Mybothsides

Tuesday, February 6, 2007

Ketika Harus Bertindak

Tugas seorang prajurit adalah menembak musuh, bukan memikirkan nasib anak istrinya atau sakitnya pelor yang menembus daging dan tulang. Terlalu banyak berfikir dalam pertempuran akan membuatmu terbunuh.

Saya merenungkan kalimat yang saya kutip dari bukunya Mitch Albom 'Five People You Meet in Heaven' dengan ngilu. Bercermin dari apa yang saya jalani dalam hidup ini, sebagian besar waktu saya gunakan untuk berfikir.

Saya ingat kejadian saat Mary Gates bertanya pada anaknya,"Bill, kamu lagi ngapain?" Beberapa kali pertanyaan diulang tapi tak mendapat jawab. Pintu kamar dibuka dan Mary berujar,"Kamu kenapa sih, dipanggil Mama kok gak jawab-jawab?" Bill Gates kecil memandang ibunya dengan heran,"Saya sedang berfikir, Mom.. Mama pernah berfikir juga kan?"

Anak yang tidak mendengar panggilan ibunya itu sekarang menjadi manusia terkaya di dunia, karena berfikir. Bill mengambil dua kesempatan masing-masing satu minggu tiap tahun untuk keluar dari rutinitas Microsoft: untuk berfikir. Dia menyebutnya think week.

So? Saya mungkin bukan orang yang pas berperan di garis depan, karena pasti pikiran nasib orang yang akan saya tembak itu mengganggu otak saya yang sedang membidik. Atau saya harus menjadi manusia praktis: mematikan semua instrumen berfikir saya saat harus bertindak. Tapi jika pilihannya adalah menembak atau ditembak duluan, mungkin saya harus belajar jadi praktis. Ya atau tidak, tanpa embel-embel.

Saya tidak perlu meninggalkan kebiasaan untuk berfikir. Nothing wrong with that. Tapi tanpa harus bertele-tele dan banyak pertimbangan saat tiba waktunya bertindak. 'Coz execution make things happen.

2 comments:

aditya said...

WE ARE WHAT WE THINK, hehe... bener g seh mas?

Kiki said...

Salam kenal. Isi blog-nya bagus. Inspiring.
Tadinya cuma mampir tuk liat thread terkait The Secret, tapi jadi kepanjangan hehe...
Congrats ya...