Mybothsides

Friday, June 30, 2006

Day 11: The Last Shoot


Jika saya harus kalah, saya akan kalah sambil menembak.

- Michael Jordan - (Pict source: www.bized.ac.uk/images/jordan.jpg)

Thursday, June 29, 2006

Day 10: Keberuntungan Pemula

Pagi hari Mas Ronald Holoang (GM-nya Majalah Concept) sms nanyain ilustrasi untuk laporan Diskusi FDGI di QB Books Kemang, tapi ending-nya yang surprais: Mas, selamet yaaa masuk 10 Finalis IYDEY 2006!

Waduh, modiar deh! Saya sedang di Surabaya untuk sosialisasi Pinasthika, belum nyiapin apa-apa dan deadline-nya mepet banget. Tapi ada sedikit kegembiraan – jujurnya begitu – meskpiun saya tahu: ini semua hanya keberuntungan pemula. Hanya manis yang sekejap, dan Tuhan akan menghajar saya lagi setelah itu. But, what the hell: creativity pays, kata LOWE. Saya hanya perlu kesempatan saat ini. Dan kerja keras. Hasilnya serahkan saja pada yang Di Atas.

Berikut nama-nama finalisnya:
1. Andi Surja Boediman, Graphic Design
2. Denny Willy, Product Design
3. Djoko Hartanto, Graphic Design
4. Kristina Dwi Kurniastuti, Product Design
5. Kusprianto Oky, Architect/Interior
6. Leonard Theosabrata, Product Design

7. M. Arief Budiman, Graphic Design
8. Mochamad Ridwan, Architect/Interior
9. Mohammad Trihariyanto Kadir, Product Design
10. Wisman Tjiardy, Interactive Media


In this moment I look at my face on the mirror and think: why they choose me, is it possible if they make wrong decision? But I know that it would be more than wrong if I can’t take this chance to make myself better.. Hope so..

Wednesday, June 28, 2006

Day 9: Jobless

Kadangkala kita hanya bisa menerima takdir yang tak bisa diubah. Hari ini saya berada di Surabaya, dipaksa oleh keadaan untuk menjauh dari mimpi saya. Tak ada yang bisa saya lakukan, otak saya buntu. Tak ada yang bisa dikerjakan. Jobless. Bored.

Seharian saya memang melakukan banyak kegiatan sampai malam, but I feel nothing. Saya hanya ingin hari segera berganti dan perjalanan untuk mewujudkan mimpi ini dimulai kembali.

Tuesday, June 27, 2006

Day 8: Time is Clicking...

tik tok... tik tok... tik tok... tik tok... tik tok... tik tok... tik tok...
tik tok... tik tok... tik tok... tik tok... tik tok... tik tok... tik tok...
tik tok... tik tok... tik tok... tik tok... tik tok... tik tok... tik tok...
tik tok... tik tok... tik tok... tik tok... tik tok... tik tok... tik tok...
tik... tok... tik... tok... tik... tok... tik... tok... tik... tok... tik... tok...
tik...... tok...... tik...... tok...... tik...... tok...... tik...... tok...... tik......

Lalu terbayang wajah guru di depan kelas dengan suara tegasnya berkumandang,"Waktunya habis, selesai tidak selesai sekarang dikumpulkan. Cepat! Cepat! Cepat! Yang terlambat, tidak dinilai!"

Saat waktu tak tersedia lagi buatmu, akan kau sadari betapa sangat berharganya setiap detik yang telah berlalu, sehingga kaupun bersedia untuk ditukar dengan seluruh hidupmu.

Tapi sialnya, itu takkan pernah bisa...

Monday, June 26, 2006

Day 7: Pendapat Orang Tentang Kita

Anda tidak berhutang apapun pada orang yang tidak percaya. Tanggung jawab terbesar justru mewujudkan apa yang Anda percaya. Boleh saja siapapun mengatakan apapun yang bertentangan dengan keyakinan kita, itu hak mereka. Jangan dihalangi. Hak kita adalah menjalani hidup sesuai dengan apa yang kita percaya, apa yang menjadi tujuan tertinggi hidup kita. Kita harus terus bertanya mengapa Tuhan menciptakan manusia seunik kita, bukan kenapa ada orang yang mengatakan ini itu tentang apa yang kita lakukan.

Di hari ketujuh, keajaiban belum terjadi. Meskipun saat sedang berjalan-jalan di Hero Galeria ada perasaan aneh yang hangat (saya sendiri tidak bisa melogika itu), yang terus memberitahukan bahwa saya akan mewujudkan mimpi saya itu: saya percaya. Seharian saya harus berpacu dengan waktu untuk melakukan hal-hal yang tidak berhubungan dengan pencarian 600 juta dan harus saya lakukan: tapi saya tidak kehilangan harapan. Saya tidak boleh kehilangan fokus.

Beberapa orang mulai mengejek (sebenarnya sejak hari pertama sih), tapi semakin dekat ke deadline makin banyak saja teman-teman yang begitu sehat logikanya. Sangat sehat: sehingga malah menafikan hadirnya keajaiban dari Yang Tak Terbatas. Apakah mereka salah? Tidak sama sekali: mereka benar karena memang pikirannya membenarkan itu.

Apakah saya benar? Tentu saja, menurut saya. Tapi saya tak punya waktu berdebat, saya tak punya waktu membuat press release bahwa saya benar, saya sibuk dengan mimpi saya. Jikapun orang seluruh dunia menganggap apa yang saya lakukan sia-sia dan tidak berarti: langkah saya takkan surut satu milipun.

Saya mencintai teman-teman saya itu. Saya pikir merekapun begitu pada saya. Tapi jika menyangkut satu keyakinan: kadang Anda hanya perlu percaya dan terus melangkah. Anda tidak bisa melarang siapapun mentertawai Anda. Tutup saja telinga dan teruslah melangkah.

Biarlah Tuhan yang akan menuntun jalan kita...

Saturday, June 24, 2006

Day 6: Mmmm...



Anda harus menemukan sesuatu yang sangat Anda cintai untuk mampu mengambil resiko, melompati rintangan dan tembok yang akan selalu diletakkan untuk menghalangi jalan Anda. Jika Anda tidak mempunyai perasaan membara seperti itu, maka Anda akan terhenti pada rintangan besar pertama.

- Kutipan dari George Lucas, Bapaknya Star Wars -

(Pict borrowed from www.penyork.com)

Friday, June 23, 2006

Day 5: Passion



At 1979 when Chrysler in crisis, Lee Iacocca was paid $ 1/year. At 1997 when Apple nearly collaps, Steve Jobs was paid $ 1/year. At 2006 when his company needs investors, this guy was paid Rp 199.000,-/month. The first two are billionaires, but the last is not (yet).

It's a weird feeling if you are the second highest paid executive in your company then become the lowest. But it's good for your company, and yourself. Business is not just about how much money you can earn. In the end of the day when you're very very tired and go to sleep with a tie on your neck and shoes on your feet you will say: thank God for giving me passion...

Thursday, June 22, 2006

Day 4: Nothing Happen!

Hari ini diguyur begitu banyak kerjaan. Dari pagi sampai sore. Tidak bisa menghindar, dan memang tidak boleh. Saya masih Managing Director dan staf saya 28 orang. Hanya ada kabar dari seorang teman bahwa ada yang bersedia menanamkan 350 jutanya ke Petakumpet setelah tanahnya senilai sekian M digadaikan. Jika mendapat kabar seperti itu - apalagi kita sedang butuh - biasanya akan terasa seperti mendapat durian runtuh.

Tapi saran saya, terima saja semua prospek - baik atau buruk - dengan biasa saja. Tak perlu over expected, tapi jangan juga dianggap sekedar angin lalu. Kesempatan kerap kali mendatangi kita dengan samar-samar, seperti kupu-kupu. Terlihat sangat indah tapi kalo dikejar sulit sekali. Tapi saat kita melupakannya, tiba-tiba dia hinggap di pundak. Kesempatan sering datang sebagai sang penggoda.

Biarkan semua pintu terbuka, jendela juga, ventilasi udara juga: undang semua kesempatan untuk datang. Buka lebar-lebar pikiran dan biarkan ide mengalir: seganjil apapun. Jadi saat menjelang sore sampai malam: sayapun berjalan-jalan dengan kaos bertuliskan 'Saya akan mendapatkan Rp 600.000.000,- paling lambat 1 Juli 2006." Nongkrong di tempat cuci motor, masukin laundry, sholat di mesjid, jemput pacar, makan nasi goreng di pinggir jalan, menunggu lampu merah. Berharap-harap cemas ada orang dengan excessive cash yang frekuensi gilanya sama dan bertanya,"Ngapain cuma dapet segitu. Anda bisa dapet lebih. Ini kartu nama saya, besok ketemu di kantor yaa..."

Dalam hitungan beberapa jam, public commitment saya telah dibaca ratusan orang. Dan waktu saya semakin sempit untuk melunasi hutang mimpi itu. Sampai saya kembali meringkuk di sleeping bag, keajaiban belum mau datang. Saya malah mimpi gempa bumi lagi.

Bangun tidur badan saya masih terasa penat. Tapi saya harus menjalankan rencana yang lain, nyiapin proposal, bikin presentasi, janjian ketemu orang. Ada beberapa calon investor yang tertarik meskipun belum sreg di hati maupun di angka. Saya harus mencium lebih dari satu katak, sepuluh katak, atau seratus katak sebelum 1 Juli. Saya tidak peduli.

Satu katak yang akan menjelma Pangeran itu masih bersembunyi entah dimana. Dan saya terus mencari...

Wednesday, June 21, 2006

Day 3: Beware!



Lihat baik-baik wajah orang ini. Anda akan tahu nasibnya 9 hari lagi. Bisa jadi dia akan dianggap luar biasa karena berhasil mewujudkan mimpinya, peluangnya 10% atau kurang. Tapi bisa juga akan jadi pecundang sejati karena tidak terjadi apa-apa sampai 1 Juli besok dan semua upayanya gagal total, peluang nasib buruk ini 90% atau lebih.

Sebenarnya, tanpa melakukan apapun, hidupnya sudah sangat susah sampai mandi aja sering gak punya waktu. Dan beberapa orang telah menyarankan untuk hidup biasa-biasa aja jangan suka sok berbeda. Orang-orang yang begitu penuh perhatian dan sangat takut nanti terjadi hal-hal buruk padanya: karena dia memilih apa yang orang lain tidak pilih, memimpikan apa yang orang lain tidak impikan dan melakukan apa yang orang lain tidak lakukan.

Perjalanan mengejar impian adalah pilihan para pejalan sunyi. Mereka yang berusaha setengah mati untuk percaya pada keyakinannya dan Tuhan untuk terus berjalan, ketika hampir semua orang bahkan dirinya sendiri memintanya untuk berhenti. Tapi puncak kesuksesan memang tidak dihuni banyak orang: mereka yang berada di sana juga tidak ada yang luput dari luka, goncangan batin bahkan terasing. Tapi mereka bahagia, karena mengikuti mata hatinya.

Steve Jobs bilang,"Satu hal yang saya sesali adalah tidak melakukan apa yang ingin saya lakukan ketika ada kesempatan. Satu hal yang saya sesali adalah tidak pernah meminta wanita yang saya kagumi untuk berdansa."

Saya telah meminta diri saya lebih dari sekedar berdansa. Dan hari ini menjelang pagi, saya telah memulai perjalanan saya. "Mulai dari yang kecil-kecil dulu. Mulai dari diri sendiri. Dan mulai sekarang." (dikutip dari AA Gym)

Semoga ada berita bagus besok...

Tuesday, June 20, 2006

Day 2: Berjumpa Pak Tung


Bersama Pak Tung & Bu Tung di Togamas Jogja (coba tebak saya yang mana?)

Tak diduga, hari ini saya bisa ketemu dan ngobrol dengan Tung Desem Waringin. Jam 08.00 ditelpon Ismail (‘ayahnya’ Sukribo yang baik hati), bilang Pak Tung mau ke Jogja hari ini. Lalu janjian ke Plered, saat Pak Tung dan rombongan sedang memberikan motivasi pada para korban gempa. Hanya sempat ketemu bentar lalu diatur biar bisa agak longgar waktunya di Toko Buku Togamas (Thanx to Mas Arif GM Togamas).

Jam 16.00 akhirnya ketemu dan ngobrol di sana. Saya ceritakan dengan singkat maksud saya, program ‘gila’ saya sampai 1 Juli, kemungkinan-kemungkinan positif apa yang bisa timbul dari pertemuan itu. As long as I see, Pak Tung tertarik dengan konsep yang saya ajukan (atau tertarik dengan saya? Lalu gimana istrinya?) Tapi ternyata tidak pada data excel yang menyertainya. Ada enam pertanyaan yang diajukannya dalam proses kerjasama bisnis (karena dia tentu saja harus menguji saya yang belum pernah dikenalnya):
a. Apa keuntungan saya?
b. Kenapa saya harus percaya pada Anda?
c. Kenapa saya harus memilih Anda?
d. Berapa jumlah yang dibutuhkan?
e. Bagaimana prospek ke depannya?
f. Dan kenapa harus sekarang?

Beberapa sudah saya jawab di sana, tapi belum akan saya tuliskan disini. Masih dalam kategori secret, saya tidak boleh main-main. Satu pintu lagi telah terbuka, meskipun keciil lobangnya. Saya masih akan berusaha. Tapi satu catatan saya: Pak Tung tidak hanya akan membaca blog ini, dia telah melihat resume saya dan saya telah melewatkan 15 menit waktunya yang sangat berharga untuk mengajari saya beberapa hal penting dalam bisnis. "
Terima kasih Tuhan, saya sudah ketemu orang yang hobinya lompat-lompat dan membahagiakan orang banyak. "

Sementara itu di bandara sambil menunggu pesawat ke Jakarta, Pak Tung ‘mungkin’ sedang bersyukur: “Terima kasih, Tuhan.. Orang gilanya sudah pulang..

He he he.. Ada-ada saja saya ini...

Monday, June 19, 2006

Day 1: Ngisi Entri IYDEY

Langkah pertama yang saya lakukan adalah mengikuti International Young Design Enterpreneur of The Year 2006. yang diadakan British Council. Disyaratkan umurnya antara 25-35 tahun dan saya masih 31 tahun. Klop! Kompetisi ini entri deadline-nya 23 Juni dan finalisnya diumumkan 27 Juni. Masuk jadi finalis cukup untuk meningkatkan konfidensi saya dan efek publikasinya sangat positif (tentu saja jika lolos dari seleksi entri yang pasti ratusan bahkan ribuan, he he he.. ).

Mungkin hadiahnya yang U$ 7500 (sekitar Rp 69.750.000,-) jika menang lagi di Inggris bisa membantu pencapaian target saya. Bonus kunjungan 10 hari di Inggris saja sudah sesuatu yang luar biasa. Sialnya, duit itu - sekali lagi, jika menang - baru bisa didapatkan pada bulan September.

Hari ini saya selesaikan ngisi entri, nanti malam saya akan email. Logika saya, kemungkinan besar saya akan kalah bersaing. Tapi keyakinan saya mengatakan: jangan kalah sebelum bertanding!

Selain itu, saya sedang mengerjakan beberapa hal yang lain. Tunggu aja postingannya. Jika gak keberatan, doakan saya... Makacih sebelumnya :)

Sunday, June 18, 2006

Take Action, Miracle Happens



Akhirnya kepalang basah. Jika saya hanya berkhayal, maka keberuntungan saja tidak akan mendatangkan Rp 600.000.000,- yang saya harapkan untuk bisa melanjutkan perjalanan Petakumpet menjadi The Most Admired Company.

Hari ini saya membuat public commitment: Saya akan mendapatkan Rp 600.000.000,- paling lambat 1 Juli 2006.

Idenya pasti akan saya temukan caranya sambil jalan. Saya percaya: if there is a will, there is a way. Saya akan memaksa diri saya untuk mengeluarkan ide-ide terbaik saya, dan menemukan lubang-lubang ketika semua pintu tertutup. Ini akan jadi perjalanan yang menantang, 18 Juni - 1 Juli 2006: waktunya sangat pendek dan uang sejumlah itu - buat saya - cukup besar meskipun buat orang lain mungkin hanya seujung kuku.

So? Let's see what will happen in next days. I will post a daily report in this blog...

Saturday, June 17, 2006

Why I have to have my dreams? A Message to Bill Gates and Friends



This question disturbs my last days. When dreams were made, written dan chased day by day: guess what you’ll get?

Yes, right. Worse situation, disturbance, cursed, humiliation and everything that will push you to misdirection. At least, to stop your journey. The further you walk the stranger you become. People will look at you as a freak creature, an alien. If you continue to believe your dreams and continue walking, one by one of your people support you for the first time – with all of reasons – will leave you. And every good bye will hurt you in the heart. Always like that, no matter how many time it happens. Even sometimes you think you will leave yourself alone. You don’t know where you are and why you choose this hardest way. You heart is believing but your brain is totally blocked. You get lost of your mind.

But why? Why you don’t choose the easiest way?

Let me show you the real offer: a big salary with U$ 59.000 cash in hand to start up a new company. Or becoming CEO of company X. Or becoming a speaker that paid U$ 150/day or more. Or folloewing my dream when I’m in college of applied art: becoming Creative Director at multinational agency where carrier & salary can reach higher and higher coz they have good system available for that?

We just live once and I aware to choose this hardest option. All better options are real, in front of my eyes and I say,”No, thanks.”

I drop myself to a garbage box among a lot of people saying how stupid I am. But I have to, coz I believe in my dreams. I believe that even I have a better options, they will not lead me to reach my dreams. I just believe I have to keep the fire in my heart live, in this coldest night and heavy storm. Darkness turn to darkest and push me to give up. I just have to stay awake and smile.After this over, the dark sky will turn to red and the sunrise will warm my destructed body. My bloody body will dry and the brighter world will arise. Flowers grow, the bird sings a morning song. Peace will come with my tears in happiness,”God, You are so kindful even sometimes so cruel. I know you won’t give a miracle to a weak human, so I don’t give up. I never give up.”

I do believe that one day at 2020, Petakumpet will become The Most Admired Company in The World (this year General Electric is elected, again). Petakumpet will be on the cover of Fortune Magazine, just like Bill Gates, Steve Jobs, Jack Welch or Jeff Immelt on it. With IPO, Petakumpet will have enough cash needed to make live more interesting. With fresh ideas, everyday. And ofcourse, a lot of people wil be cursed to be rich or even very very rich.

Today I have a dream. If I could get Rp 600.000.000,- (U$ 64.500) before July 1st, 2006 I promise I will do everything – at my best – to make my dreams come true and sharing the benefit fairly. I will be happy if Bill Gates, Warren Buffet, Steve Jobs, Jack Welch, Putera Sampoerna, Tung Desem Waringin – or whoever you are that have reached your dreams – have a moment to read this blog and help me even just give a little support and be the real of my future model. At least, to give a little testimonial that my dreams is not just wasting words come from a crazy guy.


Hope God listens to my pray…

Friday, June 16, 2006

Kenapa Harus Punya Mimpi?



Pertanyaan ini terus menerus mengganggu hari-hari saya akhir-akhir ini. Karena ketika mimpi sudah diyakini, dituliskan dan dikejar terus menerus: coba tebak apa yang akan kamu dapat?

Ya, benar. Kemalangan, hambatan, gangguan, fitnah, godaan dan semua hal yang tidak mengarahkanmu ke jalan yang seharusnya ditempuh. Dan biasanya, semakin jauh kamu melangkah semakin asing rasanya. Orang-orang akan melihatmu sebagai makhluk yang aneh. Jika kamu terus percaya pada mimpimu dan melangkah, satu persatu orang-orang yang awalnya mendukungmu - entah karena hormat, takut, sungkan atau punya maksud tertentu - akan meninggalkanmu. Dan setiap kepergian akan meninggalkan goresan perih di dadamu. Selalu begitu, tak peduli entah yang keberapa. Sampai kamu sendiri mungkin berfikir untuk meninggalkan dirimu sendiri. Kamu tak tahu dimana berada dan kenapa harus memilih jalan sulit ini. Hatimu meyakininya tapi otakmu buntu.

Mengapa? Mengapa tidak mengambil pilihan yang jauh lebih mudah?

Misalnya: menyetujui gaji yang besar dan dengan modal 550 juta rupiah untuk bikin perusahaan baru? Atau jadi Direktur perusahaan X (juga dengan gaji berlipat)? Atau jadi pembicara dengan tarif rata-rata 1,5 juta rupiah per tampil dan bisa lebih? Atau seperti cita-cita saya waktu masih kuliah: jadi Creative Director agency multinasional dimana karier - dan gaji - bisa membumbung karena sistemnya yang sudah mapan sangat memungkinkan itu terjadi?

Hidup hanya sekali dan saya sadar sesadar-sadarnya untuk mengambil pilihan sulit ini. Semua pilihan itu riil, di depan mata saya dan saya memilih untuk berkata,"Tidak, terima kasih". Saya menjatuhkan diri ke comberan di tengah ramai orang mengatakan betapa tololnya saya ini. Tapi saya harus: karena saya percaya mimpi-mimpi saya. Saya percaya bahwa meskipun menggiurkan, itu semua tidak akan membimbing saya menuju impian saya. Saya percaya saya hanya harus menjaga api kecil di dada saya agar tetap menyala, di tengah malam begini dingin dan badai yang menghancurkan. Kegelapan sedang menyempurnakan dirinya dan derita akan memuncak memaksa saya untuk menyerah. Saya hanya harus bertahan dan tersenyum.

Sebentar lagi langit akan memerah dan sinar matahari menghangatkan tubuh saya yang luluh lantak. Luka-luka akan mengering dan dunia yang cerah akan hadir. Bunga-bunga tumbuh dalam selimut embun dan kicauan burung menjelma kidung. Damai yang hangat akan hadir dalam tangis rasa syukur yang penuh,"Tuhan, Engkau baik hati meskipun kadang kurang ajar. Saya tahu Engkau tidak akan menghadirkan keajaiban pada hamba-Mu yang lemah, karena itu saya tidak menyerah."

Saya percaya suatu hari nanti di tahun 2020, Petakumpet akan menjadi The Most Admired Company in The World (tahun ini General Electric yang terpilih). Dimuat jadi sampul depan Majalah Fortune, seperti mereka memuat Bill Gates, Steve Jobs, Jack Welch atau Jeff Immelt. Dengan go publik, Petakumpet akan memiliki jumlah modal yang sangat cukup untuk membiayai upayanya membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih menarik. Membanjirinya dengan ide segar. Setiap hari. Dan tentu saja, akan banyak sekali orang yang terancam jadi kaya atau bahkan sangat sangat kaya dengan itu.

Hari ini saya berkhayal. Seandainya saya bisa mendapatkan Rp 600.000.000,- sebelum tanggal 1 Juli 2006, saya berjanji akan melakukan apapun - yang terbaik - untuk membuat mimpi saya terwujud dan berbagi keuntungannya dengan fair. Saya akan bahagia jika Bill Gates, Warren Buffet, Steve Jobs, Jack Welch, Putera Sampoerna, Tung Desem Waringin - atau siapapun Anda yang telah mencapai impiannya - sempat membaca blog ini dan mau membantu meskipun sekedar memberikan dukungan semangat dan menjadi bukti riil bahwa impian saya bukan hanya igauan orang gila.

Semoga Tuhan mendengarkan saya...

Thursday, June 15, 2006

Tribute to BANTUL FOREVER!



Syarif...'sang korban' membawa setumpuk insight dari tanah yang terus gemetar.tentang ibunya yg berlari keluar rumah karena suara gelas yg tersenggol tangan, tentang pak rt-nya yang terpaksa masuk RSJ karena tekanan sbg 'pemimpin' yg disambati rakyatnya, tentang orang jawa yg menyembunyikan keris dibelakang tapi sekarang mengangkat kardus minta sumbangan tinggi-tinggi di pinggir jalan, tentang tetangganya yg memilih berhujan2 di tengah malam daripada memperbaiki rumahnya karena belum didata level kerusakannya oleh kelurahan, tentang bantuan bertruk2 yg lewat didepan mata tapi menurunkan muatannya diujung harapan, tentang proposal yg harus diketik sebelum berhak mendapatkan 2 bungkus mie instant.

Isunya sekarang sudah berubah! gak perlu lagi permintaan bantuan, bantuan malah menunggu untuk dibuka. yang lebih perlu sekarang adalah membangkitkan semangat para korban. menyadarkan mereka untuk tidak larut dan kembali bekerja keras.kerja keras yang sudah menjadi sel darah mereka: seperti mbok2 buruh angkut di beringharjo, seperti sepeda2 yang setiap subuh melaju dalam dingin mengepung jogja.

Syarif dg kegelisahnnya kemudian menyeret gw dan aat (gw kemudian menyeret ronie) dalam brainstorm maya dan nyata selama 12 jam(ym, sms, telp, email, makan siang) disela2 kesibukan kerja dan menghasilkan beberapa semangat berupa spanduk dan kaos yg mudah2an berbicara lantang ditengah puing.

Ada yg mau membantu untuk menyebarkan virus penjebar semangat ini?:)

Notes:
Keep up good works, Buddy! Tulisan Zen ini saya posting lagi disini karena saya percaya sebuah niat baik akan menumbuhkan benih kebaikan dimanapun dengan cara apapun.