Mybothsides

Tuesday, January 31, 2006

31 December 2006

I've finished my first year as Managing Director PT. Petakumpet. In the end of 2006, we still Agency of The Year and grabs 3 awards from Citra Pariwara: 1 gold and 2 silvers. Our team finish nett income by 800 millions rupiahs, more than the target 600 million rupiahs. I will take my one month vacation to finish my book titled 'Company of The Young', the inside story of Petakumpet.

Am I happy? Sure, but I'm not satisfied yet. Our team is still hungry for next achievements, so the journey will continue next year...

I Love Crisis

Di Amerika ada sebuah badai salju yang sangat dingin. Badai yang merontokkan cabang-cabang yang rapuh. Dan merubuhkan ratusan batang pohon. Hanya pohon-pohon dengan akar dan batang paling kuat yang mampu bertahan hidup. Dan menyongsong hangatnya musim semi. Ketika bunga bermekaran dan harapan mengembang

Seperti badai salju, krisis yang menerpa negeri ini akan menyeleksi secara alamiah institusi bisnis yang ada. Mereka yang gak punya fondasi dan backbone yang kuat, cepet atau lambat akan segera tergerus dan gulung tikar. Mereka yang hobinya memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan harus siap-siap kecewa. Di akhir krisis nanti, hanya akan tersisa sedikit perusahaan, yang benar-benar kuat.

Itulah sebabnya saya menyukai krisis. Krisis akan mengupas kulit, membongkar kebohongan dan membuat yang substansial bisa terlihat nyata, sejujur-jujurnya.

Apakah perusahaan dimana saya berada akan tetap survive? Let's see...

Monday, January 30, 2006

Tahun Baru yang Sepi

Seperti sudah saya duga, tahun baru Islam bakal gak seramai tahun baru Masehi. Dari dulu begitu. Sebagai muslim, terus terang saya ndak jealous. Biasa aja. Jika di tahun baru 2006 saya bisa terima sekitar 150an sms, tahun baru ini hanya terima 1 sms. Dari sahabatku, Udin. Mungkin ada benarnya yang dikatakan beberapa pemuka agama bahwa Islam itu identik dengan kehidupan nanti, kebahagiaan kekal, itung-itungan fixed-nya di akhirat.

Jadi ya gak boleh hura-hura, niup terompet (mungkin kalo terompet Arab boleh?), nyalain mercon dan sebagainya. Mendingan khusyu', merenung, sholat tahajjud sambil bersyukur masih dipinjami nyawa di awal tahun baru ini.

Jujur saya lebih suka tahun baru yang tenang, sunyi sehingga bisa me-rontgen diri sendiri. Bercermin memperbaiki apa-apa yang kurang dari diri kita. Bukan membaur dalam keramaian yang memekakkan telinga. Tapi bukan karena saya akhirat minded, bukan. Jikapun saya sering berfikir tentang akhirat akhir-akhir ini, tak lebih dari proses mengingatkan diri saya akan terbatasnya waktu yang saya punya. Saya bekerja, berbuat, bertindak atau melangkahkan kaki hanya demi membuat hidup ini menjadi lebih baik. Seperti yang dibilang Soe Hok Gie, saya mencoba berbuat tanpa harus repot berharap sesuatu. Just doing for nothing.

Saya tak peduli ada pahala, ada surga, kebahagiaan kekal, bidadari cantik luar biasa: i don't care. Nanti malah saya sibuk itung-itungan ama Tuhan. Tuhan? Apa kabarnya Doi sekarang ya? Mungkin Beliau sedang baca tulisan di blog ini, atau membaca ide tulisan yang sedang terlintas di otak saya. Silakan, saya sih ndherek aja kalo sama Tuhan. Bener kan? Masa' saya berani kurang ajar ama Tuhan? Please deh...

Apakah saya terlalu melantur? Semoga tidak, saya tahu kok kapan harus berhenti.

Met tahun baru 1 Muharram 1427 H, semoga makin tahu buat apa Tuhan menciptakan kita di dunianya yang rapuh ini.

Sunday, January 29, 2006

Untuk Bercermin



Self Portrait: Between Clock and Bed
Edvard Munch

1940-42; Oil on canvas, 149.5 x 120.5 cm
Munch Museum, Oslo

Semoga Belum Telat

Sebentar lagi 1 Muharram 1427 H. Nggak terasa tahu-tahu tahun baru lagi. Hari inipun sudah tahun baru Imlek. Tiba-tiba saya tersadar: apa yang bisa kau banggakan ketika umurmu 30 tahun?

Pertanyaan ini menusukku malam ini, menyisakan ngilu dan kegeraman. Ketika saya tahu bahwa jalan hidup yang telah saya lewati seperti tak berbekas. Maksud saya bekas yang serius, yang indah, yang membanggakan. Bener bahwa dibanding teman-teman seusia saya, saya nggak gagal-gagal amat (ini sih buat menghibur hati doank!). Tapi jadi mediocre haram hukumnya buat saya. Semoga buat Anda juga.

Saya baca majalah Fortune pertama kali di umur 25 tahun, Bill Gates 8 tahun. Steve Jobs barusan jadi pemegang saham terbesar di Disney setelah pembelian Pixar, sementara saya masih bergulat ngejar pemenuhan target bulanan di biro iklan lokal begini. Banyak orang yang lebih muda umurnya daripada saya dapet award internasional berkali-kali, plesir ke Adfest ato Clio Award dan saya lihat paspor aja belum pernah. Dulu ketika umur masih 27 tahun saya membayangkan bakal punya VW Beetle di umur saya yang ke-30. Sekarang kemana-mana saya naik Supra Fit. He he he he... Silakan ketawa.

Sekali lagi, apa yang bisa kau banggakan ketika umurmu 30 tahun?

Entahlah, ini salah saya sendiri. Bukan salah siapa-siapa. Tapi saya tahu satu hal dengan membagikan cerita pahit ini buat Anda semua, jangan ikut-ikutan bodoh karena waktu tak bisa diulang. Jika Anda sekarang 40 tahun, segera benahi hidup Anda. Pun jika Anda 12 tahun, jangan terlambat. Teman saya SMP meninggal di usia 15 tahun tertabrak truk, sebelum sempat mewujudkan cita-citanya. Tuhan tak mengijinkannya panjang umur.

Di ambang usia ke-31 ini, saya tak segan-segan membenamkan kepala saya ke comberan: saya tidak mau main-main lagi mengatur waktu hidup saya yang terbatas ini. Saya percaya kita harus bersikap lebih kejam pada diri sendiri jika punya cita-cita tinggi yang ingin dicapai. Dengan itu, Insya Allah alam semesta akan memperlakukan kita lebih baik. Misalnya dengan meminjamkan rahasia Tuhan yang berupa keajaiban.


Akankah keajaiban datang? Saya tak boleh terlalu berharap, saya hanya ingin bersyukur Tuhan masih memberi saya kesempatan sampai hari ini. Selebihnya, saya hanya ingin melakukan yang terbaik di sisa hidup saya. Agar besok jika jatah waktu saya habis, saya nggak akan nyesel-nyesel amat.

Pengemis Pesen Tikus Diformalin

Hanya refleksi acak atas humor serius yang kita kembangkan sebagai bangsa akhir-akhir ini. Tentang tahu, bakso, mie yang mengandung formalin, borax serta dibumbuin lezatnya daging tikus. Oya, tadi pagi saya nonton tipi tentang trik pengemis palsu menipu calon kliennya. Pengen tahu?

Pertama, siapin kaki mana yang mau dilukai. Boleh kiri atau kanan, ato digilir aja setiap hari biar gak capek sebelah. Kedua, siapin propertinya: perban putih (kalo bisa agak kumal), obat merah (merchurocrome jika sekarang masih ada, betadine atau apapun yang mirip darah) dan tape singkong ato peuyeum (lho?). Sabar, nanti saya jelasin kenapanya. Ketiga, taruh tape di tempat 'calon luka'. Bungkus dengan perban, ikat yang kencang (nanti kalo lepas ketahuan palsunya!). Lumuri perban dengan obat merah, luberkan juga tetesannya ke kulit biar dramatis (penyumbang makin ngeri makin banyak ngasihnya). Jika udah agak kering, dijamin mirip! Keempat, latihan jalan dipincang-pincangin. Ato diseret. Selalu ingat yang mana yang luka, jangan kebalik nanti terbongkar. Boleh melupakan trik pincang , hanya jika sangat terpaksa ketika keselamatan terancam. Misalnya dikejar tramtib ato preman yang bawa pisau karatan. Kelima, jika karena satu ato lain hal pernah ketahuan/kepergok, segera pindah ke lokasi baru. Jarak minimal 20 km dari lokasi lama biar aman.

He he he... cerdas nggak tuh? Berapa kali Anda tertipu? Jangan marah dulu, bangsa ini memang tabiatnya lucu kok. Begitu berita formalin nyebar, sepertinya makan di jalan udah gak aman lagi. Tukang bakso nggak laku, kemiskinan nambah. Udah gitu muncul berita daging tikus. Tambah runyam lagi. Lalu artis, pejabat ama menteri makan bakso bareng-bareng, sambil diliput tipi kayak selebritis penyelamat rakyat.

Nah, inget baik-baik bahwa dalam setiap kejadian - baik atau buruk - akan merugikan sebagian orang, tapi menguntungkan yang lain. Yang rugi udah jelas, tapi siapa yang untung? Yang pasti, televisi ratingnya naik. Lalu departemen yang ngeluarin ijin makanan makin banyak order. Silakan cari lagi siapa yang diuntungkan dari kasus ini.

Tapi tolong renungkan juga sebentar: kita bikin masalah sendiri, jadi repot sendiri, lalu rame-rame sok bertanggung jawab membereskan masalahnya, saling tuding dan nyalahin orang lain. Ketika masalahnya reda, rebutan ngaku pahlawan!

Ironis! (adakah kata yang lebih pas?)

Lalu apa hubungannya dengan pengemis palsu tadi? Ndak jelas juga sih, namanya juga refleksi acak. Tapi buat orang yang udah mampet rejekinya, mungkin akan terlontar ide ngawur begini, "Pendapatan ngemis saya ndak cukup buat beli makanan yang bersih dan sehat, masih mending saya nggak makan tikus diformalin!"

Cukup buat sore ini, tapi saya mau bayar dulu utang saya tadi: tape ditaruh jadi luka di kaki itu buat ngundang lalat datang. Jenius banget! Saya terhenyak, Spielberg harusnya belajar special effects ama para pengemis kita ini.

(Foto tikus dimasak by Tony, dapet dari milis CCI)

Setiap Hari Kubur Menyeru Manusia Lima Hal


  1. Aku rumah yang terpencil, maka kamu akan terhibur jika selalu membaca Al-Quran.
  2. Aku rumah yang gelap, maka terangilah dengan sholat malam.
  3. Aku rumah penuh tanah dan debu, maka bawalah amal kebaikan sebagai hamparan.
  4. Aku rumah ular berbisa, maka bawalah basmalah sebagai penawar racunnya.
  5. Aku rumah pertanyaan Munkar dan Nakir, maka banyaklah bacaan "Laa Ilaaha Illallah, Muhammadar Rasulullah", supaya mendapat bimbingan jawaban.

(Kutipan dari milis, wallahu 'alam bisshawab)

Mengasah Kapak

Alkisah ada seorang penebang pohon yang sangat kuat. Dia melamar pekerjaan pada seorang pedagang kayu, dan dia mendapatkannya. Gaji dan kondisi kerja yang diterimanya sangat baik. Karenanya sang penebang pohon memutuskan untuk bekerja sebaik mungkin.

Sang majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerjanya. Hari pertama sang penebang pohon berhasil merobohkan 18 batang pohon. Sang majikan sangat terkesan dan berkata, "Bagus, bekerjalah seperti itu!"

Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari sang penebang pohon bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 15 batang pohon. Hari ketiga dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hanya berhasil merobohkan 10 batang pohon. Hari-hari berikutnya pohon yang berhasil dirobohkannya makin sedikit. "Aku mungkin telah kehilangan kekuatanku", pikir penebang pohon itu.

Dia menemui majikannya dan meminta maaf, sambil mengatakan tidak mengerti apa yang terjadi. "Kapan saat terakhir kau mengasah kapak?" sang majikan bertanya.

"Mengasah? Saya tidak punya waktu untuk mengasah kapak. Saya sangat sibuk mengapak pohon," katanya.

Notes:

Kehidupan kita sama seperti itu. Seringkali kita sangat sibuk sehingga tidak lagi mempunyai waktu untuk mengasah kapak. Di masa sekarang ini, banyak orang lebih sibuk dari sebelumnya, tetapi mereka tidak lebih berbahagia dari sebelumnya. Mengapa? Mungkinkah kita telah lupa bagaimana caranya untuk tetap tajam?


Tidak ada yang salah dengan bekerja keras. Tetapi tidak seharusnya kita sedemikian sibuknya sehingga mengabaikan hal-hal yang sebenarnya sangat penting dalam hidup, seperti menyediakan waktu untuk keluarga, membaca buku, refreshing dan lain sebagainya.

Kita semua membutuhkan waktu untuk tenang, untuk berpikir dan merenung, untuk belajar dan bertumbuh. Bila kita tidak mempunyai waktu untuk mengasah kapak, kita akan tumpul dan kehilangan kreativitas. Jadi mulailah dari sekarang, memikirkan cara bekerja lebih efektif dan menambahkan banyak nilai ke dalamnya.

(Dikutip dari milis Klub & Manajemen, Ilustrasi Orc With Axe By Witcher, wow.stratics.com)

Saturday, January 21, 2006

He Did It, Again!












José Mourinho has been voted the best club coach in the world for the second year running by the prestigious International Federation of Football History and Statistics. Here are the lists:

  1. José Mourinho, Chelsea
  2. Rafael Benitez, Liverpool
  3. Frank Rijkaard, Barcelona
  4. Guud Hiddink, PSV Eindhoven
  5. Fabio Capello, Juventus
  6. Valery Gassaev, CSKA Moscow
  7. Paulo Autuori, Sao Paulo
  8. Carlo Ancelotti, Milan
  9. Manuel Pellegrini, Villarreal
  10. Anghel Iordansecu, Al Ittihad Jeddah
  11. Arsène Wenger, Arsenal
  12. Felix Magath, Bayern Munich
  13. Roberto Mancini, Inter Milan

Notes: every success is just like a blink in your eyes, it's easily gone like the wind blows (George Patton).

Friday, January 20, 2006

Try This At Home



If you think she is so beautiful, you will try to rotate it. Just do it, don't worry. I don't know you. You can try this without feeling guilty. We're just human, face it. Enjoy it ;)

Generalisnya Seorang Spesialis

Tidak mudah mengubah kecenderungan dari spesialis menjadi generalis. Rasanya kayak nggak rela. Setiap melihat orang lain mengerjakan sesuatu yang dulunya merupakan keahlian kita, rasanya gemes jika hasilnya tak sebagus yang biasa kita bikin. Lalu ada dorongan aneh untuk ikut campur. Kalo ndak hati-hati, kita bisa terjerumus lagi menjadi spesialis dalam arti sempit. Yang destruktif.

Lalu bagaimana caranya agar bisa terus belajar hal-hal baru sambil merelakan ilmu kita di masa lalu - ditransferkan pada orang lain - tanpa mesti merasa terlalu bersalah? Generalis itu integrator, fungsinya menyatukan visi para spesialis untuk mencapai satu tujuan besar, sebuah pekerjaan yang tidak mudah. Kalo bercermin dari pengalaman pribadi: sangat sangat tidak mudah.

Jadi, bagaimanapun sulitnya kita harus selalu open mind. Belajar menerima masukan, kritikan dan pelajaran dari luar dengan pikiran terbuka, jikapun pada awalnya tidak sesuai dengan kemauan kita. Selalu menyambut positif setiap ide baru, yang paling buruk sekalipun. Rasanya emang gak nyaman, kayak minum obat. Ibaratnya udah meriang kepala pusing mau muntah, masih harus minum obat yang pahit. Mengerikan.

Tapi kalo pengin sehat ya gak boleh takut pahitnya. Kalo mau sukses ya gak boleh takut gagalnya. Banyak pemimpin yang backgound-nya spesialis akhirnya sukses karena dianggap capable dan memahami bidangnya, tapi banyak juga yang gagal karena terlalu mengagungkan keahliannya lalu menutup diri.

Anda akan pilih yang mana? Oya, saya sendiri akan memilih jadi Icarus yang terbang menantang matahari. Tapi saya akan latih sayap saya setiap hari agar tak lelah terbang, serta jaket anti panas yang melindungi saya dari kemungkinan terbakar. Plus kacamata untuk mencegah kebutaan.

Menjadi generalis tak perlu meninggalkan kemampuan spesialisasi kita. Belajar dari Icarus tak perlu ikutan terbakar matahari. Detik demi detik adalah kesempatan kita untuk terus belajar. Dengan itu kita mendaki ke tempat yang lebih tinggi. Untuk akhirnya terbang menembus langit. Tanpa harus melupakan bumi.

Tuesday, January 17, 2006

Alkemis di Awal 2006

Keberuntungan pemula telah pergi menjauh. Saatnya menggunakan keyakinan untuk memahami bahasa buana yang sedang berbicara dalam sunyi. Mencoba mendengarkan suara hati dan menapak di gelap malam, sambil menebas keraguan. Tak ada tanda, tak ada petunjuk, tak ada cahaya yang menerangi jalan setapak ini.

Saya akan tutup mata sambil menikmati semua kabut ini. Tersenyum di tengah segala kesulitan yang memang sengaja dikirim-Nya untuk menguji. Lalu melangkah lagi, mengikuti alur dimana takdir tertinggi menunggu para pejalan sunyi.

Dan menyongsong akhir cerita - duka atau bahagia - dengan biasa-biasa saja.

Sunday, January 15, 2006

Raging Bull

Kemarin malam saya nonton VCD Raging Bull sebuah film tahun 1980, bintangnya Robert De Niro dan sutradaranya Martin Scorcesse. Sebuah film yang kusam, dimana tokohnya begitu abu-abu (filmnyapun dominan hitam putih) dan jagoannya kasar, bukan nice guy. Jadi inget film Scorcesse yang lebih baru: The Aviator. Tokohnyapun serampangan dan egois. Jack de Lamotta mirip Howard Hughes (Leonardo di Caprio), pencemburu kelas tinggi, mendekati paranoid. Keduanya adalah yang terbaik di dunianya, tapi di balik kehebatan itu juga penuh kelemahan. Kita sebagai penonton sering jengkel kenapa ada tipe manusia seperti itu.

Tapi akhirnya saya sadari bahwa manusia jenius atau orang yang sangat sukses selalu satu paket: sisi terbaik dan terburuknya sekaligus. Di dunia komik, Batman dan Two Face bisa mewakili ciri-ciri split personality seperti itu. Menerima mereka dalam satu paket, tanpa harus memihak baik dan buruk, terasa mendamaikan hati dan menghindari kekecewaan.

Mungkinkah saya juga mengidap sindrom seperti itu? Entahlah, itu tugas orang lain yang menilai. Yang penting kita meyakini apa yang kita jalani. Sekaligus tetap konsisten menjalani apa yang yang kita yakini.

Btw, saya bisa menikmati Raging Bull, sebuah film tanpa happy ending. Saya sekarang mencoba bisa menerima jika hidup ini ternyata berjalan tanpa happy ending..

Saturday, January 14, 2006

To My Sweety

Dirimu seperti buku
Yang tak pernah selesai kubaca..


- Dikutip dari Rendra -

Monday, January 9, 2006

Belajar dari Idul Adha



Tak ada kemuliaan tanpa perjuangan.
Tak ada perjuangan tanpa pengorbanan.
Selamat Idul Adha 1426 H (^^,)

Coincidence or Plagiarism



Tuhan, terima kasih telah Kau anugerahkan kreativitas yang tinggi untuk menciptakan iklan-iklan yang hebat ini. Tapi bahwa kreativitas itu Kau titipkan ke beberapa orang (bukan satu) dan mereka menerjemahkannya dengan cara yang 'sama' tentu bukan salah-Mu dong.. Lalu salah siapa? Ya salah yang ngumpulin, kalo nggak dikumpulin kan gak kelihatan sama!

Sunday, January 8, 2006

Wow!

Adegan berkelahi Bruce Lee terlalu cepat,
hingga musti diedit filmnya d i p e r l a m b a t
gerakannya agar terlihat normal.

(Pict dari allbrucelee.com)

Sebelum Kamu Mengeluh

Hari ini sebelum kamu mengatakan hal-hal yang tidak baik
Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali

Sebelum kamu mengeluh tentang rasa makananmu
Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan

Sebelum kamu mengeluh tidak punya apa-apa
Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalanan

Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri
Pikirkanlah mereka yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup

Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu
Pikirkan tentang seseorang yang baru saja meninggal dunia

Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu
Pikirkan tentang seseorang yang tidak bisa mempunyai anak

Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kecil
Pikirkan tentang orang-orang yag tinggal di jalanan

Sebelum kamu mengeluh tentang lelahnya berkendaraan,
Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak dengan berjalan

Di saat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu
Pikirkan tentang pengangguran yang berharap mempunyai pekerjaan

Sebelum menyalahkan orang lain,
Ingatlah bahwa dirimu juga tidak bebas dari dosa

Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan,
Tersenyum dan mengucap syukurlah kepada Tuhan bahwa kamu masih hidup

Cintailah orang lain dengan perkataan dan perbuatanmu
Cinta diciptakan tidak untuk disimpan atau disembunyikan
Anda tidak mencintai seseorang karena dia cantik atau tampan
Mereka cantik atau tampan karena anda mencintainya

Kamu tidak tahu apa yang telah kamu dapatkan
Sampai semua hal itu lenyap
Kamu juga tidak tahu apa yang telah hilang dalam hidupmu
Sampai sesuatu itu datang kepadamu


Notes: Dapet ini dari milis, enjoy it :)

Thursday, January 5, 2006

Happy Birthday My Little Angel

Insya Allah, perjalanan ini masih akan panjang... Sepanjang yang kita inginkan. Semoga kita bisa menikmati setiap detik yang kita jalani, mensyukurinya sebagai anugerah Tuhan yang luar biasa. Dan memang begitu, hadirmu di sampingku selama ini - dengan begitu banyak mengorbankan perasaan - sungguh luar biasa. Dan tak tergantikan.

Nah, sekarang tiup lilinnya Sayang.. dan tersenyumlah sepenuh hatimu. Kurindukan senyum manis itu hari ini. Selamat Ulang Tahun, semoga tercapai hal-hal indah yang kau cita-citakan. Amien..

Tuesday, January 3, 2006

Tribute to Ninja



Jika perjalanan telah tiba di suatu titik yang bercabang, pejamkanlah matamu dan ikutilah suara lirih di hatimu. Mata bisa tertipu dengan keindahan seribu bunga tapi hati takkan berdusta. Ketika kaki mulai melangkah lagi kau tahu arahnya harus kemana. Keyakinan akan menguatkan hati, kadang kau tidak bisa kembali. Saat langkah menjadi berat, mimpi itu akan membimbingmu melewati hari demi hari.

Teruslah melangkah, mendaki langit demi langit, belajar jurus-jurus baru, menemui Ninja tertinggi dan mengalahkannya suatu hari nanti. As your friend, I don't wanna say good bye, I say good luck..

Tips Merancang Logo

Bagi perusahaan, logo adalah identitas dan dapat pula dianggap sebagai tolok ukur merek bisnis Anda. Seperti pada nama, inilah titik kontak pertama antara pembeli dan penjual. Untuk merancang logo yang unik dengan tingkat reminding tinggi perlu ada tahapan tertentu:
  • Sebelum mendesain logo, Anda harus tahu apa yang ingin Anda katakan tentang perusahaan Anda. Berdasarkan jawaban itu dan target audiens yang dibidik, barulah logo dapat didesain.
  • Biarkan future branding memainkan peran penting dalam proses desain sejak awal. Logo akan berlaku selama bertahun-tahun karena itu investasikan waktu dan sumber daya untuk mendesain serta hindari tampilan yang berlebihan.
  • Sesuaikan warna dengan citra dan audiens. Misalnya, logo untuk perusahaan telekomunikasi. Logonya menggunakan warna dasar merah dan kuning untuk menghadirkan kesan penerobosan hambatan komunikasi.
  • Untuk mendesain logo, gunakan perusahaan yang memang khusus mendesain logo. ''Perusahaan Anda mengeluarkan produk dan jasa, serahkan pada perusahaan kreatif yang memang ahli merancang logo,'' kata Mike Crawford, presiden agensi komunikasi di Dallas, AS.

(Dikutip dari salah satu milis, maaf lupa sumbernya)