Mybothsides

Tuesday, May 1, 2007

(Akhirnya) Ke Palembang


Seperti sudah digariskan namun tak pernah disangka, saya akhirnya dapat kesempatan maen ke Palembang selama 3 hari, 27-29 April 2007 kemarin. Adalah Mas Noor Udin Ung yang mengajak saya untuk mengisi Seminar & Workshop di Binus Center Palembang. Temanya sih normal aja "Bagaimana Membuat Iklan & Desain Grafis yang Kreatif". Tapi menurut penyelenggara, ini adalah Seminar pertama yang diadakan di Palembang dengan tema Iklan & Desain Grafis. Wah, ini namanya beruntung.

Di Palembang ada beberapa perusahaan advertising yang mengelola media luar ruang, beberapa sekolah desain grafis 3 bulanan (seperti Binus Center), tapi mungkin belum agency full service di sana. Jadi peluang buka advertising agency terbuka lebar di sana. Asal bisa edukasi pasar, langsung deh jadi market leader. Belum ada kompetitornya, oiii...

Btw, kemarin sempat mampir ke Jembatan Ampera (kayaknya ini jembatan terbesar di Indonesia dengan panjang 1,1 km). Dibangun oleh Jepang dengan konstruksi knock down sehingga bisa naik turun agar perahu besar bisa lewat membelah sungai Musi. Setelah diakuisisi Indonesia, jembatannya gak bisa naik turun lagi alias macet. Saya tidak heran, orang Indonesia kan hobinya bikin macet!

Jalan-jalannya lebar meskipun di beberapa ruas nampak kemacetan juga (yang ini macet berarti simbol kemakmuran karena kebanyakan mobil). Tapi yang aneh, saya sulit sekali nyari ATM yang buka 24 jam. Hampir semua ATM ditaruh di dalam bangunan dan saat malam sampai pagi ATM itu tutup. Saya menemukan kurang lebih 8 ATM di pusat kota saat jam 6 pagi, tutup semua. Sampai sekarang saya masih ingin tahu kenapa.

Audiens seminar yang berjumlah lebih dari 50 orang dan workshop yang diikuti 24 peserta berlangsung begitu meriah dan energik. Antusiasme mereka besar sekali untuk belajar tentang kreativitas. Saya dan Mas Ung duet membawakan Seminar sekaligus Workshop, ini juga duet kami yang pertama sejak saya diajari presentasi ama Mas Ung di Lingkom, 1999 lalu.

Btw, makasih buat Mas Beni (Binus Center) untuk kesempatannya, juga safari makannya di tempat yang unik dan super lezat. Tak lupa Mas Ung yang - entah kenapa - malah memilih saya menjadi partner (padahal masih banyak lebih baik). Hope someday kita bisa manggung lagi di tempat lain. Makassar, Balikpapan, Medan, atau malah keluar negeri.

Ha ha ha, siapa tahu? Amien ya Robbal 'Alamien...

1 comment:

Fathin said...

Selain sangat sedikit bangunan yang open 24 jam, mungkin alasan keamanan menjadi patokan, mengapa ATM di palembang sedikit sekali yang buka 24 Jam.

cara yang praktis adalah mengambil uang di ATM yang ada di bank...

kapan ke Palembang lagi? :D