Mybothsides

Saturday, December 17, 2005

Pidato George S. Patton: Very Inspiring!



Saya ingin kamu mengingatnya bahwa tidak ada bajingan yang menang perang dengan mati bagi negaranya. Dia menang dengan membuat bajingan lawan mati bagi negaranya. Semua hal yang kamu dengar tentang Amerika yang tidak ingin berperang, ingin menghindari perang ini, adalah omong kosong. Orang Amerika suka berperang. Semua orang Amerika sesungguhnya menyukai sengat pertempuran. Ketika kamu masih anak-anak, kamu semua mengagumi juara bermain kelereng, pelari tercepat, pemain bola yang hebat, dan petinju paling brutal. Orang Amerika menyukai pemenang dan tidak akan menerima pecundang. Orang Amerika bermain untuk menang terus-menerus. Saya tidak akan mempedulikan orang yang kalah dan tertawa di neraka. Itulah Sebabnya orang Amerika belum pernah kalah dan tidak pernah akan kalah dalam perang. Pikiran tentang kekalahan menyebalkan bagi orang Amerika.

Pasukan adalah tim. Hidup, makan, tidur dan bertempur sebagai sebuah tim. Individualitas adalah setumpuk omong kosong. Para bajingan yang menulisnya untuk The Saturday Evening Post, tidak tahu apa-apa tentang pertempuran nyata, mereka lebih tahu tentang hubungan seks. Kita mempunyai makanan dan peralatan yang baik, semangat terbaik, dan orang-orang terbaik di dunia. Saya merasa kasihan pada para bajingan malang yang akan kita lawan. Kita tidak hanya akan menembak bajingan-bajingan itu, kita akan mengeluarkan isi perut mereka dan menggunakannya untuk menggemuki rantai tank kita. Kita akan membunuh para bajingan Jerman yang menjijikkan itu dengan keranjang gantang (keranjang takar).

Beberapa dan kamu bertanya-tanya apakah kamu tidak akan takut menghadapi berondongan peluru. Jangan khawatir soal itu. Saya dapat meyakinkan kamu bahwa kamu semua akan menyelesaikan tugasmu. Nazi adalah musuh. Seranglah mereka dengan sekuat tenaga. Tumpahkanlah darah mereka. Tembaklah mereka di perut. Ketika kamu memasukkan tangan ke dalam sesuatu yang hancur dan lengket, yang sesaat sebelumnya adalah wajah sahabatmu, kamu akan tahu apa yang harus dilakukan.

Ada satu hal lagi yang saya ingin agar kamu ingat. Saya tidak ingin menerima pesan yang mengatakan bahwa kita bertahan di posisi kita. Kita terus-menerus maju dan kita tidak berminat menahan sesuatu kecuali musuh. Kita akan terus-menerus mendera dan menendangnya dengan keras. Kita akan memperlakukannya seperti kotoran manusia yang melewati mulut kloset.

Ada satu hal yang dapat kamu katakan ketika pulang ke rumah. Tiga puluh tahun dari sekarang, ketika kamu duduk di dekat perapian, bersama cucumu yang duduk di lutut dan dia bertanya, apa yang kakek lakukan dalam Perang Dunia Kedua yang besar itu?Kamu tidak perlu memindahkan cucumu ke lutut orang lain, terbatuk, dan berkata, Aku membersihkan kotoran di Louisiana.

Saya tidak seharusnya mengomandani pasukan ini. Bahkan saya tidak seharusnya berada di Inggris. Biarlah bajingan pertama yang menemukan saya adalah pasukan Jerman terkutuk. Saya ingin mereka melihat saya dan berkata. Ah! Itu Pasukan ketiga dan bajingan Patton lagi!

Baiklah, kamu para bajingan, kamu tahu perasaan saya. Saya akan bangga memimpin Anda para pemuda yang baik dalam pertempuran di mana pun, kapan pun. Sekian.

-----------------------------------------------------------------------------

Catatan: Saya telah menonton film jenderal besar ini lebih dari 5 kali dan gak bosen-bosen juga. Selalu ketemu hal-hal baru setelah memperhatikan detailnya lebih teliti, seperti ketika saya nonton 13th Days, Training Day atau Jerry Maguire. Sebagai pemimpin, Patton emang gak sempurna. Tapi banyak hal luar biasa telah lahir dari keteguhan dan kekerasan hatinya, juga arogansinya yang unik. I learn a lot from him.)

No comments: