Mybothsides

Monday, May 29, 2006

Wake Up Jogja






Maaf belum sempat posting banyak cerita dari Jogja setelah gempa. Internet masih harus ke warnet dan banyak hal mesti diberesin agar hidup terus berjalan, meskipun diselimuti kabut kekhawatiran. Di rumah saya, batu bata berhamburan memenuhi ruangan. Jadi kalo ada pepatah lebih baik hujan batu di negeri sendiri: tolong pikirkan lagi. Kecuali jika sudah pernah mengalami dan punya ilmu kebal.

Hanya satu catatan saya: jangan terlalu cepat menyerah. Cobaan, derita, bencana itu adalah pelajaran yang dihadirkan buat kita, baik yang mengalami maupun yang melihat dari jauh. Setiap kesusahan dan kesulitan hidup adalah ladang amal untuk ditanami kebajikan. Jogja tidak akan hancur karena gempa seperti ini, karena letusan merapi, atau bencana yang lain. Jogja akan tetap tersenyum meskipun luluh lantak.

Jogja adalah spirit, adalah harapan di tengah kehancuran hidup. Setelah bencana meruntuhkan semuanya, akan tumbuh tunas baru. Kehidupan baru akan bersemi, dimulai dari hati yang tegar dan tidak mudah menyerah.

2 comments:

Anonymous said...

..........
tetap tabah
tetap semangat
..........

M. Arief Budiman said...

Saya percaya banyak teman yang tidak saya kenal di seluruh sudut bumi turut mendoakan Jogja: terima kasih banyak :)