Mybothsides

Sunday, December 31, 2006

Mybothsides Award 2006 Winners

Kategori Indonesia
  1. Blogger Paling Inspiratif: Herman Saksono
  2. Iklan Paling Menyentuh Hati: Rumah Runtuh (Telesklebes)
  3. Orang Iklan Paling Care Dengan Industrinya: Djito Kasilo
  4. Tokoh Nasional Terpopuler: Jusuf Kalla
  5. Buku Paling Enak Dibaca: Tidak ada pemenang
  6. Penyanyi/Grup Musik Terbaik Untuk Teman Mendesain: Tidak ada pemenang
Kategori Dunia
  1. Tokoh Paling Hot: Jonathan Ive
  2. Klub Sepak Bola Paling Sering Ditonton: Chelsea FC
  3. Perusahaan Paling Kompetitif: Apple Computer
  4. Film Paling Inspiratif: V for Vendetta
  5. Buku Terbaik Yang Sudah Dibaca: In Search of Google (David A Vise & Mark Malseed)
  6. Website Paling Bermanfaat: www.businessweek.com
Selamat buat pemenang, tunggu review-nya kenapa saya memilih mereka. Selamat memasuki tahun baru 2007, semoga makin kejam pada diri sendiri sehingga makin banyak hal mengagumkan bisa diraih... Good Luck :)

Thursday, December 28, 2006

Suatu Sore, di Jetis



On Lagi

Setelah gempa 7,1 SR di Taiwan yang bikin jalur internet macet, akhirnya berhasil upload header baru... Phuiiihhh, leggaaa ;)

Sunday, December 24, 2006

Tiger Woods Juga Manusia


(source: www.time.com)

Mybothsides Award 2006

Tahun ini, saya mau ikut-ikutan memilih Yang Terbaik di tahun 2006 menurut saya. Tentu saja subyektif dan mohon Anda jangan protes meskipun boleh. Anda bisa bikin versi sendiri kan? Asyik lho, coba aja deh. Saya membaginya dalam 12 kategori (Indonesia dan Dunia) yang pemenangnya akan saya umumkan pada 31 Desember besok. Pilihan saya hari ini belum tentu sama dengan pilihan saya di akhir tahun nanti, tergantung mood-nya dunk. Btw, nominasinya adalah:

Kategori Indonesia

  1. Blogger Paling Inspiratif: Herman Saksono , Wahyu Aditya, Eko Eddi Sucipto, Eri Setiyono, Patria Laksamana
  2. Iklan Paling Menyentuh Hati: Rumah Runtuh (Telesklebes), KR Versi Pincang (Petakumpet), Telkom Internet Masuk Desa (Adwork Euro RSCG), Iklan Outdoor A Mild Versi Taat Kalo Ada yang Liat (Ogilvy&Mather)
  3. Orang Iklan Paling Care Dengan Industrinya: Djito Kasilo, M. Gunawan Alif, Eri Kuncoro, Iwan Esjepe, drg. Eddy Purjanto
  4. Tokoh Nasional Terpopuler: Jusuf Kalla, Taufik Hidayat, Emha Ainun Nadjib, Mbah Marijan, Teh Ninih
  5. Buku Paling Enak Dibaca: Mencari Tuhan Yang Hilang (Ust. Yusuf Mansyur), Filosofi Kopi (Dewi Lestari), Pemimpi (Andrea Hirata), Pelatihan Sholat Khusyu' (Abu Sangkan), Inilah Presiden Radikal! (Eko Prasetyo)
  6. Penyanyi/Grup Musik Terbaik Untuk Teman Mendesain: Opick, Iwan Fals, Peter Pan, Jeffry Al Buchory, Kyai Kanjeng

Kategori Dunia

  1. Tokoh Paling Hot: James Allard, Jonathan Ive, Jose Mourinho, Mahmoud Ahmadinejad, AA Gym
  2. Klub Sepak Bola Paling Sering Ditonton: Manchester United FC, Chelsea FC, Real Madrid FC, Inter Milan FC.
  3. Perusahaan Paling Kompetitif: Apple Computer, General Electric, Microsoft, Starbucks, Google.
  4. Film Paling Inspiratif: The Departed, V for Vendetta, Goal, De Ja Vu, The Glory Road
  5. Buku Terbaik Yang Sudah Dibaca: The Man Who Heard Voices (Michael Bamberger) , Apple Way (Cruikshank, Jeffrey L.), Winning (Jack & Suzy Welch), In Search of Google (David A Vise & Mark Malseed), Blue Ocean Strategy (W. Chan Kim, Renée Mauborgne)
  6. Website Paling Bermanfaat: www.apple.com, www.microsoft.com, www.fortune.com, www.businessweek.com, www.google.com.
Buat yang masuk nominasi, Selamat yaa.. Semoga bisa menang besok dan makin kinclong prestasinya di tahun mendatang. Saya emang gak nyiapin hadiah apa-apa, tapi Insya Allah saya akan mencoba bikin review singkat tentang para pemenang.

Sekali lagi, selamat menunggu hasilnya. Boleh berdebar-debar, boleh juga biasa saja, sok cool-pun OK. Bebas aja Dab, he he he… ;)

Quotes Before Died


“Tell all I see them on the other side. It wasn't bad, I just want to sleep.”
Martin Toler Jr, January 9 - January 15, 2006

One of the 12 miners who died after an explosion at West Virginia's Sago coal mine, in a scrawled note - found with his body - assuring his family that his final hours were painless.

(source: www.time.com)

Saturday, December 23, 2006

Coincidence


Do you believe that coincidences will change you live, forever? Or.. It's just left and burned by time to be nothing..

Saturday, December 16, 2006

Dapet Salam Dari Hizbut Tahrir Indonesia


Setelah membaca posting saya 'Butuh Suami Anti Poligami', Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)mengirim email langsung ke saya. Saya pikir cc ke banyak orang atau model milis yang diterima rame-rame, tapi ternyata emang email khusus dikirim ke saya. Isi emailnya sih biasa-biasa aja: tentang beberapa fakta dan dalil tentang poligami dan kemungkinan bahwa isu poligami di-blow up sebagai komoditi politik, untuk menutupi isu perselingkuhan anggota DPR, membangkitkan emosi perempuan untuk menolak poligami yang dibolehkan oleh Islam, dll.

Wah, berapa orang yang dapat kehormatan seperti itu: tulisan di blog aja langsung direspon. Saya hanya bisa bilang terima kasih: ini bukti serius bahwa kita hidup di negara demokrasi. Saya juga punya beberapa temen di Hizbut Tahrir di Jogja dan saya tahu mereka sangat concern untuk menegakkan syariat Islam di negeri ini.

Saya menghormati mereka semua, bersahabat dan saling tawasshaubil haq wa tawassaubish shabr, nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Tapi saya juga harus mengulang statement saya sama temen2 di HTI: saya tidak mau berpoligami, tapi saya tidak bisa melarang orang lain berpoligami. Poligami aja saya nggak mau, apalagi selingkuh atau kumpul kebo.
Saya orang yang tak paham politik dan pemikiran saya sederhana sekali. Saya tak tahu apa itu komoditi politik dan tunggang menunggangi. Saya ini ya begini, saya bicara dan menulis yang saya yakini. Dan di negeri dimana demokrasi dijunjung tinggi, saya bahagia untuk berbeda pendapat dan menikmati hidup indah ini dengan cara Islami yang saya yakini.

Thursday, December 14, 2006

Butuh Suami Anti Poligami?

Beberapa orang lewat email, sms atau ketemu langsung, hari-hari belakangan menanyakan sesuatu hal yang menurut saya udah obsolete: tentang poligami. Bahkan wanita terdekat sayapun ikut-ikutan bertanya hal yang sama, seperti baru kenal kemarin sore aja (padahal udah jalan lebih dari 3 tahun). Tapi saya curiga, doi hanya konfirm biar yakin gak salah pilih. He he he...

Seperti biasa mereka mengharapkan sudut pandang aneh saya: yang tidak terlalu agamis dan syukur berbeda dari banyak orang sehingga debatnya bisa seru. Saya dong yang bonyok, nikah aja belum sempat (kebanyakan lembur di kantor) tapi mesti nemenin debat kusir teman-teman saya yang tak pernah mengendali kuda itu.

Saya tahu siapa biang keladi dari huru-hara ini: wartawan! Jika nikah laginya AA Gym tidak diekspos maka saya akan terhindar membicarakan hal-hal yang menurut saya sudah final, tidak bisa di-discuss lagi.

Nah, biar saya ndak capek mengulang-ulang jawaban, saya pikir baik juga jika saya tulis di blog ini. Siapapun yang nanya, saya minta langsung baca aja. Bolak balik bilang hal sama pada banyak orang tentu bikin capek, mending kalau kaset bisa di-rewind.

Ini statement resmi saya (aslinya sudah dirilis sejak umur saya masih 15 tahun): saya tidak mau berpoligami, tapi saya tidak bisa melarang orang lain berpoligami. Ini satu pilihan sikap hidup, tidak ada urusannya sama hukum agama yang mengaturnya: haram, halal, sunnah atau mubah. Silakan jika ada yang pake ayat-ayat Qur'an untuk melegitimasi pendapatnya: pro maupun kontra poligami. Saya percaya satu hati hanya berhak mendapatkan satu hati, laki-laki dan wanita egaliter dan secara sunatullah manusia akan menolak jika diduakan hatinya.

Tapi Teh Ninih mau menerima keputusan AA menikah lagi?

Saya berdoa semoga Teh Ninih masuk surga tertinggi karena kelapangan hatinya dan AA Gym pantas bersyukur punya istri dengan hati malaikat. Tapi berapa banyak 'Teh Ninih' di sekitar kita yang harus menderita karena terlanjur tergantung penghidupannya dari sang suami yang menggunakan kekuasaannya sebagai 'kepala rumah tangga yang wajib ditaati' untuk menikah lagi? Anak terlanjur banyak dan tidak bekerja karena diwajibkan jadi ibu rumah tangga. Daya tawar mereka atas keputusan dzalim suaminya lemah sekali. Jika bercerai, nanti cara bertahan hidupnya bagaimana? Ketika seorang istri setuju dimadu, darah menetes dari dalam hatinya yang terluka tapi tak ada yang bisa melihat lukanya. Luka diam-diam yang tak kunjung sembuh sepanjang hidupnya, memuncak saat menjelang tengah malam membayangkan suaminya tidur bersama wanita lain: yang celakanya adalah istri sah juga.

Jadi Mas Arief setuju AA Gym berpoligami?

Nah, ini contoh pertanyaan lucu. Lha saya setuju atau tidak setuju toh AA Gym sudah menikah lagi: apa bedanya? Menurut saya, tidak apa-apa AA Gym poligami. Tidak apa-apa juga jika istrinya bukan dua tapi empat. Dari dulu saya tidak pernah mengidolakan seseorang. Saya belajar dari Nabi Muhammad, Steve Jobs, Bill Gates, M. Night Shyamalan, juga AA Gym: saya belajar dari pemikiran mereka, bukan sosoknya. Jika ada permata kehidupan maka saya akan ambil untuk memperkaya wawasan saya, tidak peduli jika harus mengambilnya dari tumpukan tai.

Jadi sejujurnya, saya tidak kecewa AA Gym nikah lagi. Saya tidak kecewa pada Alda sang penyanyi yang mati muda karena over dosis. Saya tidak kecewa SBY kadang masih kumat sifat peragunya. Saya tidak kecewa Bill Clinton ternoda karirnya setelah peristiwa oral seks di gedung putih. Saya juga tidak kecewa Steve Jobs kepalanya makin botak aja.

Saya menerima mereka semua sebagai manusia biasa, kekuatan dan kelemahannya dalam satu paket. Tak ada yang sempurna, termasuk Nabi Muhammad. Kalau mengidolakan yang sempurna, pilih saja Tuhan. Tapi buat apa? Justru dari ketidaksempurnaan itu kita bisa belajar untuk jadi lebih baik.

Jadi jika Anda saat ini butuh calon suami yang pantang berpoligami, Anda tahu mesti nyari siapa. Tapi sayangnya, saya udah nggak available lagi. Seseorang yang saya sayangi pasti akan marah habis-habisan jika tahu saya mengiklankan diri lagi dengan cara norak begini.

He he he... kabuuurrrr ;)

Wednesday, December 13, 2006

Warning atau Hoax


Saya sudah lama tidak percaya sama info yang aneh-aneh. Kalo teman-teman pernah ngalami, dulu ada isu di sebuah tempat di Jerman terdapat pohon batangnya melengkung berbentuk tulisan Laa Ilaaha Ilallah (pake huruf Arab). Tapi setelah saya lihat kok mirip lukisan, jadi sepertinya mengada-ada. Terus dari jilatan api saat WTC ditabrak pesawat, ada bentuk mirip muka setan. Saya pikir kalo mau bikin gosip bisa pake editing photoshop. Lalu tsunami yang berbentuk huruf Allah di Aceh (nah, yang ini saya gak tahu asli apa enggak).

Yang begini-begini - jika infonya palsu - mungkin disebut hoax. Hampir seperti kita melihat awan yang berubah-ubah: kadang mirip bentuk naga, angsa, rumah, dsb. Tidak berarti apa-apa, bukan pertanda, bukan sign.

Tapi hari ini ada foto serupa itu di detik.com, dimana ada jilatan api setinggi 1 km waktu ledakan Lapindo yang berbentuk huruf Allah. Biar agak-agak dramatis: ternyata ujungnya juga mirip kuda laut (logo Pertamina lama). Kalo penafsiran formalnya: mungkin apa yang terjadi merupakan peringatan dari Allah buat kita semua. Tapi kalo yang mirip kuda laut itu: apakah Landor harus mengubah logo Pertamina dengan tetap menggunakan elemen kuda laut? He he he, pusing ndak bikin logo pake insting supranatural begitu?

Semoga saja ini bukan trik photoshop, ujung-ujungnya nanti bakal jadi info sampah. Tapi saya ada usul buat pemilik Lapindo, warga masyarakat sekitar Lapindo dan rakyat Indonesia semua agar terhindar dari bencana yang lebih besar lagi: kembali kepada Allah. Cari rezeki lewat jalan yang bener, biarpun susah. Dan bersedekah semampu kita, biarpun hidup kekurangan.

Ini tips superkuno, seperti petuah kakek-kakek. Dan boleh ditertawakan. Tapi jika beneran dikerjakan, saya percaya Allah masih punya hati untuk menolong bangsa ini.

Monday, December 11, 2006

Advertising Masuk UGD

Beberapa hari kemarin, Jogja kedatangan tamu-tamu tokoh kreatif periklanan Indonesia buat berbicara di seminar kreatif yang diadakan oleh PPPI, Indosat. Juga Diskomfest ISI. Diantaranya: Mas Djito Kasilo (freelancer/former CD TBWA Indonesia), Mas Gandhi Suryoto (CD Dentsu), Mas Iwan Esjepe (CD Ideasphere), Mbak Novi (CD BBDO Indonesia), Syarif Hidayat (AD Euro RSCG), Ahmad Zaini (AD Hakuhodo). Saya sendiri sempet jadi moderatornya Mas Djito & Mbak Novi waktu acaranya di UC UGM. Sebelumnya, saya sempat hadir di launching buku 'Advertising That Sells'nya Pak Adjie Watono (Dwi Sapta Pratama).

Banyak hal menarik dalam diskusi dan seminar itu. Meskipun entah kenapa, saya merasa ada yang kurang dalam rangkaian seminar itu.

Sesuatu yang shocking dari pusat industri ini: saya terus menunggu dan tidak mendapatkannya. Mungkin saya terlalu berharap, apalagi acara ini memang sengaja di-set untuk mahasiswa. Setelah saya lihat ke belakang dalam diri saya sendiri: puluhan file presentasi saya tentang periklanan juga terlihat mulai basi. Masa lalu terus menggerogoti, sementara kita tidak bergerak cukup cepat ke masa depan.

Saya jadi ingat waktu presentasi di final Dji Sam Soe Award kemarin saat saya ditanya para juri (Bob Sadino, Dr. Charles Saerang, Enny Hardjanto, Choirul Djamhari PhD., Prof. Dr. Ir. Mangara Siahaan): apa itu Pinasthika, Citra Pariwara dan apa itu majalah Cakram. Tokoh-tokoh bisnis itu tidak familiar dengan industri periklanan. Apakah mereka yang memang gak aware atau tokoh iklan kita yang kurang gaul: saya belum pastikan. Saya jadi berfikir: kita punya ahli branding seabrek, tapi industri ini sendiri ternyata belum branded. Sedih :(

Tapi apakah dunia advertising juga aware dengan industri di luar sana? Just for check: apakah Anda tahu bahwa Pak Subiakto Priosudarsono (Hotline Adv.) masuk jadi salah satu finalis tokoh Enterpreneur of The Year 2006 versi Ernst & Young meskipun belum menang? Di kategori yang sama terdapat Helmy Yahya (Triwarsana) dan tokoh bisnis lainnya. Salut Pak Biakto, you are represent our industry outside :)

Atau mungkin inilah saat paling tepat untuk menemukan satu breaktrough yang belum pernah difikirkan orang-orang iklan sebelumnya. Yang belum pernah dicoba di laboratorium akademik jurusan periklanan, yang belum pernah dipraktekkan agency-agency atau media specialist. Saya takut industri ini akan mati pelan-pelan dalam zona kenyamanan. Mungkin lebih baik dimasukkan UGD untuk tindakan segera.

Saya sih tidak berharap industri ini jadi gegap gempita kayak dunia politik atau ekonomi lainnya. saya hanya ingin industri ini menjadi sumber inspirasi, membawa pencerahan, membawa nilai-nilai baru. Atau, saya memang sudah seharusnya berhenti berharap: untuk bekerja lebih keras membuka hutan belantara.

Btw, special thanx buat Mas Iwan (dan Mas Faisal) untuk bukunya 'whatever you think, think the opposite'nya Paul Arden: keren banget buat recharge the way of creative tinking..

And may the creative revolution begins...

Saturday, December 9, 2006

Giving to God


When you have more money than all your needs to live, it's better to share it with others like what Warren Buffet does. But when you have less money to stay alive, I suggest you to share it with others too. If you don't have anything at all, just don't stop giving.
It's not about how much money you have, it's not about how rich you are...
It's about saving your live by saving others. It's about caring others than ours. It's about togetherness. Something you will need most, in the end or your live...
(illustrations from www.businessweek.com)