Mybothsides

Friday, October 12, 2007

Lebaran Itu...

Saat lebaran datang, pertanyaan itu hinggap: pantaskah saya lebaran?

Saat takbir bergaung di sudut-sudut kota, seseorang dalam gelap mengorek-ngorek sampah mencari yang tersisa. Saat keluarga berkumpul dalam tawa riang, seorang ibu menidurkan bayinya tanpa selimut di trotoar pinggir jalan. Saat milyaran sms terkirim bertarif 300-an, sebungkus nasi hampir basipun tak mudah didapatkan.

Mmmm... Mungkin tak penting benar bertanya tentang kepantasan. Ini hidup, begitulah warnanya. Setiap makhluk menerima nasibnya. Lebaran ya lebaran, tapi setelah itu hidup toh tak seluruhnya kembali suci. Tak banyak yang berubah, kasih sayang dan kemurahan yang ditempa Ramadhan pun akan kembali sunyi.

Tapi jangan bersedih, Saudaraku. Tak selamanya hidup akan bergelut kesedihan dan penderitaan. Tak selamanya mereka yang berlebihan akan sanggup menikmati kemewahan itu sendirian. Lebaran selalu datang setiap tahun, membawa nikmat yang mungkin sekejap. Tapi lebaran selalu hadir di hati, untuk yang tunduk dan ikhlas menyadari: tanpa hari sucipun, kebahagiaan hadir saat berbagi...

4 comments:

Iman Brotoseno said...

ngaturaken sugeng riyadi, sedoyo kelepatan, mugi mugi gusti ALLAH maringi rezeki lan pangestu, minal aidin wal faidzin

M. Arief Budiman said...

Sami-sami Mas Iman, mugi enggal diparingi margi kangge filmi layar lebaripun Mas Iman ingkang nomer setunggal. Amien :)

Ugi nyuwun gunging pangaksami, profesi samben dados blogger punika saestu kathah lepatipun.

si_aryo said...

minal aidin wal faidzin ya mas...

Anonymous said...

Ramadhan kali ini terasa cepat sekali
Baru saja selesai sahur, sudah Lebaran
Mungkin karena banyak orang yang sudah terbiasa kelaparan
Puasa menjadi santapan harian

Ibukota yang selalu sepi ketika Lebaran datang
Semua orang sudah pulang ke kampung halaman
Masing masing membawa keluh dan kesah
Tidak ada lagi tradisi membawa buah tangan

Jangankan untuk membeli kenyataan
Untuk bermimpi saja tidak berani dilakukan
Ramadhan kali ini terasa cepat sekali
Sudah tidak bermakna lagi arti kemenangan

Pejamkan mata
Rasakan lapar
Tidak terasa bukan?
Sebentar lagi Ramadhan, lagi.