Mybothsides

Saturday, December 17, 2005

Kisah Seekor Kadal

Dapat postingan cerita ini dari teman di milis. Katanya, ini sebuah kisah nyata yang terjadi di Jepang. Tapi nyata atau tidak sih, menurutku gak penting. Yang terpenting justru moral ceritanya sebagai sarana kita belajar untuk lebih memahami hidup. Jika menurut Anda menarik, tolong di-comment yach. Jika ndak menarik, di-comment juga dapat pahala kok. Begini ceritanya:

Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba merontokkan tembok. Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong di antara tembok yang terbuat dari kayu. Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan seekor kadal terperangkap di antara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebuah paku.

Dia merasa kasihan sekaligus penasaran. Lalu ketika dia mengecek paku itu, ternyata paku tersebut telah ada di situ 10 tahun lalu ketika rumah itu pertama kali dibangun.

Apa yang terjadi? Bagaimana kadal itu dapat bertahan dengan kondisi terperangkap selama 10 tahun?

Dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak sedikitpun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal. Orang itu lalu berpikir, bagaimana kadal itu dapat bertahan hidup selama 10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat pada paku itu!
Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan kadal itu, apa yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan. Kemudian, tidak tahu darimana datangnya, seekor kadal lain muncul dengan makanan di mulutnya...astaga!!

Orang itu merasa terharu melihat hal itu. Ternyata ada seekor kadal lain yang selalu memperhatikan kadal yang terperangkap itu selama 10 tahun. Sungguh ini sebuah cinta...cinta yang indah. Cinta dapat terjadi bahkan pada hewan yang kecil seperti dua ekor kadal itu. Apa yang dapat dilakukan oleh cinta? Tentu saja sebuah keajaiban.

Bayangkan, kadal itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti memperhatikan pasangannya selama 10 tahun. Bayangkan bagaimana hewan yang kecil itu dapat memiliki karunia yang begitu mengagumkan.

1 comment:

pe pak said...

Betapa indahnya cinta.....dan "bercinta"lah dengan Sang cinta sejati maka akan kau temukan kebahagiaan sejati bukan lagi sebuah keajaiban. Seperti yg dilakukan kadal itu yg tak pernah punya jiwa untuk "bercinta" namun mengalir bagaikan air....tak terasa 10 th sudah dia "bercinta"