mampu menolong produk yang kualitasnya jelek. Karena pada akhirnya, toh yang dikonsumsi produknya bukan kemasannya. Tapi kalo desainnya jelek meskipun produknya berkualitas tinggi, para calon pembeli mungkin tidak tertarik karena ‘kesan pertama yang tidak menggoda’.

Ada yang bilang don’t judge book by it’s cover. Dan saya setuju, tidak semua buku yang desain covernya bagus, isinyapun menarik. Tapi bagaimana kita akan tertarik beli bukunya jika covernya sendiri tidak ditangani dengan baik (buram, teksnya nggak kebaca, cetakannya meleset)?

Bagaimana kita bisa tahu kalo seorang wanita yang sering lewat di depan kost kita pake baju pink, rok hijau, lipstick tebal ungu, eye shadow oranye dan sepatu mirip tentara itu ternyata sifatnya jujur, suka menolong, penyayang dan rajin mengaji? Kita terlanjur ngeri melihat penampilannya. Boro-boro kepikiran untuk mendekati dan mengetahui inner beauty-nya.

Oleh karena itu, posisi biro desain bukanlah sekedar desainer yang bikin desain packaging indah-indah, tetapi lebih sebagai strategic partner yang memahami seluruh proses produksi dan marketing secara holistik. Hanya dalam posisi ini akan terwujud hasil desain yang maksimal.

Aspek terpenting dalam packaging design adalah kejujuran, desain packaging bukan alat untuk mengelabui konsumen. Desain packaging akan semakin dirasakan manfaatnya oleh konsumen jika mampu memberikan informasi jujur tentang produk dan value added lainnya.

Saya percaya sebuah produk yang cantik layak dikemas dengan cantik pula. Kecantikan yang jujur dan dikomunikasikan dengan jujur akan menarik minat siapapun yang memandang.

Dari pemahaman sederhana atas kekuatan desain packaging ini bisa dimulai upaya membangun merk-merk Indonesia berskala global, dengan fondasi berfikir yang tepat.

Wednesday, February 14, 2007

Just Sharing

Saya dapet tulisan ini dari milis, terus saya coba lengkapi dengan beberapa sumber yang lain. Juga dari teman-teman yang jam terbangnya lebih tinggi termasuk sedikit dari jalan hidup yang pernah saya lalui. Mungkin ada banyak teman-teman di luar sana yang sedang berada dalam kesulitan yang sama atau lebih parah, saya hanya ingin sharing. Semoga ada gunanya.. jikapun tidak, semoga tidak menjadi sampah yang memberatkan pikiran. Toh niat saya hanya ingin berbagi, bagaimana mengatasi hutang menumpuk. Silakan dicoba:

Banyak berdoa pada Yang Maha Kuasa. Doa akan menguatkan hati dan mental dalam menghadapi kesulitan yang pasti secara logika maupun perasaan akan terasa berat. Dengan doa yang khusyuk dan pasrah diri pada Yang Kuasa, beban hidup akan terasa lebih ringan sehingga akan terbuka pintu bagi keluarnya ide sebagai solusi atas permasalahan hutang-hutang yang menumpuk.

Banyak sedekah pada yang hidupnya lebih susah. Sedekah akan membuka pintu rejeki Allah. Sedekah akan menjaga hati kita untuk tetap bersyukur, karena dalam beban hidup kita yang berat ternyata masih ada yang lebih berat lagi hidupnya. Menebarkan kegembiraan dan kesenangan pada orang lain lewat sedekah akan mengurangi kesedihan diri dan kalutnya pikiran kita.

Tetap create money. Aset & modal boleh habis, tapi kita bisa mulai dengan modal dari orang-orang terdekat atau orang-orang yang percaya pada pribadi kita (orang tua, keluarga, sahabat, teman, dll). Jika itu tidak ada, kita bisa mulai dengan aset diri kita (kerja keras, pengalaman, pengetahuan, dll), misalnya menjadi agen (pemasar perantara) dimana anda bisa mendapatkan gaji/komisi/ bagi hasil/dll. Pilihlah jenis agen/pemasar yang tidak mensyaratkan modal, tanpa resiko, dan hasil tidak terbatas (misalnya bisa ambil barang tanpa bayar, setor jika ada yg terjual, barang bisa dikembalikan jika tidak laku). Sehingga kita bisa mendapatkan uang tanpa menambah resiko yang sudah ada.

Jika kita sudah mendapatkan hasil (uang), jangan gunakan 100% untuk bayar hutang, jangan pula tidak membayar sama sekali. Anda bayarkan saja misalnya 30%-50% untuk bayar hutang. Kurang? Memang, tapi itu jauh lebih baik dari pada tidak membayar sama sekali. Orang masih lebih menghargai ketika anda membayar hutang (walaupun telat & kurang) daripada tidak ada sama sekali. Yang penting anda komit untuk membayar (mengangsur) setiap saat walaupun sedikit, itu akan lebih menenangkan debt collector/rentenir/ bank anda. Bunga hutang makin menumpuk? Tentu saja ini bagian dari konsekuensi, tapi jika usaha anda makin lancar tumpukan hutang itu akan bisa diselesaikan lebih mudah.

Sisa dari uang tersebut anda gunakan untuk modal usaha baru atau menambah modal usaha yg ada. Teman saya pernah membayar angsuran bank hanya sebesar 10%-50% dari total angsuran selama lebih dari 3 th ketika bisnisnya belum berhasil. Didatangi debt collector? Pasti! Tapi dia memberikan komitmen bahwa setiap dia ada uang dia pasti bayar, seadanya uang, tapi dia pasti bayar, tiap minggu ada uang masuk, tiap minggu dia bayar. Itu untuk menunjukkan komitmen dia. Sekarang hutangnya sudah lunas seiring membaiknya usahanya.

Jika uang sudah terkumpul untuk modal usaha, gunakan untuk jenis usaha yang tidak beresiko tinggi (memang high risk - high return, tapi saat ini saya rasa lebih baik menghindari yang high risk).

Lakukan investasi yang mendapatkan income terus menerus, gulung terus sehingga uang tumbuh makin banyak, bisa bayar angsuran lebih besar, dan seterusnya. Jangan lupa urut-urutannya: sedekah (20%) – investasi (10%) – bayar hutang (20%) – kebutuhan harian (50%). Untuk persentase silakan disesuaikan dengan kebutuhan, tapi masing-masing bagian jangan kurang dari 10%.

Semoga sukses dan barokah menyertai usaha Anda. Mohon diingat satu hal: saat tergelap di malam hari adalah ketika fajar, tepat sebelum matahari menerbitkan sinarnya dari ufuk timur. Jadi, tetap semangat!!

Resiko Nama Pasaran

Saya nemu postingan unik, gak sengaja waktu search di google. Saya bingung mau gembira atau sedih karena merupakan anggota golongan manusia bernama 'Budiman', yang ternyata buanyak banget. Nama yang pasaran, yang gak unik, kurang menerapkan differensiasi. Btw, buat sharing sesama pemilik nama Budiman, berikut saya kutip sebagian isinya, untuk selengkapnya silakan kunjungi blog penulisnya :

Dari Cakram juga saya mengetahui beberapa tokoh/praktisi/ahli/(pecinta?) dari dunia kreatif periklanan, promosi, humas dan sejenisnya. Masih dari Cakram, saya menjumpai 3 dari mereka yang masing-masing dari nama mereka mengandung unsur Budiman. Mereka yang saya maksud adalah Budiman Hakim, Arief Budiman dan Andi S. Boediman.

Kalau Bapak Budiman Hakim sedikit banyak saya sudah tahu. Beliau adalah salah satu pendiri MACS 909 Advertising Agency dan juga penulis buku periklanan berjudul "LANTURAN TAPI RELEVAN". Saya memberikan nilai empat plus untuk buku ini.Lalu pertanyaan yang dibenak saya berikutnya ialah, Siapakah Arief Budiman dan Andi S. Boediman itu? Mari kita mencari jawabannya [melalui Cakram tentu saja].Ternyata mereka berdua adalah finalis British Council International Entrepeneur of The Year Award 2006 . Arief Budiman, seseorang dari Petakumpet dan Arief S. Boediman, seseorang dari Digital Studio.

Mereka bertiga adalah orang-orang dari dunia Kreatif!! Tapi, kenapa semuanya berbau Budiman? Sayang sekali, nama saya tidak mengandung unsur Budiman. Ini memang tidak ada hubungannya. Dunia kreatif dengan kesamaan unsur nama. Saya hanya ingin berbagi. Ternyata banyak sekali Budiman. Bisa tidak, mungkin tidak suatu saat nanti, akan ada unsur Sholihat di dunia 'itu' ? Semoga tidak hanya mimpi.

(Btw, jika Anda salah satu pembaca tulisan ini bernama Budiman jg, mohon bisa tinggalkan jejak di comment.. Mungkin kita bisa bikin komunitas. Ketuanya? Mas Budiman Hakim saja, namanya ketua.. tentu yang paling tua umurnya. He he he... Orang budiman, biasanya sabar gak mudah marah ;)

Monday, February 12, 2007

Quote of The Day

Kalo ingin menang, musuh harus dikalahkan
Dan musuh terbesar itu adalah diri kita sendiri
Mengalahkan diri sendiri adalah pemenang yang sejati

Apply Gmail

Mmm, finally bisa punya email di gmail setelah di-invite Rony. Hari gini baru apply gmail? Ndhesit gak sih? Tapi di sini saya tidak akan cerita tentang itu, tapi lebih ke strateginya Google untuk memasarkan emailnya by word of mouth, komunitas dan pertemanan. Ini breaktrough yang menarik, apalagi setelah kemarin nyoba daftar pake cara 'biasa' gak sukses sampe sebel.

Terobosan Google ini yang harusnya membuat kita semua membuka mata: banyak sekali cara baru yang harus kita temukan jika ingin jadi pemenang di landskap bisnis yang baru juga. Old rules still work, but not enough anymore. Selalu diperlukan orang-orang cerdas yang berani untuk create aturan baru di atas reruntuhan aturan lama. Begitu terus, terus menerus..

That's why I join Gmail, to give them the respect for redefining the net...

(btw, biar inboxnya mulai terisi silakan kontak saya di mybothsides@gmail.com, thanx b4)

Sunday, February 11, 2007

Logo Adex 2007


Lama juga saya ndak ndisen logo, jadinya kangen.. Biar otak gak beku, kemarin iseng-iseng bikin logo adex buat pppi diy. Adex rencananya berlangsung 24-28 Februari ini di Galeria Mall Jogja, info selengkapnya disini.

Tuesday, February 6, 2007

Ketika Harus Bertindak

Tugas seorang prajurit adalah menembak musuh, bukan memikirkan nasib anak istrinya atau sakitnya pelor yang menembus daging dan tulang. Terlalu banyak berfikir dalam pertempuran akan membuatmu terbunuh.

Saya merenungkan kalimat yang saya kutip dari bukunya Mitch Albom 'Five People You Meet in Heaven' dengan ngilu. Bercermin dari apa yang saya jalani dalam hidup ini, sebagian besar waktu saya gunakan untuk berfikir.

Saya ingat kejadian saat Mary Gates bertanya pada anaknya,"Bill, kamu lagi ngapain?" Beberapa kali pertanyaan diulang tapi tak mendapat jawab. Pintu kamar dibuka dan Mary berujar,"Kamu kenapa sih, dipanggil Mama kok gak jawab-jawab?" Bill Gates kecil memandang ibunya dengan heran,"Saya sedang berfikir, Mom.. Mama pernah berfikir juga kan?"

Anak yang tidak mendengar panggilan ibunya itu sekarang menjadi manusia terkaya di dunia, karena berfikir. Bill mengambil dua kesempatan masing-masing satu minggu tiap tahun untuk keluar dari rutinitas Microsoft: untuk berfikir. Dia menyebutnya think week.

So? Saya mungkin bukan orang yang pas berperan di garis depan, karena pasti pikiran nasib orang yang akan saya tembak itu mengganggu otak saya yang sedang membidik. Atau saya harus menjadi manusia praktis: mematikan semua instrumen berfikir saya saat harus bertindak. Tapi jika pilihannya adalah menembak atau ditembak duluan, mungkin saya harus belajar jadi praktis. Ya atau tidak, tanpa embel-embel.

Saya tidak perlu meninggalkan kebiasaan untuk berfikir. Nothing wrong with that. Tapi tanpa harus bertele-tele dan banyak pertimbangan saat tiba waktunya bertindak. 'Coz execution make things happen.

Banjir Tidak Hanya Akan Menggenangi Jakarta


Bencana yang kita alami di negeri ini, seperti arisan. Semua tahu bakal dapat giliran ketempatan, tapi tak pernah tahu siapa yang dapat arisan saat itu. Sejak tsunami di Aceh, gempa melanda Jogja Mei 2006 kemarin, lalu Merapi batuk-batuk, tsunami di Pangandaran, Lapindo menenggelamkan kawasan yang makin meluas, gempa di Menado, saya kok merasa ini hanya masalah waktu saja sampai semua daerah mendapatkan giliran 'pelajaran' dari alam.

Bukannya paranoid, saya sih santai aja. Hidup mati kita toh bukan kita yang mutusin, tapi Tuhan. Tapi inilah nasib bangsa yang tak pernah belajar menyelesaikan masalahnya sampai tuntas ke akar-akarnya. Perbaikan-perbaikan yang kita lakukan sebagai bangsa, sebagai individu, sebagai umat beragama biasa instant dan cenderung aksesoris. Alias memperbaiki buruk muka dengan memakai topeng bintang film.

Saya termasuk yang percaya bahwa alam semesta ini diciptakan dengan satu hukum keseimbangan oleh Tuhan. Jika perilaku kita menyimpang, berlebihan atau semena-mena, maka alam akan menyeimbangkannya: dengan mengembalikan energi negatif yang kita tebarkan kemana-mana itu dalam bentuk bencana. Semakin kita bisa mengatur diri kita untuk mengikuti hukum alam, semakin akrab alam dengan kita.

Jadi ketika Jakarta 70% wilayahnya tenggelam, itu bukan berarti kita di Jogja atau di kota lain bakal tidak kebanjiran. Tak ada yang pasti. Penolong dan korban berganti peran tanpa kita sadari.
Buat yang belum tersentuh musibah, tetaplah ber-istighfar. Membantu sebisa kita saudara-saudara yang sedang ditimpa kemalangan. Terus berdoa dan memohon ampunan-Nya. Saat kita mengulurkan tangan untuk membantu sesama, sesungguhnya kita juga sedang menolong diri kita sendiri. Dunia ini sempit dan sementara. Di negeri yang penuh musibah ini, terbentang ribuan kesempatan untuk berbagi dan saling menyayangi. Semoga dengan kesadaran untuk selalu berfikir dan bertindak dalam kebersamaan dengan sesama anak bangsa dan alam semesta ini, perbaikan pelan-pelan akan terwujud. Allah akan kembali sayang pada bangsa ini dan menyimpan kemarahan-Nya di atap langit, bukan ditumpahkan di atas bumi-Nya yang kita pijak.

Kita tak perlu khawatir dan ketakutan berlebihan, saya percaya negeri ini masih bisa menjadi surga sebagaimana Tuhan menciptakannya di awal. Seperti bencana bisa terjadi dimana saja, Rahmat Allah-pun bisa hadir di tempat yang tak terduga.

Semua kembali pada kesiapan kita untuk menjaga amanat-Nya berupa negeri indah ini. Semakin cepat kita bertobat dan hidup di jalan-Nya: semakin cepat pula cahaya-Nya menerangi kegelapan kita. Kita upayakan perbaikan ini dari diri kita sendiri, dari yang paling sederhana dan sejak sekarang. Dan please... biar gak nyahok kesekian kalinya, kali ini jangan ditunda lagi...

Monday, February 5, 2007

My Batcave


Ini adalah impian masa kecil saya, yang anehnya tidak mati saat saya memasuki usia 30 tahun plus: tiba-tiba saya merasakannya seperti hutang impian yang harus segera saya bayar. Kebutuhan atas sebuah ruang yang hanya didesain untuk diri saya sendiri, dengan seluruh properti dan pintu-pintu rahasia yang tak seorangpun tahu. Saat kita hanya ingin sendiri, menjadi diri sendiri, melakukan eksperimen aneh, berbuat sesuatu yang norak yang tak mungkin diperlihatkan pada orang lain bahkan pada istri dan anak-anak kita sendiri. Saat kita ingin pergi dari dunia ini, untuk lebih memahami dunia ini dengan sudut pandang yang bener-bener fresh.

Sepintas emang seperti hanya introvert (penyendiri) atau orang yang berkepribadian ganda ala Two Face saja yang butuh ruang super privasi begini. Tapi percayalah bahwa bukan hanya Batman yang punya Batcave. Superman pun punya, juga Walt Disney, Thomas Alva Edison, M. Night Syamalan, Bill Gates, Steve Jobs, Pangeran Diponegoro bahkan Nabi Muhammad. Semakin besar tugas kita di dunia, semakin penting fungsi ruang privasi itu. Semakin tinggi posisi tanggung jawab seseorang, semakin penting upayanya untuk mengenal diri sendiri. Untuk istirah dari keramaian dan mengakrabi sepi, memikirkan yang tidak dipikirkan orang kebanyakan.

Batcave-nya Nabi Muhammad ya di Gua Hira', Diponegoro di Gua Selarong dan sementara ini saya masih merindukan punya satu ruang untuk sendiri. Ruang saya di kantor tidak mirip ruang kantoran, lebih pas disebut gedung bioskop: ada poster super besarnya Warren Buffet, Steve Jobs, Bill Gates juga Bruce Lee. Lalu beberapa kutipan kata-kata norak. Saya berusaha membuat ruang itu 'gue banget'. Tapi entah kenapa, rasanya masih ada yang kurang.

Saya merasa masih belum cukup syarat menjadi 'orang' sebelum saya bisa memiliki Batcave saya sendiri, dimana saya bisa ngobrol bebas dengan diri saya, dengan dinding batu, air terjun maupun Tuhan. Dimana saya tidak takut melakukan apapun dalam rangka menyelami pikiran terliar dalam otak saya.

Saya sering merasa punya kekuatan super yang terkurung dalam fisik saya yang terbatas, yang selalu capek setelah jam 9 malam. Saya tidak bisa membiarkan kekuatan itu lenyap seiring pikiran saya yang makin sehat, sok rasonal dan takut dibilang gak logis. Saya tetap ingin menikmati masa kecil saya. Saya masih enjoy berkhayal. Saya masih bersedia jadi manusia aneh, asalkan tetap boleh memiliki kekuatan super itu.

Mmmmm... I really miss my Batcave...

Thursday, February 1, 2007

Busy Dayz

Nggak terasa, lama juga gak posting yang agak serius di blog ini. Bukan apa-apa, rasanya nggak nyaman jika ada yang berkunjung tapi tak tersaji menu baru. Sekarangpun saya belum akan bikin tulisan serius, hanya ingin curhat..

Btw, beberapa hari ini emang lagi musim sibuk. Mulai dari persiapan kantor yang mau pindahan, syuting iklan buat Kedaulatan Rakyat dan Minggu Pagi, persiapan Grand Opening Karita Moslem Square, persiapan Adex (Advertising Expo 2007), Pinasthika 2007, Kitani yang mulai running lagi... eng ing engg...

Menjelang jam 9 malam biasanya battery udah mulai redup, kemarin waktu meeting PPPI di Olala Cafe Mas Eri sempat komplain karena saya 'menyempatkan diri' ketiduran saking capeknya.. He he he ;)

Tapi saya percaya hari-hari begini tidak akan terjadi sepanjang hidup saya. Biasanya sih begitu. Dan saya sangat bersyukur bisa bersibuk ria, jika tidak maka nganggur kan?

Personally, saya butuh istirahat untuk menjernihkan otak dan hati saya. Professionally, saya bahagia punya kesempatan untuk melihat seberapa tangguhnya ketahanan fisik dan mental saya.

In the end of the day, when I can't open my eyes anymore.. I just want to thank God for giving me busy dayz..