Mybothsides

Sunday, October 1, 2006

Aku Ingin Dikuburkan Dengan Sederhana



Inilah doaku kepada Allah
Dzat Maha Tinggi yang menciptakan diriku
Yang telah repot-repot menghidupkanku dari ketiadaan

Aku ingin meninggalkan dunia dengan cara yang sederhana
Yang biasa-biasa saja
Bolehlah sedikit heroik asal tidak merepotkan siapapun
Dan tidak menghabiskan banyak biaya

Aku ingin keluargaku melepasku ke liang lahat dengan bangga
Bukan bersedih dan larut dalam kedukaan yang panjang
Aku ingin mereka lebih tegar menjalani hidupnya sepeninggalku

Jika ada air mata tertumpah
Biarlah itu pertanda menyalanya sebuah semangat hidup baru
Untuk memulai segala sesuatuanya dengan mandiri: tanpaku

Aku ingin disholatkan di masjid
Dikuburkan di kuburan biasa saja seperti kebanyakan orang
Diselimuti kain kafan yang paling murah

Orang yang menggali kuburku sebaiknya dibayar dengan ongkos yang lebih dari biasanya untuk membantu kehidupan keluarganya

Semakin cepat jasadku dikuburkan, Insya Allah semakin baik buat semua
Semakin cepat tubuhku menyatu dengan tanah maka makin sejuklah jiwaku

Jika ada pelayat yang menyumbang uang maka akan diberikan pada mereka yang lebih membutuhkan, bukan keluargaku
Karangan bunga sebaiknya ditukarkan buku dan alat tulis untuk dibagikan sebagai sarana belajar anak-anak yang membutuhkan
Yang paling kuharapkan hanyalah keikhlasan melepasku pergi dan doa tulus yang mengiringi perjalananku menghadap-Nya

Tidak perlulah ada peringatan 3, 7, 40 atau 1000 hari meninggalku
Biayanya lebih baik disumbangkan ke masjid saja
Aku hanya percaya pada amal jariyah yang akan menolongku mempertanggungjawabkan hidupku di hadapan Allah: ilmu yang bermanfaat, harta yang diamalkan dan anak-anak shaleh yang terus mendoakan

Selebihnya, biarlah kutanggung sendiri dosa-dosaku

Pada orang-orang terdekatku aku lebih senang mewariskan ilmu dan kebijaksanaan, bukan kekayaan
Jikapun suatu hari nanti Tuhan memberi kemurahan kekayaan yang berlebih
Aku tak ingin mewariskan banyak harta
Sebagian besar hartaku akan kusumbangkan pada badan amal dan mereka yang hidupnya sangat membutuhkan pertolongan
Keluargaku hanya akan menerima paling banyak 1/5 sisanya untuk modal hidup mereka selanjutnya
Mereka juga harus berjuang dengan kemampuannya untuk menciptakan kekayaannya sendiri

Dengan kematianku
Aku berharap orang bisa belajar untuk hidup jauh lebih baik daripada hidupku
Untuk tidak menggantungkan nasibnya semata-mata pada pihak lain

Di kuburku yang sederhana dengan sebuah nisan batu, aku ingin dituliskan kata-kata Muhammad Iqbal yang menjadi keyakinan hidupku:

Kembangkanlah kemampuanmu setinggi mungkin
Sehingga Tuhanpun akan berkonsultasi denganmu
Sebelum menentukan takdir-Nya untukmu

4 comments:

Iman Brotoseno said...

life is too short to worry...

apa kabar,..masih ingat aku khan , yang bareng jito kasilo nemenin acara young director award pinastika..
mampir ke kavling ku..

M. Arief Budiman said...

Waaa.. Mas Iman, mana bisa lupa ama sutradara iklan paling top di Indonesia? he he he.. Maturnuwun udah mampir, saya link blognya yach :)

ksatriaaffi said...

kafan yang termurah?
jadi inget cerita, ada orang yang sangat kaya tetapi jalan hidupnya kurang terlalu diterangi oleh "cahaya", ketika beranjak tua dia memberikan pesan kepada seluruh keluarganya bahwa jika dia meninggal harus dikafani dengan kain kafan yang paling murah dan kalau perlu yang udah buluk. dan ketika hari dia meninggal surat wasiatnya pun berbunyi hal yang sama. dan utk menunjukkan baktinya maka anaknya menuruti. alkisah ternyata itu "startegi"nya, ketika malaikat mulai meng"interogasi" dia di dlm liang kubur dia berkata "maaf malaikat...saya orang lama...dulu sdh pernah di "interogasi"...jd jangan lagi ya...?
What a...?#@$%^&&????

anita said...

sangat menyentuh