Mybothsides

Tuesday, March 21, 2006

My 31 Years Old



- Dapet black forest dari Yayang
- Dapet telepon jam 12 malam dari anak-anak creative
- Dapet guyuran air dan cat dari temen sekantor
- Dapet sms dari beberapa temen dan kolega
- Dapet email selamat dari temen-temen di milis petakumpet
- Dapet kesadaran betapa banyak waktu yang tersia-sia
- Dapet pertanyaan nikahnya kapan (jawabnya mungkin kapan-kapan)
- Dapet pengurangan masa hidup 1 tahun dari Tuhan

Selebihnya ucapan terima kasih tak terhingga buat Ibunda yang telah bersusah payah melahirkan, sekaligus membesarkan anak nakal ini, memberinya nafas untuk selalu berfikir berbeda, berani mempertahankan keyakinan yang mungkin (sering) terlihat konyol, melawan arus, bahkan melawan Tuhan kadang-kadang (meskipun sering kalah)..

Hidup ini dimulai dari tiada dan akan berakhir ke tiada, selebihnya hanyalah mimpi yang harus dijalani sepenuh hati..

Saturday, March 18, 2006

Shaman

Berikut ini beberapa binatang sakti yang saya temukan dalam perjalanan menuju dunia shaman. Sebuah perjalanan menuju alam bawah sadar, yang tidak mudah sehingga perlu gagal beberapa kali. Cuma buat eksperimen kok, jangan dihubungkan dengan hal-hal yang serius. Jika pengin tahu lebih banyak, baca aja Corporate Shaman, Richard Whiteley. Ada edisi Indonesianya kok.

Gargoyle

Phoenix

Unicorn

Pegasus

Gryphon

Message-nya Kampungan



Membaca statement penyebar virus brontok ini rasanya kayak baca spanduk keluaran Pemda di masa sebelum reformasi yang biasanya dimulai dengan 'Dalam Rangka....' Menyedihkan sekali, kecerdasannya membuat virus yang menyebar di jutaan komputer ternyata tak sebanding dengan tujuan kampanyenya yang kuno dan sama sekali gak inspired. Sorry to say, seleranya kampungan banget. What a pity!

Thursday, March 16, 2006

Salah Kostum



Yang ini asli salah kostum Mas Jose, seriously! Kok mau-maunya dikerjain Kenyon kayak begini.. Kalau yang Amex OK deh.. Tapi ini? God, you're looked so stupid.. Sorry, so dumb!

Ketika Kematian Menjemput

Apa yang sebaiknya dilakukan terhadap tubuh saya jika saya meninggal kelak? Pertanyaan ini terus mengganggu saya, apalagi karena saya sendiri tidak tahu apakah tubuh saya akan utuh atau terpisah-pisah bahkan hangus saat meninggal.. Saya sungguh tak tahu takdir Tuhan buat kematian saya. Saya tak bisa memilih cara mati saya kan?

Atau bolehlah berdoa: semoga saya meninggal dengan tubuh utuh. Untuk opsi ini, saya memilih untuk menyumbangkan organ tubuh saya buat yang membutuhkan. Cangkok mata, ginjal - terserah bagian mana yang dibutuhkan - asal bisa memberikan kemanfaatan akan saya ikhlaskan. Tapi apakah tubuh saya cukup steril dari penyakit sehingga layak disumbangkan? Entahlah, itu tugas dokter buat memastikannya. Bukan tugas saya.

Jika tidak utuh, tentu saja akan merepotkan buat yang merawatnya. Mau dimandiin pasti bikin ngeri yang mandiin. Paling-paling dibersihin di rumah sakit, dikafanin, dimasukin peti dan gak boleh dibuka saat sampe rumah duka. Mau disumbangin juga agak susah jika ketidaklengkapannya parah, mending dikubur aja biar menyatu dengan tanah.

Pilihan ketiga, jika misalnya saya meninggal saat naik pesawat yang meledak dan hancur berkeping-keping atau bahkan tak bersisa: urusan kematiannya bisa jadi lebih sederhana. Yang susah justru jika kelak ada yang memerlukan mengunjungi kubur saya: kuburnya kan gak ada. Biar saja mereka menengadah di langit dan merasakan hembus angin yang mengandung partikel tubuh saya dengan ukuran mikron melayang-layang di antara pelangi dan awan.

Saya masih ingin merenungkan lagi dalam-dalam keputusan saya. Cuma ada beberapa sih yang udah fix saya harapkan: saya nggak ingin ada bunga duka cita di kuburan saya. Bunga -apalagi yang plastik - akan menjadi sampah dan mengotori kuburan. Merusak kesuburan tanah. Kesannya bangga sih jika ada banyak bunga di depan (yang meninggal pasti dituduh tokoh), tapi jika kita sudah mati kebanggaan itu tak berguna. Biarlah jika ada yang pengin banget nyumbang, bentuknya uang saja agar bisa diteruskan ke tangan yang lebih berhak: yatim piatu, fakir miskin, korban bencana alam, panti jompo, perawat anak cacat atau mesjid.

Saya juga ingin kuburan saya biasa-biasa aja. Jangan dibikin mewah berjuta-juta. Cukuplah dikasih tanda batu yang agak lebar bertuliskan: Kembangkanlah kemampuanmu setinggi mungkin sehingga Tuhanpun akan berkonsultasi denganmu sebelum menentukan takdir-Nya untukmu (dikutip dari M. Iqbal). Semoga ketika ada yang berziarah, saya masih bisa mentransfer semangat saya ketika masih hidup dulu. Mungkin akan ada manfaatnya. Mungkin...

Ah, entahlah. Kadang kematian begitu menghantui tapi kadang terlupakan seperti hembus angin. Semoga kematian bisa membuat kita semua bercermin.

Karena jika kita tak siap mati, kemungkinan besar kita juga tak siap untuk melanjutkan kehidupan...

Saturday, March 11, 2006

W. Mitchell



Dia sedang meluncur sepanjang jalan raya dengan kecepatan enam puluh lima mil perjam ketika mendadak hal itu terjadi. Sesuatu di tepi jalan menarik perhatiannya, dan ketika dia kembali memperhatikan jalan, ia hanya punya waktu satu detik untuk menanggapinya. Hampir saja terlambat. Truk besar di depannya mendadak berhenti tanpa diduga. Seketika, untuk menyelamatkan nyawanya, dia memiringkan motornya ke bawah untuk meluncur dengan gesekan menyakitkan yang terasa lama sekali.

Dalam usahanya mengurangi kecepatan, ia terperosok ke bawah truk. Tutup tangkinya terlempar dan yang terburuk pun terjadi; bahan bakar mengalir ke luar dan meledak. Waktu dia sadar, sudah terbaring di rumah sakit dengan nyeri yang amat sangat, tak mampu bergerak, dan takut bernafas. Tiga perempat bagian tubuhnya mengalami luka bakar tingkat tiga yang sangat parah. Masih saja ia berusaha tidak menyerah. Ia berusaha tetap hidup dan meniti kembali karier usahanya, hanya untuk mengalami kejutan lainnya; kecelakaan pesawat terbang yang menyebabkannya lumpuh dari pinggang ke bawah selamanya.

Namanya W. Mitchell, dan ia masih hidup, sehat dan tinggal di Colorado. Sejak kecelakaan motornya yang mengerikan, ia diketahui lebih berhasil dan bahagia daripada kebanyakan orang sepanjang hidupnya. Ia mengembangkan hubungan pribadi yang mengagumkan dengan beberapa orang paling berpengaruh di Amerika.

Ia menjadi jutawan dalam usahanya. Bahkan ia mencalonkan diri menjadi anggota kongres, walaupun wajahnya cacat. Slogan kampanyenya: Pilih saya menjadi anggota kongres, dan saya tidak akan menjadi hanya muka cantik lainnya di sana. Kini ia memiliki hubungan yang baik dengan wanita istimewa, dan ia bahagia berkampanye pemilihan Gubernur Colorado tahun 1986.

Source: www.dahsyat.com


Tugas Universitas

Tugas universitas bukanlah mengisi mahasiswanya dengan segala macam pengetahuan atau mencarikan pekerjaan setelah lulus, melainkan menciptakan atmosfer yang membuat mahasiswanya mampu berfikir mandiri dengan kritis dan kreatif.

Apakah Anda Dewasa?

Tanda kedewasaan seseorang adalah apabila terhadap norma-norma dari super egonya sendiri dapat bersikap kritis. Apabila dia sanggup memberi pertimbangan atau penilaian rasional terhadap dorongan-dorongan yang muncul dalam batinnya.

Surga Bukan Tujuan Saya

Saya tidak ingin pergi ke surga. Saya juga tidak tertarik mengunjungi neraka. Bagi saya, dua hal itu abstrak meskipun hati saya mengimaninya. Saya hidup tidak untuk itung-itungan mau masuk surga atau tidak. Saya hidup tidak untuk diri saya sendiri. Jika ada yang harus masuk surga kelak, biarlah itu orang-orang di sekeliling saya terlebih dahulu. Mereka yang berjuang untuk membuat dunia kecil kita ini jadi tempat yang lebih baik. Biarlah saya jadi debu atau menguap dan hilang tanpa bekas. Orang-orang tak perlu mengenang saya, tak perlu mengingat apa saja yang saya lakukan di dunia fana ini.

Satu hal jika saya boleh berharap, dengan mengenal saya maka akan terbuka pintu rahasia sehingga setiap orang bisa mengenal dirinya sendiri. Saya puas hanya jadi katalis. Ketika tiba waktunya kesuksesan itu hadir biarlah saya menghilang entah kemana.

Friday, March 10, 2006

Gagal ke Pattaya Tahun Ini

Di milis CCI, orang-orang rame ngobrolin Adfest di Pattaya. Daun Muda Indonesia jadi 3 finalis. Iklan Indonesia masih gigit jari gak ada yang nyampe final, seperti yang kuduga. Ahh, kenapa tahun ini gak jadi berangkat meskipun sudah sejak awal tahun saya rencanakan? Pasti bukan karena tak punya waktu, tak punya duit atau tak ada kesempatan.

Yang pasti karena saya tak punya visi dan tanggung jawab yang cukup untuk berjuang agar bisa berangkat ke Pattaya. Tahun ini saya terima ini sebagai kegagalan pribadi saya. Saya akan menghukum diri saya sebentar.

Tahun depan saya pasti berangkat. Saya akan siapin sejak hari ini. Tinggal Tuhan aja acc apa tidak...

Wednesday, March 8, 2006

More Passion



Do I have enough passion to go trough all of these walls and enemies, to reach all of my stupid dreams?

Tuesday, March 7, 2006

Sick People

Kadang kekalahan adalah cara terindah agar kita bisa lebih menghargai kemenangan setelahnya. Terlalu banyak kebahagiaan hidup yang bisa dirasakan tanpa harus mencapai prestasi yang terlalu tinggi atau dengan mengalahkan semua kompetitor. Kebahagiaan bisa kita nikmati hanya dengan mensyukuri bahwa saat bangun pagi, tubuh telah hilang lelah dan secangkir kopi panas menyambut dengan bau harumnya yang khas. Begitu mudahnya, begitu gratisnya.

Lain soal jika kita memang tergolong manusia-manusia sakit: yang merasa harus mencapai puncak prestasi tertinggi baru terpuaskan. Atau mencoba hal-hal mustahil dulu baru bisa merasa senang. Atau jika tidak melakukan hal-hal heroik, seolah hidup kita tidak berguna. Manusia-manusia yang tidak realistis, yang menginginkan realitas hidup mengikuti suara hatinya sendiri.

Entahlah, ketika membuka mata di pagi hari saya sering bertanya kenapa masih tetap begini-begini saja. Gelisah saat tahu usia merambat tanpa banyak hal hebat hadir dalam kehidupan yang telah terlewati. Saya tidak tahu apakah Mourinho juga merasakan hal yang sama setelah tadi pagi Chelsea hanya seri dengan Barcelona dan harus tersingkir dari Liga Champions?

Mungkin saya juga termasuk golongan manusia yang sakit. Kalo tidak, buat apa saya menuliskan semua ini?

Thursday, March 2, 2006

Jadi Anak-anak Lagi



Jika boleh memilih, saya ingin kembali ke masa kanak-kanak agar bisa mempergunakan kekuatan super saya sedini mungkin. Dan melatihnya sehingga bisa terus menyelamatkan dunia dan menangkap penjahat. Entah kenapa, bertambahnya usia membuat kekuatan super saya makin berkurang sementara masalah yang harus diselesaikan makin bertambah. Mungkin faktor umur juga yang menyebabkan Superman linglung ketika beranjak jadi dewasa, sehingga celana dalemnya tetep dipake di luar dan warnanya norak pula.

Source pict: www.cartoondepot.com

Wednesday, March 1, 2006

Batman for Adults


Pict source: www.steveniles.com

Ketika Saya Menjadi Jahat



Jiwa kanak-kanak saya yang imut dan nggemesin, beranjak jadi serius dan sok filosofis. Bahkan akhirnya mulai menakutkan. Salah satu tandanya: ketika mulai kuliah saya mengoleksi komik Spawn. I love this soldier of Malebolgia: tokoh bermuka busuk yang dihidupkan dari neraka oleh raja setan. Selain bahwa komik ini digambar sangat detail oleh Todd Mc.Farlane & Greg Capullo (ato artist lain di Image Comics), visualnya sangat sadis. Kalo dirating: triple sadis. Hiiii.... syeremmmm!

Pict source: www.spawn.com