Mybothsides

Thursday, February 15, 2007

The Power of Packaging

Disampaikan dalam Smartpreneur Coffee Break
Dixie Easy Dining, 10 Februari 2007


Hari ini pasar dipenuhi oleh ribuan bahkan jutaan merk, sehingga sangat sulit bagi seorang pemasar untuk menyelipkan merk produknya ke benak konsumen melihat buuuuanyaknya pilihan.

Tidak lebih dari 1% dari seluruh merk di muka bumi ini yang diingat oleh konsumen. Alasan pertama, karena banyak sekali merk yang tidak dikomunikasikan dengan cara yang baik dan benar. Kedua, karena otak konsumen terbatas daya ingatnya.

Masih Bergulat di Produk, Bukan Merk

Packaging awalnya hanya berfungsi pelindung, dan itu terlihat di banyak perusahaan di Indonesia yang berada di fase manufacture yang product oriented, padahal saat ini dibutuhkan perusahaan yang berorientasi kepada market dengan menciptakan brand (merk).

Perlu diingat bahwa:
- Produk dibikin di pabrik
- Merk dibangun di otak
- Loyalitas konsumen dibangun di hati.

Fungsi Desain Packaging

Berikut beberapa fungsi desain packaging:
- Sebagai senjata mempengaruhi konsumen
- Sebagai senjata penjualan
- Sebagai senjata berkompetisi di pasar
- Sebagai senjata membangun merk

Telah terbukti bahwa packaging sebagai salah satu ujung tombak pemasaran bukan sekedar bungkus pelindung, tetapi bagian dari consumer touching point yang mengkomunikasikan positioning, diferensiasi produk serta mampu menciptakan impulse buying (pembelian seketika di titik penjualan).

Desain Packaging: Jujur Tapi Menggoda

Fungsi ideal sebuah desain packaging adalah mampu bercerita secara jujur isi produk di dalamnya, tidak kurang tidak lebih. Desain packaging sebagus dan sekreatif apapun tidak akan mampu menolong produk yang kualitasnya jelek. Karena pada akhirnya, toh yang dikonsumsi produknya bukan kemasannya. Tapi kalo desainnya jelek meskipun produknya berkualitas tinggi, para calon pembeli mungkin tidak tertarik karena ‘kesan pertama yang tidak menggoda’.

Ada yang bilang don’t judge book by it’s cover. Dan saya setuju, tidak semua buku yang desain covernya bagus, isinyapun menarik. Tapi bagaimana kita akan tertarik beli bukunya jika covernya sendiri tidak ditangani dengan baik (buram, teksnya nggak kebaca, cetakannya meleset)?

Bagaimana kita bisa tahu kalo seorang wanita yang sering lewat di depan kost kita pake baju pink, rok hijau, lipstick tebal ungu, eye shadow oranye dan sepatu mirip tentara itu ternyata sifatnya jujur, suka menolong, penyayang dan rajin mengaji? Kita terlanjur ngeri melihat penampilannya. Boro-boro kepikiran untuk mendekati dan mengetahui inner beauty-nya.

Oleh karena itu, posisi biro desain bukanlah sekedar desainer yang bikin desain packaging indah-indah, tetapi lebih sebagai strategic partner yang memahami seluruh proses produksi dan marketing secara holistik. Hanya dalam posisi ini akan terwujud hasil desain yang maksimal.

Aspek terpenting dalam packaging design adalah kejujuran, desain packaging bukan alat untuk mengelabui konsumen. Desain packaging akan semakin dirasakan manfaatnya oleh konsumen jika mampu memberikan informasi jujur tentang produk dan value added lainnya.

Saya percaya sebuah produk yang cantik layak dikemas dengan cantik pula. Kecantikan yang jujur dan dikomunikasikan dengan jujur akan menarik minat siapapun yang memandang.

Dari pemahaman sederhana atas kekuatan desain packaging ini bisa dimulai upaya membangun merk-merk Indonesia berskala global, dengan fondasi berfikir yang tepat.

No comments: