Mybothsides

Sunday, December 31, 2006

Mybothsides Award 2006 Winners

Kategori Indonesia
  1. Blogger Paling Inspiratif: Herman Saksono
  2. Iklan Paling Menyentuh Hati: Rumah Runtuh (Telesklebes)
  3. Orang Iklan Paling Care Dengan Industrinya: Djito Kasilo
  4. Tokoh Nasional Terpopuler: Jusuf Kalla
  5. Buku Paling Enak Dibaca: Tidak ada pemenang
  6. Penyanyi/Grup Musik Terbaik Untuk Teman Mendesain: Tidak ada pemenang
Kategori Dunia
  1. Tokoh Paling Hot: Jonathan Ive
  2. Klub Sepak Bola Paling Sering Ditonton: Chelsea FC
  3. Perusahaan Paling Kompetitif: Apple Computer
  4. Film Paling Inspiratif: V for Vendetta
  5. Buku Terbaik Yang Sudah Dibaca: In Search of Google (David A Vise & Mark Malseed)
  6. Website Paling Bermanfaat: www.businessweek.com
Selamat buat pemenang, tunggu review-nya kenapa saya memilih mereka. Selamat memasuki tahun baru 2007, semoga makin kejam pada diri sendiri sehingga makin banyak hal mengagumkan bisa diraih... Good Luck :)

Thursday, December 28, 2006

Suatu Sore, di Jetis



On Lagi

Setelah gempa 7,1 SR di Taiwan yang bikin jalur internet macet, akhirnya berhasil upload header baru... Phuiiihhh, leggaaa ;)

Sunday, December 24, 2006

Tiger Woods Juga Manusia


(source: www.time.com)

Mybothsides Award 2006

Tahun ini, saya mau ikut-ikutan memilih Yang Terbaik di tahun 2006 menurut saya. Tentu saja subyektif dan mohon Anda jangan protes meskipun boleh. Anda bisa bikin versi sendiri kan? Asyik lho, coba aja deh. Saya membaginya dalam 12 kategori (Indonesia dan Dunia) yang pemenangnya akan saya umumkan pada 31 Desember besok. Pilihan saya hari ini belum tentu sama dengan pilihan saya di akhir tahun nanti, tergantung mood-nya dunk. Btw, nominasinya adalah:

Kategori Indonesia

  1. Blogger Paling Inspiratif: Herman Saksono , Wahyu Aditya, Eko Eddi Sucipto, Eri Setiyono, Patria Laksamana
  2. Iklan Paling Menyentuh Hati: Rumah Runtuh (Telesklebes), KR Versi Pincang (Petakumpet), Telkom Internet Masuk Desa (Adwork Euro RSCG), Iklan Outdoor A Mild Versi Taat Kalo Ada yang Liat (Ogilvy&Mather)
  3. Orang Iklan Paling Care Dengan Industrinya: Djito Kasilo, M. Gunawan Alif, Eri Kuncoro, Iwan Esjepe, drg. Eddy Purjanto
  4. Tokoh Nasional Terpopuler: Jusuf Kalla, Taufik Hidayat, Emha Ainun Nadjib, Mbah Marijan, Teh Ninih
  5. Buku Paling Enak Dibaca: Mencari Tuhan Yang Hilang (Ust. Yusuf Mansyur), Filosofi Kopi (Dewi Lestari), Pemimpi (Andrea Hirata), Pelatihan Sholat Khusyu' (Abu Sangkan), Inilah Presiden Radikal! (Eko Prasetyo)
  6. Penyanyi/Grup Musik Terbaik Untuk Teman Mendesain: Opick, Iwan Fals, Peter Pan, Jeffry Al Buchory, Kyai Kanjeng

Kategori Dunia

  1. Tokoh Paling Hot: James Allard, Jonathan Ive, Jose Mourinho, Mahmoud Ahmadinejad, AA Gym
  2. Klub Sepak Bola Paling Sering Ditonton: Manchester United FC, Chelsea FC, Real Madrid FC, Inter Milan FC.
  3. Perusahaan Paling Kompetitif: Apple Computer, General Electric, Microsoft, Starbucks, Google.
  4. Film Paling Inspiratif: The Departed, V for Vendetta, Goal, De Ja Vu, The Glory Road
  5. Buku Terbaik Yang Sudah Dibaca: The Man Who Heard Voices (Michael Bamberger) , Apple Way (Cruikshank, Jeffrey L.), Winning (Jack & Suzy Welch), In Search of Google (David A Vise & Mark Malseed), Blue Ocean Strategy (W. Chan Kim, Renée Mauborgne)
  6. Website Paling Bermanfaat: www.apple.com, www.microsoft.com, www.fortune.com, www.businessweek.com, www.google.com.
Buat yang masuk nominasi, Selamat yaa.. Semoga bisa menang besok dan makin kinclong prestasinya di tahun mendatang. Saya emang gak nyiapin hadiah apa-apa, tapi Insya Allah saya akan mencoba bikin review singkat tentang para pemenang.

Sekali lagi, selamat menunggu hasilnya. Boleh berdebar-debar, boleh juga biasa saja, sok cool-pun OK. Bebas aja Dab, he he he… ;)

Quotes Before Died


“Tell all I see them on the other side. It wasn't bad, I just want to sleep.”
Martin Toler Jr, January 9 - January 15, 2006

One of the 12 miners who died after an explosion at West Virginia's Sago coal mine, in a scrawled note - found with his body - assuring his family that his final hours were painless.

(source: www.time.com)

Saturday, December 23, 2006

Coincidence


Do you believe that coincidences will change you live, forever? Or.. It's just left and burned by time to be nothing..

Saturday, December 16, 2006

Dapet Salam Dari Hizbut Tahrir Indonesia


Setelah membaca posting saya 'Butuh Suami Anti Poligami', Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)mengirim email langsung ke saya. Saya pikir cc ke banyak orang atau model milis yang diterima rame-rame, tapi ternyata emang email khusus dikirim ke saya. Isi emailnya sih biasa-biasa aja: tentang beberapa fakta dan dalil tentang poligami dan kemungkinan bahwa isu poligami di-blow up sebagai komoditi politik, untuk menutupi isu perselingkuhan anggota DPR, membangkitkan emosi perempuan untuk menolak poligami yang dibolehkan oleh Islam, dll.

Wah, berapa orang yang dapat kehormatan seperti itu: tulisan di blog aja langsung direspon. Saya hanya bisa bilang terima kasih: ini bukti serius bahwa kita hidup di negara demokrasi. Saya juga punya beberapa temen di Hizbut Tahrir di Jogja dan saya tahu mereka sangat concern untuk menegakkan syariat Islam di negeri ini.

Saya menghormati mereka semua, bersahabat dan saling tawasshaubil haq wa tawassaubish shabr, nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Tapi saya juga harus mengulang statement saya sama temen2 di HTI: saya tidak mau berpoligami, tapi saya tidak bisa melarang orang lain berpoligami. Poligami aja saya nggak mau, apalagi selingkuh atau kumpul kebo.
Saya orang yang tak paham politik dan pemikiran saya sederhana sekali. Saya tak tahu apa itu komoditi politik dan tunggang menunggangi. Saya ini ya begini, saya bicara dan menulis yang saya yakini. Dan di negeri dimana demokrasi dijunjung tinggi, saya bahagia untuk berbeda pendapat dan menikmati hidup indah ini dengan cara Islami yang saya yakini.

Thursday, December 14, 2006

Butuh Suami Anti Poligami?

Beberapa orang lewat email, sms atau ketemu langsung, hari-hari belakangan menanyakan sesuatu hal yang menurut saya udah obsolete: tentang poligami. Bahkan wanita terdekat sayapun ikut-ikutan bertanya hal yang sama, seperti baru kenal kemarin sore aja (padahal udah jalan lebih dari 3 tahun). Tapi saya curiga, doi hanya konfirm biar yakin gak salah pilih. He he he...

Seperti biasa mereka mengharapkan sudut pandang aneh saya: yang tidak terlalu agamis dan syukur berbeda dari banyak orang sehingga debatnya bisa seru. Saya dong yang bonyok, nikah aja belum sempat (kebanyakan lembur di kantor) tapi mesti nemenin debat kusir teman-teman saya yang tak pernah mengendali kuda itu.

Saya tahu siapa biang keladi dari huru-hara ini: wartawan! Jika nikah laginya AA Gym tidak diekspos maka saya akan terhindar membicarakan hal-hal yang menurut saya sudah final, tidak bisa di-discuss lagi.

Nah, biar saya ndak capek mengulang-ulang jawaban, saya pikir baik juga jika saya tulis di blog ini. Siapapun yang nanya, saya minta langsung baca aja. Bolak balik bilang hal sama pada banyak orang tentu bikin capek, mending kalau kaset bisa di-rewind.

Ini statement resmi saya (aslinya sudah dirilis sejak umur saya masih 15 tahun): saya tidak mau berpoligami, tapi saya tidak bisa melarang orang lain berpoligami. Ini satu pilihan sikap hidup, tidak ada urusannya sama hukum agama yang mengaturnya: haram, halal, sunnah atau mubah. Silakan jika ada yang pake ayat-ayat Qur'an untuk melegitimasi pendapatnya: pro maupun kontra poligami. Saya percaya satu hati hanya berhak mendapatkan satu hati, laki-laki dan wanita egaliter dan secara sunatullah manusia akan menolak jika diduakan hatinya.

Tapi Teh Ninih mau menerima keputusan AA menikah lagi?

Saya berdoa semoga Teh Ninih masuk surga tertinggi karena kelapangan hatinya dan AA Gym pantas bersyukur punya istri dengan hati malaikat. Tapi berapa banyak 'Teh Ninih' di sekitar kita yang harus menderita karena terlanjur tergantung penghidupannya dari sang suami yang menggunakan kekuasaannya sebagai 'kepala rumah tangga yang wajib ditaati' untuk menikah lagi? Anak terlanjur banyak dan tidak bekerja karena diwajibkan jadi ibu rumah tangga. Daya tawar mereka atas keputusan dzalim suaminya lemah sekali. Jika bercerai, nanti cara bertahan hidupnya bagaimana? Ketika seorang istri setuju dimadu, darah menetes dari dalam hatinya yang terluka tapi tak ada yang bisa melihat lukanya. Luka diam-diam yang tak kunjung sembuh sepanjang hidupnya, memuncak saat menjelang tengah malam membayangkan suaminya tidur bersama wanita lain: yang celakanya adalah istri sah juga.

Jadi Mas Arief setuju AA Gym berpoligami?

Nah, ini contoh pertanyaan lucu. Lha saya setuju atau tidak setuju toh AA Gym sudah menikah lagi: apa bedanya? Menurut saya, tidak apa-apa AA Gym poligami. Tidak apa-apa juga jika istrinya bukan dua tapi empat. Dari dulu saya tidak pernah mengidolakan seseorang. Saya belajar dari Nabi Muhammad, Steve Jobs, Bill Gates, M. Night Shyamalan, juga AA Gym: saya belajar dari pemikiran mereka, bukan sosoknya. Jika ada permata kehidupan maka saya akan ambil untuk memperkaya wawasan saya, tidak peduli jika harus mengambilnya dari tumpukan tai.

Jadi sejujurnya, saya tidak kecewa AA Gym nikah lagi. Saya tidak kecewa pada Alda sang penyanyi yang mati muda karena over dosis. Saya tidak kecewa SBY kadang masih kumat sifat peragunya. Saya tidak kecewa Bill Clinton ternoda karirnya setelah peristiwa oral seks di gedung putih. Saya juga tidak kecewa Steve Jobs kepalanya makin botak aja.

Saya menerima mereka semua sebagai manusia biasa, kekuatan dan kelemahannya dalam satu paket. Tak ada yang sempurna, termasuk Nabi Muhammad. Kalau mengidolakan yang sempurna, pilih saja Tuhan. Tapi buat apa? Justru dari ketidaksempurnaan itu kita bisa belajar untuk jadi lebih baik.

Jadi jika Anda saat ini butuh calon suami yang pantang berpoligami, Anda tahu mesti nyari siapa. Tapi sayangnya, saya udah nggak available lagi. Seseorang yang saya sayangi pasti akan marah habis-habisan jika tahu saya mengiklankan diri lagi dengan cara norak begini.

He he he... kabuuurrrr ;)

Wednesday, December 13, 2006

Warning atau Hoax


Saya sudah lama tidak percaya sama info yang aneh-aneh. Kalo teman-teman pernah ngalami, dulu ada isu di sebuah tempat di Jerman terdapat pohon batangnya melengkung berbentuk tulisan Laa Ilaaha Ilallah (pake huruf Arab). Tapi setelah saya lihat kok mirip lukisan, jadi sepertinya mengada-ada. Terus dari jilatan api saat WTC ditabrak pesawat, ada bentuk mirip muka setan. Saya pikir kalo mau bikin gosip bisa pake editing photoshop. Lalu tsunami yang berbentuk huruf Allah di Aceh (nah, yang ini saya gak tahu asli apa enggak).

Yang begini-begini - jika infonya palsu - mungkin disebut hoax. Hampir seperti kita melihat awan yang berubah-ubah: kadang mirip bentuk naga, angsa, rumah, dsb. Tidak berarti apa-apa, bukan pertanda, bukan sign.

Tapi hari ini ada foto serupa itu di detik.com, dimana ada jilatan api setinggi 1 km waktu ledakan Lapindo yang berbentuk huruf Allah. Biar agak-agak dramatis: ternyata ujungnya juga mirip kuda laut (logo Pertamina lama). Kalo penafsiran formalnya: mungkin apa yang terjadi merupakan peringatan dari Allah buat kita semua. Tapi kalo yang mirip kuda laut itu: apakah Landor harus mengubah logo Pertamina dengan tetap menggunakan elemen kuda laut? He he he, pusing ndak bikin logo pake insting supranatural begitu?

Semoga saja ini bukan trik photoshop, ujung-ujungnya nanti bakal jadi info sampah. Tapi saya ada usul buat pemilik Lapindo, warga masyarakat sekitar Lapindo dan rakyat Indonesia semua agar terhindar dari bencana yang lebih besar lagi: kembali kepada Allah. Cari rezeki lewat jalan yang bener, biarpun susah. Dan bersedekah semampu kita, biarpun hidup kekurangan.

Ini tips superkuno, seperti petuah kakek-kakek. Dan boleh ditertawakan. Tapi jika beneran dikerjakan, saya percaya Allah masih punya hati untuk menolong bangsa ini.

Monday, December 11, 2006

Advertising Masuk UGD

Beberapa hari kemarin, Jogja kedatangan tamu-tamu tokoh kreatif periklanan Indonesia buat berbicara di seminar kreatif yang diadakan oleh PPPI, Indosat. Juga Diskomfest ISI. Diantaranya: Mas Djito Kasilo (freelancer/former CD TBWA Indonesia), Mas Gandhi Suryoto (CD Dentsu), Mas Iwan Esjepe (CD Ideasphere), Mbak Novi (CD BBDO Indonesia), Syarif Hidayat (AD Euro RSCG), Ahmad Zaini (AD Hakuhodo). Saya sendiri sempet jadi moderatornya Mas Djito & Mbak Novi waktu acaranya di UC UGM. Sebelumnya, saya sempat hadir di launching buku 'Advertising That Sells'nya Pak Adjie Watono (Dwi Sapta Pratama).

Banyak hal menarik dalam diskusi dan seminar itu. Meskipun entah kenapa, saya merasa ada yang kurang dalam rangkaian seminar itu.

Sesuatu yang shocking dari pusat industri ini: saya terus menunggu dan tidak mendapatkannya. Mungkin saya terlalu berharap, apalagi acara ini memang sengaja di-set untuk mahasiswa. Setelah saya lihat ke belakang dalam diri saya sendiri: puluhan file presentasi saya tentang periklanan juga terlihat mulai basi. Masa lalu terus menggerogoti, sementara kita tidak bergerak cukup cepat ke masa depan.

Saya jadi ingat waktu presentasi di final Dji Sam Soe Award kemarin saat saya ditanya para juri (Bob Sadino, Dr. Charles Saerang, Enny Hardjanto, Choirul Djamhari PhD., Prof. Dr. Ir. Mangara Siahaan): apa itu Pinasthika, Citra Pariwara dan apa itu majalah Cakram. Tokoh-tokoh bisnis itu tidak familiar dengan industri periklanan. Apakah mereka yang memang gak aware atau tokoh iklan kita yang kurang gaul: saya belum pastikan. Saya jadi berfikir: kita punya ahli branding seabrek, tapi industri ini sendiri ternyata belum branded. Sedih :(

Tapi apakah dunia advertising juga aware dengan industri di luar sana? Just for check: apakah Anda tahu bahwa Pak Subiakto Priosudarsono (Hotline Adv.) masuk jadi salah satu finalis tokoh Enterpreneur of The Year 2006 versi Ernst & Young meskipun belum menang? Di kategori yang sama terdapat Helmy Yahya (Triwarsana) dan tokoh bisnis lainnya. Salut Pak Biakto, you are represent our industry outside :)

Atau mungkin inilah saat paling tepat untuk menemukan satu breaktrough yang belum pernah difikirkan orang-orang iklan sebelumnya. Yang belum pernah dicoba di laboratorium akademik jurusan periklanan, yang belum pernah dipraktekkan agency-agency atau media specialist. Saya takut industri ini akan mati pelan-pelan dalam zona kenyamanan. Mungkin lebih baik dimasukkan UGD untuk tindakan segera.

Saya sih tidak berharap industri ini jadi gegap gempita kayak dunia politik atau ekonomi lainnya. saya hanya ingin industri ini menjadi sumber inspirasi, membawa pencerahan, membawa nilai-nilai baru. Atau, saya memang sudah seharusnya berhenti berharap: untuk bekerja lebih keras membuka hutan belantara.

Btw, special thanx buat Mas Iwan (dan Mas Faisal) untuk bukunya 'whatever you think, think the opposite'nya Paul Arden: keren banget buat recharge the way of creative tinking..

And may the creative revolution begins...

Saturday, December 9, 2006

Giving to God


When you have more money than all your needs to live, it's better to share it with others like what Warren Buffet does. But when you have less money to stay alive, I suggest you to share it with others too. If you don't have anything at all, just don't stop giving.
It's not about how much money you have, it's not about how rich you are...
It's about saving your live by saving others. It's about caring others than ours. It's about togetherness. Something you will need most, in the end or your live...
(illustrations from www.businessweek.com)

Sunday, November 26, 2006

Getting Closer

Thank God, finally we've got here. But, can we go further? We'll try hard to be there, with Your help...

Sunday, November 19, 2006

Inviting Destiny to Come



Saya tidak pernah tahu bahwa Agency of The Year Citra Pariwara biasanya disabet agency multinasional. Saya tidak tahu bahwa sepanjang sejarahnya, Agency of The Year selalu berasal dari Jakarta. Saya tidak tahu bahwa untuk jadi Agency of The Year, mesti harus dapat award dulu minimal bronze. Saya tidak tahu bahwa entry Citra Pariwara akan makin mahal tahun depan. Saya tidak tahu bahwa agency multinasional menyiapkan puluhan bahkan ratusan juta rupiah untuk setiap award apalagi untuk penghargaan Agency of The Year. Saya tidak tahu bahwa bagi beberapa orang, mungkin postingan ini akan ditertawakan.

Jikapun saya tahu itu semua, saya tidak akan peduli. Saya hanya percaya bahwa Tuhan ada, makanya keajaiban juga pasti ada. Saya juga percaya keajaiban tidak datang gratisan hanya dengan memposting tulisan ini. Keajaiban harus diundang dengan keyakinan, komitmen, kerja ekstra keras dan tidak putus berdoa.

Saya beruntung tidak mempunyai anggota tim yang pesimis. Saya beruntung berada di agency bukan multinasional. Saya beruntung karena cari order susah, kita jadi terbiasa kerja sampai hampir pingsan. Saya beruntung bahwa sampai usia setua ini, saya masih tidak paham bahwa cita-cita haruslah realistis.

Saya masih percaya seperti kanak-kanak yang percaya bakal bisa mendapatkan apapun dari orang tuanya. Saya percaya bahwa Tuhan percaya perkataan ini sangat serius. Janji saya - yang sedang Anda baca - ini: sangat sangat serius.

Jadi bersiaplah untuk terkejut di Citra Pariwara 2007 besok. Paling tidak, saya sudah memperingatkannya di awal.

Saturday, November 18, 2006

Fight! Fight! Fight!

Time's running out! Where do you wannna go? No turning back, no options, no escape. Just face it, the destiny you mean to be. The unstoppable, the most favorite word you wanna hear. It cost much, risk much. Your live in danger. God, you hear me? I fall in love with danger. Get near to death and fight 'till You beat me someday... But not today!

Sunday, October 22, 2006

Mengapa Harus Ikut Lebaran?

Pertanyaan aneh ini muncul tiba-tiba saat terjebak kemacetan jalan di jantung kota Jogja di malam takbiran. Mengapa? Apakah jika kita tidak ikut merayakan lebaran akan dianggap berdosa? Apakah jika kita memilih menyepi dan sendiri: orang akan menganggap kita aneh?

Padahal jika dilihat hukumnya, sholat Ied itu sunnah muakkad. Begitu juga lebaran. Bukan wajib seperti sholat lima waktu atau puasa Ramadhan. So? Mungkin saya sedang mengalami kejemuan atas ritual lebaran yang itu-itu saja: salaman, makan bareng lalu berkunjung ke saudara dan tetangga. Begituuuu terussss, diulang-ulang setiap tahun.

Lalu sms menjelang lebaran, puluhan yang masuk ke hp saya masih saya diamkan belum terjawab. Saya merasa terbelenggu dengan tradisi ini. Saya tahu jika sms ini tidak dibalas, teman-teman akan menganggap saya sombong dan tidak menyambung silaturrahmi.. Tapi pikiran saya malah melambung jauh: berapa milyar keuntungan operator seluler karena tradisi ini? Kenapa kita malah menyumbang mereka yang sudah sangat-sangat kaya? Jika satu orang mengirim 30 sms @ Rp 300,- maka biayanya Rp 9.000,- Jika jumlah pengirim sms ada sekitar 20 juta orang (estimasi minimal), maka biaya totalnya 180 milyar rupiah. Tolong bayangkan jika nilai rupiah segitu disumbangkan fakir miskin. Saya tak habis pikir...

Saya hanya ingin menikmati kembali ruh Idul Fitri yang sejati. Saya belum tahu bentuknya seperti apa: saya masih terus mencari... Saya terus berfikir, berfikir, berfikir...

Semoga Tuhan menemani kesendirian saya...

Friday, October 20, 2006

Syukur yang Terdalam



Tak ada yang bisa saya sembunyikan dari momen seindah ini: bertemu di akhir Ramadhan dengan muka berbinar-binar saat semua pekerjaan dan tanggung jawab profesional menemukan titiknya yang paling pas: kerja keras itu terbayar tuntas di rumah makan Mang Engking, 20 Oktober 2006.

Bukan hembus nafas lapang yang keluar dari perut kekenyangan. Atau tawa riang seperti bebas dari himpitan. Atau senyum penuh arti bahwa kerja keras yang dilakukan sangat berarti. Bukan hanya itu. Rasa syukur itu melebihi semua yang pernah terfikirkan.

Jika Anda pernah menuntun motor Honda Tiger 3 kilometer karena ban kempes atau kehabisan bensin, maka naik Honda Pitung yang kecepatan maksimalnya 30 km/jam adalah anugerah luar biasa. Jika Anda pernah sulit makan karena tak pegang uang di tangan, maka sebungkus nasi kucing lima ratus rupiah tanpa lauk akan jadi santapan yang luar biasa nikmatnya.

Kebahagiaan sering datang tanpa alasan. Dan dalam hal-hal yang paling sederhana. Bukan yang muluk-muluk, bukan yang berlebihan. Dan malam ini, kesederhanaan menemukan bentuknya yang sempurna. Dalam acara buka puasa yang biasa-biasa saja, dalam sambutan yang biasa-biasa saja. Dalam gurauan yang seperi biasanya.

Kadang logika untung rugi tak bisa masuk dalam logika rasa syukur. Untuk keluar dari kesulitan, kita harus memudahkan orang lain. Untuk keluar dari lubang kemiskinan, kita harus rajin sedekah. Agar bebas dari hutang, kita harus berhenti berhutang terlebih dahulu. Agar bisnis kita untung dalam jangka panjang, kita harus mengurangi keuntungan jangka pendek. Dalam ketidaksempurnaan, kita justru saling membutuhkan.

Ketika semua itu dilandasi kejujuran dan syukur yang terdalam: maka hadirlah keajaiban Tuhan. Keindahan tak terbayangkan yang tumbuh diam-diam di dasar hati, yang tak mudah lekang oleh waktu...

Selamat beristirahat, teman-teman superku. Selamat menyatukan lagi jiwa dan raga yang tercerai berai ketika dipacu menyelesaikan tumpukan kerjaan yang menggunung di bulan suci ini. Terima kasih saja tak pernah cukup. Semoga kita masih diberi kesempatan menciptakan beberapa rekor baru lagi: kita yang tak pernah puas jadi golongan manusia sedang-sedang saja.

Kerja memang belum selesai, tapi justru itu kita perlu istirahat sejenak.. Untuk melipatgandakan kekuatan saat musim perang tiba. Jika kita hanya melakukan hal-hal yang terbaik, pada akhirnya kita takkan jadi apapun kecuali yang terbaik. Hukum Tuhan yang mengatur semua itu. Tuhan 'nampak'nya tak ikut campur dalam baik buruknya nasib kita, tapi saya percaya Tuhan tak pernah tidur. Dan malaikat-Nya tak berhenti mencatat...

Saturday, October 14, 2006

John Terry Jadi Kiper?



Sebuah tragedi menimpa Chelsea dalam clash-nya melawan Reading kemarin, menyangkut dua kipernya. Yang pertama, Petr Cech yang dilarikan ke rumah sakit setelah mukanya dihantam kaki Stephen Hunt pada detik ke-16. Cech diganti kiper kedua: Carlo Cudicini. Malangnya, pada injury time Cudicini bertabrakan dengan Ibrahim Sonko dan ditandu keluar.

Apa boleh buat, karena waktu yang tinggal sedikit: John Terrypun akhirnya jadi kiper Chelsea, bukannya Henrique Hilario sebagai kiper ketiga. Pasti akan jadi pengalaman aneh yang menyedihkan buat Chelsea, terlebih buat Terry..

Pict source: www.chelseafc.com

Friday, October 13, 2006

Back to Basic



Ini desain pertama saya saat awal kuliah di Fakultas Pertanian UGM, 1993 dulu. Rencananya mau bikin kartu nama dengan ilustrasi silhuet. Karena di tahun itu belum kenal komputer, maka silhuet didapatkan dengan memfotokopi foto hitam putih berulang-ulang.

Trus, saya juga bikin logo sederhana dengan hand drawing berbunyi ART design: mungkin ini coincidence yang telah dirancang Tuhan sejak dulu dan ketika saya pindah kuliah ke ISI tahun 1994 itu memang kembali ke jalan yang benar menurut Tuhan. Bukannya nyasar.

Sungguh menyenangkan bisa kembali ke masa lalu walau sebentar. Bisa bercermin pada hal-hal lucu dan cerita-cerita yang bersambung dalam rentang waktu yang telah kita lalui. Setelah saya perhatikan lagi desain saya itu: mmmm... terlihat tidak begitu jelas maksudnya alias masih visual only. Tapi secara grafis sih nggak begitu buruk. Atau malah buruk menurut Anda? Yah, suka-suka Andalah jika punya waktu menilainya. He he he :)

Nah, setelah agak reda gelombang panas di otak ini: sekarang kerja lagi! Beberapa hari ini saya dan tim kreatif sedang dihajar siang malam buat prepare launching-nya starOne Jogja Jateng.

Demi THR, apa boleh buat ;)

Quote of The Week

Menjadi diri sendiri itu resikonya besar tapi ongkosnya kecil
Menjadi orang lain itu resikonya kecil tapi ongkosnya besar

- anonim -

Wednesday, October 11, 2006

Surat Ahmadinejad Kepada George W. Bush



Tuan Presiden....

Data-data sejarah menunjukkan bahwa pemerintahan yang berada dalam jalur kezaliman tidak pernah bertahan lama. Tuhan tidak menyerahkan nasib manusia di tangan penguasa zalim. Tuhan tidak membiarkan dunia dan manusia begitu saja. Bukankah sudah banyak kejadian yang bertolak belakang dengan rencana-rencana para penguasa. Kejadian-kejadian sejarah menunjukkan bahwa ada kekuatan misterius di atas segalanya di balik semua ini yang mengatur semua hal.

Tuan George. W. Bush Presiden Amerika Serikat...

Dalam beberapa waktu saya sempat berpikir, bagaimana bisa kontradiksi yang tidak dapat diingkari dalam kancah dunia internasional ini, di mana masyarakat dan pada khususnya di kalangan politik dan mahasiswa, dapat dibenarkan. Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan tentang hal ini yang tak terjawab. Karena itu saya kemudian memutuskan agar sebagian dari kontradiksi dan pertanyaan-pertanyaan itu bisa saya tanyakan. Mungkin akan ada kesempatan untuk membenarkan masalah tersebut.

Apakah bisa; pengikut Nabi Isa A.S. sebagai salah satu Nabi besar ilahi dapat berpegang teguh dengan hak-hak asasi manusia dengan menjadikan Liberalisme sebagai model peradaban dengan memperluas persenjataan nuklir dan pembunuhan massal untuk menunjukkan ketidaksetujuannya dan menjadikan peperangan melawan terorisme sebagai slogannya?


Pada akhirnya, untuk membentuk masyarakat yang satu dan universal tetap harus diusahakan. Sebuah masyarakat yang akan diperintah oleh Nabi Isa A.S . dan orang-orang baik di muka bumi.
Namun pada saat yang sama, negara-negara diserang. Jiwa, kehormatan, keberadaan orang-orang dan nilai-nilai kemudian runtuh. Sebagai contoh, hanya dikarenakan adanya sebuah kemungkinan keberadaan beberapa orang pelaku kriminal di sebuah desa, kota atau bersama sebuah iring-iringan, seluruh desa, kota dan iring-iringan harus dibabat habis.

Atau dengan kemungkinan keberadaan senjata pemusnah massal di sebuah negeri lalu negeri tersebut dikuasai? Sekitar ratusan ribu masyarakat negara itu harus tewas. Sumber-sumber air, pertanian dan industri rusak dan sekitar 180.000 pasukan militer tinggal di sana.

Kehormatan yang dimiliki oleh rumah-rumah masyarakat telah dihancurkan dan mungkin sekitar lebih dari 50 tahun sebuah negara menjadi terkebelakang.. Dengan anggaran belanja seperti apa? Dengan menghabiskan miliaran dolar dari harta kekayaan sebuah negara dan sebagian negara yang lain atau dengan mengirimkan puluhan ribu pemuda sebagai pasukan penyerang. Meletakkan mereka di tempat pembunuhan serta menjauhkan mereka dari keluarganya, mengotori tangan mereka dengan darah orang lain, menekan jiwa mereka sehingga setiap hari sejumlah dari mereka melakukan tindakan bunuh diri.. Ketika mereka kembali ke negara mereka masing-masing tersiksa dan tertekan di sertai dengan penyakit yang beragam. Sebagian lainnya telah terbunuh dan jenazah mereka telah diterima oleh keluarga mereka.Hanya dengan alasan adanya senjata pemusnah massal, sebuah tragedi besar telah tercipta baik untuk masyarakat yang negaranya dijajah atau penjajah. Sementara pada akhirnya jelas bahwa senjata pemusnah massal tidak pernah ada.

Namun tetap saja bahwa Saddam Husein adalah seorang diktator dan pembunuh. Namun tujuan peperangan yang dilakukan bukan untuk menumbangkannya tapi usaha untuk menemukan senjata pembunuh massal yang sudah diumumkan sebelumnya. Saddam dalam rangkaian ini telah tumbang. Masyarakat sekitarnya merasa senang dengan tumbangnya Saddam. Pada peperangan yang dipaksakan kepada Iran, Saddam di bantu dan dibela oleh Barat.

Tuan Presiden...

Mungkin Anda telah tahu bahwa saya hanya seorang dosen. Mahasiswa saya sering mempertanyakan bagaimana aksi-aksi yang ada ini disesuaikan dengan nilai-nilai yang telah disampaikan di awal surat saya dengan agama Nabi Isa A.S. seorang Nabi perdamaian dan kasih sayang?

Mereka yang tertuduh dan dipenjara Guantanamo yang tidak bakal diadili secara adil, tidak memiliki akses untuk mendapat pembelaan dari seorang pengacara. Keluarga mereka tidak diperkenankan untuk melihat mereka dan di luar dari negaranya sendiri diisolir sementara tidak ada pengawasan internasional untuk mereka. Tidak jelas posisi mereka; apakah mereka adalah dipenjara, tawanan perang, tertuduh ataukah orang-orang yang telah dihukum?

Para pengawas Uni Eropa mengakui adanya penjara-penjara misterius di Eropa.Saya tidak dapat menerima penculikan dan penahanan orang-orang di penjara-penjara misterius itu tanpa adanya sebuah sistem peradilan yang berlaku di dunia. Dan saya tidak pernah mengerti bagaimana aksi-aksi yang telah dilakukan sesuai dengan nilai-nilai yang telah saya sebutkan di atas. Dengan ajaran-ajaran Nabi Isa A.S. ataukah hak-hak asasi manusia ataukah dengan nilai-nilai Liberalisme?

Para pemuda, mahasiswa dan masyarakat banyak mempertanyakan tentang fenomena bernama Israel. Pasti sebagian dari pertanyaan-pertanyaan itu telah Anda dengar. Dalam sejarah tercatat banyak negara yang telah dijajah. Namun salah satu fenomena kontemporer masa kita adalah sebuah pembentukan negara baru dengan masyarakat yang baru pula.

Para mahasiswa berkata, 60 tahun yang lalu tidak pernah ada negara dengan nama ini. Dokumen-dokumen dan peta geografi dunia yang lama ditunjukkan oleh mereka sambil berkata, kami telah berusaha sedemikian rupa mencarinya namun kami tidak menemukan sebuah negara yang bernama Israel.

Saya terpaksa menuntun mereka agar mempelajari lagi tentang perang dunia pertama dan kedua. Sekali waktu seorang mahasiswa berkata, pada perang dunia kedua puluhan juta manusia tewas. Berita-berita perang dengan cepat disebarkan dari kedua belah pihak yang berperang. Masing-masing memberitakan kemenangannya dan kekalahan lawan. Setelah perang dunia kedua selesai mereka mengklaim bahwa ada enam juta orang Yahudi tewas. Enam juta orang yang sekurang-kurangnya dari dua juta kepala keluarga.

Kita andaikan saja bahwa berita ini benar. Apakah kesimpulan logisnya adalah pembentukan sebuah negara Israel di kawasan Timur Tengah dan atau membela mereka habis-habisan? Bagaimana menganalisa dan menginterpretasikan fenomena semacam ini?

Tuan Presiden...

Anda pasti telah mengetahui dengan anggaran belanja dan pesan-pesan yang seperti apa sehingga Israel terbentuk; dengan terbantainya ribuan jiwa, dengan mengungsikan jutaan jiwa penduduk asli kawasan, dengan penghancuran ratusan ribu hektar sawah, kebun zaitun dan penghancuran kota-kota dan tanah-tanah subur.

Tragedi ini tidak hanya terbatas pada masa pembentukan saja. Sangat disayangkan selama 60 tahun hal ini berjalan dan akan terus berlanjut.

Rezim yang dibentuk ini bahkan tidak memiliki rasa belas kasihan terhadap anak-anak. Rumah-rumah dihancurkan, rencana teror tokoh-tokoh Palestina dengan terlebih dahulu mengumumkannya serta memenjarakan ribuan orang-orang Palestina. Fenomena ini pada abad-abad terakhir bila tidak dikatakan sulit dicari tandingannya maka tentunya tidak ada bandingannya.

Pertanyaan besar lainnya dari kebanyakan masyarakat adalah ini. Mengapa rezim yang seperti ini masih harus dibela?

Apakah pembelaan rezim yang semacam ini merupakan salah satu ajaran Nabi Isa A.S. atau sesuai dengan nilai-nilai Liberalisme?

Dan apakah memberikan hak untuk menentukan nasib sendiri di tanah Palestina kepada pemilik aslinya baik yang tinggal di Palestina maupun di luar dan baik mereka itu Islam, Yahudi dan atau Kristen, bertentangan dengan demokrasi, hak-hak asasi manusia dan ajaran-ajaran para Nabi?

Bila tidak bertentangan mengapa usulan referendum tidak pernah disetujui? Akhirnya dengan pilihan rakyat Palestina telah terbentuk pemerintahan di tanah Palestina. Semua pengawas yang tidak memihak mengukuhkan bahwapemerintah terpilih dipilih oleh rakyat. Dengan tanpa disangka pemerintah terpilih ditekan sedemikian rupa agar menerima negara bernama Israel dan tidak lagi meneruskan perjuangan serta melanjutkan program pemerintah sebelumnya.


Seandainya pemerintah terpilih saat ini sejak awal mengumumkan kebijakannya seperti yang diinginkan, apakah masyarakat Palestina akan memilih mereka? Apakah sikap yang semacam ini di hadapan pemerintah Palestina sesuai dengan nilai-nilai di atas? Demikian pula masyarakat bertanya-tanya, mengapa resolusi PBB yang telah diputuskan di dewan keamanan PBB terhadap Israel selalu diveto?

Tuan Presiden...

Anda mengetahui bahwa saya hidup bersama rakyat dan punya hubungan dengan mereka. Kebanyakan dari masyarakat Timur Tengah, yang dengan berbagai bentuk, melakukan hubungan dengan saya. Mereka melihat kebijakan ganda yang ada ini tidak sesuai dengan logika apapun. Bukti-bukti menunjukkan bagaimana kebanyakan masyarakat di kawasan dari hari ke hari semakin marah dengan kebijakan yang dilakukan.Saya tidak bermaksud untuk menyampaikan banyak pertanyaan, namun saya ingin menunjukkan beberapa poin yang lain.

Mengapa setiap kemajuan keilmuan dan teknologi di kawasan Timur Tengah dianggap dan dipromosikan sebagai ancaman terhadap rezim Israel? Apakah usaha ilmiah dan penelitian bukan merupakan hak-hak dasar masyarakat?

Kemungkinan Anda memiliki pengetahuan tentang sejarah. Selain abad pertengahan pada bagian mana dari sejarah dan di mana, kemajuan ilmu dan teknologi dianggap sebagai sebuah kejahatan? Apakah dengan mengandaikan kemungkinan dipakainya ilmu dan teknologi untuk maksud-maksud militer dapat menjadi alasan untuk menentang ilmu dan teknologi? Bila kesimpulan yang demikian adalah benar, maka seluruh ilmu harus ditentang bahkan fisika, kimia, matematika, kedokteran, arsitektur dan lain-lain.

Dalam masalah Irak telah terjadi kebohongan. Hasilnya apa? Saya tidak ragu bahwa semua manusia meyakini bahwa kebohongan adalah hal yang tidak terpuji. Anda sendiri tidak akan senang bila orang lain berdusta terhadap Anda.

Tuan Presiden...

Apakah masyarakat di Amerika Latin memiliki hak untuk mempertanyakan mengapa selalu ada usaha untuk tidak menyetujui pemerintahan terpilih dari rakyat dan pada saat yang sama adanya pembelaan bagi mereka yang ingin melakukan kudeta terhadap pemerintahan terpilih. Mengapa ancaman selalu diarahkan kepada mereka?Masyarakat Afrika adalah masyarakat yang punya etos kerja, kreatif dan memiliki potensi. Mereka dapat berperan penting dalam menjamin kebutuhan dan kemajuan materi dan maknawi masyarakat dunia. Kemiskinan dan kepapaan di sebagian besar Afrika menjadi kendala terbesar untuk dapat memainkan peran penting tersebut.
Apakah mereka berhak untuk mempertanyakan, mengapa kekayaan luar biasa dan barang tambang mereka dijarah padahal mereka lebih membutuhkan dari orang lain? Apakah aksi-aksi semacam ini sesuai dengan ajaran Nabi Isa dan hak-hak asasi manusia?

Masyarakat Iran yang berani dan beriman juga memiliki banyak pertanyaan.. Salah satunya; Kudeta 28 Murdad terhadap pemerintahan waktu itu pada lima puluh dua tahun yang lalu, berhadap-hadapan dengan revolusi Islam dan menjadikan kedutaan Amerika menjadi markas besar, dengan memiliki ribuan dokumen, yang membela mereka yang tidak setuju dengan Republik Islam, melindungi Saddam Husein dalam perang terhadap Iran, penembakan pesawat penumpang Iran, menyandera harta masyarakat Iran, ancaman-ancaman yang semakin meningkat dengan menunjukkan ketidaksetujuan serta kemarahan atas kemajuan ilmu dan teknologi serta nuklir masyarakat Iran, padahal semua orang Iran gembira dengan kemajuan negara mereka dan mengadakan acara untuk keberhasilan mereka. Masih banyak lagi pertanyaan yang semacam ini dan untuk menjelaskannya di surat ini tidak saya cantumkan.

Tuan Presiden...

Peristiwa 11 September benar-benar merupakan peristiwa yang mengerikan. Pembunuhan terhadap orang-orang tak berdosa di bagian mana saja dari dunia ini selalu menyakitkan dan sangat disayangkan. Pemerintah kami pada waktu itu mengumumkan rasa kebencian terhadap pelaku kejadian dan sekaligus mengucapkan belasungkawa kepada mereka yang ditinggalkan.Semua negara memiliki kewajiban untuk melindungi jiwa, harta dan kehormatan rakyatnya. Seperti yang dikatakan bahwa negara Anda memiliki sistem keamanan, penjagaan dan informasi yang luas dan canggih. Bahkan para penentang yang berada di luar negeri pun diburu. Operasi 11 September bukan operasi yang mudah. Apakah konsep dan pelaksanaan operasi tersebut dapat bekerja tanpa kerja sama dengan sistem informasi dan keamanan dan atau pengaruh yang luas di sana dapat terjadi? Tentunya ini hanya sebuah kemungkinan dari orang-orang yang berpikiran logis.

Mengapa sisi-sisi lain dari kejadian ini tetap misterius? Mengapa tidak ada penjelasan resmi bahwa siapa yang bertanggung jawab atas kelalaian ini? Dan mengapa para pelaku dan mereka yang lalai tidak diumumkan dan dihukum?

Tuan Presiden...

Salah satu kewajiban pemerintah adalah mewujudkan keamanan dan ketenangan kepada rakyatnya. Masyarakat negara Anda dan negara-negara tetangga poros krisis dunia selama bertahun-tahun tidak lagi merasakan keamanan dan ketenangan.Setelah peristiwa 11 September bukannya meredam jiwa dan menenangkan mereka yang terkena musibah. Masyarakat Amerika adalah yang paling menderita akibat kejadian tersebut sementara sebagian dari media Barat malah membesar-besarkan kondisi tidak aman dan senantiasa mengabarkan adanya kemungkinan serangan teroris dan mereka sengaja menjaga agar masyarakat senantiasa dalam kondisi takut dan khawatir. Apakah ini namanya melayani rakyat Amerika? Apakah kerugian yang berasal dari ketakutan dan kekhawatiran dapat dihitung?

Coba gambarkan! Rakyat Amerika merasa bakal ada serangan. Di jalanan, tempat kerja dan di rumah mereka merasa tidak aman. Siapa yang dapat menerima kondisi seperti ini? Mengapa media bukannya memberitakan hal-hal yang dapat menenangkan dan memberikan keamanan malah mengabarkan ketidakamanan?

Sebagian berkeyakinan bahwa iklan besar-besaran ini sebagai fondasi dan alasan untuk menyerang Afghanistan. Bila sudah begini kiranya baik bila saya berikan sedikit petunjuk terkait dengan media.

Dalam prinsip dasar media, penyampaian informasi yang benar dan menjaga amanat dalam menyebarkan berita adalah dasar yang manusiawi dan diterima. Saya merasa perlu untuk mengucapkan dan mengumumkan rasa penyesalan yang dalam atas ketiadaan rasa tanggung jawab sebagian media Barat dengan kewajiban ini. Alasan asli agresi ke Irak adalah adanya senjata pemusnah massal. Tema ini diulang-ulang sedemikian rupa sehingga masyarakat percaya dan menjadi dasar untuk menyerang Irak.Apakah kebenaran tidak akan hilang pada situasi yang dibuat-buat dan berisi kebohongan?Apakah hilangnya sebuah kebenaran sesuai dengan tolok ukur yang telah dijelaskan sebelumnya?Apakah kebenaran juga akan hilang di sisi Tuhan?

Tuan Presiden...

Di semua negara masyarakatlah yang menanggung anggaran belanja negaranya sehingga pemerintah dapat melayani mereka. Pertanyaannya di sini, dengan anggaran tahunan ratusan miliar dolar pengiriman pasukan ke Irak apa yang didapat oleh masyarakat?

Anda sendiri mengetahui bahwa di sebagian negara bagian Amerika masyarakat hidup dalam kemiskinan. Ribuan orang tidak memiliki rumah. Pengangguran adalah masalah besar dan masalah ini kurang lebih terjadi juga di negara-negara lain. Apakah dalam kondisi yang seperti ini pengiriman sejumlah besar pasukan dan itu pun dengan anggaran luar biasa dari masyarakat dapat dibenarkan dan sesuai dengan dasar-dasar yang telah disebutkan sebelumnya?

Tuan Presiden...

Apa yang sudah disebutkan adalah sebagian dari penderitaan masyarakat dunia; kawasan kami dan masyarakat Anda. Namun maksud asli saya yang setidak-tidaknya akan Anda benarkan sebagai berikut: Para penguasa memiliki masa tertentu dan tidak selamanya berkuasa. Namun nama mereka akan diingat dan tertulis dalam sejarah. Dan di masa depan, dekat atau jauh, senantiasa dinilai. Masyarakat akan berkata, dalam periode kita ini apa yang telah terjadi.

Apakah untuk masyarakat kita menyiapkan keamanan dan kesejahteraan atau ketidakamanan dan pengangguran.

Apakah kita hendak mengukuhkan keadilan ataukah hanya kelompok khusus yang ingin kita lindungi. Itu pun dengan harga kemiskinan dan kepapaan sebagian besar masyarakat dunia. Apakah kita akan memilih untuk mengutamakan sekelompok kaum minoritas dengan segala kekayaan dan pangkat dan kerelaan mereka ketimbang kerelaan Tuhan?


Apakah kita telah membela hak-hak masyarakat dan kaum miskin ataukah kita tidak memandang sedikit pun kepada mereka.

Apakah kita membela hak-hak manusia di seluruh dunia ataukah dengan memaksakan perang dan ikut campur secara ilegal terhadap urusan sebuah negara dan dengan mengadakan sel-sel yang menakutkan memenjarakan sebagian orang di sana?

Apakah kita telah berbuat untuk terwujudnya perdamaian dunia ataukah kita menyebarkan ancaman dan kekerasan di seluruh dunia?

Apakah kita telah berbicara dengan jujur kepada rakyat kita dan masyarakat dunia ataukah kita malah menunjukkan kebenaran yang telah diputarbalikkan.

Apakah kita termasuk pembela masyarakat ataukah pembela para penjajah dan penzalim?


Apakah dalam pemerintahan kita, logika, akal, moral, perdamaian, mengamalkan perjanjian, menyebarkan keadilan, melayani masyarakat, kesejahteraan dan kemajuan dan menjaga kehormatan manusia lebih dipentingkan ataukah kekuatan persenjataan, ancaman, tidak adanya keamanan, tidak adanya perhatian kepada masyarakat, menahan lajunya kemajuan masyarakat dunia dan merusak hak-hak manusia?Pada akhirnya mereka akan berkata, apakah kita masih setia dengan sumpah yang kita ucapkan dalam rangka melayani masyarakat dan perjanjian asli kita dan ajaran-ajaran para Nabi ataukah tidak?

Tuan Presiden...

Sampai kapan dunia akan menanggung beban berat ini? Dengan proses yang semacam ini dunia akan menuju kemana?

Sampai kapan masyarakat dunia harus menanggung beban keputusan-keputusan tidak benar dari para penguasa?

Sampai kapan cakrawala ketakutan harus dihadapkan kepada masyarakat dunia akibat ditimbunnya senjata pemusnah massal?

Sampai kapan darah anak-anak, para wanita dan laki-laki harus mengalirdi atas batu-batu jalanan dan rumah-rumah mereka harus dihancurkan?

Apakah Anda rela dengan kondisi dunia sekarang ini?

Apakah Anda berpikir bahwa kebijakan yang telah ada ini dapat berlangsung terus?

Bila saja ratusan miliar dolar yang dipakai untuk membiayai keamanan, pertahanan, pengiriman pasukan dialokasikan sebagai modal dan bantuan bagi negara-negara miskin, pengembangan kebersihan, berperang melawan berbagai macam penyakit, penghijauan dan pengentasan kemiskinan dan keterbatasan, menggalang perdamaian, menghilangkan perselisihan antar negara-negara, menghilangkan peperangan kabilah dan ras dan lain-lain. Dapat dibayangkan bagaimana dunia sekarang? Dan apakah pemerintahan dan rakyat Anda tidak merasa bangga dengan ini?Apakah posisi politik dan ekonomi pemerintahan dan rakyat Anda tidak akan semakin kokoh?

Dengan mengucapkan rasa penyesalan penuh, saya harus mengucapkan apakah ada kenaikan tingkat kebencian masyarakat dunia terhadap pemerintah Amerika?

Tuan Presiden, saya tidak bermaksud untuk melukai perasaan seorang pun.

Apakah bila hari ini Nabi Ibrahim, Ishaq, Ya'qub, Ismail, Yusuf dan atau Nabi Isa A.S. hadir di dunia ini dan dengan melihat perilaku yang semacam ini apa kata mereka? Apakah dunia yang dijanjikan, dunia yang diliputi oleh keadilan dengan kehadiran Nabi Isa A.S. akan memberikan kita peran? Apakah mereka akan menerima kita?

Pertanyaan kunci saya di sini; Apakah jalan yang lebih baik dalam pergaulan dengan masyarakat dunia tidak ada lagi?

Hari ini di dunia ada ratusan juta orang Kristen, ratusan juta orang Islam dan jutaan lagi orang pengikut Nabi Musa A.S. Semua agama ilahi dalam satu kalimat bersatu dan itu adalah kalimat tauhid, yaitu keyakinan akan Tuhan Yang Esa dan selain Dia tidak ada Tuhan di dunia ini.
Al-Quran al-Karim menegaskan akan kalimat yang satu ini dan ia memanggil semua pengikut agama ilahi dengan kalimat ini. Allah berfirman: "Katakanlah "Hai Ahli Kitab, marilah kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain dari pada Allah." (Ali Imran: 64)

Tuan Presiden...

Berdasarkan firman ilahi kita semua diajak untuk menyembah Allah Yang Esa dan mengikuti utusan-utusan ilahi.

"Penyembahan kepada Tuhan Yang Esa yang Maha kuasa dan berkuasa atas segala sesuatu", Allah Yang Maha Mengetahui hal-hal yang tersembunyi dan tampak, dahulu dan akan datang dan Ia mengetahui apa yang terlintas di benak hamba-Nya dan Ia mencatat amalan mereka", "Tuhan Sang pemilik langit dan bumi dan semua alam di bawah kekuasaan-Nya", "Pengaturan seluruh alam di tangan-Nya dan Ia memberikan janji untuk mengampuni dosa-dosa hamba-Nya", Ia penolong mereka yang terzalimi dan musuh mereka yang menzalimi", Dia Maha Pengasih dan Penyayang", "Ia penolong kaum mukminin dan Ia menuntun mereka dari kegelapan kepada keterang-benderangan", "Ia mengawasi perbuatan hamba-hamba-Nya", " Ia menyerukan hamba-Nya untuk beriman dan berbuat baik dan menginginkan agar mereka berbuat berdasarkan kebenaran dan untuk tetap istiqamah dalam kebenaran", " Allah menyerukan agar hamba-hamba-Nya untuk menaati utusan-Nya dan Ia sebagai saksi dan pengawas perbuatan hamba-hamba-Nya",

"Puncak keburukan terkait dengan orang-orang yang menginginkan kehidupan yang terbatas di dunia ini dan tidak mengikuti perintah-Nya dan menzalimi hamba-hamba Allah", "Puncak kebaikan dan surga yang kekal hanya akan diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang bertakwa di hadapan keagungan ilahi dan tidak mengikuti hawa nafsunya".

Kami yakin bahwa kembali kepada ajaran-ajaran para Nabi adalah satu-satunya jalur kebahagiaan dan kesuksesan. Saya mendengar bahwa Anda adalah seorang penganut Kristen dan percaya akan janji ilahi akan adanya pemerintahan orang-orang baik di muka bumi.

Kami juga percaya bahwa Nabi Isa A.S. adalah salah satu Nabi besar ilahi. Dalam al-Quran Nabi Isa mendapat penghormatan yang luar biasa dan ini adalah ucapan Nabi Isa A.S. yang dinukil oleh al-Quran: "Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus." (Maryam: 36)

Penghambaan dan ketaatan kepada Allah adalah seruan semua para Nabi. Tuhan seluruh masyarakat di Eropa, Afrika, Amerika, dan negara-negara kepulauan, seluruh dunia hanya satu Tuhan dan itu adalah Tuhan yang memberikan hidayah dan menginginkan kemuliaan bagi semua hamba-hamba-Nya dan memberikan kehormatan kepada umat manusia.

Dan dalam firman Allah: "Allah Yang Maha Mengetahui dan Tinggi mengutus para Nabi disertai dengan tanda-tanda yang jelas dan mukjizat untuk memberi petunjuk kepada manusia. Pengutusan itu agar mereka menunjukkan tanda-tanda kebesaran ilahi kepada manusia. Dengan begitu manusia dapat disucikan dari dosa. Allah mengirimkan kitab dan mizan agar manusia dapat menegakkan keadilan dan dapat meninggalkan orang-orang yang berbuat zalim".
Seluruh ayat-ayat dengan bentuk yang mirip ada di kitab suci.Para Nabi dan utusan ilahi memberikan janji: Suatu hari nanti semua manusia akan dibangkitkan di hadapan Allah untuk diperhitungkan amal perbuatannya. Mereka yang berbuat baik akan diantarkan ke surga. Dan mereka yang berbuat buruk akan menanggung perbuatannya dengan menerima siksa ilahi. Saya berpikir bahwa kita berdua sama meyakini akan hari itu.

Tentunya perhitungan para penguasa tidak akan ringan. Hal itu karena harus menjawab kepada masyarakat dan semua orang atas setiap perbuatan kita yang ada hubungannya dan memiliki dampak dalam kehidupan mereka.

Para Nabi menginginkan perdamaian, ketenangan berdasarkan prinsip-prinsip penyembahan kepada Allah, menjaga harkat dan martabat manusia bagi seluruh manusia.Bila kita semua meyakini tauhid dan penyembahan kepada Tuhan, keadilan, menjaga harkat dan martabat serta kemuliaan manusia dan hari akhir, apakah tidak bisa menyelesaikan problema dunia sekarang yang diakibatkan oleh kejauhan dari ketaatan kepada Allah dan ajaran-ajaran para Nabi, dengan prinsip itu dengan lebih baik dan indah?

Apakah keyakinan akan prinsip-prinsip ini tidak memperluas dan menjamin perdamaian, persaudaraan dan keadilan?

Apakah prinsip-prinsip itu bukan merupakan ajaran tertulis atau tidak tertulis mayoritas masyarakat dunia?

Apakah Anda tidak ingin mengiyakan seruan ini? Kembali secara hakiki kepada ajaran-ajaran para Nabi, kepada tauhid dan keadilan, kepada penjagaan terhadap harkat dan martabat manusia dan kepada ketaatan terhadap Tuhan dan utusan-utusan-NyaTuan Presiden...

Data-data sejarah menunjukkan bahwa pemerintahan yang berada dalam jalur kezaliman tidak pernah bertahan lama. Tuhan tidak menyerahkan nasib manusia di tangan penguasa zalim. Tuhan tidak membiarkan dunia dan manusia begitu saja. Bukankah sudah banyak kejadian yang bertolak belakang dengan rencana-rencana para penguasa. Kejadian-kejadian sejarah menunjukkan bahwa ada kekuatan misterius di atas segalanya di balik semua ini yang mengatur semua hal.

Tuan Presiden...

Apakah tanda-tanda perubahan di dunia kini dapat diingkari? Apakah keadaan dunia sekarang dengan sepuluh tahun yang lalu dapat dibandingkan. Perubahan terjadi begitu cepat dan dengan dimensi yang sangat luas.

Masyarakat dunia tidak rela dengan kondisi dunia kini. Mereka tidak percaya dengan janji-janji sebagian penguasa paling berpengaruh pun di dunia.

Sebagian besar masyarakat dunia merasa tidak aman. Mereka tidak setuju dengan berkembangnya kondisi ini begitu juga dengan perang. Mereka juga tidak setuju dengan kebijakan ganda.

Masyarakat dunia protes akan adanya jurang pemisah yang dalam antara mereka yang kaya dan miskin dan antara negara yang sejahtera dan miskin. Masyarakat semakin membenci kebejatan moral yang semakin meningkat.

Mayoritas masyarakat di negara-negara merasa tidak puas karena basis budaya mereka terancam dan institusi keluarga yang berantakan serta kasih sayang dan cinta kasih yang semakin luntur.

Masyarakat dunia mulai pesimis memandang PBB. Hal itu dikarenakan hak-hak mereka tidak dipertahankan.

Liberalisme dan Demokrasi Barat tidak mampu mendekatkan manusia kepada idealisme mereka. Liberalisme dan Demokrasi adalah dua kata pecundang. Para pemikir dan cendekiawan dunia dengan jelas mendengar suara runtuhnya pemikiran dan sistem Liberal-Demokrasi.
Hari ini perhatian masyarakat dunia semakin meningkat kepada sebuah fokus. Dan pusat itu adalah Tuhan Yang Esa. Dan tentunya masyarakat dengan tauhid dan berpegangan dengan ajaran-ajaran para Nabi akan dimenangkan atas masalah yang dihadapi.

Pertanyaan penting dan serius saya di sini: Apakah Anda tidak ingin menyertai mereka?

Tuan Presiden...

Mau tidak mau, dunia sedang mengarah pada penyembahan Allah dan keadilan dan kehendak Allah akan mengalahkan segala-galanya.

Keselamatan kepada mereka yang mengikuti petunjuk.

Mahmud Ahmadinejad
Presiden Republik Islam Iran
Teheran, 17-02-1384 / 07 Mei 2006


Image dari: http://www.president.ir/ahmadinejad/cronicnews/1385/02/19/image/A0189146.jpg

Welcome Mr. Blogger

Ada perasaan senang ketika Mas Eri sms bilang punya blog baru. Just info, sobat saya ini Ketua PPPI Pengda DIY dan Managing Director Medcom. Sebuah agency juga kayak Petakumpet. Meskipun awardnya gak sebanyak Petakumpet, tapi udah dapet silver Citra Pariwara yang Petakumpet belum punya, nah loo.. He he he ;) Posting ini adalah ucapan selamat datang di dunia blogger. Buat teman-teman yang mau maen untuk dapet creative & business wisdom ala Mas Eri silakan klik disini.

Thursday, October 5, 2006

To All My Beloved Guys at Petakumpet



The future belongs to those who believe in their beauty dreams
(FD. Rosevelt)

Mari bermimpi dan terus bekerja keras. Hidup ini akan terlalu membosankan jika diisi bangun pagi yang terpaksa karena harus masuk kerja setiap pagi, menjalankan tugas demi gaji semata lalu pulang kelelahan dan istirahat panjang di rumah saking capeknya. Lalu tidur dengan banyak pikiran karena merasa tertekan di tempat kerja. Besoknya berulang. Terus-menerus seumur hidup. Betapa celakanya!

Maka marilah bermimpi. Saya punya stok mimpi yang sangat banyak, saya merawatnya setiap hari. Yang benar-benar bermanfaat buat orang banyak akan saya coba bagikan ke teman-teman semua untuk kita wujudkan bersama-sama. Sementara yang ngawur dan tidak kontekstual silakan ditolak dan disampahkan.

Terima kasih atas perhatian dan kasih sayangnya yang tak pernah putus. Terima kasih untuk segala pengertian dan pengorbanan luar biasa yang tak mungkin bisa digantikan oleh apapun di dunia ini. Terima kasih untuk tetap berada dalam satu tim yang saling mendukung meskipun dalam kekurangan dan ketidaknyamanan. Terima kasih untuk tidak mementingkan diri sendiri dan menolak kejayaan pribadi sambil meninggalkan kebersamaan.


Semoga kita masih akan bersama-sama ketika jumlah kita tidak lagi puluhan orang seperti sekarang tapi mungkin lebih dari ratusan orang.

Jika Petakumpet makin maju dan jadi lebih besar, seharusnya teman-temanpun akan menjadi maju dan besar bersamanya. Jika tidak demikian, maka pasti ada yang salah dengan pengelolaan perusahaan ini.


Itu saatnya teman-teman berteriak untuk meluruskannya, mengkritik atau berdemo. Jika kelak di masa depan perusahaan ini terus dikelola oleh orang-orang jujur dan mencintai kemanusiaan, maka biaya protes dan demo itu akan ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan.

Dan tetaplah selalu tersenyum. Kerja belum selesai dan rintangan masih tegak menantang. Masih banyak sisa api yang perlu dipadamkan sampai rumah kebersamaan ini kembali nyaman untuk menghasilkan ide segar. Tetaplah menjaga nyala semangat dan optimisme itu supaya tidak mudah padam ketika ada angin meniup atau badai menerjang.


Semoga hidup kita di masa depan menjadi lebih indah dan lebih menarik dengan itu.

The Power of Visual Branding

Visual Branding: Gambaran Awal

Anda pernah mendengar tentang Wang Computer? Anda pernah dengar rokok Cap Gentong? Rokok Filtra? Next Computer? Word Star? Belum?

Kalau Nokia? Apple Computer? Bill Gates? Leonardo di Caprio? Nike? A Mild? Udah pernah dengar? Udah? Atau malah sering?

Strategi pengelolaan brand atau merk-lah yang akhirnya membuat sebuah brand bisa dikenal oleh audiensnya, bahkan oleh masyarakat umum jauh di ujung dunia. Proses brand buliding membutuhkan waktu yang cukup lama dan harus dikerjakan dengan sistematis dan kontinyu. Anda ingat siapa pemenang AFI 2? Atau pemenang Penghuni Terakhir 1?

Upaya untuk melakukan brand building dengan cara instant hanya akan menghasilkan output yang instant pula. Saya sendiri meyakini, bahwa proses brand bulding itu sewajarnya mengikuti hukum alam sehingga tidak dipaksakan. Jika Delon yang hanya Runner Up Indonesia Idol 1 saat ini lebih populer dibandingkan dengan Joy sebagai juaranya, itu membuktikan bahwa promosi yang luar biasa yang dilakukan RCTI saat kompetisi Indonesian Idol beberapa saat yang lalu memang terbatas hasilnya. Karena tidak kontinyu, sehingga tertutupi oleh Indonesian Idol 2. Belum acara-acara yang lainnya. Artinya, brand itu harus di-maintain seperti layaknya kita merawat tanaman atau hewan peliharaan kita. Tanpa perawatan, maka tanaman akan layu, kering dan akhirnya mati.

Pengertian

Jadi, apa yang dimaksud visual branding? Sebuah sumber dari InfoVis.net mengatakan bahwa visual branding adalah pengaruh yang diakibatkan oleh suatu bentuk visual untuk mendifferensiasikan brand. Differensiasi artinya membedakan brand tersebut dari brand kompetitor, sehingga dapat terlihat dan dirasakan menonjol dibanding yang lain dan paling diingat audiensnya (tingkat reminding-nya tinggi).

Adapun elemen-elemen terpenting sebuah visual branding terdiri atas:
- Brand (merk, logo) yang bisa berbentuk visual, susunan huruf atau keduanya
- Warna (produk, korporat)
- Komposisi semua elemen penyusunnya

Dan tiga hal tersebut biasanya lalu diimplementasikan dalam Brand Identity sebuah perusahaan atau sebuah produk, yang bisa kita lihat di media lini atas (above the line) maupun media lini bawah (below the line). Selanjutnya, kita bisa saksikan parade kampanyenya di iklan teve, iklan koran, liflet, brosur, billboard bahkan event-event off air. Tujuannya jelas, agar brand tersebut bisa dikenal oleh audiensnya: pertama bisa diingat secara visual, selanjutnya bisa diterima di hati.

Mengapa Jadi Penting

Visual branding tidak hanya marak akhir-akhir ini saja. Bangsa Mesir telah melakukannya 3000 tahun sebelum masehi dengan menulis lambang-lambang pada tempat minum mereka yang terbuat dari tanah liat. Sampai hari ini, trilliunan dollar dikeluarkan untuk proses pemasaran dan promosi yang kita kenal sebagai visual branding. Lalu ada jabatan yang namanya Brand Manager. Bahkan, telah muncul agency yang khusus didirikan untuk menangani brand semata seperti Landor Associates. Harga desain 1 logo korporat dan aplikasinya bisa milyaran rupiah.

Jaman terus berubah, sesuai hukum supply & demand. Siapa sekarang mampu yang ingat semua nama shampo, sabun cuci, permen atau snack? Ribuan bahkan ratusan ribu merk berkeliaran menggoda mata kita di teve, di supermarket, di warung-warung kecil, di atas bis umum sampai di pinggir jalan. Berapa yang berhenti di benak sehingga kita sempat mengingatnya bahkan menjadi konsumen setianya?

Saya yakin tidak banyak. Yang pertama karena memang daya ingat otak kita terbatas. Yang kedua, karena tidak semua brand di-manage dengan baik oleh produsennya. Brand yang Anda kenal baik seperti pertanyaan saya di awal adalah beberapa contoh brand yang memang di-manage dengan sangat baik. Baik saja belum cukup mengingat tingkat persaingan yang sangat luar biasa antar sesama pemegang brand. Supply yang ada telah melebihi demand, sehingga hampir bisa dipastikan dari 10 produk sejenis yang dilempar ke market, 6 sampe 7 produk akan rontok sebelum tahun pertama. Hanya 1 atau 2 produk yang akan survive setelah 5 tahun berjalan.

Jadi sangat wajar jika produsen sewajarnya menganggap penting proses visual branding, meskipun biayanya tentu tidak kecil. Lagipula hasilnya tidak bisa dilihat dalam waktu singkat. Naiknya penjualan tidak bisa dilihat 1 atau 2 bulan setelah kampanye promosi dilakukan. Tapi yang menjadi tujuan visual branding adalah long term goal, yaitu kontinuitas dan stabilitas pendapatan atas brand produk atau servis yang dimilikinya. Bukan kenaikan omzet yang sporadis untuk akhirnya malah merugi dalam perjalanannya.

Sangat sulit untuk meyakinkan pemilik brand agar menginvestasikan dananya untuk melakukan proses visual branding. Mereka biasanya menginginkan hasil yang cepat, yang instant. Mereka tidak percaya pada proses, pada hukum alam. Akibatnya, strategi hard sell lebih mudah di-acc. Indonesia dengan ribuan perusahaannya memiliki ratusan ribu bahkan jutaan brand, tapi coba lihat berapa yang branded. Sangat sedikit. Sehingga tidak mampu mendorong ekonomi Indonesia yang sedang terpuruk. Coba bandingkan dengan Singapura. Malaysia. Apalagi Amerika. Saya selalu sedih memikirkan hal tersebut. (Dan ini rahasia kecil antar kita aja: brand Diskomvis atau ISI Yogyakarta juga mulai redup. Jika tidak segera dibenahi bisa lenyap ditelan masa lalu. Tapi ini rahasia lho, jangan ada yang boleh tahu!)

Strategi Visual Branding

Marty Neumeier dalam bukunya The Brand Gap membeberkan strategi visual branding menjadi 5 tahap: differensiasi, kolaborasi, inovasi, evaluasi dan manajemen.

Diffrensiasi: untuk berhasil, sebuah produk harus mempunyai pembeda yang unik dengan produk lain. Pembeda tersebut bisa berasal dari kategori produknya sendiri, segmentasi, kualitas atau packaging-nya. Al Ries mempunyai konsep jadilah yang pertama dalam kategori tertentu. Anda tahu siapa orang pertama yang menginjak bulan? Benar, Neil Armstrong. Tapi Anda akan sulit mengingat orang ketujuh yang sampai ke bulan kan?

Kolaborasi: brand building tidak bisa dikerjakan semuanya oleh produsen. Dan ini harus dipahami, karena beberapa produsen menganggap pekerjaan menangani brand adalah sangat mudah sehingga mereka memilih merekrut beberapa orang untuk menghemat. Akibatnya, brand mereka tidak pernah bisa menjadi top of mind. Dibutuhkan kerjasama dengan agency, institusi terkait, juga dengan konsumen sendiri sebagai target market. Konsumen juga harus didengarkan pendapatnya, tidak sekedar dijejali promosi yang terus menerus yang malah akan menimbulkan antipati. Kolaborasi untuk membesarkan brand bukan pekerjaan yang mudah. Tapi jika berhasil, hasil yang didapatkan juga luar biasa.

Inovasi: brand yang tidak diremajakan dan direvitalisasi akan lenyap ditelan waktu. Konsumen juga punya sifat bosan, sehingga harus disegarkan pandangan dan ingatannya. Anda sering melihat A Mild mengganti tema kampanyenya tiap-tiap tahun secara kontinyu sehingga konsumen tidak apatis. Satu hal penting: perubahan yang dilakukan harus sistematis dan tetap menjaga benang merah komunikasinya. Jika Anda perhatikan dengan teliti, selalu ada tagline: Bukan Basa-Basi di Iklan A Mild. Tanpa konsistensi, perubahan hanya akan membingungkan konsumen.
Evaluasi: tingkat penerimaan target audiens atas sebuah brand harus dilacak dan diketahui. Biasanya kuesioner atau survey dilakukan untuk mendapatkan tingkat akseptabilitas (penerimaan) khalayak. Akan lebih baik jika hasil evaluasi ini bisa digunakan sebagai bahan bagi produsen dan agency untuk menentukan strategi branding tahap berikutnya. Produsen tidak boleh hanya mendasarkan pengetahuan atas kekuatan brand-nya hanya dari liputan berita di media dan jumlah iklan yang ditayangkan, tapi justru yang terpenting dari khalayak sendiri sebagai tester sekaligus target market-nya.

Manajemen: brand tidak hidup di lembar-lembar iklan atau bersuara di iklan radio. Brand hidup di otak dan hati konsumennya. Juga di budaya perusahaan produsennya. Brand harus tetap hidup dan bergerak seiring jamannya, agar tidak terlindas kerasnya kompetisi. Coca Cola menjadi contoh bagus bahwa brand bisa bertahan dari generasi ke generasi bahkan mencapai nilai yang lebih besar dari aset perusahaan Coca Cola keseluruhan.


Itulah the power of visual branding. Ini semua membutuhkan manajemen brand yang kuat dan bervisi ke depan.

Sunday, October 1, 2006

Aku Ingin Dikuburkan Dengan Sederhana



Inilah doaku kepada Allah
Dzat Maha Tinggi yang menciptakan diriku
Yang telah repot-repot menghidupkanku dari ketiadaan

Aku ingin meninggalkan dunia dengan cara yang sederhana
Yang biasa-biasa saja
Bolehlah sedikit heroik asal tidak merepotkan siapapun
Dan tidak menghabiskan banyak biaya

Aku ingin keluargaku melepasku ke liang lahat dengan bangga
Bukan bersedih dan larut dalam kedukaan yang panjang
Aku ingin mereka lebih tegar menjalani hidupnya sepeninggalku

Jika ada air mata tertumpah
Biarlah itu pertanda menyalanya sebuah semangat hidup baru
Untuk memulai segala sesuatuanya dengan mandiri: tanpaku

Aku ingin disholatkan di masjid
Dikuburkan di kuburan biasa saja seperti kebanyakan orang
Diselimuti kain kafan yang paling murah

Orang yang menggali kuburku sebaiknya dibayar dengan ongkos yang lebih dari biasanya untuk membantu kehidupan keluarganya

Semakin cepat jasadku dikuburkan, Insya Allah semakin baik buat semua
Semakin cepat tubuhku menyatu dengan tanah maka makin sejuklah jiwaku

Jika ada pelayat yang menyumbang uang maka akan diberikan pada mereka yang lebih membutuhkan, bukan keluargaku
Karangan bunga sebaiknya ditukarkan buku dan alat tulis untuk dibagikan sebagai sarana belajar anak-anak yang membutuhkan
Yang paling kuharapkan hanyalah keikhlasan melepasku pergi dan doa tulus yang mengiringi perjalananku menghadap-Nya

Tidak perlulah ada peringatan 3, 7, 40 atau 1000 hari meninggalku
Biayanya lebih baik disumbangkan ke masjid saja
Aku hanya percaya pada amal jariyah yang akan menolongku mempertanggungjawabkan hidupku di hadapan Allah: ilmu yang bermanfaat, harta yang diamalkan dan anak-anak shaleh yang terus mendoakan

Selebihnya, biarlah kutanggung sendiri dosa-dosaku

Pada orang-orang terdekatku aku lebih senang mewariskan ilmu dan kebijaksanaan, bukan kekayaan
Jikapun suatu hari nanti Tuhan memberi kemurahan kekayaan yang berlebih
Aku tak ingin mewariskan banyak harta
Sebagian besar hartaku akan kusumbangkan pada badan amal dan mereka yang hidupnya sangat membutuhkan pertolongan
Keluargaku hanya akan menerima paling banyak 1/5 sisanya untuk modal hidup mereka selanjutnya
Mereka juga harus berjuang dengan kemampuannya untuk menciptakan kekayaannya sendiri

Dengan kematianku
Aku berharap orang bisa belajar untuk hidup jauh lebih baik daripada hidupku
Untuk tidak menggantungkan nasibnya semata-mata pada pihak lain

Di kuburku yang sederhana dengan sebuah nisan batu, aku ingin dituliskan kata-kata Muhammad Iqbal yang menjadi keyakinan hidupku:

Kembangkanlah kemampuanmu setinggi mungkin
Sehingga Tuhanpun akan berkonsultasi denganmu
Sebelum menentukan takdir-Nya untukmu

Friday, September 29, 2006

Promosi di Nomor Buntut

Ketika menemui perusahaan untuk menawarkan penanganan kampanye promosi mereka secara integrated, ternyata jawaban yang saya terima sering sangat menyedihkan:
  • Kami tidak punya anggaran promosi, lagipula begini aja udah laku kok
  • Jangankan mau promosi Mas, mau bayar karyawan aja ngos-ngosan
  • Omzet sedang turun, anggaran promosi kami dibatalkan oleh Direksi

Hal penting yang saya catat: ternyata promosi belum mendapatkan prioritas yang penting di banyak perusahaan. Kesan yang saya peroleh, jika ada dana lebih tak terpakai, baru boleh promosi. Promosi masuk prioritas nomor buntut. Jadi saya tidak heran jika banyak perusahaan di Indonesia yang tidak populer, tidak branded. Jumlah perusahaannya sih buanyak, tapi tidak jelas positioning-nya.

Lihatlah Mc.Donalds, Coca Cola, Apple, Microsoft, Nike atau Adidas. Secara kualitas kita tidak kalah dengan mereka (malah produksinya di sini), tapi secara brand? Jangan dibandingkan jika nggak ingin malu.

Banyak decision maker di perusahaan kita yang hanya percaya pada tangible assets (aset yang terlihat) dan tidak peduli pada intangible assets (aset tak terlihat). Mereka akan mengeluarkan dana berapapun untuk renovasi gedung dan mendatangkan mesin produksi baru, tapi tidak sepeserpun untuk membangun merk dan menciptakan pasar baru. Akibatnya, perusahaan memang masih bisa untung tapi pencapaiannya hanya segitu-segitu aja dari tahun ke tahun (syukur jika gak sampe gulung tikar).

Tapi pandangan negatif itu bisa jadi disebabkan oleh trauma kegagalan promosi. Dari banyak kasus, kegagalan di bidang ini disebabkan iklan dibuat oleh orang yang kurang memahami ilmu periklanan. Biasanya dengan alasan penghematan (mencari agency yang biayanya paling murah) atau biar proyeknya gak dikerjakan orang lain. Tanpa pengetahuan yang cukup, agency akan didikte oleh klien dan membuat kreativitas tidak berkembang. Tujuan promosipun gagal total.

Atau jika iklan itu dibuat oleh agency yang mengerti prinsip-prinsip ilmu periklanan, namun agency tersebut lebih memilih tunduk kepada kemauan kliennya daripada kehilangan klien tersebut. David Ogilvy pernah mengatakan: the job of agency is to tell clients the needs they don’t know, not just to do what clients told them. Agency mesti mengedukasi klien kebutuhan mereka yang sesungguhnya demi kebaikan klien: nggak cuma ngikut apa maunya klien aja.

Untuk mengefektifkan promosi, yang terpenting adalah ide yang mengarah kepada pencapaian tujuan, bukan budget-nya. Adalah efektifitas strateginya, bukan seberapa besar dan seberapa seringnya iklan dipasang.

Iklan termahal bukan iklan yang nilai tagihannya paling tinggi. Iklan termahal adalah iklan yang tidak efektif, seberapapun murahnya iklan itu dibuat. Bukan pada biaya bikinnya, tapi pada akibat negatif yang harus diderita sebuah brand ketika dikomunikasikan secara tidak tepat.

Dan iklan-iklan yang - secara de facto - di-approve oleh dept. purcashing dan bukan dept. marketing communication: seringkali terjebak menjadi sumber pemborosan yang luar biasa, meskipun dalam budget seolah hemat tak terkira.

Dari Mana Ide Kreatif Lahir?

Sumber inspirasi dalam penciptaan ide kreatif bisa berasal dari bermacam-macam hal. Jika disederhanakan: ide itu bisa didapatkan secara conventional dan/atau uncoventional.

Secara biasa-biasa aja, atau dengan cara yang berbeda dari biasanya. Conventional merujuk pada peran logika (otak kiri) dalam memahami permasalahan dan mencari solusi pemecahannya lewat analisa data yang bisa didapatkan dari internet, perpustakaan, riset, dll. Sementara uncoventional merujuk pada peran kreatif (otak kanan) yang dibutuhkan dalam proses idea development atas solusi logis yang telah ditemukan.

Ide kreatif kadang berasal dari dalam ruang meeting kreatif, tapi bisa juga tercetus di taman kanak-kanak, mall, bengkel kereta api, warung koboi, atau – yang paling sering – toilet!

Itulah sebabnya timbul kecenderungan dari biro iklan, biro desain atau seorang desainer grafis untuk ‘mewarnai’ output kreatif yang dihasilkannya. Bagaimanapun juga, tidak ada bentuk ideal atau ruang kosong penciptaan yang lepas sama sekali dari background kreatornya (pendidikan, hobi, lingkungan, kebiasaan, dll.). The man behind the mouse adalah aktor paling penting dalam proses kreatif. Kecenderungan ini sama sekali tidak dilarang, tetapi sebaiknya diletakkan pada porsi yang pas, sehingga bisa memberikan daya dukung optimal pada rangkaian proses perancangan komunikasi visualnya. Bukannya malah berdiri sendiri sehingga menimbulkan kebingungan audiens: ini konsep sama visualisasinya rasanya kok gak nyambung sih?

Pembuatan serangkaian creative artworks (dalam bentuk kampanye komunikasi visual yang integrated) tetap harus memperhatikan tahapan perancangan yang disusun untuk memenuhi kebutuhan komunikasi visual yang jauh lebih kompleks, tidak sekedar artistic looked semata.


Dan desainer atau art director/copy writer bukanlah hero yang bisa bekerja sendiri dalam proses penciptaan ide kreatif. Mereka adalah anggota tim yang berfikir, berdiskusi dan bertindak, bahkan bernafas sebagai sebuah tim.

Tanpa itu, revolusi tak pernah ada di dunia ini. Inovasi menjadi kata yang kesepian. Dan desainer akan menjelma 'seniman nanggung'. Penginnya idealis, tapi gak nyambung.

Quote of The Week

Kerja itu cuma selingan, untuk menunggu waktu shalat...

- Pak Azis -

Sunday, September 17, 2006

The Creative Man Behind Apple



Watch this incredible guy! Check out who he is here

Apa Adanya

Tidak mudah untuk bicara apa adanya di blog seperti ini. Guy Kawasaki, pengarang buku Rules for Revolutioners mengatakan, menulis di blog jangan seperti menulis diary tapi seolah-olah menulis buku atau artikel. Jadi ada gunanya buat yang baca. Dan otomatis pengunjungnya akan makin banyak.

Tapi satu kesulitannya, kadang-kadang ada buah pikiran yang tak bisa diformulasikan dalam bentuk 'layak baca.' Mungkin hanya cemooh, kemarahan, kesedihan atau sekedar angin lewat. Atau mungkin lebih baik yang begituan ditulis di diary personal aja ya? Karena sekali online, maka orang dari kutub utarapun bisa mengakses. Dan celakanya, kadang-kadang orang-orang yang kenal kitapun membacanya.

Lalu muncullah komentar yang miring: Kok kamu sekarang begitu sih? Kenapa pikiranmu jadi picik begitu sekarang? Setelah kubaca tulisanmu di blog ternyata kamu orangnya nggak dewasa.. dst. dst..

So, apakah kita harus nulis yang baik-baik saja di sini? Semuanya kembali pada kita, toh blog yang kita tulis cuma cermin. Dan jika cermin harus dibelah karena muka yang buruk, maka kita tak akan punya cermin lagi.

Dan muka yang burukpun tak berubah jadi baik karenanya...

Saturday, September 16, 2006

Saatnya Belajar Bikin Iklan Lagi

Dari mulai Rabu udah di Mercure Hotel, Ancol untuk mengikuti rangkaian acara Citra Pariwara. Baru nyampe Jogja tadi malam. Beberapa kegiatan yang diadakan cukup menarik, terutama seminarnya: para pembicaranya top semua dan materinya sangat menarik buat refresh otak yang lama beku karena kurang update. Exhibition-nya juga keren, baik pameran iklan internasionalnya maupun pameran entry CP 2006. Tapi yang bikin betah justru lokasinya yang persis di pinggir laut, saya bisa menghabiskan puluhan bahkan ratusan halaman buku setiap sore di pantainya.

Just info, entrynya ada 850. Lebih sedikit daripada Pinasthika tahun ini (1024 entry). Tapi pasti banyak faktor penyebabnya, misalnya harga entry yang relatif mahal.

CP 2006, sekali lagi bukan ajang awarding yang cukup friendly buat Petakumpet. Dari 4 entry yang kita kirim (KR Versi Pincang BerhatiEmas, KR Versi Punk Mulia, Jogja Dogdayz Anjing Terbang & Jogja Dogdayaz Anjing Kencing), tak satupun yang masuk list finalis. Dan tanpa pernah diduga: Perwanal Saatchi & Saatchi tampil sebagai Agency of The Year, menyalip Lowe dan JWT. Zaini dan Hakuhodo dapet 2 bronze. Medcom lewat TVC Kecap Belibis dapat silver, Telesklebes dapet bronze TV PSA. Prestasi alumnus Pinasthika masih mengulang tahun lalu, 1 silver 1 bronze.

Memang banyak kejutan terjadi, BBDO Indonesia kabarnya gak bawa metal satupun. Begitu pula Playgroup yang berjaya tahun kemarin. Juga Srengenge. Dan Petakumpet yang masih stag, terhenti pada titik puncak Pinasthika saja. Terlepas bahwa banyak agency besar pulang bawa angin, hasil yang diraih Petakumpet tentu sangat mengecewakan. Saya paling benci menerima kekalahan. Kekalahan itu merusak nature saya, merusak kebiasaan saya untuk selalu berusaha mencapai yang terbaik. Kekalahan membuat kepala saya pening. Meskipun untuk itu semua, saya lebih memilih bercermin daripada menyalahkan orang lain. Saya pastikan kesibukan saya akan bertambah dengan menggali kekurangan yang masih ada di internal.


Kebencian dan kemarahan atas prestasi yang buruk itu akan jadi bahan bakar untuk menghasilkan yang lebih baik di CP tahun depan. Sekali lagi selamat buat semua pemenang, semoga bisa berprestasi lebih baik tahun depan. Jika tidak, tentu kami yang akan mengambil kesempatan. Kami bener-bener lapar untuk bawa pulang award dari CP. Mungkin lebih dari sekedar lapar.

Sementara ini, sambil menunggu waktunya tiba untuk berkompetisi kembali tahun depan: saya dan teman-teman kreatif harus belajar bikin iklan lagi. Good - aja - is not enough, apalagi kalo ndak good!

Sunday, September 10, 2006

Slevin



Minggu kemarin nonton film ini. Gak ada rencana mau nonton film apa, jadi jalan aja ke 21 Plaza Ambarrukmo. Insting saya mengatakan Lucky Number Slevin yang pas. Film yang lain: Mendadak Dangdut (udah nonton), Snakes on Plane (saya gak tertarik judul ama posternya) dan beberapa yang lain agak lupa (atau mereka tidak mampu membuat saya mengingatnya).

Saya nontonnya berdua ama Adek. Agak heran juga dia nggak protes nonton film action beginian. Klop, deh! Btw, menurut saya film ini plot-nya cukup bagus. Dipersiapkan dengan detail. Tanpa plot yang cerdas begini, sisi ceritanya sih udah klasik. Temanya tentang balas dendam. Yang menarik adalah, clue-nya disebar di sepanjang film secara acak sehingga kalo nggak ngeh nggak akan ketahuan.

Morgan Freeman jadi penjahat: Dalam berapa film ya dia jadi penjahat? Kayaknya jarang, biasanya jadi good guy. Tapi kayaknya di film ini semuanya penjahat deh, kecuali Lucy Liu. Tapi saya suka karakter Slevin (ini nama samaran, aslinya Henry) karena dia mengaku punya penyakit gak bisa kuatir, gak bisa cemas. Tetap cengar cengir meskipun situasi sangat gawat. Keren!!

Satu catatan yang saya bawa pulang: nothing new under the sun. Tapi dari hal-hal sederhana yang sangat diperhatikan detailnya, dipandang dari sudut yang baru akan tercipta sesuatu yang sangat menarik. Dan sesuatu yang menarik, biasanya lebih mudah dijual. Saya adalah salah satu korbannya, he he he ;)

Quote of The Week

Jangan mati-matian mengejar sesuatu
yang tidak bisa dibawa mati...


- Emha Ainun Nadjib -

Sunday, September 3, 2006

Inovasi: Mendahului Jaman

Satu sikap mental yang diperlukan oleh seorang enterpreneur adalah inovatif. Artinya tidak sekedar mengikuti arus yang dibawa zaman, tapi menjadi pioneer yang berani melaksanakan perubahan untuk sesuatu yang baru, yang lebih baik meskipun kadang harus mendahului zamannya. Seperti kata Steve Jobs (CEO Apple Computer & Pixar Animation): innovation distinguishis between leader and followers. Hanya ide-ide inovatiflah yang akan membuat kita unggul dalam kompetisi kreativitas.

Tanpa inovasi, komputer akan tetap berbobot 1,9 ton seperti penemuan pertamanya. Jogja Jakarta akan kita tempuh berminggu-minggu dengan naik kuda dan bukan 55 menit naik pesawat seperti sekarang. Inovasi adalah suatu keniscayaan buat mereka yang ingin bisa survive di abad informasi ketika segala sesuatunya bergerak cepat dalam hitungan sepersekian detik. Fenomena email, broadband network, video streaming, game online, mms, adalah beberapa bukti serius bahwa tanpa inovasi dalam ide-ide kreatif, kita akan ketinggalan jaman. Duduk termangu sendirian di masa lalu. Apa yang kita banggakan hari ini, bisa jadi akan basi besok pagi.


So wake up, Guys! Great ideas become less great everyday it is delayed.

Manajemen Mood



Kalau sedang mood, kita bisa seharian nongkrong di depan monitor, mengutak-atik desain dalam keasyikan. Dan hebatnya, mood yang bagus akan membuat output kreatif kita benar-benar bagus bahkan kadang lebih bagus dari yang diharapkan. Mood ini sangat diperlukan untuk menghasilkan karya yang di atas standar, yang bukan asal jadi. Tapi datangnya mood sering tidak terduga. Dalam situasi tertentu, mood bahkan menguap hilang selama berhari-hari meninggalkan kita dalam dalam kebuntuan ide.

Saya punya pengalaman buruk menyangkut manajemen mood. Saya pernah gagal mengisi rubrik Salvo di edisi 4 Blank! magazine (alm.) gara-gara ide yang macet meskipun telah nongkrong di depan komputer dan baca buku macem-macem, seminggu penuh. Saya tidak tahu harus diapakan seluruh bahan yang sudah terkumpul itu. Pada detik terakhir deadline, akhirnya saya menyerah dan rubrik tetap itupun sukses tergusur artikel yang lain.

Satu lagi ketika menyiapkan tulisan ini, lama sekali saya memikirkan tulisan yang pas untuk di-posting dan sampai kemarin malam saya masih belum tahu mau nulis apaan. Apalagi mikirin ilustrasinya mau pake apa. Barulah menjelang deadline, saya dipaksa oleh kondisi waktu yang tinggal sedikit itu sedemikian rupa sehingga katup yang membuatnya buntu tiba-tiba jebol tanpa saya tahu bagaimana prosesnya. It’s just happened. Saya cuma tahu dari bukti otentiknya: tulisan ini bisa tersaji di hadapan Anda sekalian.

Nah, saya yakin mereka yang mengaku (atau tidak mengaku) dirinya kreatif pernah mengalami kebuntuan semacam itu, seperti pengarang yang kehilangan kata atau pelukis yang kehilangan imajinasi warna. Bagaimana mengatasinya?

Yang harus saya ingatkan sebelumnya adalah, mood tidak bisa didatangkan serta merta kapanpun ia dibutuhkan. Yang bisa kita lakukan adalah menciptakan kondisi-kondisi dimana mood itu mudah muncul untuk selanjutnya bisa menghidupkan élan kreativitas kita. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan, diantaranya:

Menentukan Tujuan yang Jelas
Dalam memecahkan masalah, akan lebih simple jika kita memahami batasan-batasannya. Sehingga kita tidak berfikir terlalu luas. Kita bisa berfokus pada upaya problem solving jika tujuan yang akan kita capai elas. Tujuan itu akan memandu otak kita secara sadar maupun tak sadar dan mengarahkannya mencari jalan keluar atas permasalahan yang kita hadapi. Ide atau solusi akan datang seperti sebuah cahaya yang menerobos lubang eternit kecil dalam sebuah ruang yang gelap. “Eureka!” kata orang Yunani.

Menyelesaikan Pekerjaan Sampai Tuntas
Penyakit yang bisa menimbulkan kebuntuan ide adalah kebiasaan menunda-menunda pekerjaan. Atau melaksanakannya setengah-setengah. Terutama jika ada beberapa pekerjaan yang sedang kita laksanakan bersamaan. Tanpa prioritas yang tepat, ini semua akan menjadi beban yang menghalangi otak berpikir jernih sehingga kebingungan mana yang harus diselesaikan lebih dahulu. Semakin banyak pekerjaan yang bisa kita tuntaskan sesuai schedulle-nya, semakin ringan beban otak kita dan mood-pun akan lebih sering muncul.

Menciptakan Atmosfir Kreatif
Penting juga untuk menciptakan suasana kerja dan lingkungan yang kondusif agar mood bisa sering datang. Atmosfir kreatif itu akan membuat fisik dan psikis kita menjadi nyaman dan tidak tertekan. Ada yang mengatakan bahwa ruang kerja yang berantakan menandakan seseorang itu kreatif. Saya tidak akan menyalahkan penilaian tersebut, asalkan penghuni ruangan itu tidak mengalami kesulitan ketika mencari ballpoint atau halaman buku tertentu akibat banyaknya barang lain yang berserakan. Karena kebersihan dan kerapian tempat kerja, saya pikir akan berguna untuk merangsang otak kita untuk menata file informasi di dalamnya sehingga mudah diakses kapanpun kita butuhkan. Analoginya hampir sama dengan harddisk yang sering di-defrag dengan yang tidak.

Berfikir Berbeda
Berhubungan dengan ruangan yang bersih dan tertata, tidak ada salahnya juga pada suatu ketika sengaja dibikin berantakan jika telah mulai menimbulkan kebosanan. Ruangan tersebut bisa ditata ulang dengan cara yang berbeda, untuk menumbuhkan tunas mood yang baru. Manusia kreatif adalah makhluk yang dinamis, yang tidak begitu nyaman dengan rutinitas dan kebiasaan yang itu-itu saja. Sekali waktu, pergilah ke tempat yang belum pernah dikunjungi, saksikan film-film indie dari Afrika atau Italia (yang non Hollywood), sendirian di tengah lapangan sepak bola, berbicara dengan orang asing, mencoba tidur di kamar mandi, avonturir dari kota ke kota lain tanpa bekal, dan lain sebagainya. Agak aneh mungkin buat orang kebanyakan, tapi Itu akan menyegarkan otak kita dengan hal-hal baru, serta melatih kita untuk melihat sesuatu dengan perspektif yang berbeda. Saya pernah menonton film Jerry Maguire-nya Tom Cruise sekitar sepuluh kali. Ada banyak adegan, perkataan atau ekspresi wajah unik yang terlewatkan ketika saya baru menontonnya pertama kali. Saya bisa menemukan ‘keindahan’ itu setelah menontonnya berkali-kali. Dan memikirkannya dengan cara yang berbeda.

Berani Gagal
Tidak semua gagasan kreatif bisa diwujudkan dengan baik. Kegagalan adalah hal yang manusiawi dan dapat menjadi pelajaran terbaik. Dibutuhkan toleransi yang cukup atas kegagalan sehingga kita bisa mencapai kesuksesan di kesempatan berikutnya. Kegagalan tidak menjadi persoalan yang besar, selama kita telah melaksanakan yang terbaik semampu kita. Bill Gates (Chairman Microsoft Corp.) pernah mengatakan: When you’re failing, you’re forced to creative, to dig deep and think hard, night and day. Every company needs people who have been trough that, who have made mistakes and then made their mistakes asa great lesson to be better.

Gimana? Udah dapet ide baru lagi? Belum? Kalo begitu coba dibaca lagi dari awal.. He he he :)