Mybothsides

Thursday, September 20, 2007

Mourinho


Gak ada hujan gak ada angin, malam ini datang berita yang mengejutkan itu: Mourinho meninggalkan Chelsea. Saya yakin ini dampak dari tidak disiarkannya EPL di TV umum, saat musim kompetisi berjalan saya belum pernah melihat Chelsea bermain. Saya tak mengikuti perkembangan perseteruan Mourinho - Abramovich. Rasanya memang kurang sreg, jadi penikmat bola via detik.com atau surat kabar, secara cuma baca reportase tak bisa melihat gerakan bola di-drible atau shooting ke gawang dengan akurasi tingkat tinggi.

Tapi Mourinho akhirnya pergi, meninggalkan segudang prestasi. Juga segudang tanya. Hampir sama dengan perginya Fabio Capello, bahkan setelah mempersembahkan gelar La Liga ke Real Madrid. Dua sosok pelatih hebat yang harus pergi karena tak sepakat dengan pemilik klub, bukan karena tak berprestasi.

Semenjak Thierry Henry pindah ke Barca awal musim kemarin, inilah berita terpanas di EPL minggu ini. The Special One - dengan segala bentuk keunikannya - adalah sosok fenomenal.

Di kantor saya yang lama, juga yang baru: saya setia memajang poster besarnya. Sebuah wajah dingin dan keras, serta sorot mata yang tajam dalam nuansa hitam putih. Dan ucapannya yang membuat bulu kuduk meremang: It can not be easy to follow a manager who thinks differently.

Sure, Jose. Good luck anyway, may the force be with you..

2 comments:

biyan said...

Dari musim kompetisi lalu, bukankah gegeran Mourinho - Abramovic udah mulai panas dan kalo orang Jawan bilang udah bisa dijadiin tetenger mas?
Jadi nggak perlu terkejut kan?

M. Arief Budiman said...

Ah, bener juga Mas. Mungkin saya yang telmi, atau terlalu positive thinking: jika seseorang kerjanya serius dan hasilnya bagus maka kemungkinan kecil ia bakal digusur. Tapi Mas Biyan benar, dunia tak hitam putih begitu. Saya hanya merasa ada yang hilang: mungkin logika saya bisa terima jika melihat sign keretakan yang telah muncul. Tapi saat itu jadi nyata: saya masih bersedia terkejut. Mungkin karena saya terlalu ngefans.. He he he :)