Mybothsides

Monday, December 12, 2005

Belajar Dari Boediono

Pagi ini saya baca Tempo, wawancaranya Boediono Menko Ekuin yang baru. Tidak mudah menjadi orang baru dimana semua harapan yang membubung tinggi diletakkan di pundaknya. Tempo malah menyebutnya sebagai euphoria harapan. Jika tak terpenuhi, akan memacu gelombang kekecewaan. Tapi dari wawancara itu, satu hal yang kucatat: tidak ada ekspresi berlebihan yang muncul dari Pak Boed. Dia menanggapinya dengan biasa-biasa aja, tanpa rasa khawatir atau justru rasa bangga yang berlebihan. Dia bilang: yang penting kepercayaan pasar, market trust. Logika pemecahan masalah dan personal approach itu kuncinya, bukan hitungan angka-angka.

Interesting! Dari dulu saya merasa gak begitu nyaman dengan masalah keuangan, bahkan sering gak peduli karena alergi dengan angka yang berderet dalam kolom dan tabel yang visualnya gak friendly. Tapi Pak Boed yang jagonya ekonomi makro malah bilang jangan mendahulukan hitungan angka-angkanya, tapi logika berfikirnya. That's it! Jika logika pengaturan keuangannya bener, tentu lebih mudah cari orang yang bisa menerjemahkannya dalam hitungan angka-angka. Dan gak perlu paranoid lagi baca laporan keuangan.

Btw, saya paling benci laporan dimana banyak angka dalam kurungnya, itu artinya minus! Alias rugi! (tahu artinya juga barusan). He he he...

Di tangan yang tepat, semoga ekonomi Indonesia bisa membaik sehingga makin banyak rakyat bisa merasakan manfaatnya punya pemerintah untuk mengurus bangsa ini. Good luck, Pak Boed!

No comments: